Author Archives: admin

Mutiara Hadis : Shalawat

Abdullah bin Abu Thalhah r.a berkata,

“Suatu hari, Rasulullah Saw datang dengan wajah gembira, lalu kami berkata “Sungguh kami melihat kegembiraan di wajah engkau.”

Beliau bersabda, “Sesungguhnya malaikat telah datang kepadaku sambil berkata, ” Wahai Muhammad, jika seseorang membaca shalawat (memohon rahmat) atasmu, maka Aku akan melimpahkan rahmat atasnya sepuluh kali lipat, dan tidak seorangpun memohon keselamatan atasmu, melainkan Aku memberikan keselamatan atasnya sepuluh kali lipat.”

(H.R. Nasa’i)

Tiga Hal Untuk Saudaramu

doadankajianislami-6.jpg

Dari KH. Abdullah Gymnastiar

“Hendaknya saudaramu mendapatkan tiga hal darimu:

1/ apabila engkau belum bisa memberinya manfaat, janganlah sampai memberinya mudharat,

2/ apabila engkau belum bisa memberinya bahagia, janganlah sampai memberinya duka nestafa, dan

3/ apabila engkau belum bisa memujinya, janganlah sampai mencela dan merendahkannya” –

(Yahya bin Mu’adz Ar-Razi) @ Risalah Al-Qusyairiyah, Imam Al-Qusyairi.

Ibarat Menggenggam Bara Api

Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda:

“Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Hr. at-Tirmidzi)

Dengan redaksi yang berbeda, Abu Hurairah menuturkan, Rasulullah SAW bersabda:

“Celakalah orang-orang Arab, yaitu keburukan yang benar-benar telah dekat; fitnah ibarat sepenggal malam yang gelap gulita. Pagi hari seseorang masih beriman, sorenya telah berubah menjadi Kafir. Kaum yang menjual agama mereka dengan tawaran dunia yang tidak seberapa. Maka, orang yang berpegang teguh pada agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (Ibn Hajar al-Haitsami, Majma’ az-Zawaid wa Manba’ al-Fawaid, juz VII, hal. 552)

Rasulullah SAW ketika ditanya oleh para sahabat, “Wahai Rasulullah, apakah (kita) termasuk mereka?”Beliau menjawab: “Justru, mereka seperti kalian.”

‘Umar bin al-Khatthab menjelaskan takwil surat Ali ‘Imran: 110 dengan menyatakan,

“Siapa saja yang mengerjakan amal sebagaimana yang kalian kerjakan, maka dia pun sama kedudukannya seperti kalian..”

(Lihat, al-Qurthubi, al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an, juz IV, hal. 170)

Imam al-Auza’i pernah ditanya, “Kapankah zaman tersebut?” Beliau menjawab, “Kalau bukan zaman kita sekarang ini, saya tidak tahu, kapankah zaman tersebut? ”

(Lihat, Ibn ‘Asakir, Tarikh Dimasqa, juz XXXVII, hal. 97).

Kalau pada zaman al-Auza’i sudah sedemikian parah, padahal hukum syara’ masih diterapkan oleh negara dan para penguasanya, lalu bagaimana dengan zaman kita?

 

Meneladani Kejujuran Nabi Sebagai Pemimpin Agung

 

kaligrafi Muhammad -doadankajianislami

Sifat Nabi yang ra’uf (penuh kasih) dan rahim (penyayang) membuatnya tak kuasa untuk melihat dan mendengar penderitaan yang dialami oleh umat dan rakyatnya. Sampai Allah menggambarkan, ‘Aziz[un] ‘alaihima ‘anittum (berat terasa olehnya penderitaanmu). Tak hanya itu, Nabi pun sangat berambisi untuk menjadikan umat dan rakyatnya menjadi orang beriman dan selamat dunia-akhirat. Itulah sifat Rasulullah, Muhammad saw.

Dari pidato Nabi saw. yang paling menarik adalah pernyataan baginda saw. yang menyatakan:
“Sesungguhnya seorang pemimpin tidak akan membohongi rakyatnya.”

“Pemimpin tidak akan membohongi rakyatnya.” Itulah karakter Nabi saw. sebagai pemimpin, dan karakter kepemimpinan Nabi saw. Ucapan, tindakan, hati dan pikirannya dicurahkan demi kemaslahatan rakyatnya, bukan untuk kepentingan pribadinya. Nabi saw. bahkan mengorbankan kepentingan diri dan keluarganya, demi kepentingan umat dan rakyatnya.

Ketika Nabi saw. memilih hidup miskin, bukan karena Nabi saw. tidak bisa mengumpulkan kekayaan, tetapi karena itulah kehidupan yang dipilih Nabi saw. sebagai seorang pemimpin agung, sekaligus panutan.

Begitulah Nabi saw. mengajarkan resep kepemimpinan bagi para pemimpin. Ketika para pemimpin itu tidak jujur, dia akan membuat kebijakan yang memberatkan rakyatnya. Berbagai kebohongan pun disusun, agar tampak rasional. Misalnya, dengan alasan penghematan, boros, APBN defisit, penimbunan, dan sebagainya, BBM dinaikkan. Padahal, senyatanya kenaikan itu untuk memenuhi nafsu serakah para cukong. Lebih mengherankan, meski sudah jelas membebani rakyatnya, masih saja bisa berbohong, bahwa dengan kenaikan BBM akan mengurangi angka kemiskinan. Padahal, jelas harga sembako baik, tarif angkutan umum naik, dan inflasi pun tak terelakkan. Pendek kata, rakyat sudah ditindas, dibohongi lagi.

 

Nafais Tsamrah: Menjaga Lisan dan Mata

 

doa dan kajian islami - nafais tsamrah

NAFAIS TSAMRAH

Imam Syafii berkata: Jagalah lisanmu, jangan biarkan ia menyebut kekurangan orang lain, karena dirimu penuh kekurangan. Peliharalah kedua matamu, jika memperlihatkan aib orang lain kepadamu. Jagalah dan katakan, Hai mata, orang lain pun banyak punya mata. (Ila ad-Dzina Asrafu ‘ala Anfusihim, Aidh al-Qarni).

Ar-Rabi’ ibn Khaitsam, tabiin yg terkenal ahli ibadah, selalu menghisab lisannya dari Hari Jum’at ke Jum’at berikutnya. Subhanallah

Mutiara Hadis: hak-hak jalan

Abu Sa’id Al Khudri r.a mengatakan bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda,

“Hati-hati ! Jangan duduk-duduk (nongkrong) di jalanan.”
Orang-orang berkata, “Kami tidak bisa meninggalkannya karena itulah tempat kami duduk dan berbincang-bincang.”

Nabi Muhammad bersabda,
“Jika kalian duduk-duduk di sana, berikanlah hak-hak jalan.”
Mereka bertanya,” Apakah hak-hak jalan itu?”

Nabi Muhammad Saw bersabda, ” Menjaga pandanganmu (jangan jelalatan), tidak menghina atau merendahkan orang lain, membalas salam, memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang munkar.”

(HR Bukhari)

Dikutip dari Al Quran terjemah Al Muasir / Kontemporer
Yang disusun oleh Dr H Aam Amiruddin

Mutiara Hadis : Salat Lima Waktu

Ubaidah bin Shamit r.a.berkata,
“Aku bersaksi bahwa aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, “Jibril mendatangiku atas izin Allah swt. Lalu berkata, “Hai Muhammad, sesungguhnya Allah berfirman kepadamu,
“Sungguh telah Aku wajibkan salat lima waktu. Barangsiapa menunaikannya dengan WUDHU yang sempurna, WAKTU yang tepat, dan SUJUD yang benar, maka dengan shalat itu Aku tetapkan janjiKu bahwa Aku akan memasukkannya ke surga. Tetapi barangsiapa menemui-Ku dengan mengurangi salat itu, maka tidak ada perjanjian-Ku baginya. Jika Aku menghendaki, Aku akan menyiksanya atau Aku akan mengampuninya.”
(HR Abu Daud)

Copas dari AL QUR’ANULKARIM terjemah kontemporer AL MUASIR

penyusun: Dr. Aam Amirrudin

mutiara hadis : Taqwa

Diriwayatkan dalam sebuah hadits bahwa pada suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa .
Ubai balik bertanya : ” Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya ” ?
” Pernah ” Jawab Umar.
Ubai bertanya kembali : ” Bagaimana ketika Anda melewatinya ” ?
Umar menjawab : ” Saya bersungguh- sungguh serta berhati- hati sekali supaya tidak kena duri ” .
Ubai akhirnya mengatakan : ” Itulah arti Taqwa yang sebenar- benarnya. ”

Dari hadist an Atsar Umar ra,kita bisa menyimpulkan , bahwa hakikat taqwa adalah kesungguhan dan kehati-hatian terhadap apa yang dilarang Allah swt.
Orang yang bertaqwa adalah orang yang sungguh –sungguh untuk menjauhi segala larangan Allah dan berhati- hati sekali supaya tidak terjerumus di dalamnya, walaupun untuk menuju kepada ketaqwaan tersebut , kadang- kadang ia harus meninggalkan apa yang tidak dilarang, jika hal tersebut akan menyeretnya kepada apa yang dilarang