Ma’al Hadîts Syarîf

Dari Abu Hurairah berkata: Bersabda Rasulullah SAW:

“Perumpamaan orang mukmin adalah seperti tanaman yang selalu digoyang oleh angin. Dan orang mukmin senantiasa ditimpa ujian dan cobaan. Sementara, perumpamaan orang munafik adalah seperti pohon Arzi yang tidak digoyang sampai dipanen.” (HR. Muslim)

Pengertian hadits ini adalah bahwa orang mukmin banyak mendapat ujian dan cobaan pada badannya, keluarganya, dan harta bendanya, namun semua itu akan menjadi penebus dosa dan kesalahannya, serta pengangkat derajatnya. Adapun orang kafir, maka ia sedikit mendapatkan hal itu; dan sekalipun itu terjadi, maka itu tidak akan menghapus dosa dan kesalahannya, namun dosa dan kesalahannya tetap akan dibalas secara penuh kelak di hari kiamat.

Imam Ahmad dalam kitab az-Zuhd, dari Syaqiq bin Salamah, ia berkata bahwa kami datang kepada Abu Mas’ud Uqbah bin Amr al-Anshari, lalu kami berkata kepadanya, berilah kami wasiat. Ia (Abu Mas’ud) berkata: “Bertakwalah kepada Allah! Aku berlindung dari percikan neraka. Jauhilah oleh kalian sikap bunglon dalam beragama, sehingga kebenaran yang Anda lihat hari ini, maka besoknya jangan Anda jadikan sebagai sebuah kemungkaran. Sebaliknya, kemungkaran yang Anda lihat hari ini, maka besoknya jangan Anda jadikan sebagai sebuah kebenaran. Maksudnya adalah jangan Anda menjadikan kebenaran hari ini sebagai kemungkaran di kemudian hari, dan begitu juga sebaliknya.

Hudzaifah bin Yaman, seorang sahabat Rasulullah SAW pernah berkata: “Apabila salah seorang dari kalian ingin mengetahui apakah ia telah ditimpa fitnah atau tidak, maka lihatlah! Apabila ia melihat sesuatu yang halal sebagai sesuatu yang haram, maka ia telah ditimpa fitnah; dan apabila ia melihat sesuatu yang haram sebagai sesuatu yang halal, maka ia telah ditimpa fitnah.”

Kami memohon kepada Allah semoga kami diberi keselamatan dan keteguhan dalam memegang dan memperjuangkan kebenaran.

————————————–

copas dari #YukNgaji