Author Archives: admin

Siroh Nabawiyah – Halaqah 64 – Perpindahan Kiblat

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 64 | Perpindahan Kiblat
 _link audio_
goo.gl/iqvxMV
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Nabi ﷺ dahulu ketika di Mekkah melakukan shalat dengan menghadap ke arah Baitul Maqdis & menjadikan Ka’bah antara beliau dengan Baitul Maqdis.

Ketika beliau hijrah ke kota Madinah beliau shalat menghadap ke Baitul Maqdis selama kurang lebih 16 bulan.

Orang-orang Anshor shalat menghadap ke Baitul Maqdis kurang lebih 3 tahun & pada pertengahan bulan Rajab th kedua Hijriyah yaitu dua bulan sebelum terjadinya perang Badr terjadilah perpindahan Kiblat.

Orang-orang Yahudi ketika melihat Nabi ﷺ & shahabat nya shalat menghadap ke Baitul Maqdis mereka bergembira, mereka mengatakan sambil mengejek

Muhammad menyelisihi kita tetapi dia mengikuti kiblat kita

Maka Nabi ﷺ berharap Wahyu turun & beliau berkeinginan seandainya kiblat berubah menjadi arah Ka’bah, Allāh pun mengabulkan keinginan beliau. Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ ۖ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضَاهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۚ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوا وُجُوهَكُمْ شَطْرَهُ ۗ..
[QS Al-Baqarah 144]

sungguh Kami telah melihat bulak balik nya wajahmu kemarahan atas, maka sungguh Kami akan memalingkan wajahmu kearah kiblat yang engkau ridhoi, maka palingkanlah wajahmu ke arah al-Masjidil Haram & dimanapun kalian berada maka hendaklah kalian harapkan wajah² kalian kearahnya

Ibnu Hajar rahimahullah di dalam Fathul Baari menyebutkan telah mengumpulkan beberapa riwayat bahwa shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan adalah shalat Dhuhur di masjid Bani Salimah, atau sekarang dikenal dengan Masjid kiblatain & shalat menghadap ke Ka’bah yang pertama yang beliau lakukan di Masjid Nabawi adalah shalat Ashar. Adapun di Kuba maka penduduk Kuba melakukan shalat pertama menghadap Ka’bah adalah ketika shalat subuh.

Perpindahan Kiblat ini membuat orang Yahudi marah, mereka mengatakan

bahwa kebaikan adalah dengan menghadap arah Baitul Maqdis

Maka Allāh menurunkan FirmanNya

لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
[QS Al-Baqarah 177]

bukanlah kebaikan itu kalian memalingkan wajah² kalian kearah Timur & Barat , akan tetapi kebaikan adalah orang yang beriman kepada Allāh & hari Akhir & para Malaikat & Kitab serta para Nabi

Dan mereka bertanya²

apa yang memalingkan Muhammad & para shahabatnya dari Baitul Maqdis

Maka Allāh menurunkan FirmanNya

سَيَقُولُ السُّفَهَاءُ مِنَ النَّاسِ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمُ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا ۚ قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ ۚ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ
[QS Al-Baqarah 142]

maka akan berkata orang² yang bodoh diantara manusia apa yang memalingkan mereka dari kiblat mereka yang dahulu mereka menghadapnya , katakanlah wahai (Muhammad) milik Allāh Timur & juga Barat & Allāh memberikan petunjuk siapa yang dikehendaki kepada jalan yang lurus.

Diantara hikmah dipindahkannya kiblat adalah untuk ujian bagi orang² yang beriman apakah mereka mengikuti Rasulullãh ﷺ atau tidak. Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

… وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِي كُنْتَ عَلَيْهَا إِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَتَّبِعُ الرَّسُولَ مِمَّنْ يَنْقَلِبُ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ ۚ وَإِنْ كَانَتْ لَكَبِيرَةً إِلَّا عَلَى الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۗ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
[QS Al-Baqarah 143]

_dan tidaklah Kami menjadikan kiblat yang dahulu engkau menghadapnya kecuali supaya kami mengetahui siapa yang mengikuti rasul dari orang² yang murtad & sungguh ini adalah berat kecuali bagi orang-orang yang Allāh berikan hidayah & tidaklah Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyia-nyiakan keimanan kalian, sesungguhnya Allāh Maha Penyantun dan Penyayang bagi manusia_.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 63 – Awal Mula Disyariatkannya Jihad

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 63 | Awal Mula Disyariatkannya Jihad
_link audio_
goo.gl/r4yQ1a
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Tujuan jihad didalam Islām adalah untuk membebaskan manusia dari penghambaan kepada selain Allāh menuju ke penghambaan kepada Allāh saja Rabul ‘alamin.

Allāh berfirman:

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ
[QS Al-Anfal 39]
dan perangilah mereka sehingga tidak ada kesyirikan dan jadilah agama ini semuanya adalah milik Allāh

Awal mula Disyariatkannya Jihad bagi kaum muslimin di arahkan kesebelah Barat kota Madinah yang demikian memiliki 3 tujuan

①. Mengancam jalan perdagangan orang-orang Quraisy ke Syam.

②. Membuat perjanjian dengan suku² & kabilah² yang ada didaerah tersebut supaya bisa bekerja sama dalam memerangi orang² Quraisy atau minimal mereka netral tidak berpihak karena pada asalnya kabilah² tersebut cenderung membela Quraisy & bekerja sama dengan mereka, karena merekalah yang mengamankan perdagangan ke Syam & setiap tahun kabilah² tersebut berhaji ke kota Mekkah dan orang-orang Quraisy merekalah yang menjadi penduduk kota Mekkah demikian pula mereka cenderung kepada orang-orang Quraisy karena kesamaan aqidah yaitu aqidah berhala yang mereka miliki.

③. Untuk menampakkan kekuatan kaum muslimin di depan orang² yahudi & sisa² orang musyrikin yang masih ada di kota Madinah.

Peperangan pertama di namakan dengan peperangan Abwa, sebuah tempat yang berjarak 24 mil dari kota Madinah. Peperangan yang pertama ini tidak terjadi pertumpahan darah namun mereka berhasil mengadakan perjanjian dengan kabilah domroh bin Kinanah, sebuah pasukan kaum muslimin juga dikirim ke sebuah daerah bernama Saeful Bahr untuk mencegat rombongan dagang orang² Quraisy, dari sinilah orang² Quraisy menyadari bahwa perdagangan mereka terancam.

Apa yang dilakukan oleh Kaum muslimin bukanlah seperti perampok jalanan karena saat itu kaum muslimin sedang berperang & orang yang sedang berperang di tuntut untuk melemahkan musuh baik secara ekonomi maupun kekuatan manusia, kemudian yang kedua mereka melakukan itu untuk mengambil harta mereka yang dahulu diambil orang-orang Quraisy ketika kaum muslimin meninggalkan kota Mekkah & hijrah ke kota Madinah.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 62 – Disyariatkannya Jihad

■ Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 62 | Disyariatkannya Jihad Fisabilillah
 _link audio_
goo.gl/zoAUvB
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Yang dimaksud dengan Jihad di dalam syariat Islām adalah perang dijalan Allāh untuk meninggikan kalimat Allāh. Jihad tidak disyariatkan di Mekkah karena saat itu kaum muslimin sedikit & lemah yang di perintahkan saat itu adalah bersabar, menambah keimanan, menjaga ibadah berdakwah & tidak diperintahkan untuk mengangkat senjata & melawan kaum musyrikin.

Saat itu mereka masih hidup bersama orang-orang musyrikin tidak memiliki tempat khusus untuk pasukan, yang mereka miliki hanyalah Daarul Arkom sebagai tempat untuk mempelajari agama Islām & ini adalah bagian dari hikmah di dalam dakwah, seandainya saat itu sudah di syariat kan jihad niscaya orang-orang Islām akan dihabisi semenjak awal munculnya.

Ketika kaum Muslimin berhijrah ke kota Madinah memiliki kekuatan & kemampuan baik jumlah pasukan maupun senjata & mereka memiliki daerah sendiri barulah di syariat kan jihad & tahap pertama di syariat kannya jihad adalah ijin untuk membela diri.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ
[QS Al-Hajj 39]

”di izinkan bagi orang-orang yang diperangi karena mereka di dzolimi sesungguhnya Allāh mampu menolong mereka”

Kemudian tahap kedua diizinkan kaum muslimin berperang untuk membela diri & akidah, sebagaimana firman Allāh

وَقَاتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ
[QS Al-Baqarah 190]

”Dan perangilah dijalan Allāh orang-orang yang memerangi kalian dan janganlah kalian berlebihan, Sesungguhnya Allāh tidak mencintai orang-orang yang berlebihan”

Dan yang ketiga diperintahkan kaum muslimin untuk memerangi orang-orang musyrikin & memulai didalam berperang supaya semakin tersebar akidah Islāmiah tanpa di halang²i.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

وَقَاتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ الدِّينُ كُلُّهُ لِلَّهِ ۚ
[Surat Al-Anfal 39]

” Dan perangilah mereka sehingga tidak ada kesyirikan & jadilah agama ini semuanya milik Allāh”

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
[QS Al-Baqarah 216]

_”Telah diwajibkan atas kalian berperang & dia adalah sesuatu yang kalian benci dan terkadang kalian membenci sesuatu padahal dia adalah lebih baik dari kalian & terkadang pula kalian mencintai sesuatu & dia adalah jelek Bagi kalian & Allāh mengetahui sedangkan kalian tidak mengetahui”_

Jihad disyariatkan sampai hari kiamat, Rasulullãh ﷺ mengatakan

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

”Barangsiapa yang meninggal dunia & dia tidak berjihad & tidak meniatkan dalam dirinya untuk berjihad maka dia meninggal diatas cabang kenifaqan”_
HR Muslim

Hukum berjihad adalah fardhu kifayah kecuali apabila negeri kaum muslimin diserang oleh musuh maka dalam keadaan demikian wajib atas semuanya untuk membela.

Jihad sebagaimana ibadah² yang lain memiliki hukum² aturan² sebagaimana dalam ilmu fikih kapan disyariatkan, kapan tidak, apa syarat²nya, apa rukun² nya, siapa yang dihalalkan darah nya & siapa yang diharamkan darahnya, maka kewajiban seseorang adalah mempelajari agama Allāh ajja wajalla & tidak beramal berdasarkan ilmu.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 61 – Peperangan Bani Quraizhah

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 61 | Peperangan Bani Quraizhah
_link audio_
goo.gl/d6NBDV
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Setelah diusir, orang-orang Bani Nadhir masih menyimpan dendam yang besar didalam hati mereka kepada Rasulullãh ﷺ & para shahabat nya. Mereka berusaha memanas-manasi orang-orang musyrikin Quraisy & Ahzab yang terdiri dari orang-orang Yahudi juga yang lain untuk menyerang kota Madinah, sebagian riwayat menyebutkan bahwa mereka datang ke kota Mekkah & diantara mereka adalah Salam bin Abil Hukaiq & Qikanah bin Abil Hukaiq serta Huyaiy bin Ahtof, kemudian dengan sebab inilah terjadi perang khondak dimana 10 ribu orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang Quraisy, orang-orang khotofan & orang-orang yahudi menyerang & mengepung kota Madinah.

Peperangan ini terjadi di bulan Syawal thn ke-5 Hijriyah. Setelah terjadi perang khondak terjadilah perang Bani Quraizhah yaitu di akhir Dzulqo’dah thn ke-5 Hijriyah, sebabnya karena banyaknya Quraizhah telah membatalkan perjanjian antara mereka dengan Nabi ﷺ. Mereka telah membatalkan perjanjian tersebut karena dipanas-panasi oleh Huyaiy bin Ahtof diwaktu dimana kaum muslimin dalam keadaan genting dikepung oleh 10ribu pasukan perang dari kalangan orang-orang kafir.

Ringkasnya Nabi ﷺ mengepung Bani Quraizhah selama 25 hari setelah itu mereka menyerah & siap menerima dengan hukum Rasulullãh ﷺ. Akan Nabi ﷺ memutuskan untuk membunuh laki-laki mereka & ditawan wanita & anak² mereka, sebagai balasan bagi orang-orang yang telah berkhianat & bekerja sama dengan musuh, penghianatan mereka kepada kaum muslimin akibatnya bisa fatal, karena akibat dari penghianatan tadi adalah terbunuhnya kaum muslimin & diambilnya harta mereka & ditawan wanita & anak² mereka.

Oleh karena itu Bani Quraizhah dihukum dengan yang semisalnya sebagai balasan yg setimpal bagi mereka.

Inilah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 60 – Pengusiran Bani Nadhir

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 60 | Pengusiran Bani Nadhir
 _link audio_
goo.gl/5ibR79
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Pengusiran Bani Nadhir terjadi setelah perang Badr, disana ada dua sebab pengusiran mereka

Karena usaha mereka untuk membunuh Rasulullãh ﷺ setelah perang Badr.

Kisahnya setelah orang² Quraisy menulis surat kepada mereka mengancam mereka kepada mereka jika tidak memerangi Nabi ﷺ maka mereka akan diperangi orang-orang Quraisy. Bani Nadhir kemudian ber Azam untuk menghianati Rasulullãh ﷺ, mereka meminta kepada Nabi ﷺ supaya menemui mereka bersama 30 orang shahabat & mereka juga akan membawa 30 orang pendeta mereka untuk mendengar dari Nabi .

Mereka mengatakan seandainya para pendeta ini membenarkan beliau maka orang² Yahudi semuanya akan beriman

Ketika Nabi ﷺ dan 30 shahabat mulai mendekat, orang² Yahudi mengusulkan supaya Nabi & 3 orang shahabat nya berkumpul bersama 3 orang pendeta yahudi, apabila 3 pendeta yahudi tersebut menerima maka Bani Nadhir semuanya akan beriman & masing-masing dari 3 orang pendeta tadi sudah dibekali dengan tombak kecil untuk membunuh Rasulullãh ﷺ, akan tetapi rencana ini bocor, seorang wanita yahudi membocorkan kepada saudaranya seorang muslim, setelah muslim ini mengabarkan kepada Nabi ﷺ, Nabi pun segera pulang tanpa menemui mereka. Kemudian Nabi ﷺ mengepung Bani Nadhir & memerangi mereka, mereka pun menyerah & bersedia untuk meninggalkan kota Madinah & diusir dengan syarat boleh membawa seluruh harta mereka yang bisa dibawa dengan Unta² mereka, kecuali senjata, maka mereka akan meninggalkan senjata² tersebut.

Nabi ﷺ pergi ke Bani Nadhir untuk meminta bantuan kepada mereka dalam membayar tebusan 2 orang kafir yang memiliki perjanjian yg keduanya dibunuh secara tidak sengaja oleh seorang muslim Amr Ibnu Umayyah Addomary.

ketika Nabi ﷺ sedang duduk bersandar tembok merekapun berkeinginan melemparkan batu dari atas beliau ﷺ untuk membunuh beliau, wahyu pun datang kepada beliau ﷺ, kemudian beliau bersegera ke kota Madinah & menyuruh para shahabat untuk mengepung, setelah dikepung 6 hari akhirnya mereka menyerah & bersedia diusir dari Madinah dengan syarat boleh membawa harta² mereka yang bisa mereka bawa dengan unta kecuali senjata.

Disebutkan di dalam Al Qur’an surat Al Hasr ayat ke 5 _bahwa Nabi & para shahabatnya membakar & memotong sebagian pohon qurma milik orang yahudi Bani Nadhir selama pengepungan.

Setelah mereka diusir, maka sebagian Bani Nadhir tinggal di khoibar seperti

Khuyai bin Ahtob, Salam bin Abil Khukaik &

Qinanah bin Ar Robii sebagian besar mereka pergi ke Syam.

Pengusiran Bani Nadhir ini mengakibatkan beberapa hal, diantaranya

① melemahnya kaum yahudi dan orang-orang munafik di Madinah.

② Menguatkannya Islām di kota Madinah.

③ Orang-orang Yahudi sekarang mengetahui bahwa orang-orang munafik tidak bisa di percaya janjinya mereka tidak menolong Bani Nadhir ketika diperangi dan mereka tidak keluar bersama Bani Nadhir ketika Bani Nadhir di usir dari Madinah.

④ Orang-orang yang sebelumnya mereka tinggal di tanah² orang-orang Anshor & rumah² mereka akhirnya memiliki rumah & tanah sendiri.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 59 – Penghianatan Kaab bin Al Asyraf Terhadap Perjanjian

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 59 | Penghianatan Ka’ab bin Al-Asyraf Terhadap Perjanjian
 _link audio_
goo.gl/ErXSGd
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Ka’ab bin Al-Asyraf bapaknya adalah orang Arab & ibunya adalah orang Yahudi dari Bani Nadir, dia adalah seorang tukang syair yang sangat memusuhi & membenci Islām. Menang nya kaum muslimin di perang Badr pada tahun 2 Hijriyah memicu kemarahannya, dia mendatangi kota Mekkah mencela Nabi ﷺ & menyemangati orang-orang kafir Quraisy untuk berperang membalas kekalahan mereka diperang Badr.

Ketika kembali ke Madinah maka Ka’ab bin Al-Asyraf merayu wanita² kaum muslimin dengan syair syair nya maka Nabi ﷺ memerintahkan supaya Ka’ab dibunuh
Al Imam Al Bukhari didalam shahih nya telah menyebutkan kisah dibunuh nya Ka’ab bin Al-Asyraf.

Ringkas nya bahwa Muhammad bin Maslamah Al Anshory menunjukkan kesiapannya dalam melaksanakan perintah Nabi ﷺ & beliau meminta izin untuk menggunakan tipu daya, maka Nabi ﷺ mengijinkan karena Ka’ab sudah menjadi Muhariit, yaitu memerangi kaum muslimin, sehingga halal darahnya.

Maka Maslamah mendatangi Ka’ab dengan Pura-pura ingin berhutang Qurma untuk diserahkan kepada Nabi ﷺ & dia berpura-pura menunjukkan kebenciannya kepada Nabi ﷺ. Maka Ka’ab pun meminta sebuah tanggungan berupa wanita² atau anak², maka Muhammad meminta maaf tidak bisa memberikan tanggungan dengan wanita atau anak², dia menawarkan supaya tanggungan tadi berupa senjata, Ka’ab pun menyetujui.

Datanglah Muhammad bersama Abu Nailah (dia adalah saudara sepersusuan dari Ka’ab bin Al-Asyraf) ditambah 3 orang shahabat yang lain, mereka pun memanggil Ka’ab & berjalan lah Ka’ab bersama mereka, kemudian mereka pun membunuh Ka’ab bin Al-Asyraf dengan pedang² mereka.

Orang-orang Yahudi tidak terima dengan apa yang terjadi, maka Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Ka’ab telah menghianati perjanjian karena dia menghina Nabi ﷺ sebagai kepala negara dan karena Ka’ab telah dekat dengan musuh² kaum muslimin, bahkan mendorong mereka untuk berperang melawan kaum muslimin.

Adapun membunuh Ka’ab dengan tipu daya maka ini diperbolehkan, karena Ka’ab adalah seorang yang memerangi & perang adalah sebuah tipu daya sebagaimana dalam hadits.

Maka takutlah setelah itu orang-orang yahudi & orang-orang musyrikin & Nabi akhirnya mengajak mereka untuk menulis kembali perjanjian supaya menguatkan perjanjian yang sudah dilakukan sebelum perang Badr.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 58 – Bani Qainuqa Membatalkan Perjanjian dan Diusir

■ HSI 10 – Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 58 | Bani Qainuqa’ Membatalkan Perjanjian Dan Diusir
 _link audio_
goo.gl/35A47h
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Orang-orang Yahudi tidak konsisten dengan perjanjian yang sudah dibuat bersama kaum muslimin bahkan mereka cenderung memusuhi perjanjian ini yg menyebabkan mereka diusir dari kota Madinah.

Bani Qainuqa’ menampakkan kemarahan & hasad mereka ketika kaum muslimin menang diperang Badr yang terjadi pada tahun ke 2 Hijriyah.

Rasulullãh ﷺ berkata kepada mereka :

Wahai orang-orang yahudi masuklah kedalam agama Islām sebelum menimpa kalian apa yang menimpa Quraisy

Bani Qainuqa mengatakan :

Wahai Muhammad kamu jangan tertipu, kamu membunuh sebagian orang-orang Quraisy yang mereka tidak tahu cara berperang, seandainya kamu memerangi kami, niscaya kamu akan tahu bahwa kami adalah orang-orang yang bisa berperang & kamu belum pernah berperang dengan orang² seperti kami.

Ada riwayat yang lemah yang menyebutkan bahwa salah seorang dari Yahudi Bani Qainuqa mengikat pakaian seorang muslimah yang sedang berada di pasar Bani Qainuqa, maka ketika wanita ini berdiri tersingkap lah hijab nya & dia berteriak, datanglah seorang muslim yang kemudian membunuh orang yahudi tadi, kemudian muslim ini dikeroyok oleh orang-orang yahudi & meninggal dunia, setelah itu keluarga muslim tadi meminta pertolongan kepada kaum muslimin yang lain.

Adapun pengusiran Bani Qainuqa maka ini adalah kabar yang benar dikeluarkan oleh Al Imam Al Bukhari didalam shahih nya & disebutkan oleh Ibnu Ishak bahwa Bani Qainuqa yang merupakan sekutu Abdullah Ibnu Ubaid Ibnu Salul dikepung oleh Nabi selama 15 malam & yang memegang bendera saat itu adalah Hamzah bin Abi Thalib kemudian mereka pun mau menyerah dengan syarat harta mereka diserahkan kepada Nabi & kaum muslimin sementara istri & anak² mereka bawa, Ubadah Ibnu Ash Shaamith beliau lah yang saat itu bertanggung jawab dalam pengusiran Bani Qainuqa & beliau saat itu berlepas diri dari sekutu² nya dari kalangan orang-orang Yahudi & Muhammad bin Maslamah Al Anshori saat itu bertanggung jawab untuk mengambil harta dari orang² Bani Qainuqa.

Demikianlah diusir orang-orang Bani Qainuqa karena mereka menampakkan permusuhan & menyelisihi perjanjian yang bisa menyebabkan ketidak stabilan kota Madinah bukan karena mereka tidak mau masuk Islām.

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 57- Aturan Diantara Penduduk Madinah

■ Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 57 | Aturan² Diantara Penduduk Madinah
_link audio_
goo.gl/sWDjZ6
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Nabi ﷺ sebagai pemimpin kota Al-Madīnah telah mengatur hubungan diantara penduduk Madinah. Aturan² tersebut tertulis supaya masing-masing pihak mengetahui hak & kewajibannya, aturan² tertulis tadi dikenal didalam Kitāb² yang lama dengan Al Kitab atau ash Shohifah & sebagian penulis memberi nama dengan Dustur atau Al Watsiqoh, diantara yang mendatangkan teks aturan² ini adalah Muhammad bin Ishak (meninggal 151H).

Sebagian isi aturan² ini ada didalam shahih Al Bukhari & Muslim, Musnad, Ahmad Sunan Abu Dawud, Ibnu Majjah & juga Ath Tirmidzi.

Aturan² tadi terbagi menjadi dua:

① Yang berkaitan dengan perdamaian orang-orang Yahudi. Aturan² ini ditulis sebelum terjadinya perang Badr.

② Penjelasan kewajiban & hak kaum muslimin antara muhajirin & Anshor, ini dibuat setelah terjadinya perang Badr.

Disebutkan didalam sebagian riwayat, bahwa aturan² yang berkaitan dengan Muhajirin & Anshor digantungkan dipedang Rasulullãh ﷺ yang bernama Zulfikor & pedang ini termasuk rampasan perang ketika perang Badr.

Diantara isi aturan² tersebut:

①. Umat Islām adalah umat yang satu

②. Orang-orang yang beriman wajib untuk melawan orang yang berbuat dzolim atau dosa atau permusuhan atau kerusakan diantara orang-orang yang beriman meskipun itu adalah anak salah seorang diantara mereka.

③ Seorang Mukmin tidak dibunuh karena membunuh orang kafir.

④ Tidak boleh seorang mukmin menolong orang kafir atas seorang mukmin.

⑤ Ibrohim telah mengharamkan kota Mekkah & Nabi ﷺ telah mengharamkan kota Al-Madīnah.

⑥ Al-Madīnah adalah tanah haram dari bukit ‘Air sampai tempat demikian yg sudah disebut di halaqah terdahulu.

⑦ Barangsiapa yang membuat sesuatu yang baru (dosa /bidah) & melindungi yang membuat perkara yang baru maka dia mendapat laknat Allāh, Malaikat & seluruh manusia.

⑧ Jaminan kaum muslimin adalah satu, orang yang paling rendah diantara mereka diterima jaminan nya.

⑨ Orang-orang Yahudi yang mengikuti kita maka dia berhak ditolong tanpa di dzolimi & tanpa menolong orang yang memusuhi mereka.

⑩ Perdamaian orang-orang yang beriman itu satu, tidak boleh seseorang yang beriman melakukan perdamaian tanpa mukmin yang lain.

⑪ Sesungguhnya apa yang diperselisihkan dikembalikan kepada Allāh & Rasul Nya.

⑫ Orang-orang Yahudi mengeluarkan harta nya bersama orang-orang yang beriman selama mereka diperangi.

Itu adalah sebagian dari isi aturan² tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 56 – Ahlus Suffah

■ Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 56 | Ahlus Suffah
 _link audio_
goo.gl/ccYYfH
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Ahli Suffah adalah kelompok orang-orang yang fakir dari kalangan muhajirin di zaman Nabi ﷺ, yang mereka tidak memiliki tempat tinggal sehingga Nabi ﷺ menempatkan mereka dibagian belakang masjid Nabawi, pemuka mereka adalah Abu Hurairoh.

Dahulu Nabi ﷺ apabila ingin mengundang Ahlus Suffah, beliau memanggil Abu Hurairoh, selain orang-orang muhajirin ada sebagian kecil orang-orang Anshor yang tinggal bersama mereka karena ingin hidup zuhud meskipun dia memiliki rumah di Madinah seperti

Ka’ab bin Malik Al Anshory,

Handzolah bin Abi Amir Al Anshory &

Haritsah bin Nu’man Al Anshory.

Jumlah Ahlus Suffah kurang lebih 70 orang terkadang bertambah & terkadang berkurang. Diantara nama² mereka :

① Abu Dzar

② Watsilah bin Al Asqo

③ Salman Al Farisy

④ Khudzaifah bin al Yamman

⑤ Khobbab bin Al Ard

⑥ Zaid Ibnu Khotob

⑦ Abdullah bin Mas’ud

⑧ Safinah (budak Nabi ﷺ)

⑨ Bilal bin Robbah

⑩ Suhaib Arrumi

⑪ Al Irbab Ibnu Sariah
Dll

Mereka mengkhususkan diri mereka untuk menuntut ilmu beribadah kepada Allāh & berjihad. Dalam waktu waktu senggang mereka untuk shalat, beritikaf, membaca Al-Qurān, mempelajari ayat-ayat Allāh, berdzikir & sebagian mereka menggunakan waktunya untuk belajar menulis, sehingga sebagian mereka dikenal dengan ilmu & hafalan hadits nya, seperti Abu Hurairah & sebagian dikenal mengetahui Hadīts² tentang fitnah seperti Khudzaifah Ibnu Yamman dan sebagian mereka dikenal dengan pemahaman ilmunya didalam Alquran seperti Abdullah bin Mas’ud,

meskipun mereka adalah ahli ilmu & ibadah namun mereka tidak ketinggalan ikut serta didalam kegiatan masyarakat & berjihad di jalan Allāh.

Ada diantara mereka yang meninggal ketika perang Badr seperti Sofwan bin Baidho, ada yg meninggal ketika perang Uhud seperti Handzolah, ada yg meninggal di perang Al Yamamah seperti Zaid Ibnu Khotob dll.

Ahlus Suffah memiliki pakaian sederhana, terkadang pakaian mereka tidak bisa menjaga diri mereka dari dingin & tidak menutupi tubuh mereka secara sempurna.Makanan mereka kebanyakan adalah qurma, dahulu Nabi ﷺ sering mengundang mereka & beliau memohon maaf kepada mereka jika makanan yang di hidangkan tidak enak, sering mereka menahan lapar terkadang sebagian mereka pingsan ketika shalat, dan dahulu Nabi ﷺ & para shahabat nya sangat memperhatikan Ahlus suffah, beliau ﷺ sering menziarahi mereka mengunjungi orang yang sakit diantara mereka, duduk bersama mereka, menasihati mereka supaya banyak membaca Al-Qurān & dzikrullah.

Demikianlah keadaan Ahlus Suffah, kemiskinan mereka & kefakiran mereka tidak menghalangi mereka untuk tidak menuntut ilmu, beribadah & berjihad di jalan Allāh.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 55 – Saling Menyaudarakan

■ Siroh Nabawiyah
■ Halaqah 55 | Saling Menyaudarakan
 _link audio_
goo.gl/GWYdXr
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Di dalam Islām semua orang yang beriman adalah bersaudara, sebagaimana ayat yang ke-10 Al Hujarat.

Bersaudara yang diantara konsekwensinya saling tolong menolong, ada yg mengatakan bahwa berdasarkan beberapa riwayat, dahulu Nabi ﷺ mempersaudarakan antara kaum muslimin di kota Mekkah sebelum hijrah nya mereka ke kota Madinah, beliau mempersaudarakan

antara Hamzah dengan Zaid bin Haritsah,

antara Abu Bakar & Umar,

antara Utsman bin Affan & Abdurahman bin Auf,

antara Zubair Ibn Awwam dan Abdullah bin Mas’ud dll.

Seandainya riwayat ini adalah riwayat yang benar maka persaudaraan disini hanyalah sebatas saling membantu tidak sampai saling mewarisi.

Adapun di kota Madinah maka Rasulullãh ﷺ telah mempersaudarakan orang-orang Muhajirin & Anshor karena kaum Muhajirin ketika mereka berhijrah ke Madinah menghadapi banyak persoalan baik ekonomi, kesehatan maupun sosial, mereka meninggalkan keluarga & harta mereka & keahlian mereka adalah berdagang bukan bertani atau keterampilan yang merupakan mata pencarian sebagian besar penduduk Madinah.

Sementara kalau mereka mau berdagang mereka tidak memiliki modal ditambah banyak diantara mereka yang tertimpa demam kota Madinah, namun para Anshor radiallahu anhum tidak pelit, bahkan mereka berkorban untuk saudara mereka dari Muhajirin & mendahulukan mereka meskipun mereka sendiri butuh.

Nabi ﷺ meminta orang-orang Anshor untuk membagi hasil kebun kurma mereka & tetap meminta mereka untuk mengelola kebun kurma mereka karena mereka lebih berpengalaman, sedangkan kaum Muhajirin maka lebih dipersiapkan oleh Nabi ﷺ untuk berdakwah & berjihad, ada yg mengatakan bahwa syariat persaudaraan ini terjadi 5 bulan setelah hijrah disaudarkan antara seorang Muhajirin & seorang Anshor & saat itu yang disaudarakan adalah 45 orang dari kalangan Muhajirin & 45 orang dari kalangan Anshor.

Syariat persaudaraan ini mengharuskan saling tolong menolong diantara mereka dalam segala perkara, saling menasihati, saling menziarahi, saling mencintai satu dengan yang lain, bahkan saling mewarisi satu dengan yang lain.

Ketika kaum Muhajirin sudah terbiasa dengan cuaca kota Madinah & mereka mulai tau pintu² rezeki dan mereka sudah mendapatkan rampasan perang di perang Badr, maka dihapuskanlah saling mewarisi antara seorang Muhajir & seorang Anshor.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

… ۚ وَأُولُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ ۗ
[QS Al-Anfal 75]

_dan keluarga sebagian mereka lebih dekat kepada sebagian yang lain didalam kitabullah_

Adapun kewajiban saling tolong menolong diantara mereka maka terus ada.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember