Category Archives: Siroh Nabawiyah

Siroh Nabawiyah – Halaqah 75 – Perang Uhud bagian 3

HSI 10 – Kajian 75 – perang uhud 3

■ Siroh Nabawiyah

■ Halaqah 75 | Perang Uhud Bag 3

🌐 link audio

•┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Diantara kejadian yang terjadi sebelum perang Uhud ketika didaerah Asy Syaikhoini ada beberapa orang shahabat yang umurnya baru 14 tahun atau kurang yang menawarkan diri ingin berperang bersama Nabi & para shahabat yang lain, namun Nabi ﷺ menolak mereka semua karena dianggap belum cukup memiliki kekuatan untuk berperang kecuali dua orang, yang pertama Rafi’ bin Khodij karena beliau pandai memanah & yang kedua Samurah bin Junduq karena diketahui bahwa beliau lebih kuat daripada Rafi’.

Jumlah para shahabat muda yang ditolak oleh Nabi ﷺ saat itu mencapai 14 orang adalah diantaranya Abdullah bin Umar & ini adalah jumlah yang tidak sedikit, menunjukkan bagaimana Nabi ﷺ & para shahabat mendidik & mentarbiah anak² mereka menawarkan diri untuk meninggal dijalan Allāh padahal mereka masih muda belia tanpa ada paksaan dari seorang pun, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan Taufiq kepada orang tua untuk bisa mendidik dengan didikan para salaf.

Bergeraklah pasukan kaum muslimin ke Uhud & masing-masing menempati posisi sesuai dengan yang direncanakan. Nabi ﷺ mengatur pasukan mereka menjadikan gunung Uhud dibelakang mereka menempatkan 50 orang pemanah yang dipimpin Abdullah bin Jubair diatas gunung ‘Ainaini gunung yang berada tepat didepan gunung Uhud, mereka ditempatkan disana untuk melindungi kaum muslimin apabila ada pasukan berkuda orang² musyrikin yang mencoba menyerang mereka dari belakang peran yang sangat penting sampai² Nabi ﷺ mengatakan kepada pasukan pemanah

إِنْ رَأَيْتُمُونَا تَخْطَفُنَا الطَّيْرُ فَلَا تَبْرَحُوا مَكَانَكُمْ هَذَا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ وَإِنْ رَأَيْتُمُونَا هَزَمْنَا الْقَوْمَ وَأَوْطَأْنَاهُمْ فَلَا تَبْرَحُوا حَتَّى أُرْسِلَ إِلَيْكُمْ

Apabila kalian melihat burung² mematuki kami maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini & apabila kalian melihat kami mengalahkan mereka & kami menginjak injak mereka maka janganlah kalian meninggalkan tempat kalian ini

HR Al Bukhari

Di dalam sebagian riwayat yang lemah disebutkan bahwa sebelum perang antara dua pasukan Ali bin Abi Tholib perang tanding dengan Tholhah bin Usman pemegang bendera orang-orang Musyrikin.

Ali pun berhasil membunuhnya, Hamzah ditantang oleh Siba’ bin Abdil Uzza untuk perang tanding juga & Hamzah pun berhasil membunuh nya, kemudian terjadilah perang yang dahsyat antara kaum muslimin dan orang-orang musyrikin & untuk memberikan semangat kepada kaum muslimin Nabi ﷺ mengambil pedang kemudian mengatakan

siapa yang mengambil dariku pedang ini

Maka masing-masing membuka tangannya & mengatakan

saya

Kemudian Nabi berkata

siapa yang mengambilnya dengan hak nya

Maka merekapun terdiam, kemudian berkata Abu Dujanah

saya yang akan mengambilnya dengan haknya

Maka Abu Dujanah pun mengambilnya & memecah pasukan musyrikin dengan pedang tadi

HR Muslim

Hamzah berperang saat itu dengan semangat kekuatan yang luar biasa, Wahsi (budak Zubair bin Mut’im) telah di janjikan oleh majikannya, apabila berhasil membunuh Hamzah dia akan dibebaskan, Zubair melakukan ini karena balas dendam kepada Hamzah yang telah membunuh Tuaimah bin Adi diperang Badr, Wahsi pun bersembunyi dibelakang batu besar & ketika Hamzah mendekat melempar tombak kecil nya ke arah Hamzah & membunuhnya, pada fase pertama ini juga terbunuh Muf’ad bin Umair pemegang bendera kaum muslimin (seorang dai) beliau terbunuh dalam keadaan tidak meninggalkan sesuatu apapun kecuali sehelai kain yang digunakan untuk mengkafani beliau, kain kafan yang bila digunakan untuk menutupi kepalanya terbuka kedua kakinya & kalau digunakan menutup kedua kakinya terbuka kepalanya, setelah itu Ali bin Abi Tholib (beliau lah yang memegang bendera muslimin)

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy

Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 74 – Perang Uhud Bagian 2

HSI 10 – Kajian 74 – Perang Uhud 2

■ Siroh Nabawiyah

■ Halaqah 74 | Perang Uhud Bag 2

🌐 link audio

•┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari musyawarah Nabi ﷺ dengan para shahabatnya sebelum perang Uhud

①. Seorang pemimpin hendaknya dia meminta pendapat kepada orang-orang yang dia pimpin

②. Seorang pemimpin sudah mengambil keputusan maka hendaklah dia bertawakal kepada Allāh & tidak ragu² supaya tertanam dalam diri orang² yang dia pimpin rasa percaya diri, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

وَشَاوِرْهُمْ فِي الْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ ۚ..

[QS Ali ‘Imran 159]

bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan & apabila dirimu sudah berazam atau bertekad, maka bertawakallah kepada Allāh

Berkibarlah bendera perang satu bendera hitam & 3 liwa,

Liwa yang pertama adalah Liwa Muhajirin dibawa oleh Mushab bin Umair yang nantinya akan diganti oleh Ali bin Abi Thalib setelah terbunuh nya Mushab.

Liwa yang kedua adalah Liwa Al Aus yang dibawa oleh Usaib bin Khudair &

Liwa yang ketiga adalah Liwa Al-Khodroj yang dibawa oleh Al Hubab bin al Mundzir

Terkumpullah seribu orang, ada diantara mereka yang merupakan orang² munafik, kaum muslimin hanya memiliki 2 kuda & 100 orang saja yang memakai baju perang.

Rasulullãh ﷺ sendiri memakai dua baju perang untuk menunjukkan bahwa bertawakal kepada Allāh bukan berarti meninggalkan sebab.

Pasukan kaum muslimin bergerak menuju Uhud melewati bagian barat dari Al Haroh As-Syarkiyah & ketika mendekati Uhud tepatnya di daerah As-Syaikhoini

Abdullah bin Ubaid bin Salul memimpin orang-orang munafik menarik diri dari pasukan kaum muslimin bersama 300 orang munafik dengan alasan bahwa tidak akan terjadi perang.

Abdullāh bin Amr bin Harom berusaha untuk membujuk mereka untuk kembali untuk bergabung bersama kaum muslimin namun mereka tetap tidak mau.

Banu Salimah dari suku Khodroj & Banu kharitah dari suku Aus hampir terpengaruh dengan kejadian ini & pulang ke Madinah namun Allāh Subhānahu wa Ta’āla menguatkan mereka ,

Allāh berfirman

إِذْ هَمَّتْ طَائِفَتَانِ مِنْكُمْ أَنْ تَفْشَلَا وَاللَّهُ وَلِيُّهُمَا ۗ

[QS Ali ‘Imran 122]

ketika dua golongan dari pihak kalian ingin mundur karena takut padahal Allāh adalah penolong mereka

Allāh menyebutkan tentang sebagian hikmah mundurnya orang² munafik sebelum perang tersebut yaitu untuk membersihkan barisan kaum muslimin sehingga tidak ada diantara mereka orang² yang kelak ketika perang justru membuat kekacauan barisan kaum muslimin & akan menurunkan semangat perang, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

مَا كَانَ اللَّهُ لِيَذَرَ الْمُؤْمِنِينَ عَلَىٰ مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ حَتَّىٰ يَمِيزَ الْخَبِيثَ مِنَ الطَّيِّبِ ۗ

[QS Ali ‘Imran 179]

tidaklah Allāh meninggalkan orang-orang yang beriman seperti dalam keadaan kalian sekarang ini sehingga Allāh membedakan antara yang jelek dengan yang baik

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy

Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 73 – Perang Uhud Bagian 1

Sirah Nabawiyah

■ Halaqah 73 | Perang Uhud Bag 1

🌐 link audio

•┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Perang ini terjadi pada tahun ke-3 Hijriyah setahun lebih satu bulan setelah perang Qubra tepatnya pertengahan bulan Syawal tahun ke-3 Hijriyah, sebab perang Uhud adalah

①. Karena Orang-orang Quraisy ingin membalas dendam atas kekalahan mereka diperang Badr, dimana tokoh² mereka yang terbunuh.

②. Untuk menyelamatkan rute perdagangan mereka ke arah Syam yang dikuasai kaum muslimin.

③. Untuk mengembalikan kehormatan & kemuliaan mereka yang sempat terkoyak setelah perang Badr.

Dinamakan perang Uhud dikarenakan perang ini terjadi di sekitar gunung Uhud sebuah gunung yang terletak 5.5 kilometer kearah Utara dari Masjid Nabawi tinggi nya kurang lebih 121 meter , disebelah Selatannya ada gunung Ainain yang dikenal setelah perang Uhud dengan nama Jabal ar Rumah yaitu Gunung para pemanah.

Antara Jabal Uhud dengan Jabal ar rumah ada lembah qonaah.

Orang-orang Quraisy sudah mempersiapkan perang ini sepulang mereka dari perang Badr, pasukan mereka mencapai kurang lebih 3000 orang, 200 pasukan berkuda , 700 orang diantaranya memakai pakaian perang lengkap, pasukan sayap kanan dipimpin oleh Kholid bin Walid & pasukan sayap kiri dipimpin oleh Ikrimah bin Abi Jahl.

Pasukan ini terdiri dari orang-orang musyrikin Quraisy, orang² Kinanah & Tuhamah yg mereka masih loyal dengan orang-orang Quraisy, mereka juga membawa wanita, ada yg mengatakan jumlahnya adalah 14 wanita diantaranya adalah Hindun istri Abu Sufyan.

Sementara itu kaum muslimin sudah mengetahui akan datangnya pasukan musyrikin, Nabi ﷺ sempat bermimpi dan mimpi para Nabi adalah wahyu. Dan beliau ﷺ mengajak para sahabatnya bermusyawarah apakah mereka tetap tinggal di kota Madinah karena kota Madinah adalah kota yang sangat kuat untuk berlindung ataukah mereka keluar untuk menyambut pasukan Quraisy diluar Madinah & Nabi ﷺ lebih cenderung pada pendapat yang pertama, namun sebagian orang² Anshor mengatakan kami tidak senang kalau kami terbunuh di jalan jalan kota Madinah, kami dahulu dijaman jahiliyah tidak mau berperang didalam kota Madinah maka didalam Islām kami lebih tidak mau oleh karena itu sambutlah pasukan tersebut diluar kota Madinah

Akhirnya mereka saling menyalahkan satu dengan yang lain seraya berkata Nabi menawarkan satu perkara, kemudian kalian menawarkan perkara yang lain pergilah kamu wahai Hamzah kepada Nabi ﷺ dan katakan kepada beliau perkara kami mengikuti perkara mu

Datanglah Hamzah kepada Nabi ﷺ dan menceritakan apa yang terjadi maka Nabi ﷺ berkata :

Sesungguhnya tidak pantas bagi seorang Nabi apabila sudah memakai baju perang kemudian melepaskannya sehingga dia selesai berperang

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy

Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 72 – Dampak Perang Badr Kubro

HSI 10 – Kajian 72 – Dampak Perang Badr Kubro

■ Siroh Nabawiyah

■ Halaqah 72 | Dampak Perang Badr Kubro

🌐 link audio

•┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Berita kekalahan orang² Quraisy & kemenangan kaum muslimin di perang Badr memiliki pengaruh yang besar terhadap Jazirah Arab baik di Mekkah, Al Madinah maupun ditempat² yang lain.

Kedudukan kaum muslimin di kota Madinah semakin nampak, orang² yahudi menjadi ciut nyali mereka & semakin terlihat kedengkian & permusuhan mereka terhadap kaum muslimin, mereka semakin marah mendengar hasil dari perang Badr yang sama sekali tidak mereka sangka, sehingga mereka pun tidak bisa menutupi kemarahan mereka yang meledak² didalam diri mereka seperti yang dilakukan oleh Bani Qoinuqo yang akhirnya ini menjadi sebab diusir nya mereka dari kota Madinah.

Diantara dampak Perang Badr, banyaknya orang yang masuk Islām meskipun ada diantara mereka yang masuk Islām karena menjaga kepentingan² mereka, seperti orang-orang munafikin yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubai bin Salud.

Orang-orang Quraisy yang berada di Mekkah hampir-hampir mereka tidak percaya dengan apa yang telah terjadi terbunuh tokoh² mereka & jagoan² mereka & mereka pun berniat untuk membalas kekalahan tadi, sempat mereka mengutus Umair bin Wahab Al Jumahi untuk membunuh Nabi ﷺ secara sembunyi, Sofwan bin Umayyah menjanjikan kepadanya kalau dia terbunuh maka keluarganya akan di tanggung.

Pergilah Umair ke kota Madinah, namun ketika Umair sampai ke Masjid Rasulullãh ﷺ, Umar bin Khotob menangkapnya & membawanya kepada Rasulullãh ﷺ, Rasulullãh ﷺ kemudian bertanya kepada Umair tentang tujuan dia datang ke kota Madinah, Umair pun berdusta & mengatakan bahwa dia datang untuk menembus tawanan, maka Nabi ﷺ mengatakan kepada Umair tentang niat dia sebenarnya yaitu untuk membunuh Nabi ﷺ & beliau juga mengabarkan tentang perjanjian antara dia dengan Sofwan, ketika mendengar ucapan Nabi ﷺ ini, maka tahu lah Umair bahwasanya beliau ﷺ adalah Nabi yang di wahyu kan kepada nya, kemudian akhirnya dia masuk Islām & meminta ijin kepada Nabi ﷺ untuk mendakwahi orang-orang Mekkah supaya masuk kedalam agama Islām.

Dan diantara bentuk pembalasan orang-orang Quraisy adalah membunuh Khubaid & Zaid Ibnu ad-Datsilah yang merupakan dua orang tawanan pada peristiwa ar Roji’ (yang insyaallah datang keterangannya).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy

Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 71 – Perang Badr Kubro 7

HSI 10 – Kajian 71 – Perang Badr Kubro 7

■ *Siroh Nabawiyah*
■ *Halaqah 71 | Perang Badr Kubro Bag VII*
 _link audio_
https://www.dropbox.com/s/yus90yqwxb7l7jq/71.%20Perang%20Badr%207.mp3?dl=0
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Nabi ﷺ mengeluarkan 4/5 dari rampasan perang & dibagikan secara merata kepada para shahabat yang mengikuti perang Badr, baik mereka yang berperang melawan musuh secara langsung ataupun yg menjaga Rasulullãh ﷺ ataupun mereka yang mengumpulkan rampasan perang. Adapun yang 1/5 maka dibagi menjadi 5 bagian

① Untuk Allāh & RasulNya
Maksudnya adalah untuk kepentingan & kemaslahatan bagi kaum muslimin secara umum.

② Untuk keluarga Rasulullãh ﷺ /Ahlul bait

③ anak² yatim

④ Untuk orang-orang miskin

⑤ Untuk Ibnu sabil atau orang-orang kafir yang kehabisan bekal.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan :

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ
[QS Al-Anfal 41]

_dan ketahuilah oleh kalian bahwasanya apa yang kalian dapatkan dari rampasan perang maka 1/5 nya adalah untuk Allāh & untuk Rasul & keluarga Nabi, anak² yatim, orang² miskin & Ibnu Sabil_

Bahkan Nabi ﷺ memberikan bagian kepada para shahabat yang mereka tidak mengikuti peperangan karena tugas yang dibebankan kepada mereka di kota Madinah atau karena terluka atau patah tulang ketika perjalanan menuju ke Badr atau karena udzur² yang lain.

Dan diantara mereka yang tidak mengikuti peperangan & mendapatkan tugas dikota Madinah adalah
Utsman bin Affan yang disuruh oleh Nabi ﷺ untuk menjaga ruqayyah istri beliau yg sakit.

Dan pembagian rampasan perang ini terjadi di Sofro jalan menuju kota Madinah & diperjalanan itu Nabi ﷺ menyuruh kaum muslimin untuk membunuh 2 orang tawanan yang pertama
Uqbah bin Abi Muayyith & An Nadr bin Al Harits yang demikian karena keduanya dahulu mengganggu & menyakiti Nabi ﷺ.
Uqbah adalah orang yang telah menaruh kotoran Unta yang baru melahirkan diatas panggung Nabi ﷺ ketika beliau sedang bersujud.

Nabi ﷺ & juga para shahabat nya telah memperlakukan para tahanan tersebut dengan baik.

Zaid bin Haritsah telah menuju ke kota Madinah dengan membawa kabar gembira, kaum muslimin pun menyambut berita tersebut dengan gegap gempita sambil khawatir apabila kabar tersebut tidak benar.

Berkata Usamah bin Zaid

_aku tidak percaya sampai kami melihat para tawanan, sungguh perang Badr ini adalah Yaumul Furqon yaitu hari pembeda antara yang benar dan yang batil_

Karena perang ini menunjukkan bahwa aqidah lebih didahulukan daripada hubungan kekerabatan & seluruh kepentingan. Orang² Muhajirin mereka memerangi kerabat mereka sendiri & orang-orang Anshor janji mereka untuk melindungi Nabi ﷺ di kota Madinah tidak menghalangi mereka untuk terus berperang bersama Nabi ﷺ dengan dasar aqidah.

Oleh karena itu para shahabat yang mereka mengikuti perang Badr Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan keutamaan kepada mereka.

Nabi ﷺ berkata

لَعَلَّ اللَّهَ اطَّلَعَ إِلَى أَهْلِ بَدْرٍ فَقَالَ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ فَقَدْ وَجَبَتْ لَكُمْ الْجَنَّةُ أَوْ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكُمْ

_Allāh telah melihat kepada Ahlu Badr dan berkata kepada mereka kerjakanlah apa yang mereka inginkan sungguh telah diwajibkan atas kalian surga atau sungguh Aku telah mengampuni dosa kalian_
Diriwayatkan oleh Al Imam Bukhori didalam shahih nya.

Mereka menduduki kedudukan yang tinggi diantara para shahabat & bahkan secara duniawi mereka diberikan gaji yang palingan besar dari negara di zaman Umar Ibn Khotob radiallahu.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 70 – Perang Badr Kubro 6

HSI 10 – Kajian 70 – Perang Badr Kubro 6

■ Siroh Nabawiyah

■ Halaqah 70 | Perang Badr Kubro Bag VI

🌐 link audio

•┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Telah terbunuh 70 orang musyrikin pada perang Badr kubro ini dan 70 yang lain di tawan oleh kaum muslimin, sebagian mereka terbunuh ditempat² yang telah diisyaratkan oleh Rasulullãh ﷺ sebelumnya, sisanya lari terbirit² meninggalkan Medan perang & meninggalkan banyak rampasan perang.

Rasulullãh ﷺ pun menyuruh para shahabat untuk melempar mayat² orang-orang musyrikin di sumur² yang ada di Badr & beliau ﷺ & para shahabat nya tinggal di Badr selama 3 hari & menguburkan 14 orang shahabat yang terbunuh & tidak ada diantara mereka satupun yang dibawa ke Madinah.

Pada hari yang ke3 Nabi ﷺ berdiri didepan sebuah sumur yang telah dilemparkan didalamnya 24 pembesar Quraisy, kemudian beliau memanggil nama mereka & nama bapak mereka & mengatakan

apakah menyenangkan seandainya kalian dahulu menaati Allāh & RasulNya, sesungguhnya Kami telah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kami benar adanya, apakah kalian sudah menemukan apa yang Allāh janjikan untuk kalian benar adanya

Berkata Umar

wahai Rasulullãh, engkau berbicara dengan jasad² yang tidak punya arwah

Rasulullãh ﷺ menjawab

demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya tidaklah kalian lebih mendengar daripada mereka terhadap apa yang aku katakan

Ini menunjukkan bahwa Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menjadikan mereka saat itu bisa mendengar ucapan Nabi ﷺ, supaya mereka semakin merasa terhina & semakin menyesal atas kekufuran mereka.

Nabi ﷺ tidak berusaha mengejar Abu Sofyan, karena beliau ﷺ memang hanya di janjikan diantara dua kebaikan saja & beliau sudah diberi kemenangan melawan orang² Musyrikin.

Nabi ﷺ memerintahkan para shahabat orang-orang yang dipaksa untuk berperang & mereka dahulu memiliki jasa bagi kaum muslimin seperti Abbas bin Abdul Muthalib (paman Rasulullãh ﷺ). Akhirnya Abbas menjadi salah seorang tawanan, Nabi ﷺ bermusyawarah Abu Bakar & Umar tentang apa yang harus dilakukan terhadap para tahanan.

Abu bakar mengisyaratkan untuk mengambil tebusan sehingga bisa dimanfaatkan tebusan tadi untuk menguatkan pasukan kaum muslimin & berharap mereka mendapatkan hidayah.

Adapun Umar beliau mengisyaratkan supaya tawanan dibunuh karena mereka adalah pembesar² Quraisy.

Allāh pun menurunkan ayat yang menunjukkan tentang benarnya pendapat Umar.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

مَا كَانَ لِنَبِيٍّ أَنْ يَكُونَ لَهُ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِي الْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ الدُّنْيَا وَاللَّهُ يُرِيدُ الْآخِرَةَ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

لَوْلَا كِتَابٌ مِنَ اللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَا أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

فَكُلُوا مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَالًا طَيِّبًا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

[QS Al-Anfal 67~69]

tidak pantas bagi Nabi untuk memiliki tawanan sampai dia melumpuhkan musuh² nya di bumi , kalian menginginkan kesenangan di dunia & Allāh menginginkan akhirat & Allāh Dia lah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana kalau bukan sebelumnya niscaya akan menimpa kalian siksaan yang besar karena tebusan yang kalian ambil, maka makanlah dari rampasan perang yang kalian ambil sebagai makanan yang halal lagi baik & bertakwalah kepada Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang

Meskipun yang Allāh utamakan saat itu sebenarnya adalah membunuh tawanan² tersebut namun ayat ini menunjukkan bahwa tebusan yang sudah terlanjur diambil adalah dihalalkan.

Dan setelah itu maka seorang pemimpin diberikan kelonggaran pilihan apakah dia membunuh tawanan atau mengambil tebusan atau membebaskan tanpa tebusan kecuali apabila tawanannya adalah seorang wanita atau anak² maka mereka tidak boleh dibunuh.

Berbeda² jumlah tebusan yang diambil saat itu ada tebusan yang sampai 4000 dirham, Zainab putri Nabi ﷺ menebus suaminya Abul Ash bin Robi’ dengan satu kalung, maka para shahabat melepas Abul Ash & mengembalikan kalung tersebut ke Zainab sebagai bentuk penghormatan kepada Nabi ﷺ. Adapun yang tidak memiliki tebusan maka tebusan nya adalah mengajarkan anak² Anshor menulis.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy

Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 69 – Perang Badr Kubro 5

HSI 10 – Kajian 69 – Perang Badr Kubro 5

■ *Siroh Nabawiyah*
■ *Halaqah 69 | Perang Badr Kubro Bag V*
 _link audio_
goo.gl/YvBm7s
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Peperangan ini di awali dengan adu tanding secara individu antara wakil orang-orang musyrikin & juga wakil dari kalangan kaum muslimin, maka majulah Utbah bin Robiah & putranya Walid bin Utbah serta saudara laki-laki nya yaitu Saibah bin Robiah, kemudian dari kaum muslimin pertama muncullah beberapa pemuda yang siap melawan 3 orang tersebut, namun orang² Quraisy menginginkan supaya lawan mereka adalah orang yang berasal dari kaum mereka sendiri (yaitu dari orang Quraisy).

Maka Nabi ﷺ memerintahkan Hamzah bin Abdil Muthalib, Ali Bin Abi Tholib & juga Ubaidah bin al-Harits untuk menghadapi 3 orang tersebut.

Terbunuhlah Utbah di tangan Hamzah & Syaibah ditangan Ali adapun Ubaidah & Walid masing-masing terluka, kemudian Hamzah & Ali akhirnya membantu Ubaidah & membunuh Walid bin Utbah kemudian membawa Ubaidah membawa ke markas kaum muslimin.

Hasil dari / tanding ini sangat berpengaruh terhadap kejiwaan pasukan orang-orang Quraisy. Nabi ﷺ menyuruh para shahabat nya untuk menghujani orang-orang Quraisy anak panah mereka apabila mereka mendekat, akhirnya kedua pasukan bertemu & Rasulullãh ﷺ terjun dalam peperangan tersebut & beliau berperang dengan sangat hebat.

Terbunuhlah beberapa pembesar Quraisy seperti Abu Jahl Firaun nya umat ini, Umayyah bin Kholaf yang telah menyiksa Bilal radiallahu anhu, Allāh menurunkan para Malaikat pada peperangan ini.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
وَمَا جَعَلَهُ اللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا النَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
[QS Al-Anfal 10]

_dan ketika kalian beristighosah meminta pertolongan kepada Rabb kalian maka Allāh mengabulkan doa kalian, Aku memberikan bantuan kepada kalian dengan 1000 Malaikat yang datang bertubi² & tidaklah Allāh menjadikan itu kecuali sebagai kabar gembira & supaya hati kalian menjadi tenang & tidaklah pertolongan kecuali dari sisi Allāh, sesungguhnya Allāh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana_

Ibnu Abbas bercerita bahwa ada seorang muslim pada peperangan tersebut yang mengejar seorang musyrik didepannya, tiba-tiba dia mendengar dari atas suara cambuk & suara prajurit berkuda yang mengatakan _majulah ya Haizum (nama Kuda Malaikat)_ maka dia melihat orang musyrik didepannya dalam keadaan hidung & wajah nya terdapat bekas sabetan cambuk.

Kemudian dia menceritakan hal ini kepada Rasulullãh ﷺ & beliau mengatakan

_engkau benar ini adalah bantuan dari Malaikat² yang berada di langit ketiga_

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_
Di kota Jember

Sirah Nabawiyah – halaqah 68 – Perang Badr Kubro 4

HSI 10 – Kajian 68 – Perang Badr Kubro 4

■ *Siroh Nabawiyah*
■ *Halaqah 68 | Perang Badr Kubro Bag IV*
 _link audio_
goo.gl/JcPEmA
•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Ketika orang-orang musyrikin mulai mendekat, maka Rasulullãh ﷺ bersabda

_janganlah salah seorang dari kalian maju sehingga aku berada di depannya_

Dan ketika orang-orang musyrikin mulai bergerak mendekati pasukan kaum muslimin, beliau ﷺ mengatakan

_bangkitlah kalian menuju surga yang lebarnya selebar langit & bumi_

Berkata Umai Ibnu Humar al-Anshari

_wahai Rasulullãh, surga yang lebarnya selebar langit & bumi_

Beliau mengatakan
_iya_

Berkata Umair

_bakhin, bakhin_

Sebuah kata didalam bahasa Arab yang mereka gunakan untuk pengagungan sebuah perkara.

Kemudian Rasulullãh ﷺ mengatakan

_apa yang menyebabkan kamu mengatakan bakhin-bakhin?_

Umair berkata

_tidak, demi Allāh wahai Rasulullãh tidaklah aku mengucapkannya kecuali ingin menjadi penduduk surga_

Beliau berkata

_engkau termasuk penduduk surga_

Kemudian beliau mengeluarkan beberapa kurma dari tempat anak panah nya & memakannya, kemudian berkata

_kalau aku yang harus hidup sampai aku menghabiskan kurma ini, tentulah aku ini kehidupan yang lama_

Kemudian beliau segera melempar kurma² tadi yang ada bersama beliau & berperang kemudian terbunuh.

Umar Ibn Khotob bahwa ketika perang Badr, Nabi ﷺ melihat orang-orang musyrikin yang jumlahnya 1000 orang & melihat para shahabat nya yg jumlahnya hanya 319, kemudian beliau mengarah kehadap kiblat dan mengangkat kedua tangan beliau seraya berdoa

_Ya Allāh, wujudkan lah apa yang telah engkau janjikan kepada ku, Ya Allāh berikanlah apa yang telah Engkau janjikan kepadaku, Ya Allāh seandainya golongan dari kaum muslimin ini binasa niscaya engkau tidak akan disembah_

Dan terus menerus beliau ﷺ mengangkat kedua tangannya menghadap kiblat sampai terjatuh dari kedua bahu beliau, datanglah Abu Bakar & mengambil selendang tersebut kemudian meletakkannya dibahu Rasulullãh ﷺ, kemudian berdiri dibelakang Nabi & mengatakan

_wahai Nabi Allāh sudah cukup permohonanmu kepada Allāh sesungguhnya Allāh akan mewujudkan janjiNya kepadamu_

Maka Allāh menurunkan firman Nya

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّي مُمِدُّكُمْ بِأَلْفٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُرْدِفِينَ
[QS Al-Anfal 9]

_ketika kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian kemudian Allāh mengabulkan doa kalian, sesungguhnya Aku akan menolong kalian dengan 1000 Malaikat yang turun bertubi²_

Maka Allāh pun menurunkan Malaikat² keluar Nabi dari kubah nya & mengatakan

_perkumpulan mereka akan dikalahkan dan mereka akan lari terbirit²_

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Abdullāh Roy
Di kota Jember

Siroh Nabawiyah – Halaqah 67 – Perang Badr Kubro 3

HSI 10 – Kajian 67 – Perang Badr Kubro 3

Siroh Nabawiyah

■ Halaqah 67 | Perang Badr Kubro Bag III

🌐 _link audio_

goo.gl/StkYHp

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Setelah Nabi ﷺ melihat semangat kekompakan & keberanian para shahabat untuk berperang, mulailah beliau mengatur pasukan, beliau menunjuk Musa’ad bin Umair sebagai pembawa Liwa yang berwarna putih & memberikan dua Royah yang berwarna hitam kepada Ali bin Abi Thalib & Sa’ad bin Muaz sementara Qois bin Abi So’soah dibagian belakang.

Yang dimaksud dengan Liwa adalah bendera besar & yang dimaksud dengan Royah adalah bendera yang kecil.

Orang² Musyrikin berselisih pendapat, sebagian mereka ingin kembali ke Mekkah tanpa berperang karena menganggap musuh mereka adalah keluarga mereka sendiri, namun Abu Jahal tetap menginginkan untuk berperang. Akhirnya pendapatnyalah yang dimenangkan kemudian mereka mengirim mata² untuk mengetahui jumlah kaum muslimin.

Berkata Abu Jahal

اللَّهُمَّ أَقْطَعَنَا الرَّحِمَ وَآتَانَا بِمَا لَا نَعْرِفُهُ فَأَحْنِهِ الْغَدَاةَ

“Ya Allāh, siapa diantara kami yang memutus silaturahim & datang dengan apa yang kami tidak tau, maka binasakanlah dia besok”

Orang-orang Islām telah sampai ke Badr & sudah melihat tempat peperangan sebelum kedatangan orang-orang musyrikin.

Ali bin Abi Tholib radiallahu anhu menceritakan bahwa pasukan kaum muslimin pada malam tersebut (malam tgl 17 Ramadhon) bermalam dalam keadaan mereka tidur sementara didepan mereka dalam jarak yang tidak jauh ada pasukan orang² musyrikin, sempat turun hujan gerimis pada malam tersebut, sehingga para shahabat berlindung dibawah pohon sementara Nabi ﷺ didalam tersebut dalam keadaan shalat meminta kepada Allāh sampai datang waktu pagi.

Diantara doa beliau

_Ya Allāh seandainya golongan ini binasa maka engkau tidak akan disembah lagi_

Ketika datang waktu fajar maka beliau ﷺ memanggil para shahabatnya untuk melakukan shalat, kemudian beliau mengimami & setelah itu beliau berbicara & mengobarkan semangat para shahabat untuk berperang.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ وَيُذْهِبَ عَنْكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الْأَقْدَامَ

[QS Al-Anfal 11]

_ketika Allāh mengantukan kalian supaya kalian merasa aman & menurunkan hujan untuk kalian untuk membersihkan kalian dari was² syaitan, untuk menguatkan hati kalian & supaya kaki² orang yang beriman tidak goyah_

Di pagi hari Tg 17 Ramadhan beliau mempersiapkan pasukan & menyusun pasukan secara ber shof shof & ini adalah cara yang belum pernah dilakukan oleh orang² Arab sebelumnya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

[QS Ash-Shaf 4]

_sesungguhnya Allāh mencintai orang² yang berperang dijalanNya dalam keadaan berbaris, mereka seperti bangunan yang kuat_

Dan dengan usulan dari Sa’ad bin Muadz radiallahu anhu kaum muslimin membuat kubah yang kecil untuk Nabi ﷺ supaya beliau terjaga & supaya bisa mengatur pasukan dari kubah tersebut.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Jember

SIROH NABAWIYAH – HALAQAH 66 – Perang Badr Kubro 2

HSI 10 – Kajian 66 – Perang Badr Kubro 2

■ *Siroh Nabawiyah*

■ *Halaqah 66 | Perang Badr Kubro Bag II*

🌐 _link audio_

goo.gl/huLubH

•┈┈┈┈┈•❁﷽❁•┈┈┈┈┈•

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Rasulullãh ﷺ mengetahui jumlah pasukan Quraisy dari Unta yang disembelih untuk makan dalam satu hari, satu Unta adalah untuk makan sehari seratus orang & mereka setiap harinya menyembelih 10 Unta sehingga diketahui bahwa jumlah pasukan orang-orang Quraisy kurang lebih 1000 orang, beliau juga mengetahui info tentang pasukan Quraisy dari sebagian mereka yang telah tertawan oleh pasukan muslimin.

Sebagian pasukan Muslimin merasa tidak siap berperang menghadapi musuh karena tujuan utama mereka semula adalah untuk menghadang rombongan dagang Quraisy.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan

كَمَا أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنْ بَيْتِكَ بِالْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لَكَارِهُونَ

[QS Al-Anfal 5]

_sebagaimana Allāh telah mengeluarkan dirimu (wahai Muhammad) dari rumahmu dengan kebenaran & sesungguhnya sebagian orang-orang yang beriman tidak menyukainya_

Disisi yang lain orang-orang Anshor pada baiat aqobat yang kedua telah membaiat Nabi ﷺ untuk menjaga beliau & menolong beliau di kota Madinah & tidak membaiat beliau ﷺ untuk berperang diluar kota Madinah, sehingga kita mengetahui bahwasanya pasukan² yang diutus sebelumnya untuk keluar di kota Madinah hanya terdiri orang-orang Muhajirin karena dalam peperangan ini ada orang-orang Anshor bahkan mereka adalah mayoritas, maka Nabi ﷺ bermusyawarah dengan para shahabat nya khususnya orang-orang Anshor

Berkata al-Miqdad bin Amr ketika mendengar kabar dari Nabi ﷺ tentang orang-orang Quraisy

_wahai Rasulullãh lakukan sesuai dengan apa yang Allāh tampakkan kepadamu, maka kami akan bersamamu, Demi Allāh kami tidak berkata kepadamu seperti ucapan Bani Israel kepada Musa_

*pergilah kamu & Rabbmu kemudian berperanglah kami duduk disini* akan tetapi,

*pergilah kamu & Rabbmu & berperanglah kami akan berperang bersama kalian*

_maka Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan benar, seandainya engkau membawa kami masuk kedalam tanah niscaya kami akan bersungguh-sungguh bersamamu sehingga engkau sampai tujuan_

Berkata Nabi

_baik_

Kemudian beliau mendoakan kebaikan bagi mereka.

Kemudian beliau meminta pendapat Anshor

_berikanlah isyarat kepadaku wahai manusia_

Berkata Sa’ad bin Muadz sebagai pemula orang-orang Anshor

_Demi Allāh, sepertinya engkau menginginkan kami wahai Rasulullãh_

Beliau mengatakan _iya_

Sa’ad bin Muadz berkata

_sungguh kami telah beriman dengan mu & membenarkan dirimu, bersaksi bahwa apa yang engkau bawa adalah benar & kami telah memberikan kepadamu janji² kami untuk senantiasa mendengar & taat kepadamu, maka lakukanlah wahai Rasulullãh, apa yang engkau inginkan kami akan bersamamu, Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, seandainya engkau membawa kami ke laut kemudian engkau masuk kedalamnya niscaya kami akan masuk bersamamu, tidak ada diantara kami yang ketinggalan seorangpun & kami tidak benci engkau mempertemukan kami dengan musuh² kami besok, sungguh kami adalah orang² yang bersabar dalam berperang, jujur ketika bertemu dengan musuh semoga Allāh memperlihatkan kepadamu tentang kami apa yang membuat sejuk matamu, maka berjalanlah diatas berkah Allāh_

Maka Nabi ﷺ sangat berbahagia dengan ucapan Sa’ad bin Muadz, kemudian beliau berkata

_berjalanlah kalian & berbahagialah karena Allāh akan menjanjikan kepadaku satu diantara dua golongan, Demi Allāh aku telah melihat tempat² terbunuhnya mereka_

Diriwayatkan oleh Ibnu Ishak dengan sanad yang shahih

Yang dimaksud dengan dua golongan adalah

①. Rombongan pedagang yang dipimpin oleh Abu Sofyan.

②. Pasukan orang-orang Quraisy.

Maka Nabi ﷺ dijanjikan oleh Allāh satu diantara keduanya (lihat QS Al-Anfal: 7).

Demikian yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Jember