Bedah Al Quran 40 : Makanan dan Minuman 3

BEDAH AL QURAN No 40

MAKANAN & MINUMAN – 3

[11] Termasuk bangkai;
{1} hewan yang tercekik,
{2} yang terpukul,
{3} yang jatuh,
{4} yang ditanduk,
{5} yang diterkam binatang buas (Qs.5:3)

ﺣُﺮِّﻣَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ٱﻟْﻤَﻴْﺘَﺔُ ﻭَٱﻟﺪَّﻡُ ﻭَﻟَﺤْﻢُ ٱﻟْﺨِﻨﺰِﻳﺮِ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃُﻫِﻞَّ ﻟِﻐَﻴْﺮِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺑِﻪِۦ ﻭَٱﻟْﻤُﻨْﺨَﻨِﻘَﺔُ ﻭَٱﻟْﻤَﻮْﻗُﻮﺫَﺓُ ﻭَٱﻟْﻤُﺘَﺮَﺩِّﻳَﺔُ ﻭَٱﻟﻨَّﻂِﻴﺤَﺔُ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃَﻛَﻞَ ٱﻟﺴَّﺒُﻊُ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﺫَﻛَّﻴْﺘُﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺫُﺑِﺢَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨُّﺼُﺐِ ﻭَﺃَﻥ ﺗَﺴْﺘَﻘْﺴِﻤُﻮا۟ ﺑِﭑﻷَْﺯْﻟَٰﻢِ ۚ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﻓِﺴْﻖٌ ۗ ٱﻟْﻴَﻮْﻡَ ﻳَﺌِﺲَ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭا۟ ﻣِﻦ ﺩِﻳﻨِﻜُﻢْ ﻓَﻼَ ﺗَﺨْﺸَﻮْﻫُﻢْ ﻭَٱﺧْﺸَﻮْﻥِ ۚ ٱﻟْﻴَﻮْﻡَ ﺃَﻛْﻤَﻠْﺖُ ﻟَﻜُﻢْ ﺩِﻳﻨَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺗْﻤَﻤْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻰ ﻭَﺭَﺿِﻴﺖُ ﻟَﻜُﻢُ ٱﻹِْﺳْﻠَٰﻢَ ﺩِﻳﻨًﺎ ۚ ﻓَﻤَﻦِ ٱﺿْﻂُﺮَّ ﻓِﻰ ﻣَﺨْﻤَﺼَﺔٍ ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﺘَﺠَﺎﻧِﻒٍ ﻹِِّﺛْﻢٍ ۙ ﻓَﺈِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. Dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
(Al-Ma’idah – 5:3)

[12] Terkecuali bila sempat disembelih sebelum mati (Qs.5:3)

*Yang dimaksud bangkai bukanlah daging yang sudah busuk, tetapi hewan yang mati tidak disembelih, walaupun dagingnya masih segar

*Kalau daging busuk, tidak diharamkan pun orang tidak ada yang mau makan

[13] Yang dimaksud hewan yang disembelih untuk selain Allah yang dipersembahkan untuk berhala (Qs.5:3)

[14] Salah satu tugas Nabi Muhammad ialah menghalalkan yang toyib dan mengharamkan yang khobis (buruk) (Qs.7:157)

ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ٱﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻨَّﺒِﻰَّ ٱﻷُْﻣِّﻰَّ ٱﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺠِﺪُﻭﻧَﻪُۥ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑًﺎ ﻋِﻨﺪَﻫُﻢْ ﻓِﻰ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓِ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞِ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻫُﻢ ﺑِﭑﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰٰﻫُﻢْ ﻋَﻦِ ٱﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ٱﻟﻂَّﻴِّﺒَٰﺖِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ٱﻟْﺨَﺒَٰٓﺌِﺚَ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺇِﺻْﺮَﻫُﻢْ ﻭَٱﻷَْﻏْﻠَٰﻞَ ٱﻟَّﺘِﻰ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ۚ ﻓَﭑﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﺑِﻪِۦ ﻭَﻋَﺰَّﺭُﻭﻩُ ﻭَﻧَﺼَﺮُﻭﻩُ ﻭَٱﺗَّﺒَﻌُﻮا۟ ٱﻟﻨُّﻮﺭَ ٱﻟَّﺬِﻯٓ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﻣَﻌَﻪُۥٓ ۙ ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ٱﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.
(Al-A’raf – 7:157)

[15] Allah juga melarang memakan hewan yang tidak dibaca bismillah saat menyembelihnya (Qs.6:121)

ﻭَﻻَ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮا۟ ﻣِﻤَّﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺬْﻛَﺮِ ٱﺳْﻢُ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﻔِﺴْﻖٌ ۗ ﻭَﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴَٰﻂِﻴﻦَ ﻟَﻴُﻮﺣُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰٰٓ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎٓﺋِﻬِﻢْ ﻟِﻴُﺠَٰﺪِﻟُﻮﻛُﻢْ ۖ ﻭَﺇِﻥْ ﺃَﻃَﻌْﺘُﻤُﻮﻫُﻢْ ﺇِﻧَّﻜُﻢْ ﻟَﻤُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

Dan janganlah kamu memakan binatang-binatang yang tidak disebut nama Allah ketika menyembelihnya. Sesungguhnya perbuatan yang semacam itu adalah suatu kefasikan. Sesungguhnya setan itu membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka membantah kamu; dan jika kamu menuruti mereka, sesungguhnya kamu tentulah menjadi orang-orang yang musyrik.
(Al-An’am – 6:121)

*Namun bila kita tidak tahu, apakah disembelih pakai bismillah atau tidak, maka cukup baca bismillah saat hendak memakannya
(Hadis Sahih)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien
Bandung