Category Archives: Ust Muhammad Nur Muttaqien – Bandung

Bedah Al Quran 37 : Sehat dan Sakit 3

BEDAH AL QURAN No 37

SEHAT DAN SAKIT – 3

[11] Nabi Yusuf dapat menyembuhkan penyakit buta yang diderita ayahnya dengan izin Allah (12:93 + 96)

ٱﺫْﻫَﺒُﻮا۟ ﺑِﻘَﻤِﻴﺼِﻰ ﻫَٰﺬَا ﻓَﺄَﻟْﻘُﻮﻩُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﺟْﻪِ ﺃَﺑِﻰ ﻳَﺄْﺕِ ﺑَﺼِﻴﺮًا ﻭَﺃْﺗُﻮﻧِﻰ ﺑِﺄَﻫْﻠِﻜُﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”. (Yusuf – 12:93)

ﻓَﻠَﻤَّﺎٓ ﺃَﻥ ﺟَﺎٓءَ ٱﻟْﺒَﺸِﻴﺮُ ﺃَﻟْﻘَﻰٰﻩُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﺟْﻬِﻪِۦ ﻓَﭑﺭْﺗَﺪَّ ﺑَﺼِﻴﺮًا ۖ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻗُﻞ ﻟَّﻜُﻢْ ﺇِﻧِّﻰٓ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya’qub, “Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya”.
(Yusuf – 12:96)

[12] Yang sakit diperkenankan untuk tidak puasa Ramadan (Qs.2:183 + 184)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ٱﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Al-Baqarah – 2:183)

ﺃَﻳَّﺎﻣًﺎ ﻣَّﻌْﺪُﻭﺩَٰﺕٍ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻌِﺪَّﺓٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺃُﺧَﺮَ ۚ ﻭَﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻂِﻴﻘُﻮﻧَﻪُۥ ﻓِﺪْﻳَﺔٌ ﻃَﻌَﺎﻡُ ﻣِﺴْﻜِﻴﻦٍ ۖ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻂَﻮَّﻉَ ﺧَﻴْﺮًا ﻓَﻬُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻪُۥ ۚ ﻭَﺃَﻥ ﺗَﺼُﻮﻣُﻮا۟ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻜُﻢْ ۖ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al-Baqarah – 2:184)

*Bila sudah sembuh, tentu harus dibayar di hari lain

[13] Yang sakit diperkenankan untuk tayammum (Qs.5:6)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮٓا۟ ﺇِﺫَا ﻗُﻤْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓِ ﻓَﭑﻏْﺴِﻠُﻮا۟ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﻤَﺮَاﻓِﻖِ ﻭَٱﻣْﺴَﺤُﻮا۟ ﺑِﺮُءُﻭﺳِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ ۚ ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺟُﻨُﺒًﺎ ﻓَﭑﻃَّﻬَّﺮُﻭا۟ ۚ ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣَّﺮْﺿَﻰٰٓ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳَﻔَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺟَﺎٓءَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِّﻨﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟْﻐَﺎٓﺋِﻄِ ﺃَﻭْ ﻟَٰﻤَﺴْﺘُﻢُ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءَ ﻓَﻠَﻢْ ﺗَﺠِﺪُﻭا۟ ﻣَﺎٓءً ﻓَﺘَﻴَﻤَّﻤُﻮا۟ ﺻَﻌِﻴﺪًا ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﻓَﭑﻣْﺴَﺤُﻮا۟ ﺑِﻮُﺟُﻮﻫِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳﻜُﻢ ﻣِّﻨْﻪُ ۚ ﻣَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴَﺠْﻌَﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﻣِّﻦْ ﺣَﺮَﺝٍ ﻭَﻟَٰﻜِﻦ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﻟِﻴُﻂَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﻭَﻟِﻴُﺘِﻢَّ ﻧِﻌْﻤَﺘَﻪُۥ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (Al-Ma’idah – 5:6)

[14] Yang sakit diperkenankan untuk tidak ikut berjihad (Qs.9:91)

ﻟَّﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻀُّﻌَﻔَﺎٓءِ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻤَﺮْﺿَﻰٰ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳَﺠِﺪُﻭﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻥَ ﺣَﺮَﺝٌ ﺇِﺫَا ﻧَﺼَﺤُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِۦ ۚ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ ﻣِﻦ ﺳَﺒِﻴﻞٍ ۚ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
(At-Taubah – 9:91)

[15] Yang tidak jadi  hajji karena tiba-tiba sakit diwajibkan menyembelih kambing (Qs.2:196)

ﻭَﺃَﺗِﻤُّﻮا۟ ٱﻟْﺤَﺞَّ ﻭَٱﻟْﻌُﻤْﺮَﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ۚ ﻓَﺈِﻥْ ﺃُﺣْﺼِﺮْﺗُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻠِﻘُﻮا۟ ﺭُءُﻭﺳَﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯُ ﻣَﺤِﻠَّﻪُۥ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻪِۦٓ ﺃَﺫًﻯ ﻣِّﻦ ﺭَّﺃْﺳِﻪِۦ ﻓَﻔِﺪْﻳَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺻِﻴَﺎﻡٍ ﺃَﻭْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧُﺴُﻚٍ ۚ ﻓَﺈِﺫَآ ﺃَﻣِﻨﺘُﻢْ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻤَﺘَّﻊَ ﺑِﭑﻟْﻌُﻤْﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺼِﻴَﺎﻡُ ﺛَﻠَٰﺜَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻭَﺳَﺒْﻌَﺔٍ ﺇِﺫَا ﺭَﺟَﻌْﺘُﻢْ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﻋَﺸَﺮَﺓٌ ﻛَﺎﻣِﻠَﺔٌ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺃَﻫْﻠُﻪُۥ ﺣَﺎﺿِﺮِﻯ ٱﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ٱﻟْﻌِﻘَﺎﺏِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
(Al-Baqarah – 2:196)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien

Bedah Al Quran 36 : Sehat dan Sakit (2)

SEHAT DAN SAKIT – 2

[6] Hanya Allah yang menyembuhkan segala penyakit (Qs.26:80)

ﻭَﺇِﺫَا ﻣَﺮِﺿْﺖُ ﻓَﻬُﻮَ ﻳَﺸْﻔِﻴﻦِ

dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, (Ash-Suu’ara – 26:80)

[7] Doa Nabi Ayyub saat berdoa meminta kesembuhan kepada Allah (Qs.21:83)

ﻭَﺃَﻳُّﻮﺏَ ﺇِﺫْ ﻧَﺎﺩَﻯٰ ﺭَﺑَّﻪُۥٓ ﺃَﻧِّﻰ ﻣَﺴَّﻨِﻰَ ٱﻟﻀُّﺮُّ ﻭَﺃَﻧﺖَ ﺃَﺭْﺣَﻢُ ٱﻟﺮَّٰﺣِﻤِﻴﻦَ

dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru Tuhannya, “(Ya Tuhanku), sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang”. (Al-Anbiya – 21:83)

[8] Penyakit yang diderita Nabi Ayyub karena ulah setan (Qs.38:41)

ﻭَٱﺫْﻛُﺮْ ﻋَﺒْﺪَﻧَﺎٓ ﺃَﻳُّﻮﺏَ ﺇِﺫْ ﻧَﺎﺩَﻯٰ ﺭَﺑَّﻪُۥٓ ﺃَﻧِّﻰ ﻣَﺴَّﻨِﻰَ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦُ ﺑِﻨُﺼْﺐٍ ﻭَﻋَﺬَاﺏٍ

Dan ingatlah akan hamba Kami, Ayub ketika ia menyeru Tuhannya; “Sesungguhnya aku diganggu setan dengan kepayahan dan siksaan”. (Sad – 38:41)

[9] Nabi Ayyub disuruh Allah mandi dan minum. Beliau pun sembuh (Qs.38:42)

ٱﺭْﻛُﺾْ ﺑِﺮِﺟْﻠِﻚَ ۖ ﻫَٰﺬَا ﻣُﻐْﺘَﺴَﻞٌۢ ﺑَﺎﺭِﺩٌ ﻭَﺷَﺮَاﺏٌ

(Allah berfirman), “Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum. (Sad – 38:42)

*Yaitu dari air yang keluar dari bumi setelah beliau menghentakkan kakinya

[10] Nabi Isa dapat menyembuhkan penyakit dengan izin Allah (Qs.3:49) + (Qs.5:110)

ﻭَﺭَﺳُﻮﻻً ﺇِﻟَﻰٰ ﺑَﻨِﻰٓ ﺇِﺳْﺮَٰٓءِﻳﻞَ ﺃَﻧِّﻰ ﻗَﺪْ ﺟِﺌْﺘُﻜُﻢ ﺑِـَٔﺎﻳَﺔٍ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻜُﻢْ ۖ ﺃَﻧِّﻰٓ ﺃَﺧْﻠُﻖُ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟﻂِّﻴﻦِ ﻛَﻬَﻴْـَٔﺔِ ٱﻟﻂَّﻴْﺮِ ﻓَﺄَﻧﻔُﺦُ ﻓِﻴﻪِ ﻓَﻴَﻜُﻮﻥُ ﻃَﻴْﺮًۢا ﺑِﺈِﺫْﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﺃُﺑْﺮِﺉُ ٱﻷَْﻛْﻤَﻪَ ﻭَٱﻷَْﺑْﺮَﺹَ ﻭَﺃُﺣْﻰِ ٱﻟْﻤَﻮْﺗَﻰٰ ﺑِﺈِﺫْﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻭَﺃُﻧَﺒِّﺌُﻜُﻢ ﺑِﻤَﺎ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮﻥَ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﺪَّﺧِﺮُﻭﻥَ ﻓِﻰ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ﻓِﻰ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻻَءَﻳَﺔً ﻟَّﻜُﻢْ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣُّﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

Dan (sebagai) Rasul kepada Bani Israel (yang berkata kepada mereka), “Sesungguhnya aku telah datang kepadamu dengan membawa sesuatu tanda (mukjizat) dari Tuhanmu, yaitu aku membuat untuk kamu dari tanah berbentuk burung; kemudian aku meniupnya, maka ia menjadi seekor burung dengan seizin Allah; dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak; dan aku menghidupkan orang mati dengan seizin Allah; dan aku kabarkan kepadamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumahmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagimu, jika kamu sungguh-sungguh beriman.”
(Ali Imran – 3:49)

ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَٰﻌِﻴﺴَﻰ ٱﺑْﻦَ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ٱﺫْﻛُﺮْ ﻧِﻌْﻤَﺘِﻰ ﻋَﻠَﻴْﻚَ ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﻭَٰﻟِﺪَﺗِﻚَ ﺇِﺫْ ﺃَﻳَّﺪﺗُّﻚَ ﺑِﺮُﻭﺡِ ٱﻟْﻘُﺪُﺱِ ﺗُﻜَﻠِّﻢُ ٱﻟﻨَّﺎﺱَ ﻓِﻰ ٱﻟْﻤَﻬْﺪِ ﻭَﻛَﻬْﻼً ۖ ﻭَﺇِﺫْ ﻋَﻠَّﻤْﺘُﻚَ ٱﻟْﻜِﺘَٰﺐَ ﻭَٱﻟْﺤِﻜْﻤَﺔَ ﻭَٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓَ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞَ ۖ ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺨْﻠُﻖُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻂِّﻴﻦِ ﻛَﻬَﻴْـَٔﺔِ ٱﻟﻂَّﻴْﺮِ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻰ ﻓَﺘَﻨﻔُﺦُ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻓَﺘَﻜُﻮﻥُ ﻃَﻴْﺮًۢا ﺑِﺈِﺫْﻧِﻰ ۖ ﻭَﺗُﺒْﺮِﺉُ ٱﻷَْﻛْﻤَﻪَ ﻭَٱﻷَْﺑْﺮَﺹَ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻰ ۖ ﻭَﺇِﺫْ ﺗُﺨْﺮِﺝُ ٱﻟْﻤَﻮْﺗَﻰٰ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻰ ۖ ﻭَﺇِﺫْ ﻛَﻔَﻔْﺖُ ﺑَﻨِﻰٓ ﺇِﺳْﺮَٰٓءِﻳﻞَ ﻋَﻨﻚَ ﺇِﺫْ ﺟِﺌْﺘَﻬُﻢ ﺑِﭑﻟْﺒَﻴِّﻨَٰﺖِ ﻓَﻘَﺎﻝَ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭا۟ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻥْ ﻫَٰﺬَآ ﺇِﻻَّ ﺳِﺤْﺮٌ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ

(Ingatlah), ketika Allah mengatakan, “Hai Isa putra Maryam, ingatlah nikmat-Ku kepadamu dan kepada ibumu di waktu Aku menguatkan kamu dengan Ruhul Qudus. Kamu dapat berbicara dengan manusia di waktu masih dalam buaian dan sesudah dewasa; dan (ingatlah) di waktu Aku mengajar kamu menulis, hikmah, Taurat dan Injil, dan (ingatlah pula) di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang berupa burung dengan izin-Ku, kemudian kamu meniup padanya, lalu bentuk itu menjadi burung (yang sebenarnya) dengan seizin-Ku. Dan (ingatlah), waktu kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibu dan orang yang berpenyakit sopak dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan seizin-Ku, dan (ingatlah) di waktu Aku menghalangi Bani Israel (dari keinginan mereka membunuh kamu) di kala kamu mengemukakan kepada mereka keterangan-keterangan yang nyata, lalu orang-orang kafir di antara mereka berkata, “Ini tidak lain melainkan sihir yang nyata.” (Al-Ma’idah – 5:110)

*Yaitu Abros: Penyakit buta sejak lahir. Dan Akmah: penyakit sopak.

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien
Bandung

Bedah Al Quran 35: Sehat dan Sakit 1

BEDAH AL QURAN 35

SEHAT DAN SAKIT – 1

[1] Allah menurunkan Al Quran sebagai syifa (obat) (Qs.17:82)

ﻭَﻧُﻨَﺰِّﻝُ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻘُﺮْءَاﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎٓءٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ۙ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ٱﻟﻆَّٰﻠِﻤِﻴﻦَ ﺇِﻻَّ ﺧَﺴَﺎﺭًا

Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang lalim selain kerugian. (Al-Isra’ – 17:82)

*Nabi saw mendoakan kesembuhan dengan membaca Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas.

*Nabi saw juga membenarkan sahabatnya yang mengobati dengan membacakan surat Al Fatihah

[2] Bagi orang orang yang beriman, Al Quran adalah syifa (Qs.41:44)

ﻭَﻟَﻮْ ﺟَﻌَﻠْﻨَٰﻪُ ﻗُﺮْءَاﻧًﺎ ﺃَﻋْﺠَﻤِﻴًّﺎ ﻟَّﻘَﺎﻟُﻮا۟ ﻟَﻮْﻻَ ﻓُﺼِّﻠَﺖْ ءَاﻳَٰﺘُﻪُۥٓ ۖ ءَا۬ﻋْﺠَﻤِﻰٌّ ﻭَﻋَﺮَﺑِﻰٌّ ۗ ﻗُﻞْ ﻫُﻮَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻫُﺪًﻯ ﻭَﺷِﻔَﺎٓءٌ ۖ ﻭَٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻓِﻰٓ ءَاﺫَاﻧِﻬِﻢْ ﻭَﻗْﺮٌ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻋَﻤًﻰ ۚ ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻳُﻨَﺎﺩَﻭْﻥَ ﻣِﻦ ﻣَّﻜَﺎﻥٍۭ ﺑَﻌِﻴﺪٍ

Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur’an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan, “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?”. Apakah (patut Al-Qur’an) dalam bahasa asing, sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah, “Al-Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al-Qur’an itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh”.
(Fussilat – 41:44)

[3] Al Quran juga syifa (obat) bagi segala penyakit hati (Qs.10:57)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟﻨَّﺎﺱُ ﻗَﺪْ ﺟَﺎٓءَﺗْﻜُﻢ ﻣَّﻮْﻋِﻆَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻜُﻢْ ﻭَﺷِﻔَﺎٓءٌ ﻟِّﻤَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺼُّﺪُﻭﺭِ ﻭَﻫُﺪًﻯ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟِّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. (Yunus – 10:57)

[4] Madu dengan berbagai macam warnanya, diciptakan Allah sebagai obat penyembuh bagi manusia (Qs.16:69)

ﺛُﻢَّ ﻛُﻠِﻰ ﻣِﻦ ﻛُﻞِّ ٱﻟﺜَّﻤَﺮَٰﺕِ ﻓَﭑﺳْﻠُﻜِﻰ ﺳُﺒُﻞَ ﺭَﺑِّﻚِ ﺫُﻟُﻻً ۚ ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦۢ ﺑُﻂُﻮﻧِﻬَﺎ ﺷَﺮَاﺏٌ ﻣُّﺨْﺘَﻠِﻒٌ ﺃَﻟْﻮَٰﻧُﻪُۥ ﻓِﻴﻪِ ﺷِﻔَﺎٓءٌ ﻟِّﻠﻨَّﺎﺱِ ۗ ﺇِﻥَّ ﻓِﻰ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻻَءَﻳَﺔً ﻟِّﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﺘَﻔَﻜَّﺮُﻭﻥَ

kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan
(An-Nahl – 16:69)

[5] Allah menyebut pohon zaitun sebagai pohon yang banyak berkahnya (Qs.24:35)

ٱﻟﻠَّﻪُ ﻧُﻮﺭُ ٱﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَٱﻷَْﺭْﺽِ ۚ ﻣَﺜَﻞُ ﻧُﻮﺭِﻩِۦ ﻛَﻤِﺸْﻜَﻮٰﺓٍ ﻓِﻴﻬَﺎ ﻣِﺼْﺒَﺎﺡٌ ۖ ٱﻟْﻤِﺼْﺒَﺎﺡُ ﻓِﻰ ﺯُﺟَﺎﺟَﺔٍ ۖ ٱﻟﺰُّﺟَﺎﺟَﺔُ ﻛَﺄَﻧَّﻬَﺎ ﻛَﻮْﻛَﺐٌ ﺩُﺭِّﻯٌّ ﻳُﻮﻗَﺪُ ﻣِﻦ ﺷَﺠَﺮَﺓٍ ﻣُّﺒَٰﺮَﻛَﺔٍ ﺯَﻳْﺘُﻮﻧَﺔٍ ﻻَّ ﺷَﺮْﻗِﻴَّﺔٍ ﻭَﻻَ ﻏَﺮْﺑِﻴَّﺔٍ ﻳَﻜَﺎﺩُ ﺯَﻳْﺘُﻬَﺎ ﻳُﻀِﻰٓءُ ﻭَﻟَﻮْ ﻟَﻢْ ﺗَﻤْﺴَﺴْﻪُ ﻧَﺎﺭٌ ۚ ﻧُّﻮﺭٌ ﻋَﻠَﻰٰ ﻧُﻮﺭٍ ۗ ﻳَﻬْﺪِﻯ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻨُﻮﺭِﻩِۦ ﻣَﻦ ﻳَﺸَﺎٓءُ ۚ ﻭَﻳَﻀْﺮِﺏُ ٱﻟﻠَّﻪُ ٱﻷَْﻣْﺜَٰﻞَ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْءٍ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat (nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (An-Nur – 24:35)

*Dapat dimakan dan dapat dibuat menjadi minyak (Qs.23:20)

ﻭَﺷَﺠَﺮَﺓً ﺗَﺨْﺮُﺝُ ﻣِﻦ ﻃُﻮﺭِ ﺳَﻴْﻨَﺎٓءَ ﺗَﻨۢﺒُﺖُ ﺑِﭑﻟﺪُّﻫْﻦِ ﻭَﺻِﺒْﻎٍ ﻟِّﻻْءَﻛِﻠِﻴﻦَ

dan pohon kayu ke luar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. (Al-Mu’minun – 23:20)

*Di antara berkah zaitun ialah dapat dipakai untuk mengobati

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien
Bandung

Bedah Al Quran 34 : Pakaian dan Aurat 6

BEDAH AL QURAN No 34

PAKAIAN DAN AURAT – 6

[26] Tidak boleh sombong dalam berpakaian (Qs.17:37)

ﻭَﻻَ ﺗَﻤْﺶِ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ﻣَﺮَﺣًﺎ ۖ ﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻦ ﺗَﺨْﺮِﻕَ ٱﻷَْﺭْﺽَ ﻭَﻟَﻦ ﺗَﺒْﻠُﻎَ ٱﻟْﺠِﺒَﺎﻝَ ﻃُﻮﻻً

Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.
(Al-Isra’ – 17:37)

*Qarun memakai baju kemegahan (Qs.28:79)

ﻓَﺨَﺮَﺝَ ﻋَﻠَﻰٰ ﻗَﻮْﻣِﻪِۦ ﻓِﻰ ﺯِﻳﻨَﺘِﻪِۦ ۖ ﻗَﺎﻝَ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﺮِﻳﺪُﻭﻥَ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓَ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻳَٰﻠَﻴْﺖَ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﺜْﻞَ ﻣَﺎٓ ﺃُﻭﺗِﻰَ ﻗَٰﺮُﻭﻥُ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻟَﺬُﻭ ﺣَﻆٍّ ﻋَﻆِﻴﻢٍ

Maka keluarlah Qarun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia, “Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar”.
(Al-Qasas – 28:79)

*Akhirnya dibenamkan Allah ke dalam bumi (Qs.28:81)

ﻓَﺨَﺴَﻔْﻨَﺎ ﺑِﻪِۦ ﻭَﺑِﺪَاﺭِﻩِ ٱﻷَْﺭْﺽَ ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻪُۥ ﻣِﻦ ﻓِﺌَﺔٍ ﻳَﻨﺼُﺮُﻭﻧَﻪُۥ ﻣِﻦ ﺩُﻭﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻤُﻨﺘَﺼِﺮِﻳﻦَ

Maka Kami benamkanlah Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Maka tidak ada baginya suatu golongan pun yang menolongnya terhadap azab Allah. dan tiadalah ia termasuk orang-orang (yang dapat) membela (dirinya). (Al-Qasas – 28:81)

[27] Diperbolehkan membuat pakaian dari kulit binatang ternak (Qs.16:80)

ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦۢ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻢْ ﺳَﻜَﻨًﺎ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﺟُﻠُﻮﺩِ ٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ﺑُﻴُﻮﺗًﺎ ﺗَﺴْﺘَﺨِﻔُّﻮﻧَﻬَﺎ ﻳَﻮْﻡَ ﻇَﻌْﻨِﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻮْﻡَ ﺇِﻗَﺎﻣَﺘِﻜُﻢْ ۙ ﻭَﻣِﻦْ ﺃَﺻْﻮَاﻓِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻭْﺑَﺎﺭِﻫَﺎ ﻭَﺃَﺷْﻌَﺎﺭِﻫَﺎٓ ﺃَﺛَٰﺜًﺎ ﻭَﻣَﺘَٰﻌًﺎ ﺇِﻟَﻰٰ ﺣِﻴﻦٍ

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kamu rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit binatang ternak yang kamu merasa ringan (membawa) nya di waktu kamu berjalan dan waktu kamu bermukim dan (dijadikan-Nya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, alat-alat rumah tangga dan perhiasan (yang kamu pakai) sampai waktu (tertentu).
(An-Nahl – 16:80)

*Pakaian dari kulit binatang buas dilarang oleh Nabi saw

[28] Nabi Yusuf as. memakai baju gamis (Qs.12:93)

ٱﺫْﻫَﺒُﻮا۟ ﺑِﻘَﻤِﻴﺼِﻰ ﻫَٰﺬَا ﻓَﺄَﻟْﻘُﻮﻩُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﺟْﻪِ ﺃَﺑِﻰ ﻳَﺄْﺕِ ﺑَﺼِﻴﺮًا ﻭَﺃْﺗُﻮﻧِﻰ ﺑِﺄَﻫْﻠِﻜُﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”. (Yusuf – 12:93)

[29] Pakaian ahli surga ialah sutera tipis dan tebal berwarna hijau (Qs.76:21)

ﻋَٰﻠِﻴَﻬُﻢْ ﺛِﻴَﺎﺏُ ﺳُﻨﺪُﺱٍ ﺧُﻀْﺮٌ ﻭَﺇِﺳْﺘَﺒْﺮَﻕٌ ۖ ﻭَﺣُﻠُّﻮٓا۟ ﺃَﺳَﺎﻭِﺭَ ﻣِﻦ ﻓِﻀَّﺔٍ ﻭَﺳَﻘَﻰٰﻫُﻢْ ﺭَﺑُّﻬُﻢْ ﺷَﺮَاﺑًﺎ ﻃَﻬُﻮﺭًا

Mereka memakai pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih. (Al-Insaan – 76:21)

[30] Pakaian ahli neraka terbuat dari ter (Qs.14:50)

ﺳَﺮَاﺑِﻴﻠُﻬُﻢ ﻣِّﻦ ﻗَﻂِﺮَاﻥٍ ﻭَﺗَﻐْﺸَﻰٰ ﻭُﺟُﻮﻫَﻬُﻢُ ٱﻟﻨَّﺎﺭُ

Pakaian mereka adalah dari pelangkin (ter) dan muka mereka ditutup oleh api neraka, (Ibrahim – 14:50)

*Juga terbuat dari api (Qs.22:19)

ﻫَٰﺬَاﻥِ ﺧَﺼْﻤَﺎﻥِ ٱﺧْﺘَﺼَﻤُﻮا۟ ﻓِﻰ ﺭَﺑِّﻬِﻢْ ۖ ﻓَﭑﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭا۟ ﻗُﻂِّﻌَﺖْ ﻟَﻬُﻢْ ﺛِﻴَﺎﺏٌ ﻣِّﻦ ﻧَّﺎﺭٍ ﻳُﺼَﺐُّ ﻣِﻦ ﻓَﻮْﻕِ ﺭُءُﻭﺳِﻬِﻢُ ٱﻟْﺤَﻤِﻴﻢُ

Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. (Al-Hajj – 22:19)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien / Bandung

Bedah Al Quran 33 : Pakaian dan Aurat 5

PAKAIAN DAN AURAT – 5

ﻭَﻗُﻞ ﻟِّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨَٰﺖِ ﻳَﻐْﻀُﻀْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَٰﺮِﻫِﻦَّ ﻭَﻳَﺤْﻔَﻆْﻦَ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻦَّ ﻭَﻻَ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ۖ ﻭَﻟْﻴَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺨُﻤُﺮِﻫِﻦَّ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟُﻴُﻮﺑِﻬِﻦَّ ۖ ﻭَﻻَ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻟِﺒُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ءَاﺑَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ءَاﺑَﺎٓءِ ﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎٓءِ ﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺇِﺧْﻮَٰﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺑَﻨِﻰٓ ﺇِﺧْﻮَٰﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺑَﻨِﻰٓ ﺃَﺧَﻮَٰﺗِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻧِﺴَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَٰﻨُﻬُﻦَّ ﺃَﻭِ ٱﻟﺘَّٰﺒِﻌِﻴﻦَ ﻏَﻴْﺮِ ﺃُﻭ۟ﻟِﻰ ٱﻹِْﺭْﺑَﺔِ ﻣِﻦَ ٱﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺃَﻭِ ٱﻟﻂِّﻔْﻞِ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳَﻆْﻬَﺮُﻭا۟ ﻋَﻠَﻰٰ ﻋَﻮْﺭَٰﺕِ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ۖ ﻭَﻻَ ﻳَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺄَﺭْﺟُﻠِﻬِﻦَّ ﻟِﻴُﻌْﻠَﻢَ ﻣَﺎ ﻳُﺨْﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦ ﺯِﻳﻨَﺘِﻬِﻦَّ ۚ ﻭَﺗُﻮﺑُﻮٓا۟ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺃَﻳُّﻪَ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(An-Nur/24: 31)

[21] Boleh tidak berkerudung di depan suami, ayah kandung, ayah mertua dan saudara laki-laki (Qs.24:31)

[22] Juga di depan anak kandung laki laki, anak tiri laki laki, keponakan laki-laki, dan anak kecil yang belum balig (Qs.24:31)

[23] Juga di depan laki-laki yang tidak tertarik lagi kepada wanita dan di depan hamba sahaya (Qs.24:31)

[24] Juga di depan sesama wanita muslimah (Qs.24:31)

[25] Adapun di depan wanita non muslimah, atau tidak beragama Islam, maka tetap berkerudung (Qs.24:31)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien
Bandung

Bedah Al Quran 32 : Pakaian dan Aurat 4

PAKAIAN DAN AURAT – 4 

[16] Isteri Nabi dilarang berhias dalam berpakaian dan bertingkah laku seperti orang jahiliah (Qs.33:33)

ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻰ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻻَ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ٱﻟْﺠَٰﻬِﻠِﻴَّﺔِ ٱﻷُْﻭﻟَﻰٰ ۖ ﻭَﺃَﻗِﻤْﻦَ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓَ ﻭَءَاﺗِﻴﻦَ ٱﻟﺰَّﻛَﻮٰﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻌْﻦَ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُۥٓ ۚ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﺬْﻫِﺐَ ﻋَﻨﻜُﻢُ ٱﻟﺮِّﺟْﺲَ ﺃَﻫْﻞَ ٱﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳُﻂَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﺗَﻂْﻬِﻴﺮًا

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Al-Ahzab – 33:33)

[17] Wanita yang sudah berhenti haid boleh melepaskan baju luar (Qs.24:60)

ﻭَٱﻟْﻘَﻮَٰﻋِﺪُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ٱﻟَّٰﺘِﻰ ﻻَ ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﻧِﻜَﺎﺣًﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺟُﻨَﺎﺡٌ ﺃَﻥ ﻳَﻀَﻌْﻦَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻬُﻦَّ ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﺘَﺒَﺮِّﺟَٰﺖٍۭ ﺑِﺰِﻳﻨَﺔٍ ۖ ﻭَﺃَﻥ ﻳَﺴْﺘَﻌْﻔِﻔْﻦَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻬُﻦَّ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haidh dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An-Nur – 24:60)

*Namun tetap mengenakan jilbab, karena jilbab adalah kewajiban wanita muslimah (Qs.33:59)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻗُﻞ ﻷَِّﺯْﻭَٰﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎٓءِ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦ ﺟَﻠَٰﺒِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻼَ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًا ﺭَّﺣِﻴﻤًﺎ

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
(Al-Ahzab – 33:59)

[18] Berlaku sopan dalam berpakaian (Qs.24:60)

[19] Hanya isteri Nabi yang wajib berhijab (Qs.33:53)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻻَ ﺗَﺪْﺧُﻠُﻮا۟ ﺑُﻴُﻮﺕَ ٱﻟﻨَّﺒِﻰِّ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﻳُﺆْﺫَﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰٰ ﻃَﻌَﺎﻡٍ ﻏَﻴْﺮَ ﻧَٰﻆِﺮِﻳﻦَ ﺇِﻧَﻰٰﻩُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْ ﺇِﺫَا ﺩُﻋِﻴﺘُﻢْ ﻓَﭑﺩْﺧُﻠُﻮا۟ ﻓَﺈِﺫَا ﻃَﻌِﻤْﺘُﻢْ ﻓَﭑﻧﺘَﺸِﺮُﻭا۟ ﻭَﻻَ ﻣُﺴْﺘَـْٔﻨِﺴِﻴﻦَ ﻟِﺤَﺪِﻳﺚٍ ۚ ﺇِﻥَّ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﺫِﻯ ٱﻟﻨَّﺒِﻰَّ ﻓَﻴَﺴْﺘَﺤْﻰِۦ ﻣِﻨﻜُﻢْ ۖ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺤْﻰِۦ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺤَﻖِّ ۚ ﻭَﺇِﺫَا ﺳَﺄَﻟْﺘُﻤُﻮﻫُﻦَّ ﻣَﺘَٰﻌًﺎ ﻓَﺴْـَٔﻠُﻮﻫُﻦَّ ﻣِﻦ ﻭَﺭَآءِ ﺣِﺠَﺎﺏٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﺃَﻃْﻬَﺮُ ﻟِﻘُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻭَﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻦَّ ۚ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻥ ﺗُﺆْﺫُﻭا۟ ﺭَﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻَٓ ﺃَﻥ ﺗَﻨﻜِﺤُﻮٓا۟ ﺃَﺯْﻭَٰﺟَﻪُۥ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦٓ ﺃَﺑَﺪًا ۚ ﺇِﻥَّ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻋِﻨﺪَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻆِﻴﻤًﺎ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
(Al-Ahzab – 33:53)

*Hijab ialah tirai penghalang, sehingga isteri Nabi saat bicara dengan laki laki tidak saling berpandangan karena terhalang tirai. 

*Adapun istilah hijab sebagai ganti dari jilbab, bukan istilah yang diperkenalkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 

[20] Jangan mengharamkan corak, warna dan jenis pakaian tertentu tanpa dalil (Qs.7:32)

ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺯِﻳﻨَﺔَ ٱﻟﻠَّﻪِ ٱﻟَّﺘِﻰٓ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِۦ ﻭَٱﻟﻂَّﻴِّﺒَٰﺖِ ﻣِﻦَ ٱﻟﺮِّﺯْﻕِ ۚ ﻗُﻞْ ﻫِﻰَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓِ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺧَﺎﻟِﺼَﺔً ﻳَﻮْﻡَ ٱﻟْﻘِﻴَٰﻤَﺔِ ۗ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻧُﻔَﺼِّﻞُ ٱﻻْءَﻳَٰﺖِ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah, “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
(Al-A’raf – 7:32)

*Adapun kain sutera haram bagi laki laki berdasarkan hadis Nabi saw

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien

Bedah Al Quran 31 : Pakaian dan Aurat 3

PAKAIAN DAN AURAT – 3

[11] Nabi saw disuruh Allah agar memerintahkan wanita muslimah memakai jilbab (Qs.33:59)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻗُﻞ ﻷَِّﺯْﻭَٰﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎٓءِ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦ ﺟَﻠَٰﺒِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻼَ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًا ﺭَّﺣِﻴﻤًﺎ

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
(Al-Ahzab – 33:59)

[12] Sebagai kepala keluarga Nabi saw disuruh Allah agar memerintahkan isteri dan anak wanitanya untuk memakai jilbab (Qs.33:59)

[13] Sekujur tubuh wanita muslimah tidak boleh terlihat, harus ditutup, kecuali wajah dan pergelangan tangan sampai jari tangan (Qs.24:31)

ﻭَﻗُﻞ ﻟِّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨَٰﺖِ ﻳَﻐْﻀُﻀْﻦَ ﻣِﻦْ ﺃَﺑْﺼَٰﺮِﻫِﻦَّ ﻭَﻳَﺤْﻔَﻆْﻦَ ﻓُﺮُﻭﺟَﻬُﻦَّ ﻭَﻻَ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻇَﻬَﺮَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ۖ ﻭَﻟْﻴَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺨُﻤُﺮِﻫِﻦَّ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟُﻴُﻮﺑِﻬِﻦَّ ۖ ﻭَﻻَ ﻳُﺒْﺪِﻳﻦَ ﺯِﻳﻨَﺘَﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ﻟِﺒُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ءَاﺑَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ءَاﺑَﺎٓءِ ﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺃَﺑْﻨَﺎٓءِ ﺑُﻌُﻮﻟَﺘِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺇِﺧْﻮَٰﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺑَﻨِﻰٓ ﺇِﺧْﻮَٰﻧِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﺑَﻨِﻰٓ ﺃَﺧَﻮَٰﺗِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻧِﺴَﺎٓﺋِﻬِﻦَّ ﺃَﻭْ ﻣَﺎ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَٰﻨُﻬُﻦَّ ﺃَﻭِ ٱﻟﺘَّٰﺒِﻌِﻴﻦَ ﻏَﻴْﺮِ ﺃُﻭ۟ﻟِﻰ ٱﻹِْﺭْﺑَﺔِ ﻣِﻦَ ٱﻟﺮِّﺟَﺎﻝِ ﺃَﻭِ ٱﻟﻂِّﻔْﻞِ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳَﻆْﻬَﺮُﻭا۟ ﻋَﻠَﻰٰ ﻋَﻮْﺭَٰﺕِ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ۖ ﻭَﻻَ ﻳَﻀْﺮِﺑْﻦَ ﺑِﺄَﺭْﺟُﻠِﻬِﻦَّ ﻟِﻴُﻌْﻠَﻢَ ﻣَﺎ ﻳُﺨْﻔِﻴﻦَ ﻣِﻦ ﺯِﻳﻨَﺘِﻬِﻦَّ ۚ ﻭَﺗُﻮﺑُﻮٓا۟ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺃَﻳُّﻪَ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
(An-Nur – 24:31)

[14] Kain kerudung yang menutupi kepala menjulur sampai menutupi dada (Qs.24:31)

[15] Tidak menghentakkan kaki dengan tujuan supaya diketahui ada perhiasan yang menempel di kakinya (Qs.24:31)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien
Bandung

Bedah Al Quran 30 : Pakaian dan Aurat 2

PAKAIAN DAN AURAT – 2

[6] Pakaian tertentu yang berfungsi melindungi dari panas dan dingin (Qs.16:81)

ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻤَّﺎ ﺧَﻠَﻖَ ﻇِﻠَٰﻼً ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟْﺠِﺒَﺎﻝِ ﺃَﻛْﻨَٰﻨًﺎ ﻭَﺟَﻌَﻞَ ﻟَﻜُﻢْ ﺳَﺮَٰﺑِﻴﻞَ ﺗَﻘِﻴﻜُﻢُ ٱﻟْﺤَﺮَّ ﻭَﺳَﺮَٰﺑِﻴﻞَ ﺗَﻘِﻴﻜُﻢ ﺑَﺄْﺳَﻜُﻢْ ۚ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻳُﺘِﻢُّ ﻧِﻌْﻤَﺘَﻪُۥ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ

Dan Allah menjadikan bagimu tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia jadikan bagimu tempat-tempat tinggal di gunung-gunung, dan Dia jadikan bagimu pakaian yang memeliharamu dari panas dan pakaian (baju besi) yang memelihara kamu dalam peperangan. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmat-Nya atasmu agar kamu berserah diri (kepada-Nya). (An-Nahl – 16:81)

[7] Ada juga pakaian besi untuk melindungi dari peperangan (Qs.16:81) 

[8] Pakaian harus bersih (Qs.74:4)

ﻭَﺛِﻴَﺎﺑَﻚَ ﻓَﻂَﻬِّﺮْ

dan pakaianmu bersihkanlah, (Al-Muddassir – 74:4)

[9] Memakai pakaian yang indah untuk shalat (Qs.7:31)

ﻳَٰﺒَﻨِﻰٓ ءَاﺩَﻡَ ﺧُﺬُﻭا۟ ﺯِﻳﻨَﺘَﻜُﻢْ ﻋِﻨﺪَ ﻛُﻞِّ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ ﻭَﻛُﻠُﻮا۟ ﻭَٱﺷْﺮَﺑُﻮا۟ ﻭَﻻَ ﺗُﺴْﺮِﻓُﻮٓا۟ ۚ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻻَ ﻳُﺤِﺐُّ ٱﻟْﻤُﺴْﺮِﻓِﻴﻦَ

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-A’raf – 7:31)

*Pakaian indah itu pakaian yang rapi, bersih dan pantas. Terkecuali  dalam situasi dan kondisi tertentu yang tidak memungkinkan terpenuhi tiga hal ini.

[10] Anak tidak masuk ke kamar orang tuanya di saat saat orang tua biasa menanggalkan pakaian, agar aurat orang tua tidak terlihat oleh anak (Qs.24:58)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻟِﻴَﺴْﺘَـْٔﺬِﻧﻜُﻢُ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣَﻠَﻜَﺖْ ﺃَﻳْﻤَٰﻨُﻜُﻢْ ﻭَٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻟَﻢْ ﻳَﺒْﻠُﻐُﻮا۟ ٱﻟْﺤُﻠُﻢَ ﻣِﻨﻜُﻢْ ﺛَﻠَٰﺚَ ﻣَﺮَّٰﺕٍ ۚ ﻣِّﻦ ﻗَﺒْﻞِ ﺻَﻠَﻮٰﺓِ ٱﻟْﻔَﺠْﺮِ ﻭَﺣِﻴﻦَ ﺗَﻀَﻌُﻮﻥَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟﻆَّﻬِﻴﺮَﺓِ ﻭَﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِ ﺻَﻠَﻮٰﺓِ ٱﻟْﻌِﺸَﺎٓءِ ۚ ﺛَﻠَٰﺚُ ﻋَﻮْﺭَٰﺕٍ ﻟَّﻜُﻢْ ۚ ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﺟُﻨَﺎﺡٌۢ ﺑَﻌْﺪَﻫُﻦَّ ۚ ﻃَﻮَّٰﻓُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﻌْﺾٍ ۚ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻳُﺒَﻴِّﻦُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢُ ٱﻻْءَﻳَٰﺖِ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠِﻴﻢٌ ﺣَﻜِﻴﻢٌ

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari), yaitu sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. 
(An-Nur – 24:58)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien -Bandung

Bedah Al Quran 29 : Pakaian dan Aurat 1

PAKAIAN DAN AURAT – 1

[1] Iblis yang membisikkan fikiran jahat kepada Nabi Adam dan Hawa, agar aurat mereka terbuka (Qs.7:20)

ﻓَﻮَﺳْﻮَﺱَ ﻟَﻬُﻤَﺎ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦُ ﻟِﻴُﺒْﺪِﻯَ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﻣَﺎ ﻭُۥﺭِﻯَ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦ ﺳَﻮْءَٰﺗِﻬِﻤَﺎ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﻣَﺎ ﻧَﻬَﻰٰﻛُﻤَﺎ ﺭَﺑُّﻜُﻤَﺎ ﻋَﻦْ ﻫَٰﺬِﻩِ ٱﻟﺸَّﺠَﺮَﺓِ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﺗَﻜُﻮﻧَﺎ ﻣَﻠَﻜَﻴْﻦِ ﺃَﻭْ ﺗَﻜُﻮﻧَﺎ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺨَٰﻠِﺪِﻳﻦَ

Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya dan setan berkata, “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal (dalam surga)”. 
(Al-A’raf – 7:20)

[2] Setelah makan buah terlarang, maka terbukalah aurat keduanya, lalu mereka berusaha menutupinya dengan dedaunan surga, akhirnya keluar dari surga (Qs.7:22-24)

ﻓَﺪَﻟَّﻰٰﻫُﻤَﺎ ﺑِﻐُﺮُﻭﺭٍ ۚ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺫَاﻗَﺎ ٱﻟﺸَّﺠَﺮَﺓَ ﺑَﺪَﺕْ ﻟَﻬُﻤَﺎ ﺳَﻮْءَٰﺗُﻬُﻤَﺎ ﻭَﻃَﻔِﻘَﺎ ﻳَﺨْﺼِﻔَﺎﻥِ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦ ﻭَﺭَﻕِ ٱﻟْﺠَﻨَّﺔِ ۖ ﻭَﻧَﺎﺩَﻯٰﻫُﻤَﺎ ﺭَﺑُّﻬُﻤَﺎٓ ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻧْﻬَﻜُﻤَﺎ ﻋَﻦ ﺗِﻠْﻜُﻤَﺎ ٱﻟﺸَّﺠَﺮَﺓِ ﻭَﺃَﻗُﻞ ﻟَّﻜُﻤَﺎٓ ﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦَ ﻟَﻜُﻤَﺎ ﻋَﺪُﻭٌّ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ

maka setan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu, nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya, dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan Aku katakan kepadamu, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?”
(Al-A’raf – 7:22)

ﻗَﺎﻻَ ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻇَﻠَﻤْﻨَﺎٓ ﺃَﻧﻔُﺴَﻨَﺎ ﻭَﺇِﻥ ﻟَّﻢْ ﺗَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻨَﺎ ﻭَﺗَﺮْﺣَﻤْﻨَﺎ ﻟَﻨَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺨَٰﺴِﺮِﻳﻦَ

Keduanya berkata, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi”.
(Al-A’raf – 7:23)

ﻗَﺎﻝَ ٱﻫْﺒِﻂُﻮا۟ ﺑَﻌْﻀُﻜُﻢْ ﻟِﺒَﻌْﺾٍ ﻋَﺪُﻭٌّ ۖ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ﻣُﺴْﺘَﻘَﺮٌّ ﻭَﻣَﺘَٰﻊٌ ﺇِﻟَﻰٰ ﺣِﻴﻦٍ

Allah berfirman, “Turunlah kamu sekalian, sebahagian kamu menjadi musuh bagi sebahagian yang lain. Dan kamu mempunyai tempat kediaman dan kesenangan (tempat mencari kehidupan) di muka bumi sampai waktu yang telah ditentukan”.
(Al-A’raf – 7:24)

[3] Salah satu fitnah Iblis ialah upayanya agar manusia terbuka auratnya, seperti yang telah ia lakukan terhadap nenek moyang mereka, Nabi Adam dan Hawa (Qs.7:27)

ﻳَٰﺒَﻨِﻰٓ ءَاﺩَﻡَ ﻻَ ﻳَﻔْﺘِﻨَﻨَّﻜُﻢُ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦُ ﻛَﻤَﺎٓ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﺃَﺑَﻮَﻳْﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟْﺠَﻨَّﺔِ ﻳَﻨﺰِﻉُ ﻋَﻨْﻬُﻤَﺎ ﻟِﺒَﺎﺳَﻬُﻤَﺎ ﻟِﻴُﺮِﻳَﻬُﻤَﺎ ﺳَﻮْءَٰﺗِﻬِﻤَﺎٓ ۗ ﺇِﻧَّﻪُۥ ﻳَﺮَﻯٰﻛُﻢْ ﻫُﻮَ ﻭَﻗَﺒِﻴﻠُﻪُۥ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻻَ ﺗَﺮَﻭْﻧَﻬُﻢْ ۗ ﺇِﻧَّﺎ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ٱﻟﺸَّﻴَٰﻂِﻴﻦَ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎٓءَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.
(Al-A’raf – 7:27)

[4] Fungsi pakaian ialah untuk menutup aurat dan memperlihatkan keindahan (Qs.7:26)

ﻳَٰﺒَﻨِﻰٓ ءَاﺩَﻡَ ﻗَﺪْ ﺃَﻧﺰَﻟْﻨَﺎ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟِﺒَﺎﺳًﺎ ﻳُﻮَٰﺭِﻯ ﺳَﻮْءَٰﺗِﻜُﻢْ ﻭَﺭِﻳﺸًﺎ ۖ ﻭَﻟِﺒَﺎﺱُ ٱﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺧَﻴْﺮٌ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻣِﻦْ ءَاﻳَٰﺖِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺬَّﻛَّﺮُﻭﻥَ

Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Al-A’raf – 7:26)

[5] Pakaian takwa adalah pakaian terbaik (Qs.7:26)

*Pakaian takwa ialah akhlak yang mulia. Jangan sampai pakaiannya indah, tetapi akhlaknya 
hina.

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Dari Ust Muhammad Nur Muttaqien -Bdg

Bedah Al Quran 28 : Haji dan Umroh (6)

HAJJI DAN UMROH – 6

 

[26] Tidak berangkat hajji padahal mampu, termasuk kufur nikmat (Qs.3:97)

ﻓِﻴﻪِ ءَاﻳَٰﺖٌۢ ﺑَﻴِّﻨَٰﺖٌ ﻣَّﻘَﺎﻡُ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ۖ ﻭَﻣَﻦ ﺩَﺧَﻠَﻪُۥ ﻛَﺎﻥَ ءَاﻣِﻨًﺎ ۗ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﺣِﺞُّ
ٱﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻣَﻦِ ٱﺳْﺘَﻂَﺎﻉَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺳَﺒِﻴﻼً ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻛَﻔَﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻨِﻰٌّ ﻋَﻦِ ٱﻟْﻌَٰﻠَﻤِﻴﻦَ

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (Ali Imran – 3:97)

[27] Masuk tanah suci berarti masuk dalam suasana aman (Qs.3:97)

[28] Banyak manfaat yang didapat dalam perjalanan hajji dan umroh (Qs.22:28)

ﻟِّﻴَﺸْﻬَﺪُﻭا۟ ﻣَﻨَٰﻔِﻊَ ﻟَﻬُﻢْ ﻭَﻳَﺬْﻛُﺮُﻭا۟ ٱﺳْﻢَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻓِﻰٓ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَّﻌْﻠُﻮﻣَٰﺖٍ ﻋَﻠَﻰٰ ﻣَﺎ ﺭَﺯَﻗَﻬُﻢ ﻣِّﻦۢ ﺑَﻬِﻴﻤَﺔِ ٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢِ ۖ ﻓَﻜُﻠُﻮا۟ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﻭَﺃَﻃْﻌِﻤُﻮا۟ ٱﻟْﺒَﺎٓﺋِﺲَ ٱﻟْﻔَﻘِﻴﺮَ

supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara lagi fakir.
(Al-Hajj – 22:28)

[29] Tanah suci adalah tempat berkumpul umat manusia seluruh dunia (Qs.2:125)

ﻭَﺇِﺫْ ﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ٱﻟْﺒَﻴْﺖَ ﻣَﺜَﺎﺑَﺔً ﻟِّﻠﻨَّﺎﺱِ ﻭَﺃَﻣْﻨًﺎ ﻭَٱﺗَّﺨِﺬُﻭا۟ ﻣِﻦ ﻣَّﻘَﺎﻡِ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِۦﻢَ ﻣُﺼَﻠًّﻰ ۖ ﻭَﻋَﻬِﺪْﻧَﺎٓ ﺇِﻟَﻰٰٓ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِۦﻢَ ﻭَﺇِﺳْﻤَٰﻌِﻴﻞَ ﺃَﻥ ﻃَﻬِّﺮَا ﺑَﻴْﺘِﻰَ ﻟِﻠﻂَّﺎٓﺋِﻔِﻴﻦَ ﻭَٱﻟْﻌَٰﻜِﻔِﻴﻦَ ﻭَٱﻟﺮُّﻛَّﻊِ ٱﻟﺴُّﺠُﻮﺩِ

Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian makam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang rukuk dan yang sujud”.
(Al-Baqarah – 2:125)

 

[30] Semua umat Islam datang memenuhi undangan Nabi Ibrahim dari seluruh pelosok dunia (Qs.22:27)

ﻭَﺃَﺫِّﻥ ﻓِﻰ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﺑِﭑﻟْﺤَﺞِّ ﻳَﺄْﺗُﻮﻙَ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻭَﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺿَﺎﻣِﺮٍ ﻳَﺄْﺗِﻴﻦَ ﻣِﻦ ﻛُﻞِّ ﻓَﺞٍّ ﻋَﻤِﻴﻖٍ

Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh,
(Al-Hajj – 22:27)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien