Aqidah Al-Wฤsithiyyah | Halaqah 002| Muqaddimah – Sekilas Biografi Penulis Kitab

๐ŸŒ BimbinganIslam.com
Selasa, 02 Rajab 1439 H / 20 Maret 2018 M
๐Ÿ‘ค Ustadz Rizqo Kamil Ibrahim, Lc
๐Ÿ“— โ€˜Aqidah Al-Wฤsithiyyah
๐Ÿ”Š Halaqah 002| Muqaddimah – Sekilas Biografi Penulis Kitab
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-RKI-AqidahWasithiyyah-H002
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

*MUQADDIMAH – SEKILAS BIOGRAFI PENULIS KITAB*
ุจุณู… ุงู„ู„ู‘ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒ ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุฑุจ ุงู„ุนุงู„ู…ูŠู† ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฃุดุฑู ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุงู„ู…ุฑุณู„ูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†ุŒ ูˆู…ู† ุชุจุนู‡ู… ุจุงุญุณุงู† ุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†
Sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Alhamdulilฤh, Sahabat BiAS sekalian, di halaqah yang ke-2 ini dalam kajian kitฤb “Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah” (ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ูˆุงุณุทูŠุฉ), kita akan membahas tentang sosok di balik Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah.

Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah ini dikarang dalam rentang waktu yang cukup singkat yaitu antara waktu dhuhur dan ashar. Tentu ini akan memancing rasa ingin tahu kita akan siapa sosok dibalik Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah.

Kenapa ?

Karena, bagaimana kitฤb yang memuat pokok-pokok aqidah ahlussunnah waljamฤ’ah yang disertai dalฤซl, hadฤซts dan dihapal oleh ulamฤ di zaman kekinian atau zaman sebelumnya dan dijelaskan maksudnya, (termasuk di negara kita) hanya dikarang dalam rentang waktu sedikit. Tentu ini membuat kita ingin tahu siapa sosok penulis kitฤb tersebut.

Sahabat BiAS sekalian,

Sebagaimana telah kita ketahui bersama, bahwa Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah ini dikarang oleh Imฤm Ibnu Taimiyyah (Syaikhul Islฤm Ibnu Taimiyyah).

Syaikhul Islฤm adalah gelar yang diberikan kepada beliau dan juga gelar yang diberikan kepada ulamฤ-ulamฤ sebelum beliau yang pantas menerima gelar ini. Bahkan Abลซ Bakar dan ‘Umar juga mendapatkan gelar Syaikhul Islฤm.

Ibnu Taimiyyah bukanlah nama asli beliau, nama asli beliau adalah Ahmad dan ayah beliau adalah Abdul Halim. Taimiyyah ini mungkin adalah nenek beliau yang mungkin dari jalur agak jauh dari beliau, karena ayah dan kakek beliaupun dinisbatkan kepada Taimiyyah (keluarga beliau disebut keluarga Taimiyyah)

Keluarga Taimiyyah ini adalah keluarga ulamฤ, kakek beliau Ahmad Ibnu Abdul Halim adalah ulamฤ, beliau mengarang kitฤb Muntaqa Al Akhbar, yang sekarang ada ulamฤ yang mencoba menjelaskan hadฤซts-hadฤซts.

Jadi kitab Muntaqal Al Akhbar adalah kitฤb kumpulan hadฤซts dan hadฤซts-hadฤซts yang dikumpulkan oleh kakek Ibnu Taimiyyah ini dijelaskan arti hadฤซts (maknanya) oleh Imฤm Syaukani dan diberi nama Nailul Authar.

Jadi penjelasan hadฤซts-hadฤซts tersebut, kitฤbnya diberi nama Nailul Authar. Tentu beberapa dari kita tidak asing dengan nama Nailul Authar ini.

Ayah beliau pun adalah ulamฤ, maka tidak heran di keluarga Taimiyyah ini lahir seorang Syaikhul Islฤm yaitu Ibnu Taimiyyah.

Keluasan ilmu-ilmu Ibnu Taimiyyah sudah tidak dipungkiri lagi, ini juga bisa terlihat dari murid-murid yang ditelurkan oleh beliau.

Kalau kita bicara tentang tafsir tentu banyak nama yang akan berputar di kepala kita, salah satu nama yang mungkin akan kita ingat ketika kita mendengar kata tafsir adalah tafsir Ibnu Katsฤซr.

Ibnu Katsฤซr adalah murid dari Ibnu Taimiyyah, meskipun secara fiqih beliau banyak berpandangan dengan madzhab syฤfi’i, berbeda dengan Ibnu Taimiyyah yang lebih dekat atau lebih banyak mengambil madzhab Imฤm Ahmad atau Imฤm Hambali.

Kalau kita berbicara tentang tazkiyatun nufus atau kesucian jiwa dan sebagainya banyak nama juga, salah satunya yang mungkin kita ingat adalah Imฤm Ibnu Qayyim Al Jauziyyah. Beliau adalah murid Ibnu Taimiyyah bahkan murid setianya.

Atau misalnya dalam sejarah atau dalam biografi ulamฤ, yang menyusun biografi ulamฤ atau mungkin sahฤlabat BiAS pernah membaca artikel (buku) lalu ada di situ disebutkan sekilas biografi ulamฤ lalu dicatatan kaki disebutkan bahwa biografi tersebut diambil dari kitฤb Syiar A’lamin Nubala.

Kitฤb Syiar A’lamin Nubala ini adalah karangan Imฤm Adz-Dzahabi dan beliau (Imฤm Adz Dzahabi) adalah murid dari Ibnu Taimiyyah. Dan masih banyak murid Ibnu Taimiyyah yang lain yang menunjukkan luasnya ilmu sang guru.

Keluasan ilmu, selain dilihat dari muridnya juga dilihat dari karya-karyanya. Beliau banyak memiliki karya, terlebih karya-karya yang itu menjelaskan tentang ‘aqidah dan bantahan terhadap ‘aqidah-‘aqidah menyimpang.

Mungkin karena beliau sangat intens menjaga kaum muslimin dari ‘aqidah yang rusak sehingga ada beberapa orang yang kurang suka dengan beliau. Sehingga mungkin bila sahabat BiAS pernah menemukan misalnya orang yang menulis sesuatu yang jelek tentang Ibnu Taimiyyah atau menuliskan beberapa sejarah-sejarah tentang Ibnu Taimiyyah maka kita harus kroscek, apakah benar atau tidak ?

Karena bisa jadi tulisan-tulisan tersebut dibangun atas subyektifitas semata atau tidak adil dalam memandang permasalahan atau diambil dari informasi yang salah dan sebagainya. Maka kita perlu berhati-hati, kita perlu cerdas dalam memilah-milah informasi.

Selain karya-karya beliau juga keseharian beliau. Beliau merupakan ahli ibadah, ahli dzikir. Oleh karena itu Ibnu Qayyim pernah berujar:

“Ibnu Taimiyyah bisa mengarang karya dalam waktu singkat yang mungkin kalau kami yang mengarang akan memerlukan waktu yang panjang.”

Karena luar biasa ilmu beliau dan ibadah juga dzikir beliau, bahkan beliau (Ibnu Taimiyyah) pernah mengatakan bahwa, “Dzikir bagi beliau seperti asupan (nutrisi).”

Ibnu Taimiyyah adalah seorang ulamฤ yang memiliki pemahaman yang dalam akan syari’at ini, akan ayat Allฤh, akan dzikir, akan hikmah-hikmah. Salah satunya ketika beliau ditanya tentang maksud do’a istiftah.

Kenapa Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam ketika membaca do’a istiftah mengunakan redaksi (yaitu) meminta dibersihkan dengan air, es dan juga embun.

Ketika itu Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam berdo’a:

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ู‰ ุจูุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ุซูŽู‘ู„ู’ุฌู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุฏู

Kenapa tidak memakai air panas?

Air panas kan lebih cepat dalam menghilangkan kotoran?

Ketika itu Ibnu Taimiyyah menjawab pertanyaan dari Ibnul Qayyim, karena menurut beliau (Ibnu Taimiyyah) bahwa tubuh ketika berbuat dosa itu panas, maka memerlukan sesuatu yang meredakannya. Dan tubuh setelah melakukan maksiat atau dosa dia akan lemas (loyo) sehingga memerlukan sesuatu yang menyegarkannya.

Sehingga menurut beliau (Ibnu Taimiyyah), itulah hikmah Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam menggunakan redaksi memilih disucikan dengan air dingin dan sebagainya.

Tentu ini hikmah dalam artian bukan sebab kenapa hal itu disyari’atkan, tentu hanya Allฤh yang tahu.

Ibnu Taimiyyah mencoba mencari apa sih hikmahnya minta dibersihkan dengan air, es dan juga embunn?

Ini menunjukkan dalamnya beliau memahami syari’at ini.

Masih banyak hal tentunya, tetapi bisa digali sendiri oleh sahabat BiAS sekalian. Selain tentunya kita membaca biografi atau sejarah kekasih kita Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam, kita juga perlu membaca (melihat) sejarah dari Imฤm Ibnu Taimiyyah ini.

Ibnu Taimiyyah wafat tahun 728 Hijriyyah, di Syiria, ketika itu banyak sekali yang hadir dipemakaman beliau. Ini menunjukkan betapa manusia kala itu sangat mencintai beliau.

Ini saja yang bisa saya sampaikan, kurang lebihnya saya mohon maaf.

ูˆุตู„ุงุฉ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

_____________________

Doadankajianislami
๐Ÿก *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ; 0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

โ–ช *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

๐Ÿ“ *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda.*

Contoh : 100.025
_____________________

 

 

Aqidah Al-Wฤsithiyyah | Halaqah 001| Muqaddimah – Pentingnya Menuntut Ilmu Syarโ€™i

๐ŸŒ BimbinganIslam.com
Senin, 02 Rajab 1439 H / 19 Maret 2018 M
๐Ÿ‘ค Ustadz Rizqo Kamil Ibrahim, Lc
๐Ÿ“— โ€˜Aqidah Al-Wฤsithiyyah
๐Ÿ”Š Halaqah 001| Muqaddimah – Pentingnya Menuntut Ilmu Syarโ€™i
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-RKI-AqidahWasithiyyah-H001
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

*MUQADDIMAH – PENTINGNYA MENUNTUT ILMU SYAR’I*
ุจุณู… ุงู„ู„ู‘ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒ ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฃุดุฑู ุงู„ุฃู†ุจูŠุงุก ูˆุงู„ู…ุฑุณู„ูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†ุŒ ุงู…ุง ุจุนุฏ
Sahabat BiAS yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Kita masuk pada halaqah yang pertama dari kitฤb yang berjudul Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah (ุงู„ุนู‚ูŠุฏุฉ ุงู„ูˆุงุณุทูŠุฉ).

Kitฤb ini, sebagaimana judulnya, menjelaskan ‘aqidah-‘aqidah yang penting bagi seorang muslim untuk dipelajari.

Sedangkan kata yang digandeng atau disandingkan setelah kata ‘aqidah (sebagaimana telah disinggung bahwa judul halaqah kita ini dan halaqah-halaqah berikutnya adalah Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah) adalah nama sebuah daerah yang bernama Wฤsith yang berada di Irฤq.

Kenapa dinamakan demikian?

Karena kitฤb ini dikarang di daerah yang bernama Wฤsith, dikarang oleh Imฤm (ulamฤ) yang cukup terkenal yaitu Ibnu Taimiyyah atau yang diberi gelar Syaikhul Islฤm.

Sebelum kita membahas lebih lanjut apa itu ‘Aqidah Wฤsithiyyah atau siapa itu Ibnu Taimiyyah dan seberapa penting kita mengkaji Al ‘Aqidah Al Wฤsithiyyah dan seberapa penting kita memuliakan atau mengambil ilmu dari Ibnu Taimiyyah, maka pada halaqah kali ini saya mengingatkan diri saya pribadi dan kaum muslimin untuk senantiasa mengingat pentingnya menuntut ilmu atau belajar.

Pentingnya belajar ini harus kita ulang terus 17 kali kurang lebih sehari semalam, yaitu di dalam bacaan shalฤt kita, kita diwajibkan membaca Al Fatihah.

Di dalam Al Fatihah ada ayat di mana kita meminta agar:

โ‘ด Dijauhkan untuk menjadi kaum yang sesat, dan
โ‘ต Kita meminta kepada Allฤh dijauhkan menjadi kaum yang di murkai.

Yaitu :

ุบูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูŽุบู’ุถููˆุจู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ

_”Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan orang-orang yang dhฤllin (sesat).”_

(QS Al Fatihah: 7)

Jadi setelah kita meminta shirฤtal mustaqฤซm (meminta jalan yang lurus), kita meminta kepada Allฤh dijauhkan dari orang-orang yang dimurkai.

Siapa orang-orang yang dimurkai itu?

Jika kita merujuk kitฤb-kitฤb yang membahas tafsir Al Fatihah, maka orang yang dimurkai adalah kaum Yahลซdi.

Tentu akan timbul pertanyaan, kenapa kaum Yahลซdi dimurkai?

Orang-orang Yahลซdi dimurkai karena mereka sudah berilmu atau sudah tahu tetapi tidak mengamalkan ilmunya.

Kalau kita lihat di Al Qur’ฤn atau di sejarah, bagaimana orang-orang Yahลซdi, mereka sudah tahu akan datang seorang nabi bernama Muhammad shallallฤhu ‘alayhi wa sallam tetapi mereka tetap mengingkarinya.

Bagaimana orang Yahลซdi dilarang mengambil ikan pada hari sabtu, tetapi mereka tetap mengambilnya dengan tipu daya muslihat dan sebagainya.

Lantas, lebih baikkah jika kita tidak usah berilmu?

Tidak demikian, karena ketika Yahลซdi dimurkai karena berilmu tetapi tidak beramal. Mungkin sebagian kita akan bertanya:

“Akan berat bila kita mempunyai ilmu lalu tidak diamalkan, apakah sebaiknya tidak berilmu saja?”

Jawabannya akan kita temukan dibacaan selanjutnya yaitu:

ูˆูŽู„ูŽุง ุงู„ุถู‘ูŽุงู„ู‘ููŠู†ูŽ .

_”(Yฤ Allฤh) jangan juga masukan kami menjadi orang-orang yang dhฤllin.”_

Apa itu dhฤllin?

Dhฤllin adalah sesat.

Lalu timbul pertanyaan, kenapa sesat?

โˆš Mereka sesat karena mereka beramal tanpa ilmu, atau
โˆš Mereka sesat karena mereka tidak belajar sehingga meninggalkan hidayah, meninggalkan kebenaran.

Siapakah orang-orang yang dhฤllin?

Orang-orang yang dhฤllin adalah kebalikan dari orang-orang yang dimurkai, mereka adalah orang-orang Nashrฤni. Mereka beramal tapi tanpa ilmu.

Jadi, bila dikatakan lebih baik tidak berilmu saja, maka ini pun salah.

Karena apabila dia tidak mau belajar, dia seperti orang yang dhฤllin (orang yang sesat) dan kalau dia belajar dan tidak mengamalkan ilmunya maka dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dimurkai.

Maka itulah jalannya orang Islฤm, ุงู„ุตู‘ูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ, jalannya para nabi, jalan yang sesuai Al Qur’ฤn yaitu ilmu dan amal.

Semoga ‘Aqidah Wฤsithiyyah ini merupakan wasilah atau sarana kita untuk mengangkat diri kita dari kebodohan yaitu kebodohan atau ketidaktahuan akan agama ini.

Yang semoga dengan itu, kita bisa menjadi hamba-hamba yang berada di jalan: ุงู„ุตู‘ูุฑูŽุงุทูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽู‚ููŠู…ูŽ ,sebagaimana yang selalu kita minta setiap shalฤt kita.

Demikian, kurang lebihnya saya mohon maaf.

ูˆุตู„ุงุฉ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

_____________________

Aqidah al wasithiyyah
๐Ÿก *Donasi Markas* Dakwah dapat disalurkan melalui :
| Bank Mandiri Syariah
| Kode Bank : 451
| No. Rek : 710-3000-507
| A.N : YPWA Bimbingan Islam
Konfirmasi Transfer *Hanya Via WhatsApp* & Informasi ; 0811-280-0606
SWIFT CODE : BSMDIDJA

โ–ช *Format Donasi : Markas Dakwah#Nama#Nominal#Tanggal*

๐Ÿ“ *Cantumkan Kode 25 di nominal transfer anda.*

Contoh : 100.025
_____________________

DOA-DOA KITA DARI AL QUR’AN dan HADITS

 

DOA-DOA KITA DARI AL QUR’AN dan HADITS
๐Ÿ“ Muhammad Nur Muttaqien

 

๐ŸŽ€DOA-DOA KITA DARI AL QUR’AN dan HADITS

 

1| DOA MINTA KETURUNAN YANG BAIK
Qs. Ali Imran (3): 38

ุฑูŽุจู‘ู ู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุฉู‹ ุทูŽูŠู‘ูุจูŽุฉู‹ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุณูŽู…ููŠุนู ุงู„ุฏู‘ูุนูŽุงุกู

Ya Tuhanku! Anugerahkanlah kepadaku dari sisi-Mu anak cucu yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa

 

2| DOA AMPUNAN DAN RAHMAT UNTUK SAUDARA
Qs. Al Aโ€™rof (7): 151

ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูุฃูŽุฎููŠ ูˆูŽุฃูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ูŽุง ูููŠ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Ampunilah aku dan saudaraku dan masukkan kami ke dalam rahmat-Mu. Engkau adalah Yang paling penyayang di antara yang penyayang.

 

3| BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI MEMINTA SESUATU YANG TIDAK BENAR
Qs. Hud (11): 47

ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ูŽูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู„ููŠ ุจูู‡ู ุนูู„ู’ู…ูŒ ูˆูŽุฅูู„ู‘ูŽุง ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ููŠ ุฃูŽูƒูู†ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari meminta sesuatu yang aku tidak memiliki ilmunya. Jika Engkau tidak mengampuni dan merahmati aku, tentu aku termasuk orang yang merugi.

 

4| DOA AGAR DIBERI KETURUNAN YANG SELALU MELAKSANAKAN SHALAT
Qs. Ibrahim (14): 40

ุฑูŽุจู‘ู ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู‚ููŠู…ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู„ูŽุงุฉู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ ุฏูุนูŽุงุกู

Ya Tuhanku! Jadikanlah aku penegak shalat, demikian pula keturunanku. Ya Tuhan kami! Kabulkanlah permohonanku.

 

5| DOA UNTUK ORANG TUA
Qs. Al Isro (17): 24

ุฑูŽุจู‘ู ุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู‡ูู…ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽูŠูŽุงู†ููŠ ุตูŽุบููŠุฑู‹ุง

Ya Tuhanku! Sayangilah mereka berdua sebagaimana mereka berdua menyayangi aku di waktu aku kecil

 

6| DOA AGAR KELUAR MASUK DENGAN CARA YANG BENAR DAN PUNYA KEKUASAAN YANG MENOLONGย 
Qs. Al Isro (17): 80

ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ููŠ ู…ูุฏู’ุฎูŽู„ูŽ ุตูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ููŠ ู…ูุฎู’ุฑูŽุฌูŽ ุตูุฏู’ู‚ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ููŠ ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุณูู„ู’ุทูŽุงู†ู‹ุง ู†ูŽุตููŠุฑู‹ุง

Ya Tuhanku! Masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah aku secara keluar yang benar dan jadikanlah untukku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong

 

7| DOA MINTA KELAPANGAN HATI, KEMUDAHAN URUSAN, KEFASIHAN BICARA
Qs. Toha (20): 25 โ€“ 28

ุฑูŽุจู‘ู ุงุดู’ุฑูŽุญู’ ู„ููŠ ุตูŽุฏู’ุฑููŠ ูˆูŽูŠูŽุณู‘ูุฑู’ ู„ููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ูˆูŽุงุญู’ู„ูู„ู’ ุนูู‚ู’ุฏูŽุฉู‹ ู…ูู†ู’ ู„ูุณูŽุงู†ููŠ ูŠูŽูู’ู‚ูŽู‡ููˆุง ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ

Ya Tuhanku! Lapangkan untukku hatiku ini, mudahkanlah untukku urusanku ini, dan lepaskanlah kekeluan pada lidahku, agar mereka mengerti apa yang aku katakan

 

8| DOA AGAR ILMU BERTAMBAH
Qs. Toha (20): 114

ุฑูŽุจู‘ู ุฒูุฏู’ู†ููŠ ุนูู„ู’ู…ู‹ุง

Ya Tuhanku! Tambahkanlah ilmu pengetahuan untukku

 

9| DOA MINTA KETURUNAN
Qs. Al Anbiya (21): 89

ุฑูŽุจู‘ู ู„ูŽุง ุชูŽุฐูŽุฑู’ู†ููŠ ููŽุฑู’ุฏู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ูˆูŽุงุฑูุซููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Janganlah Engkau biarkan aku hidup seorang diri, karena Engkau adalah Waris yang paling baik

 

10| DOA MINTA KEPUTUSAN YANG ADIL
Qs. Al Anbiya (21): 112

ุฑูŽุจู‘ู ุงุญู’ูƒูู…ู’ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุฑูŽุจู‘ูู†ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุญู’ู…ูŽู†ู ุงู„ู’ู…ูุณู’ุชูŽุนูŽุงู†ู ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ุชูŽุตููููˆู†ูŽ

Ya Tuhanku! Berikanlah keputusan dengan adil. Dan Tuhanku adalah Yang Maha Pengasih Yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kalian katakan.

 

11| DOA MEMINTA TEMPAT YANG DIBERKAHI
Qs. Al Mukminun (23): 29

ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ุฒูู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ุฒูŽู„ู‹ุง ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ู…ูู†ู’ุฒูู„ููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Tempatkanlah aku di tempat yang diberkahi, karena Engkau adalah sebaik-baik yang memberi tempat

 

12| DOA AGAR TIDAK DIGABUNGKAN BERSAMA ORANG-ORANG ZOLIM
Qs. Al Mukminun (23): 94

ุฑูŽุจู‘ู ููŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ูููŠ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Maka janganlah Engkau jadikan aku bersama orang-orang yang zalim

 

13| BERLINDUNG KEPADA ALLAH DARI BISIKAN DAN KEHADIRAN SETAN
Qs. Al Mukminun (23): 97 โ€“ 98

ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ู‡ูŽู…ูŽุฒูŽุงุชู ุงู„ุดู‘ูŽูŠูŽุงุทููŠู†ูย  ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุญู’ุถูุฑููˆู†ู

Ya Tuhanku! Aku berlindung kepada-Mu dari bisikan setan-setan dan aku berlindung kepada-Mu dari kehadiran mereka

 

14| DOA MEMOHON AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH
Qs. Al Mukminun (23): 118

ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku! Berilah ampunan dan rahmat, karena Engkau adalah sebaik-baik yang Menyayangi

 

15| DOA MEMOHON HIKMAH DAN BERGABUNG BERSAMA ORANG-ORANG SOLEH
Qs. Al Syuโ€™aro (26): 83

ุฑูŽุจู‘ู ู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ุญููƒู’ู…ู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู„ู’ุญูู‚ู’ู†ููŠ ุจูุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ …

Ya Tuhanku! Berikanlah hikmah kepadaku dan pertemukanlah aku dengan orang-orang yang soleh

 

16| DOA AGAR DI KALA KITA MENINGGAL, YANG DIBICARAKAN ORANG IALAH YANG BAIK-BAIK
Qs. Al Syuโ€™aro (26): 84

ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ููŠ ู„ูุณูŽุงู†ูŽ ุตูุฏู’ู‚ู ูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑููŠู†ูŽ …

dan jadikanlah untukku buah tutur yang baik bagi orang-orang yang datang kemudian

 

17| DOA AGAR DIJADIKAN PEWARIS SURGA
Qs. Al Syuโ€™aro (26): 85

ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ููŠ ู…ูู†ู’ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู ุงู„ู†ู‘ูŽุนููŠู…ู …

dan jadikanlah aku termasuk pewaris surga yang penuh dengan kenikmatan

 

18| DOA AGAR TIDAK DIHINAKAN DI HARI AKHIRAT NANTI
Qs. Al Syuโ€™aro (26): 87

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฒูู†ููŠ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูุจู’ุนูŽุซููˆู†ูŽ

dan janganlah Engkau hinakan aku di hari mereka dibangkitkan

 

19| DOA AGAR TIDAK TERBAWA ARUS NEGATIF DARI MASYARAKAT SEKITAR
Qs. Al Syuโ€™aro (26): 169

ุฑูŽุจู‘ู ู†ูŽุฌู‘ูู†ููŠ ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ููŠ ู…ูู…ู‘ูŽุง ูŠูŽุนู’ู…ูŽู„ููˆู†ูŽ

Ya Tuhanku! Selamatkan aku dan keluargaku dari apa yang mereka kerjakan

 

20| DOA AGAR DIBERI KEKUATAN UNTUK BERSYUKUR
Qs. Al Naml (27): 19

ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ …

Ya Tuhanku! Ilhamkanlah kepadaku agar aku dapat mensyukuri niโ€™mat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku

 

21| DOA AGAR DIBERI KEKUATAN UNTUK BERAMAL SOLEH DAN DIGABUNGKAN DENGAN ORANG-ORANG SHOLEH
Qs. Al Naml (27): 19

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุฏู’ุฎูู„ู’ู†ููŠ ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ูููŠ ุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ

dan ilhamkanlah kepadaku untuk melakukan amal soleh yang Engkau ridloi dan masukkanlah dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang soleh

 

22| DOA MINTA AMPUNAN SETELAH MENZALIMI ORANG
Qs. Al Qoshosh (28): 16

ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ุธูŽู„ูŽู…ู’ุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ

Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menzalimi diriku sendiri, oleh karena itu ampunilah aku

 

23| DOA MINTA DISELAMATKAN DARI ORANG-ORANG YANG ZALIM
Qs. Al Qoshosh (28): 21

ุฑูŽุจู‘ู ู†ูŽุฌู‘ูู†ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari kaum yang zalim

 

24| DOA MINTA KEBAIKAN DARI ALLAH
Qs. Al Qoshosh (28): 24

ุฑูŽุจู‘ู ุฅูู†ู‘ููŠ ู„ูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู‘ูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ููŽู‚ููŠุฑูŒ

Ya Tuhanku, sesungguhnya sangat membutuhkan terhadap kebaikan yang akan Engkau turunkan kepadaku

 

25| DOA MINTA DISELAMATKAN DARI PARA PERUSAK
Qs. Al Ankabut (29): 30

ุฑูŽุจู‘ู ุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ู…ููู’ุณูุฏููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku, tolonglah aku terhadap kaum yang melakukan kerusakan

 

26| DOA MINTA KETURUNAN YANG SOLEH
Qs. Al Shoffat (37): 100

ุฑูŽุจู‘ู ู‡ูŽุจู’ ู„ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงู„ูุญููŠู†ูŽ

Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang soleh.

 

27| DOA MINTA TAUFIQ UNTUK MENSYUKURI NIโ€™MAT ALLAH
Qs. Al Ahqof (46): 15

ุฑูŽุจู‘ู ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ููŠ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ …

Ya Tuhanku! Ilhamkanlah kepadaku agar aku dapat mensyukuri niโ€™mat yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku

 

28| DOA MINTA TAUFIQ UNTUK BERAMAL SOLEH, AGAR DIPERBAIKI KETURUNAN, TOBAT DAN BERSERAH DIRI
Qs. Al Ahqof (46): 15

ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุชููŠ ุฅูู†ู‘ููŠ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ู‘ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

dan ilhamkanlah kepadaku untuk melakukan amal soleh yang Engkau ridloi, dan perbaikilah untukku keturunanku. Sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku termasuk orang yang berserah diri.

 

29| DOA MINTA DIBANGUNKAN RUMAH DI SURGA
Qs. Al Tahrim (66): 11

ุฑูŽุจู‘ู ุงุจู’ู†ู ู„ููŠ ุนูู†ู’ุฏูŽูƒูŽ ุจูŽูŠู’ุชู‹ุง ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉู

Ya Tuhanku! Bangunkanlah untukku sebuah rumah di dalam surga

 

30| DOA MINTA AMPUNAN UNTUK DIRI SENDIRI, ORANG TUA DAN SEISI RUMAH
Qs. Nuh (70): 28

ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ ุจูŽูŠู’ุชููŠูŽ ู…ูุคู’ู…ูู†ู‹ุง ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู

Ya Tuhanku! Ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan siapa saja yang masuk rumahku dalam keadaan beriman, baik laki-laki maupun wanita.

 

31| DOA AGAR AMAL KITA DITERIMA OLEH ALLAH
Qs. Al Baqarah (2): 127

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ ู…ูู†ู‘ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠุนู ุงู„ู’ุนูŽู„ููŠู…ู

“Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

 

32| DOA AGAR MENDAPATKAN KEBAIKAN DUNIA DAN AKHIRAT DAN TERHINDAR DARI API NERAKAย 
Qs. Al Baqarah (2): 201

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขูŽุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ู’ุขูŽุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”.

 

33| DOA KETIKA BERHADAPAN DENGAN MUSUH DI MEDAN PERANG
Qs. Al Baqarah (2): 250

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฃูŽูู’ุฑูุบู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุตูŽุจู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุซูŽุจู‘ูุชู’ ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

“Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir”.

 

34| DOA JANGAN DIHUKUM BILA LUPA ATAU TERSALAH
Qs. Al Baqarah (2): 286

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุคูŽุงุฎูุฐู’ู†ูŽุง ุฅูู†ู’ ู†ูŽุณููŠู†ูŽุง ุฃูŽูˆู’ ุฃูŽุฎู’ุทูŽุฃู’ู†ูŽุง

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah.

 

35| DOA AGAR TIDAK DIBERI BEBAN YANG SAMA DENGAN UMAT SEBELUM KITA
Qs. Al Baqarah (2): 286

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ู…ูู„ู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุฅูุตู’ุฑู‹ุง ูƒูŽู…ูŽุง ุญูŽู…ูŽู„ู’ุชูŽู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุจู’ู„ูู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami.

 

36| DOA AGAR TIDAK DIBERI BEBAN YANG BERAT, DIMAAFKAN, DIAMPUNI DAN DISAYANGI
Qs. Al Baqarah (2): 286

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุญูŽู…ู‘ูู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุง ู„ูŽุง ุทูŽุงู‚ูŽุฉูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุจูู‡ู ูˆูŽุงุนู’ูู ุนูŽู†ู‘ูŽุง ูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ู…ูŽูˆู’ู„ูŽุงู†ูŽุง ููŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

 

37| DOA AGAR HATI SENANTIASA ISTIQOMAH DALAM KEBENARAN
Qs. Ali Imran (3): 8

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูุฒูุบู’ ู‚ูู„ููˆุจูŽู†ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุฅูุฐู’ ู‡ูŽุฏูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู‹ ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ูˆูŽู‡ู‘ูŽุงุจู

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.

 

38| DOA PENGINGAT AKAN HARI BERKUMPUL DI AKHIRAT NANTI
Qs. Ali Imran (3): 9

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฌูŽุงู…ูุนู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณู ู„ููŠูŽูˆู’ู…ู ู„ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุจูŽ ูููŠู‡ู ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ู„ูŽุง ูŠูุฎู’ู„ููู ุงู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏูŽ

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

 

39| DOA MINTA AMPUNAN DAN TERHINDAR DARI API NERAKA
Qs. Ali Imran (3): 16

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู†ูŽุง ุขูŽู…ูŽู†ู‘ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”

 

40| DOA MINTA DICATAT SEBAGAI SAKSI KEBENARAN NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM
Qs. Ali Imran (3): 53

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขูŽู…ูŽู†ู‘ูŽุง ุจูู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ุชูŽ ูˆูŽุงุชู‘ูŽุจูŽุนู’ู†ูŽุง ุงู„ุฑู‘ูŽุณููˆู„ูŽ ููŽุงูƒู’ุชูุจู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah)”.

 

41| DOA PARA MUJAHIDIN
Qs. Ali Imran (3): 147

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูุณู’ุฑูŽุงููŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ูŽุง ูˆูŽุซูŽุจู‘ูุชู’ ุฃูŽู‚ู’ุฏูŽุงู…ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

 

42| DOA MELIHAT HEBATNYA CIPTAAN ALLAH
Qs. Ali Imran (3): 191

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฎูŽู„ูŽู‚ู’ุชูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุจูŽุงุทูู„ู‹ุง ุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽูƒูŽ ููŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู

Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka

 

43| DOA PERNYATAAN BAHWA MASUK NERAKA ITULAH ORANG YANG HINA
Qs. Ali Imran (3): 192

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู…ูŽู†ู’ ุชูุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฎู’ุฒูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ุตูŽุงุฑู

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun.

 

44| DOA PERNYATAAN KEIMANAN
Qs. Ali Imran (3): 193

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽู†ูŽุง ุณูŽู…ูุนู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽุงุฏููŠู‹ุง ูŠูู†ูŽุงุฏููŠ ู„ูู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ุฃูŽู†ู’ ุขูŽู…ูู†ููˆุง ุจูุฑูŽุจู‘ููƒูู…ู’ ููŽุขูŽู…ูŽู†ู‘ูŽุง

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman.

 

45| DOA MINTA AMPUNAN DOSA, DIHAPUS KESALAHAN, DIWAFATKAN BERSAMA ORANG BERBAKTI
Qs. Ali Imran (3): 193

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฐูู†ููˆุจูŽู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽูู‘ูุฑู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽุงุชูู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุฑูŽุงุฑู

Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.

 

46| DOA MINTA ALLAH MEMENUHI JANJI-NYA KEPADA KITA DAN AGAR ALLAH JANGAN HINAKAN KITA
Qs. Ali Imran (3): 194

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุขูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏู’ุชูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ุฑูุณูู„ููƒูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุฎู’ุฒูู†ูŽุง ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ู„ูŽุง ุชูุฎู’ู„ููู ุงู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏูŽ

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji”.

47| DOA SAAT TERZALIMI OLEH ORANG KAFIR
Qs. Al Nisa (4): 75

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฃูŽุฎู’ุฑูุฌู’ู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ู’ู‚ูŽุฑู’ูŠูŽุฉู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ู ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ูˆูŽู„ููŠู‘ู‹ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ู„ูŽุฏูู†ู’ูƒูŽ ู†ูŽุตููŠุฑู‹ุง

Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.

 

48| DOA MINTA DICATAT SEBAGAI SAKSI KEBENARAN NABI MUHAMMAD SHALALLAHU ALAIHI WASSALAM
Qs. Al Maidah (5): 83

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขูŽู…ูŽู†ู‘ูŽุง ููŽุงูƒู’ุชูุจู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุงู‡ูุฏููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).

 

49| DOA TOBAT
Qs. Al Aโ€™raf (7): 23

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุธูŽู„ูŽู…ู’ู†ูŽุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ุชูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุชูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ู„ูŽู†ูŽูƒููˆู†ูŽู†ู‘ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุงุณูุฑููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.

 

50| DOA MINTA KEPUTUSAN YANG BENAR TERHADAP ORANG KAFIR
Qs. Al Aโ€™rof (7): 89

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงูู’ุชูŽุญู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูŽูˆู’ู…ูู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ู’ููŽุงุชูุญููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

 

51| DOA MINTA SABAR DAN WAFAT SEBAGAI MUSLIM
Qs. Al Aโ€™rof (7): 126

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฃูŽูู’ุฑูุบู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุตูŽุจู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุชูŽูˆูŽูู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)”.

 

52| DOA AGAR TIDAK MENJADI SASARAN FITNAH ORANG ZALIM DAN SELAMAT DARI ORANG KAFIR
Qs. Yunus (10): 85 โ€“ 86

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ููุชู’ู†ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุธู‘ูŽุงู„ูู…ููŠู†ูŽ โ€ช.โ€ฌ ูˆูŽู†ูŽุฌู‘ูู†ูŽุง ุจูุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ู ุงู„ู’ูƒูŽุงููุฑููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim, dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir”.

 

53| DOA PERNYATAAN BAHWA ALLAH TAHU SEGALANYA
Qs. Ibrahim (14): 38

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุชูŽุนู’ู„ูŽู…ู ู…ูŽุง ู†ูุฎู’ูููŠ ูˆูŽู…ูŽุง ู†ูุนู’ู„ูู†ู ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ููŽู‰ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ู’ ุดูŽูŠู’ุกู ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฑู’ุถู ูˆูŽู„ูŽุง ูููŠ ุงู„ุณู‘ูŽู…ูŽุงุกู

Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.

 

54| DOA AMPUNAN UNTUK DIRI DAN KEDUA ORANG TUA DAN ORANG-ORANG BERIMAN
Qs. Ibrahim (14): 41

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ูˆูŽู„ููˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠู‘ูŽ ูˆูŽู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ูŠูŽู‚ููˆู…ู ุงู„ู’ุญูุณูŽุงุจู

Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat)”.

 

55| DOA MINTA AMPUNAN DAN RAHMAT ALLAH
Qs. Al Muโ€™minun (23): 109

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุขูŽู…ูŽู†ู‘ูŽุง ููŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุงุฑู’ุญูŽู…ู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุงุญูู…ููŠู†ูŽ

Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.

 

56| DOA MINTA DIHINDARKAN DARI API NERAKA JAHANNAM
Qs. Al Furqon (25): 65 โ€“ 66

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุตู’ุฑููู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุนูŽุฐูŽุงุจูŽู‡ูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุบูŽุฑูŽุงู…ู‹ุง โ€ช.โ€ฌ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุณูŽุงุกูŽุชู’ ู…ูุณู’ุชูŽู‚ูŽุฑู‘ู‹ุง ูˆูŽู…ูู‚ูŽุงู…ู‹ุง

Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal”. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.

 

57| DOA MINTA ISTERI (PASANGAN) DAN ANAK YANG MENYENANGKAN HATI
Qs. Al Furqon (25): 74

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู‡ูŽุจู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑู‘ููŠู‘ูŽุงุชูู†ูŽุง ู‚ูุฑู‘ูŽุฉูŽ ุฃูŽุนู’ูŠูู†ู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู„ูู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ ุฅูู…ูŽุงู…ู‹ุง

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

 

58| DOA AMPUNAN UNTUK DIRI DAN SAUDARA SESAMA MUSLIM
Qs. Al Hasyer (59): 10

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูˆูŽู„ูุฅูุฎู’ูˆูŽุงู†ูู†ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุณูŽุจูŽู‚ููˆู†ูŽุง ุจูุงู„ู’ุฅููŠู…ูŽุงู†ู ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ุบูู„ู‘ู‹ุง ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขูŽู…ูŽู†ููˆุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฑูŽุกููˆููŒ ุฑูŽุญููŠู…ูŒ

Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”

 

59| DOA TAWAKKAL DAN TOBAT
Qs. Al Mumtahanah (60): 4

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุชูŽูˆูŽูƒู‘ูŽู„ู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุฃูŽู†ูŽุจู’ู†ูŽุง ูˆูŽุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุตููŠุฑู

Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali”.

 

60| DOA MINTA AMPUNAN DAN JANGAN DIJADIKAN SASARAN FITNAH ORANG KAFIR
Qs. Al Mumtahanah (60): 5

ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ููุชู’ู†ูŽุฉู‹ ู„ูู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูƒูŽููŽุฑููˆุง ูˆูŽุงุบู’ููุฑู’ ู„ูŽู†ูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽู†ูŽุง ุฅูู†ู‘ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฒููŠุฒู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู…ู

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.

 

61| MEMOHON AGAR SENANTIASA BERBUAT BAIK, MENINGGALKAN PERBUATAN BURUK DAN MENCINTAI ORANG MISKIN
HR. Tirmidzi No: 3157, dari Ibnu Abbas r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ููุนู’ู„ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑูŽุงุชู ูˆูŽุชูŽุฑู’ูƒูŽ ุงู„ู’ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑูŽุงุชู ูˆูŽุญูุจู‘ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู†ู

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar aku selalu melakukan kebaikan, meninggalkan kemunkaran dan mencintai orang miskin.

 

62| MEMOHON SUPAYA DIWAFATKAN DALAM KEADAAN TIDAK TERKENA FITNAH
HR. Tirmidzi No: 3157, dari Ibnu Abbas r.a.

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽุฑูŽุฏู’ุชูŽ ุจูุนูุจูŽุงุฏููƒูŽ ููุชู’ู†ูŽุฉู‹ ููŽุงู‚ู’ุจูุถู’ู†ููŠ ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ู…ูŽูู’ุชููˆู†ู

Dan apabila Engkau hendak memberikan fitnah kepada hamba-hamba-Mu, maka cabutlah nyawaku dalam keadaan tidak terkena fitnah.

 

63| MEMOHON AGAR SENANTIASA BERZIKIR, BERSYUKUR DAN BERIBADAH SEMAKIN BAGUS
HR. Abu Daud No: 1301, dari Muโ€™adz bin Jabal r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุนูู†ู‘ููŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฐููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุดููƒู’ุฑููƒูŽ ูˆูŽุญูุณู’ู†ู ุนูุจูŽุงุฏูŽุชููƒูŽ

Ya Allah, bantulah saya untuk senantiasa berzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu dan memperbagus ibadahku kepada-Mu

 

64| BERLINDUNG DARI AZAB JAHANNAM, AZAB KUBUR, FITNAH HIDUP DAN MATI DAN FITNAH DAJJAL
HR. Muslim No: 924, dari Abu Hurairah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุฌูŽู‡ูŽู†ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู ูˆูŽู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽุงุชู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุณููŠุญู ุงู„ุฏู‘ูŽุฌู‘ูŽุงู„ู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam dan dari azab kubur, dan dari fitnah hidup dan mati dan dari kejahatan fitnah al Masih Dajjal

 

65| MEMOHON KELUASAN RIZKI DI PENGHUJUNG HIDUP
HR. Hakim No: 1987, dari Aisyah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุฃูŽูˆู’ุณูŽุนูŽ ุฑูุฒู’ู‚ููƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู‘ูŽ ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูุจูŽุฑู ุณูู†ู‘ููŠ ูˆูŽุงู†ู’ู‚ูุทูŽุงุนู ุนูู…ู’ุฑููŠ

Ya Allah, jadikanlah rizkiku terluas adalah di saat usiaku tua dan berakhirnya usiaku

 

66| DOA MEMOHON CAHAYA โ€“ 1
HR. Bukhori No; 5841, dari Ibnu Abbas r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ูููŠ ู‚ูŽู„ู’ุจููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽูููŠ ุจูŽุตูŽุฑููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽูููŠ ุณูŽู…ู’ุนููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูŠูŽู…ููŠู†ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุนูŽู†ู’ ูŠูŽุณูŽุงุฑููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง

Ya Allah, jadikanlah cahaya di dalam hatiku, cahaya di mataku, cahaya di telingaku, cahaya di sebelah kananku dan cahaya di sebelah kiriku

 

67| DOA MEMOHON CAHAYA โ€“ 2
HR. Bukhori No; 5841, dari Ibnu Abbas r.a.

ูˆูŽููŽูˆู’ู‚ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุชูŽุญู’ุชููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุฃูŽู…ูŽุงู…ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุฎูŽู„ู’ูููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ู„ููŠ ู†ููˆุฑู‹ุง

Cahaya di atasku, cahaya di bawahku, cahaya di depanku, cahaya di belakangku, dan jadikanlah cahaya untukku

 

68| MEMOHON DIJAGA KEISLAMAN DAN DILINDUNGI DARI BAHAN TERTAWAAN MUSUH
HR. Hakim No: 1924, dari Abdullah bin Masโ€™ud r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุญู’ููŽุธู’ู†ููŠ ุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ู‚ูŽุงุฆูู…ู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุญู’ููŽุธู’ู†ููŠ ุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ู‚ูŽุงุนูุฏู‹ุงุŒ ูˆูŽุงุญู’ููŽุธู’ู†ููŠ ุจูุงู„ู’ุฅูุณู’ู„ูŽุงู…ู ุฑูŽุงู‚ูุฏู‹ุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุดู’ู…ูุชู’ ุจููŠ ุนูŽุฏููˆู‘ู‹ุง ุญูŽุงุณูุฏู‹ุงุŒ

Ya Allah, jagalah aku dengan Islam di saat berdiri, jagalah aku dengan Islam di saat duduk, dan jagalah aku dengan Islam di saat berbaring, dan janganlah aku dijadikan bahan tertawaan musuh yang dengki

 

69| MEMOHON SEGALA KEBAIKAN DAN BERLINDUNG DARI SEGALA KEBURUKAN
HR. Hakim No: 1924, dari Abdullah bin Masโ€™ud r.a.

ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู ุฎูŽุฒูŽุงุฆูู†ูู‡ู ุจููŠูŽุฏููƒูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุฑู‘ู ุฎูŽุฒูŽุงุฆูู†ูู‡ู ุจููŠูŽุฏููƒูŽ

Dan Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu segala kebaikan yang perbendarahaannya ada di tangan-Mu.. dan aku berlindung kepada-Mu dari segala keburukan yang perbendaraannya ada di tangan-Mu.

 

70| MEMOHON AGAR AIB TERTUTUP, AMAN DARI RASA TAKUT DAN HUTANG LUNAS
HR. Tabrani No: 3710, dari Khobbab al Khuzaโ€™iy r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุณู’ุชูุฑู’ ุนูŽูˆู’ุฑูŽุชููŠุŒ ูˆูŽุขู…ูู†ู’ ุฑูŽูˆู’ุนูŽุชููŠุŒ ูˆูŽุงู‚ู’ุถู ุนูŽู†ู‘ููŠ ุฏูŽูŠู’ู†ููŠ

Ya Allah, tutuplah aibku, berilah rasa aman dari ketakutanku, dan lunasilah hutangku

 

71| MEMOHON PERBAIKAN UNTUK AGAMA, DUNIA DAN AKHIRAT
HR. Muslim No: 4897, dari Abu Hurairah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ุฏููŠู†ููŠ ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ุฏูู†ู’ูŠูŽุงูŠูŽ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดููŠ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ููŠ ุขุฎูุฑูŽุชููŠ ุงู„ู‘ูŽุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏููŠ

Ya Allah, perbaikilah untukku agamaku yang merupakan pegangan hidupku, dan perbaikilah duniaku yang di sana aku hidup, dan perbaikilah akhiratku yang ke sana aku akan kembali.

 

72| MEMOHON AGAR TAMBAHAN UMUR ATAU KEMATIAN BERUJUNG DENGAN KEBAIKAN
HR. Muslim No: 4897, dari Abu Hurairah r.a.

ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ููŠ ูููŠ ูƒูู„ู‘ู ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ููŠ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽุฑู‘ู

Dan jadikanlah hidupku sebagai tambahan segala kebaikan untukku dan jadikanlah matiku istirahat bagiku dari segala macam keburukan.

 

73| MOHON AMPUNAN LENGKAP โ€“ 1
Hr. Bukhori No: 6398, dari Abu Musa Al Asyโ€™ari r.a.

ุฑูŽุจู‘ู ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฎูŽุทููŠุฆูŽุชููŠ ูˆูŽุฌูŽู‡ู’ู„ููŠุŒ ูˆูŽุฅูุณู’ุฑูŽุงูููŠ ูููŠ ุฃูŽู…ู’ุฑููŠ ูƒูู„ู‘ูู‡ูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุจูู‡ู ู…ูู†ู‘ููŠ

Ya Tuhanku, ampunilah bagiku ketersalahanku dan kebodohanku dan berlebihan aku dalam segala urusanku, dan apa yang Engkau lebih tahu dari aku

 

74| MOHON AMPUNAN LENGKAP โ€“ 2
Hr. Bukhori No: 6398, dari Abu Musa Al Asyโ€™ari r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงูŠูŽุŒ ูˆูŽุนูŽู…ู’ุฏููŠ ูˆูŽุฌูŽู‡ู’ู„ููŠ ูˆูŽู‡ูŽุฒู’ู„ููŠุŒ ูˆูŽูƒูู„ู‘ู ุฐูŽู„ููƒูŽ ุนูู†ู’ุฏููŠ

Ya Allah, berikanlah bagiku ampunan atas kesalahan-kesalahanku, kesengajaanku, kebodohanku dan candaku. Dan semua itu dari aku.

 

75| MOHON AMPUNAN LENGKAP โ€“ 3
Hr. Bukhori No: 6398, dari Abu Musa Al Asyโ€™ari r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ู…ูŽุง ู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ู’ุชู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฎู‘ูŽุฑู’ุชูุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุณู’ุฑูŽุฑู’ุชู ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู†ู’ุชูโ€ช โ€ฌุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู…ูู‚ูŽุฏู‘ูู…ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ู…ูุคูŽุฎู‘ูุฑูุŒ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽูŠู’ุกู ู‚ูŽุฏููŠุฑูŒ

Ya Allah, berilah bagiku ampunan atas apa yang telah aku lakukan dan apa yang aku abaikan, apa yang aku rahasiakan dan apa yang aku nyatakan … Engkau Yang Mendahulukan dan Engkaulah Yang Mengakhirkan. Dan Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.

 

76| MOHON AMPUNAN, RUMAH YANG LUAS, RIZKI YANG BERKAH
Hr. Tirmidzi No: 3500, dari Abu Hurairah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฐูŽู†ู’ุจููŠุŒ ูˆูŽูˆูŽุณู‘ูุนู’ ู„ููŠ ูููŠ ุฏูŽุงุฑููŠุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ููŠ ูููŠู…ูŽุง ุฑูŽุฒูŽู‚ู’ุชูŽู†ููŠ

Ya Allah, berilah bagiku ampunan untuk dosaku, luaskanlah untukku rumahku dan berikanlah keberkahan bagiku pada apa yang Engkau rizkikan kepadaku

 

77| MOHON AMPUNAN DAN AKHLAK YANG BAIK โ€“ 1
Hr. Tabrani No: 4442, dari Abu Ayyub r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ููŠ ุฎูŽุทูŽุงูŠูŽุงูŠูŽ ูˆูŽุฐูู†ููˆุจููŠ ูƒูู„ู‘ูู‡ูŽุงุŒ ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุนูŽุดู’ู†ููŠ ูˆูŽุงุฌู’ุจูุฑู’ู†ููŠ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ููŠ ู„ูุตูŽุงู„ูุญู ุงู„ู’ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฃูŽุฎู’ู„ูŽุงู‚ู

Ya Allah, berilah ampunan bagiku untuk kesalahan-kesalahanku dan dosa-dosaku semuanya… Ya Allah, dan berilah aku semangat, tutupilah aku dan tunjukilah aku kepada amal yang soleh dan akhlak yang soleh.

 

78| MOHON AMPUNAN DAN AKHLAK YANG BAIK – 2
Hr. Tabrani No: 4442, dari Abu Ayyub r.a.

ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู‡ู’ุฏููŠ ู„ูุตูŽุงู„ูุญูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุตู’ุฑููู ุนูŽู†ู‘ููŠ ุณูŽูŠู‘ูุฆูŽู‡ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

Sesungguhnya tidak ada yang sanggup menunjuki kepada amal dan akhlak yang baik, dan tidak pula memalingkan dari amal dan akhlak yang buruk, kecuali Engkau.

 

79| MOHON RASA TAKUT DAN KEPATUHAN KEPADA ALLAH
Hr. Tirmidzi No: 3502, dari Ibnu Umar r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุงู‚ู’ุณูู…ู’ ู„ูŽู†ูŽุง ู…ูู†ู’ ุฎูŽุดู’ูŠูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ูŠูŽุญููˆู„ู ุจูŽูŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ูˆูŽุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู…ูŽุนูŽุงุตููŠูƒูŽุŒ ูˆูŽู…ูู†ู’ ุทูŽุงุนูŽุชููƒูŽ ู…ูŽุง ุชูุจูŽู„ู‘ูุบูู†ูŽุง ุจูู‡ู ุฌูŽู†ู‘ูŽุชูŽูƒูŽ

Ya Allah, berilah bagian untuk kami berupa rasa takut kepada-Mu yang dapat menjadi penghalang antara kami dan antara berbuat durhaka kepada-Mu .. dan berilah bagian untuk kami berupa kepatuhan kepada-Mu yang dapat mengantarkan kami memasuki surga-Mu

 

80| MOHON KEYAKINAN DAN KESENANGAN FISIK
Hr. Tirmidzi No: 3502, dari Ibnu Umar r.a.

ูˆูŽู…ูู†ูŽ ุงู„ูŠูŽู‚ููŠู†ู ู…ูŽุง ุชูู‡ูŽูˆู‘ูู†ู ุจูู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูุตููŠุจูŽุงุชู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุงุŒ ูˆูŽู…ูŽุชู‘ูุนู’ู†ูŽุง ุจูุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ููˆู‘ูŽุชูู†ูŽุง ู…ูŽุง ุฃูŽุญู’ูŠูŽูŠู’ุชูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู‡ู ุงู„ูˆูŽุงุฑูุซูŽ ู…ูู†ู‘ูŽุง

dan bagian berupa keyakinan yang membuat kami merasa ringan menghadapi musibah-musibah dunia .. dan senangkanlah kami dengan apa yang kami dengar, apa yang kita lihat, dan kekuatan yang ada pada diri kami .. dan jadikanlah dia sebagai pewaris dari kami ..

 

81| MOHON PEMBALASAN DAN BANTUAN MENGHADAPI ORANG ZALIM
Hr. Tirmidzi No: 3502, dari Ibnu Umar r.a.

ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ ุซูŽุฃู’ุฑูŽู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุธูŽู„ูŽู…ูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ู†ูŽุง ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ุนูŽุงุฏูŽุงู†ูŽุง

dan jadikanlah tuntut balas kami terhadap orang yang berbuat zalim kepada kami dan bantulah kami menghadapi orang yang berbuat aniaya kepada kami

 

82| MOHON DIHINDARI DARI MUSIBAH AGAMA, DIHINDARI DARI GODAAN DUNIA, DAN DIHINDARI DARI PEMIMPIN YANG ZOLIM
Hr. Tirmidzi No: 3502, dari Ibnu Umar r.a.

ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู’ ู…ูุตููŠุจูŽุชูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฏููŠู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ุฏู‘ูู†ู’ูŠูŽุง ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูŽ ู‡ูŽู…ู‘ูู†ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ู…ูŽุจู’ู„ูŽุบูŽ ุนูู„ู’ู…ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูุณูŽู„ู‘ูุทู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู†ูŽุง

Dan janganlah Engkau jadikan musibah kami menimpa agama kami, dan janganlah Engkau jadikan dunia sebagai keinginan terbesar kami dan puncak ilmu pengetahuan kami, dan janganlah Engkau tunjuk untuk kami pemimpin yang tidak sayang kepada kami

 

83| MOHON PETUNJUK, KETAKWAAN, KEBERSIHAN DAN KEKAYAAN
Hr. Muslim No: 4898, dari Abdullah bin Masโ€™ud r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ู‡ูุฏูŽู‰ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูู‚ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ู’ุนูŽููŽุงููŽ ูˆูŽุงู„ู’ุบูู†ูŽู‰

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, kebersihan dan kekayaan

 

84| MOHON KEBAIKAN DAN BERLINDUNG DARI KEBURUKAN โ€“ 1
Hr. Ibnu Majah No: 3836, dari Aisyah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ุนูŽุงุฌูู„ูู‡ู ูˆูŽุขุฌูู„ูู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู’ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดู‘ูŽุฑู‘ู ูƒูู„ู‘ูู‡ู ุนูŽุงุฌูู„ูู‡ู ูˆูŽุขุฌูู„ูู‡ู ู…ูŽุง ุนูŽู„ูู…ู’ุชู ู…ูู†ู’ู‡ู ูˆูŽู…ูŽุง ู„ูŽู…ู’ ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู’

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan, semuanya, baik yang cepat ataupun yang lambat, yang aku tahu ataupun yang aku tidak tahu. Dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan semuanya, baik yang cepat ataupun yang lambat, yang aku tahu dan yang aku tidak tahu

 

85| MOHON KEBAIKAN DAN BERLINDUNG DARI KEBURUKAN โ€“ 2
Hr. Ibnu Majah No: 3836, dari Aisyah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุณูŽุฃูŽู„ูŽูƒูŽ ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุดูŽุฑู‘ู ู…ูŽุง ุนูŽุงุฐูŽ ุจูู‡ู ุนูŽุจู’ุฏููƒูŽ ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ููƒูŽ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan yang dipintakan oleh hamba dan Nabi-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang berlindung daripadanya hamba dan Nabi-Mu.

 

86| MOHON SURGA DANย BERLINDUNG DARI APA NERAKA
Hr. Ibnu Majah No: 3836, dari Aisyah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุงู„ู’ุฌูŽู†ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู…ูŽู„ู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽุงุฑู ูˆูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฃูŽูˆู’ ุนูŽู…ูŽู„ู

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu surga dan apa saja yang dapat mendekatkan ke sana, baik berupa ucapan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari neraka, dan apa pun yang mendekatkan ke sana, baik berupa ucapan ataupun perubatan.

 

87| MOHON SEGALA TAQDIR ALLAH BERUJUNG DENGAN KEBAIKAN
Hr. Ibnu Majah No: 3836, dari Aisyah r.a.

ูˆูŽุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุฌู’ุนูŽู„ูŽ ูƒูู„ู‘ูŽ ู‚ูŽุถูŽุงุกู ู‚ูŽุถูŽูŠู’ุชูŽู‡ู ู„ููŠ ุฎูŽูŠู’ุฑู‹ุง

Dan aku mohon kepada-Mu segala keputusan yang telah Engkau tetapkan untuk-ku selalu mengandung kebaikan.

 

88| MOHON KARUNIA DAN RAHMAT ALLAH
Hr. Tabrani No: 10401, dari Abdullah bin Masโ€™ud r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุณู’ุฃูŽู„ููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููŽุถู’ู„ููƒูŽ ูˆูŽุฑูŽุญู’ู…ูŽุชููƒูŽุ› ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู„ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู„ููƒูู‡ูŽุง ุฅูู„ู‘ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu karunia dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memiliki keduanya, kecuali Engkau.

 

89| BERLINDUNG KECELAKAAN YANG BURUK DAN MASA TUA BANGKA
Hr. Abu Daud No: 1328, dari Abul Yasar r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‡ูŽุฏู’ู…ู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุชู‘ูŽุฑูŽุฏู‘ููŠ ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุบูŽุฑูŽู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุฑูŽู‚ู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa retuntuhan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari ketinggian. Dan Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam, terbakar dan masa tua bangka.

 

90| BERLINDUNG DARI KEMATIAN YANG BURUK
Hr. Abu Daud No: 1328, dari Abul Yasar r.a.

ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุชูŽุฎูŽุจู‘ูŽุทูŽู†ููŠ ุงู„ุดู‘ูŽูŠู’ุทูŽุงู†ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ ูููŠ ุณูŽุจููŠู„ููƒูŽ ู…ูุฏู’ุจูุฑู‹ุง ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ ู„ูŽุฏููŠุบู‹ุง

Dan aku berlindung kepada-Mu dari dikuasai setan di saat kematian .. dan aku berlindung kepada-Mu dari kematianku berpaling dari jalan-Mu .. dan aku berlindung kepada-Mu dari kematian karena tesengat binatang buas

 

91| BERLINDUNG DARI BERBAGAI PENYAKIT BURUK
Hr. Abu Daud No: 1329, dari Anas bin Malik r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุตู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ููˆู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุฐูŽุงู…ู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุณูŽูŠู‘ูุฆู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ู‚ูŽุงู…ู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari penyakit sopak, gila, lepra, dan segala macam penyakit yang buruk.

 

92| BERLINDUNG DARI LAPAR DAN KHIANAT
Hr. Abu Daud No: 1323, dari Abu Hurairah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌููˆุนู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ุจูุฆู’ุณูŽ ุงู„ุถู‘ูŽุฌููŠุนู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฎููŠูŽุงู†ูŽุฉู ููŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ูŽุง ุจูุฆู’ุณูŽุชู ุงู„ู’ุจูุทูŽุงู†ูŽุฉู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelaparan, karena dia adalah teman tidur yang paling buruk, dan aku berlindung kepada-Mu dari khianat, karena dia adalah teman dekat yang paling buruk.

 

93| BERLINDUNG DARI LEMAH, MALAS, PENGECUT, TUA BANGKA, FITNAH HIDUP DAN MATI, DAN AZAB KUBUR
Hr. Bukhori No: 2611, dari Anas bin Malik r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ููุชู’ู†ูŽุฉู ุงู„ู’ู…ูŽุญู’ูŠูŽุง ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽู…ูŽุงุชู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut dan tua bangka. Dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah hidup dan mati. Dan aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur.

 

94| BERLINDUNG DARI:
LEMAH, MALAS, PENGECUT, KIKIR, TUA BANGKA, KERAS HATI, LALAI, KEMELARATAN, KEHINAAN DAN KESENGSARAAN
Hr. Hakim No: 1944, dari Anas bin Malik r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฎู’ู„ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูŽุณู’ูˆูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุบูŽูู’ู„ูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุนููŠู„ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูู„ู‘ูŽุฉูŽ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูŽุณู’ูƒูŽู†ูŽุฉูŽ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, pengecut, kekikiran, tua bangka, hati yang keras, hati yang lalai, kemelaratan, kehinaan dan kesengsaraan.

 

95| BERLINDUNG DARI:
KEFAKIRAN, KEKUFURAN, KEFASIKAN, PERPECAHAN, KEMUNAFIKAN, SUMโ€™AH DAN RIYA
Hr. Hakim No: 1944, dari Anas bin Malik r.a.

ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ูƒููู’ุฑูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ููุณููˆู‚ูุŒ ูˆูŽุงู„ุดู‘ูู‚ูŽุงู‚ูุŒ ูˆูŽุงู„ู†ู‘ูููŽุงู‚ู ูˆูŽุงู„ุณู‘ูู…ู’ุนูŽุฉูุŒ ูˆูŽุงู„ุฑู‘ููŠูŽุงุกู

Dan aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, perpecahan, kemunafikan, sumโ€™ah dan riya.

 

96| BERLINDUNG DARI:
TULI, BISU, GILA, LEPRA, SOPAK DAN PENYAKIT-PENYAKIT BURUK LAINNYA
Hr. Hakim No: 1944, dari Anas bin Malik r.a.

ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽู…ูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽูƒูŽู…ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูู†ููˆู†ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุฐูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุตูุŒ ูˆูŽุณูŽูŠู‘ูุฆู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ู‚ูŽุงู…ู

Dan aku berlindung kepada-Mu dari tuli, bisu, gila, lepra, sopak dan penyakit-penyakit buruk lainnya.

 

97| BERLINDUNG DARI:
KELEMAHAN, KEMALASAN, KETAKUTAN, KEKIKIRAN, MASA TUA YANG HINA DAN AZAB KUBUR

Hr. Muslim: 4899, dari Zaid bin Arqom r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุนูŽุฌู’ุฒู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูŽุณูŽู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฌูุจู’ู†ู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฎู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ู‡ูŽุฑูŽู…ู ูˆูŽุนูŽุฐูŽุงุจู ุงู„ู’ู‚ูŽุจู’ุฑู

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, ketakutan, kekikiran, masa tua yang hina dan azab kubur.

 

98| MEMOHON AGAR:
DIBERI HATI YANG TAKWA DAN SUCI
Hr. Muslim: 4899, dari Zaid bin Arqom r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุขุชู ู†ูŽูู’ุณููŠ ุชูŽู‚ู’ูˆูŽุงู‡ูŽุง ูˆูŽุฒูŽูƒู‘ูู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽู†ู’ ุฒูŽูƒู‘ูŽุงู‡ูŽุง ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ูˆูŽู„ููŠู‘ูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽูˆู’ู„ูŽุงู‡ูŽุง

Ya Allah berikanlah ke dalam jiwaku ketakwaannya. Dan sucikanlah dia. Engkau adalah yang terbaik yang mensucikan jiwa. Engkau adalah penolong dan pelindungnya.

 

99| BERLINDUNG DARI:
ILMU YANG TIDAK BERGUNA, HATI YANG TIDAK KHUSYUโ€™, NAFSU YANG TIDAK KENYANG DAN DOA YANG TIDAK DIKABULKAN
Hr. Muslim: 4899, dari Zaid bin Arqom r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุนูู„ู’ู…ู ู„ูŽุง ูŠูŽู†ู’ููŽุนู ูˆูŽู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจู ู„ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุดูŽุนู ูˆูŽู…ูู†ู’ ู†ูŽูู’ุณู ู„ูŽุง ุชูŽุดู’ุจูŽุนู ูˆูŽู…ูู†ู’ ุฏูŽุนู’ูˆูŽุฉู ู„ูŽุง ูŠูุณู’ุชูŽุฌูŽุงุจู ู„ูŽู‡ูŽุง

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuโ€™, dari nafsu yang tidak kenyang dan dari doa yang tidak dikabulkan.

 

100| BERLINDUNG DARI:
KEFAKIRAN, KEMISKINAN, KEHINAAN, MENZALIMI DAN DIZALIMI
ย 
Hr. Abu Daud: 1320, dari Abu Hurairah r.a.

ุงูŽู„ู„ู‘ูŽู‡ูู…ู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู‚ูู„ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฐู‘ูู„ู‘ูŽุฉู ูˆูŽุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุธู’ู„ูู…ูŽ ุฃูŽูˆู’ ุฃูุธู’ู„ูŽู…ูŽ

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kefakiran, kemiskinan dan kehinaan. Dan aku berlindung kepada-Mu dari menzalimi orang lain atau dizalimi orang lain.

 

 

 

๐ŸŒ‘Alhamdulillah… Telah terbit…!!!

๐Ÿ“š Buku DOA-DOA KITA jilid 1

Memuat 100 doa dari Al Qurโ€™an dan Al Hadis. Tebal 121 halaman. Teks Arab besar. Disertai rujukan doa, penulisan latin, terjemah, sedikit keterangan, dan kamus doa. Infaq 1 buku Rp.30.000.

Shalฤt Berjama’ah Bagian ke-3

 

? Ustadz Fauzan ST, MA
? Matan Abลซ Syujฤ’ | Kitฤb Shalฤt
? Kajian 53 | Shalฤt Berjama’ah Bagian ke-3
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H053
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู…ุง ุจุนุฏ

Para shahฤbat BiAS yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, kita lanjutkan halaqoh yang ke-53 dan kita masuk pada fasal tentang Shalฤt Berjama’ah Bagian ke-3
ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู:

Berkata penulis rahimahullฤh

((ูˆูŠุฌูˆุฒ ุฃู† ูŠุฃุชู… ุงู„ุญุฑ ุจุงู„ุนุจุฏ))

“Dan boleh bagi seorang yang merdeka mengikuti (menjadi makmum) dari seorang hamba sahaya (budak)”

Hal ini berdasarkan hadฤซts tentang ‘ฤ€isyah Radhiyallฤhu Ta’ฤla ‘anhฤ yang diriwayatkan oleh Imฤm Bukhฤri 1/140:

ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽุชู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉู: ยซูŠูŽุคูู…ูู‘ู‡ูŽุง ุนูŽุจู’ุฏูู‡ูŽุง ุฐูŽูƒู’ูˆูŽุงู†ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู…ูุตู’ุญูŽููยป

“Dan ‘ฤ€isyah Radhiyallฤhu Ta’ฤla ‘anhฤ, beliau diimami oleh hamba sahayanya (Dzakwan) dengan membaca mushaf”

โ‡›Dzakwan adalah budak ‘ฤ€isyah Radhiyallฤhu Ta’ฤla ‘anhฤ

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู:

Berkata penulis rahimahullฤh

((ูˆุงู„ุจุงู„ุบ ุจุงู„ู…ุฑุงู‡ู‚))

“Dan begitu pula boleh bagi seorang yang bฤligh menjadi makmum bagi anak kecil”

Disini adalah madzhab dari Syฤfi’iyah dan kita lihat bagaimana hukum anak kecil yang menjadi imam.

Pendapat pertama

โ‡› Bahwasanya tidak sah seorang Imฤm yang belum bฤligh didalam shalฤt yang wajib (Tidak sah hukumnya seorang anak kecil menjadi Imฤm dalam shalฤt yang wajib)

Namun dia diperbolehkan dalam shalฤt sunnah dengan syarat telah mencapai umur mumayyaz.

โ‡› Umur Mumayyaz adalah umur seorang anak kecil yang sudah bisa membedakan mana yang bermanfaat dan mana yang mudharat (berbahaya)

โ‡›Ini adalah pendapat mayoritas (jumhur) ulamฤ dari kalangan :

โˆš Hanafiyyah
โˆš Mฤlikiyyah
โˆš Hanฤbilah

Adapun hanafiyah, mereka tidak membolehkan secara mutlak baik dalam shalฤt wajib maupun shalฤt sunnah.

โ‡›Diantara alasannya adalah bahwasanya posisi Imฤm adalah posisi kesempurnaan, dan anak kecil yang belum bฤligh maka dia tidaklah sempurna.

Pendapat Kedua:

โ‡›Bolehnya seorang anak kecil yang mumayyaz (yang sudah tamyiz) menjadi Imฤm bagi orang yang bฤligh baik fardhu maupun sunnnah, namun yang lebih utama adalah seorang yang bฤligh yang menjadi Imฤm.

โ‡›Ini adalah pendapat Syฤfi’iyah karena mereka tidak mensyaratkan syarat bฤligh untuk seorang Imฤm.

Dalฤซl mereka diantaranya adalah hadฤซts Amr bin salamah,” bahwasanya beliau mengimami kaumnya dizaman Nabi Shallallฤhu ‘alayhi wa sallam dan beliau masih berumur enam atau tujuh tahun”.

Dan pendapat ini adalah pendapat yang rฤjih (lebih kuat).

Syaikh bin Bฤz, beliau menjawab pertanyaan dalam masalah ini:

ู„ุง ุจุฃุณ ุจุฅู…ุงู…ุฉ ุงู„ุตุจูŠ ุฅุฐุง ูƒุงู† ู‚ุฏ ุฃูƒู…ู„ ุณุจุน ุณู†ูŠู† ุฃูˆ ุฃูƒุซุฑ ูˆู‡ูˆ ูŠุญุณู† ุงู„ุตู„ุงุฉุ› ู„ุฃู†ู‡ ุซุจุช ุนู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู…ุง ูŠุฏู„ ุนู„ู‰ ุฐู„ูƒ ูˆู„ูƒู† ุงู„ุฃูุถู„ ุฃู† ูŠุฎุชุงุฑ ุงู„ุฃู‚ุฑุฃ ู…ู† ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ

“Tidak mengapa kata beliau, Imฤm nya seorang anak kecil apabila dia telah menyempurnakan umurnya tujuh tahun atau lebih dan dia bagus dalam shalฤtnya, kata beliau bahwasanya hal itu ada dalฤซlnya dari Nabi Shallallฤhu ‘alayhi wa sallam yang menunjukan tentang bolehnya hal tersebut, akan tetapi yang paling afdhal adalah memilih yang paling baik bacaannya dari jama’ah atau dari kalangan orang-orang yang besar atau bฤligh.

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู:

Berkata penulis rahimahullฤh :

((ูˆู„ุง ุชุตุญ ู‚ุฏูˆุฉ ุฑุฌู„ ุจุงู…ุฑุฃุฉ))

“Dan tidak sah shalฤt laki-laki yang mengikuti wanita”

โ–ชBagaimana hukum Imamah wanita atau hukum wanita menjadi Imฤm di dalam shalฤt โ–ช

Ada 2 (dua) keadaan :

โ‘ด Apabila wanita tersebut menjadi Imฤm bagi para wanita yang lainnya,
maka hal ini boleh dan sah.

Berdasarkan dalฤซl-dalฤซl yang ada dan juga berdasarkan atsar bahwasanya ‘ฤ€isyah Radhiyallฤhu Ta’ฤla ‘anhฤ, beliau menjadi Imฤm dari kalangan shahฤbiat yang lainnya.

โ‘ต Wanita menjadi Imฤm bagi jama’ah laki-laki atau jama’ah campuran yang disana ada laki-lakinya atau jama’ah laki-laki yang masih kanak-kanak. Maka ini hukumnya tidak sah.

Menurut pendapat seluruh ulamฤ baik dari kalangan terdahulu maupun yang terkini, atau yang sekarang ini, baik ulama besar maupun yang kecil.

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู:

Berkata penulis rahimahullฤh

((ูˆู„ุง ู‚ุงุฑุฆ ุจุฃู…ูŠ))

“Dan tidak sah seorang qฤri’ yang mengikuti shalฤt seorang yang ummi”
โˆš Qฤri’ disini (maksudnya) adalah orang yang baik dalam membaca surat Al Fฤtihah, karena Al Fฤtihah adalah termasuk rukun didalam shalฤt.

โˆš Ummi disini (maksudnya) adalah orang yang jelek bacaan Al Fฤtihahnya, baik dalam makhrajnya, panjang pendeknya, tasydidnya dll, yang dapat merubah makna kalimat.

Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ูŠูŽุคูู…ูู‘ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู…ูŽ ุฃูŽู‚ู’ุฑูŽุคูู‡ูู…ู’ ู„ููƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‡ู

“Hendaklah yang menjadi Imฤm bagi sekelompok kaum, adalah orang yang paling bagus bacaan Al Qurฤnnya”

(Hadฤซts Riwayat Imฤm Muslim 1/465)

Demikian, semoga bermanfaat.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
Waakhiru dakwah ana walhamdulillah
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
__________

 

shalat berjamaah 3

Shalฤt Berjama’ah (Bagian 2)

? BimbinganIslam.com
Jumโ€™at, 24 Dzulhijjah 1438 H / 15 September 2017 M
? Ustadz Fauzan ST, MA
? Matan Abลซ Syujฤ’ | Kitฤb Shalฤt
? Kajian 52 | Shalฤt Berjama’ah (Bagian 2)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H052
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

SHALAT BERJAMA’AH (BAGIAN 2)

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู…ุง ุจุนุฏ

Para shahฤbat BiAS yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, kita lanjutkan halaqoh yang ke 52 dan kita masuk pada fasal tentang Shalฤt Berjama’ah Bagian ke-2

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู:

Berkata penulis rahimahullฤh :

((ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู…ูŽุฃู’ู…ููˆู’ู…ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽู†ููˆู’ูŠูŽ ุงู„ุฌูŽู…ูŽุงุนูŽุฉ ุฏููˆู’ู†ูŽ ุงู„ุฅูู…ูŽุงู…))

“Dan wajib bagi ma’mum untuk berniat shalฤt berjama’ah, berbeda dengan imam (Imam tidak wajib).”

Disyaratkan bagi seorang makmum, sebelum shalฤt untuk melaksanakan shalฤt berjama’ah dan mengikuti imam, untuk meniatkan bahwasanya dia ingin shalฤt berjama’ah atau ingin mengikuti imam.

Dan tidak perlu kemudian diucapkan (dilafadzkan) cukup di dalam hati tatkala ada niat untuk shalฤt berjama’ah, maka itu sudah cukup.

Adapun bagi imam maka tidak disyaratkan niat untuk shalฤt berjama’ah, namun apabila mengetahui lebih utama apabila seorang imam berniat shalฤt berjama’ah agar mendapatkan keutamaannya.

Adapun untuk shalฤt jum’at dan shalฤt Eid’, maka disyaratkan bagi seorang imam untuk niat shalฤt berjama’ah.

Contoh misalnya, tatkala seorang sedang shalฤt kemudian tiba-tiba dibelakangnya ada ma’mum yang shalฤt mengikuti orang tersebut, sementara orang tersebut tidak menyadarinya bahwasanya ada yang mengikuti shalฤt nya, maka shalฤt mereka adalah sah karena ma’mum disyaratkan untuk niat shalฤt berjama’ah sementara imam tidak disyaratkan.

Artinya tatkala Imฤm tidak mengetahui dia menjadi Imฤm atau tidak ada niat untuk menjadi Imฤm akan tetapi kemudian posisi dia ternyata sebagai Imฤm maka ini hukumnya sah.

Ada beberapa poin penting

โ–ชHukum niat ma’mum yang berbeda dengan niat Imฤmโ–ช

Apa hukum niat ma’mum yang berbeda niat dengan Imฤm ?

โ‡›Masalah ini dijawab secara ringkas oleh Syaikh Bin Bฤz.

Kata beliau :

ุงู„ุตูˆุงุจ ุฃู†ู‡ุง ุตุญูŠุญุฉุ› ู„ุฃู† ุงู„ุฑุณูˆู„ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุตู„ู‰ ููŠ ุงู„ุฎูˆู ุจุจุนุถ ุงู„ู…ุณู„ู…ูŠู† ุฑูƒุนุชูŠู† ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฎูˆูุŒ ุซู… ุตู„ู‰ ุจุงู„ุทุงุฆูุฉ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ ุฑูƒุนุชูŠู†ุŒ ูุตุงุฑุช ุงู„ุฃูˆู„ู‰ ู„ู‡ ูุฑูŠุถุฉุŒ ูˆุงู„ุซุงู†ูŠุฉ ู„ู‡ ู†ุงูู„ุฉ ูˆู‡ู… ู„ู‡ู… ูุฑูŠุถุฉุŒ ูˆูƒุงู† ู…ุนุงุฐ -ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡- ูŠุตู„ูŠ ู…ุน ุงู„ู†ุจูŠ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ููŠ ุงู„ุนุดุงุก ุตู„ุงุฉ ุงู„ูุฑูŠุถุฉุŒ ุซู… ูŠุฑุฌุน ูˆูŠุตู„ูŠ ุจู‚ูˆู…ู‡ ุตู„ุงุฉ ุงู„ุนุดุงุก ู†ุงูู„ุฉู‹ ู„ู‡ ูˆู‡ูŠ ู„ู‡ู… ูุฑุถุŒ ูุฏู„ ุฐู„ูƒ ุนู„ู‰ ุฃู†ู‡ ู„ุง ุญุฑุฌ ููŠ ุงุฎุชู„ุงู ุงู„ู†ูŠุฉุŒ ูˆู‡ูƒุฐุง ู„ูˆ ุฃู† ุฅู†ุณุงู† ุฌุงุก ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌุฏ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ุนุตุฑ, ูˆู‡ูˆ ู„ู… ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุธู‡ุฑ, ูุฅู†ู‡ ูŠุตู„ูŠ ู…ุนู‡ู… ุงู„ุนุตุฑ ุจู†ูŠุฉ ุงู„ุธู‡ุฑ ูˆู„ุง ุญุฑุฌ ุนู„ูŠู‡ ููŠ ุฃุตุญ ู‚ูˆู„ูŠ ุงู„ุนู„ู…ุงุก, ุซู… ูŠุตู„ูŠ ุงู„ุนุตุฑ ุจุนุฏ ุฐู„ูƒ. ุฌุฒุงูƒู… ุงู„ู„ู‡ ุฎูŠุฑุงู‹

” Yang benar yang shahฤซh dalam masalah ini bahwasanya shalฤt tersebut (berbeda niat antara Imฤm dan ma’mum) adalah sah.”

Beliau berdalฤซl dengan shalฤt khauf dan kisah shalฤtnya Mu’ฤdz bin Jabbal, manakala beliau (Mu’ฤdz bin Jabbal) shalฤt Isya’fardhu bersama Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam, kemudian beliau pulang untuk mengimami kaumnya dan posisi shalฤt beliau adalah posisi shalฤt sunnah sementara kaumnya posisinya shalฤt fardhu.

Maka berbeda niat ini diperbolehkan

Ada beberapa pembahasan seputar niat Imฤm dan niat ma’mum, yang secara ringkasnya sebagai berikut:

ยท Yang Pertama | Terkait dengan jenis shalฤt

Secara ringkas ada beberapa keadaan:

1. Ma’mum shalฤt wajib dibelakang Imฤm shalฤt wajib maka hukumnya boleh.
2. Ma’mum shalฤt sunnah dibelakang Imฤm yang shalฤt sunnah maka hukumnya boleh.
3. Ma’mum shalฤt sunnah dibelakang Imฤm yang shalฤt wajib, maka hukumnya boleh.
4. Ma’mum shalฤt wajib dan Imฤm shalฤt sunnah, disini para ulama berbeda pendapat apakah sah ataukah tidak sah?

โ‡›Yang shahฤซh dan rฤjih sebagaiamana yang disampaikan Syaikh Utsaimin, maka boleh tidak mengapa dan sah shalฤtnya.

Dalฤซlnya berdasarkan kisah Mu’ฤdz bin Jabbal yang shalฤt wajib bersama Rasลซlullฤh,kemudian beliau pulang lalu shalฤt sunnah dan beliau mengimami kaumnya.

ยท Yang Kedua | Terkait dengan bilangan shalฤt

Ringkasan keadaannya sebagai berikut :

โ‘ด Apabila ma’mum shalฤt dengan Imฤm yang bilangan raka’atnya lebih sedikit.

โ‡› Misalnya : Seorang ma’mum shalฤt ashar (karena qadha’ atau tertidur atau lupa atau sebab lainnya) sedangkan Imฤm shalฤt maghrib, maka ma’mum harus 4 (empat) raka’at , Imฤm 3 (tiga) raka’at (Imฤm lebih sedikit), maka tatkala Imฤm selesai salam, maka ma’mum harus menyempurnakan shalฤt menjadi 4 (empat) raka’at setelah Imฤm selesai.

โ‘ต Apabila ma’mum shalฤt dengan raka’at yang sama dengan Imฤm, maka (jelas) ma’mum menyempurnakan shalฤtnya.

โ‡› Misalnya : Ma’mum shalฤt dhuhur dan Imฤm shalฤt ashar (sama-sama 4 raka’at)

โ‘ถ Apabila ma’mum shalฤt dengan bilangan raka’at yang lebih sedikit dari Imฤm.

โ‡›Misalnya : Ma’mum shalฤt maghrib 3 raka’at dan Imฤm shalฤt isya’ 4 raka’at .

Dan disebutkan oleh Syaikh Utsaimin beberapa keadaan:

โˆš Apabila Imฤm berada di raka’at ke-3 (tiga) dan ma’mum mulai shalฤt raka’at ke-3 (tiga) dan ke-4 (empat) bersama Imฤm, artinya ma’mum masbuk pada raka’at ke-3 (tiga), maka tatkala Imฤm salam, dia (ma’mum) tinggal menyempurnakan raka’at yang kurang (masih kurang 1 (satu) raka’at lagi).

โˆš Apabila ma’mum masuk bersama Imฤm di raka’at ke-2 (dua), maka ma’mum ikut salam bersama Imฤm, tatkala Imฤm salam maka ma’mum pun salam (karena dia sudah selesai yaitu Maghrib 3 (tiga) raka’at dan Imฤm sudah selesai 4 (empat) raka’at dan selesai bersama-sama.

โˆš Apabila ma’mum masuk bersama Imฤm di raka’at pertama, maka pada raka’at yang ke-3 (tiga), apa yang dilakukan ?

Disebutkan ma’mum duduk tasyahud dan menunggu Imฤm yang bangkit ke raka’at ke-4 (empat) dan tatkala Imฤm sudah sampai di raka’at ke-4 dan kemudian tasyahud maka ma’mum pun salam bersama Imฤm.

Ada sebagian yang mengatakan bahwa lebih baik ma’mum ini menunggu dalam keadaan sujud, artinya dia sujud sampai Imฤm sujud, kemudian mengikuti gerakan Imฤm sampai salamnya (salam bersama Imฤm)

Menurut Syaikh Utsaimin ini adalah pendapat yang rฤjih dalam masalah ini, sebagaimana yang beliau nukilkan dari pendapat Syaikhul Islฤm Ibnu Taymiyyah rahimahullฤh.

Demikian semoga bermanfaat.

ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†

shalat berjamaah 2

SHALฤ€T BERJAMA’AH (BAGIAN 1)

? BimbinganIslam.com
Kamis, 23 Dzulhijjah 1438 H / 14 September 2017 M
? Ustadz Fauzan ST, MA
? Matan Abลซ Syujฤ’ | Kitฤb Shalฤt
? Kajian 51 | Shalฤt Berjama’ah (Bagian 1)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H051
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

SHALฤ€T BERJAMA’AH (BAGIAN 1)

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุฃู…ุง ุจุนุฏ

Para shahฤbat BiAS yang dirahmati Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Kita lanjutkan halaqah yang ke-51, dan kita masuk pada fasal tentang “Shalฤt Berjama’ah”

ู‚ุงู„ ุงู„ู…ุตู†ู :

Berkata penulis rahimahullฤh

((ูˆุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุณู†ุฉ ู…ุคูƒุฏุฉ))

“Dan shalฤt berjamaah hukumnya adalah sunnah mu’akkadah”

โ‡›Disini pendapat dari sebagian Syฤfi’iyah tentang shalฤt berjama’ah bahwasanya hukumnya adalah sunnah mu’akkadah.

Dan kita lihat bahwasanya para ulamฤ telah ijma’ bahwa shalฤt berjama’ah hukumnya adalah disyariatkan dan memiliki keutamaan yang besar.

Namun para ulamฤ berselisih pendapat mengenai hukumnya.

โ‡›Imฤm An-Nawawi menyembutkan dalam Kitฤb Al Majmu’ bahwa para ulamฤ mahzhab Syฤfi’iyah sendiri mereka berselisih pendapat tentang hukum shalฤt berjama’ah bagi bagi seorang laki-laki.

ยท Pendapat pertama | Fardhu Kifayah
(Hukumnya wajib, namun apabila sebagian telah melaksanakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain).

Dalฤซl nya adalah, Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ุณู†ู† ุงู„ู†ุณุงุฆูŠ (2/ 106)
ยปู…ุง ู…ู† ุซู„ุงุซุฉ ููŠ ู‚ุฑูŠุฉ ูˆู„ุง ุจุฏูˆ ู„ุง ุชู‚ุงู… ููŠู‡ู… ุงู„ุตู„ุงุฉ ุฅู„ุง ู‚ุฏ ุงุณุชุญูˆุฐ ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุดูŠุทุงู†ุŒ ูุนู„ูŠูƒู… ุจุงู„ุฌู…ุงุนุฉุ› ูุฅู†ู…ุง ูŠุฃูƒู„ ุงู„ุฐุฆุจ ุงู„ู‚ุงุตูŠุฉ

“Apabila dalam sebuah kampung atau pedalaman ada tiga orang namun tidak menegakkan shalฤt berjama’ah maka mereka telah dikuasai syaithฤn, Maka wajib bagi kalian untuk berjama’ah, karena sesungguhnya serigala hanyalah memangsa kambing yang sendirian.”

(Hadฤซts riwayat Imฤm Nasฤi’, Abลซ Dฤwลซd dan Hakim)

โ‡›Dan kata beliau (Imฤm Nawawi) yang shahฤซh (Rฤjih) bahwasanya yang shahฤซh didalam mahzhab Syฤfi’ฤซ dan menjadi rujukan dalam Madzhab Syฤfi’ฤซ, adalah pendapat bahwa shalฤt berjama’ah hukumnya fardhu kifayah.

ยทPendapat Kedua | Sunnah muakkadah (Sunnah yang sangat ditekankan dan dianjurkan)

Dan ini juga disebutkan oleh sebagian para ulamฤ Syฤfi’iyah.

Berdasarkan dalฤซl hadฤซts yang diriwayatkan oleh Abลซ Hurairah Radhiyallฤhu ‘anhu,

ุงู„ู…ุฌู…ูˆุน ุดุฑุญ ุงู„ู…ู‡ุฐุจ (4/ 182)
ู„ู…ุง ุฑูˆู‰ ุฃุจูˆ ู‡ุฑูŠุฑุฉ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ุฅู† ุงู„ู†ุจูŠ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู… ู‚ุงู„ : ุตู„ุงุฉ ุงู„ุฌู…ุงุนุฉ ุงูุถู„ ู…ู† ุตู„ุงุฉ ุฃุญุฏูƒู… ูˆุญุฏู‡ ุจุฎู…ุณ ูˆุนุดุฑูŠู† ุฏุฑุฌุฉ

“Bahwasanya shalฤt berjama’ah utama dua puluh lima derajat daripada shalฤt kalian sendirian”

โ‡›Mereka mengatakan tatkala dibandingkan dengan sesuatu yang Sunnah maka hukum shalฤt berjama’ah adalah sunnah.

โ‡›Ini pendapat sebagian Syฤfi’iyah dan juga diantaranya pendapat penulis bahwa sunnah

ยท Pendapat ketiga | Fardhu ‘ain
(Wajib bagi setiap muslim laki-laki)

Ini juga adalah pendapat kalangan ulamฤ Syฤfi’iyah dan Hanฤbilah dan sebagian Hanafiyyah.

Dan juga dari para ulamฤ dari kalangan salaf dan pendapat ini dipilih oleh Imฤm Bukhฤri, Imฤm Ibnu Taimiyyah, begitu juga Syaikh Bin Baz dan Syaikh Utsaimin.

Dan ini adalah pendapat yang Wallฤhu a’lam lebih kuat dari sisi pendalฤซlannya dan juga lebih hati-hati.

Diantaranya adalah firman Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla :

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ูƒูู†ู’ุชูŽ ูููŠู‡ูู…ู’ ููŽุฃูŽู‚ูŽู…ู’ุชูŽ ู„ูŽู‡ูู…ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ููŽู„ู’ุชูŽู‚ูู…ู’ ุทูŽุงุฆูููŽุฉูŒ ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ู…ูŽุนูŽูƒูŽ

“Dan apabila kamu (Muhammad) berada ditengah-tengah mereka, maka tegakkan lah bersama mereka shalฤt (berjamaah), dan hendaknya sebagian kelompok yang shalฤt bersama engkau..”

(QS An Nisฤ’ : 102)

Ayat diatas bercerita tentang tata cara shalฤt berjama’ah dalam kondisi perang atau kondisi takut.

โ‡›Jika dalam kondisi perang saja, diwajibkan untuk shalฤt, maka tentunya dalam kondisi aman dan tenang maka lebih utama untuk diwajibkan hukumnya.

Kemudian dalam hadist yang diriwayatkan oleh Abลซ Hurairah Radhiyallฤhu ‘anhu beliau berkata,

ุนู† ุฃุจูŠ ู‡ูุฑูŽูŠุฑูŽุฉูŽ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ุŒ ู‚ุงู„: )) ุฃุชูŽู‰ ุงู„ู†ุจูŠูŽู‘ ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฑุฌู„ูŒ ุฃุนู…ู‰ุŒ ูู‚ุงู„: ูŠุง ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ุŒ ุฅู†ูŽู‘ู‡ ู„ูŠุณ ู„ูŠ ู‚ุงุฆุฏูŒ ูŠู‚ูˆุฏู†ูŠ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุฌูุฏูุŒ ูุณุฃู„ูŽ ุฑุณูˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ูŽู‘ู…ูŽ ุฃู† ูŠุฑุฎูู‘ุตูŽ ู„ู‡ุŒ ููŠูุตู„ูู‘ูŠูŽ ููŠ ุจูŠุชูู‡ุŒ ูุฑุฎูŽู‘ุต ู„ู‡ุŒ ูู„ู…ูŽู‘ุง ูˆู„ูŽู‘ู‰ ุฏุนุงู‡ุŒ ูู‚ุงู„: ู‡ู„ู’ ุชูŽุณู…ุนู ุงู„ู†ูู‘ุฏุงุกูŽ ุจุงู„ุตูŽู‘ู„ุงุฉูุŸ ู‚ุงู„: ู†ุนูŽู…ุŒ ู‚ุงู„: ูุฃุฌูุจู’ (( ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…

“Ada seorang yang buta, yang datang kepada Nabi Shallallฤhu ‘alayhi wa sallam kemudian dia berkata, ” Wahai Rasลซlullฤh, saya tidak punya seorang yang bisa menuntun saya masjid”, maka diapun meminta kepada Nabi Shallallฤhu ‘alayhi wa sallam agar memberikan rukhsah (keringanan) kepadanya sehingga dia bisa shalฤt dirumahnya. Kemudian Nabipun memberikan keringanan kepadanya (orang buta tersebut) tatkal orang tersebut beranjak pergi, maka kemudian Nabi pun memanggilnya dan bersabda ” Apakah kamu mendengar adzan untuk shalฤt ?” Orang buta itu pun menjawab : “Ya”, maka Rasลซlullฤh pun bersabda: ” Maka jawablah atau datangilah (itu hukumnya wajib)”

(Hadฤซts riwayat Imฤm Muslim)

โ‡›Dalฤซl diatas menunjukkan bahwa hukum shalฤt berjama’ah dimasjid adalah wajib, bahkan bagi orang yang buta yang dia mendengar adzan.

Maka tentunya bagi selainnya orang buta tersebut (orang yang sehat) maka hukumnya lebih wajib.

Demikian, semoga bermanfaat.
ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ุฃุฌู…ุนูŠู†
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡

__________

Tanda-Tanda Orang Munฤfik (Bagian 3)

? BimbinganIslam.com
Jumโ€™at, 09 Muharam 1439 H / 29 September 2017 M
? Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
? Kitฤbul Jฤmi’ | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
? Hadits 06| Tanda-Tanda Orang Munฤfik (Bagian 3)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H06-3
~~~~~~~

TANDA-TANDA ORANG MUNAFIK (BAGIAN 3)
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

Ikhwฤn dan akhwฤt, kita masih melanjutkan hadits yang ke-6 bagian ke-3.

Kita melanjutkan sifat-sifat nifaq ‘amali (nifaq kecil) dan kita masuk pada sifat yang ke-2.
?Yang kedua | Kalau dia berjanji maka dia menyelisihi.

Kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:

ูˆุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽ

“Kalau dia berjanji maka dia menyelisihi.”

Penyelisihan janji ada 3 model:

– Pertama, dia berjanji dan dalam niatnya dia tidak akan menepati janji tersebut.

Dan inilah yang merupakan sifat munafiq, kenapa?

Karena zhahirnya menyelisihi batinnya.

Dia berjanji akan melakukan demikian tapi di dalam hatinya, “Saya tidak akan melakukan.”

Ini jelas merupakan kemunafikan, ini adalah perbuatan yang sangat buruk.

– Adapun yang kedua, yaitu dia berjanji kemudian di dalam hatinya dia akan memenuhi janji, namun qodarallฤh, setelah itu dia tidak jadi (menyelisihi janji) karena ada udzur.

Maka ini sama sekali bukan sifat kemunafikan dan orang ini sama sekali tidak berdosa, kenapa?

Karena:
1. Dia sudah berniat untuk memenuhi janji.
2. Dia menyelisihi janji tersebut karena ada udzur.

– Ada lagi yang ketiga, seseorang berjanji dan dalam niatnya akan memenuhi janji tersebut, kemudian akhirnya dia tidak memenuhi janji tersebut namun tanpa udzur.

Apakah orang ini berdosa dan termasuk dalam sifat-sifat orang munafik?

Jawabannya, Wallฤhu A’lam bish Shawwab, ini tidak termasuk sifat orang munฤfik, karena tadi kita katakan bahwa: “Seluruh sifat-sifat nifaq ‘amali kembali kepada peneyelisihan zhahir dan batin.”

Dan ini zhahir dan batinnya sudah benar, dia berjanji dan dalam hatinya juga akan memenuhi, akan tetapi setelah itu tiba-tiba dia menyelisihi.

Dia tidak memenuhi janjinya tanpa ada uzdur sama sekali.

Apakah dia berdosa atau tidak maka ada khilaf di kalangan para ulama.

Jumhur ulama seperti madzhab 3 imam, yaitu Abu Hanifa, Syafi’i dan Imam Ahmad, bahwasannya orang ini tidak berdosa karena telah datang dalam suatu hadits Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุฌูู„ู ุฃูŽุฎูŽุงู‡ู – ูˆูŽู…ูู†ู’ ู†ููŠูŽู‘ุชูู‡ู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽูููŠูŽ ู„ูŽู‡ู – ููŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽูู ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฌูุฆู’ ู„ูู„ู’ู…ููŠุนูŽุงุฏู ููŽู„ุงูŽ ุฅูุซู’ู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู

“Kalau seseorang sudah berjanji kepada saudaranya, kemudian dia berniat untuk memenuhi janjinya, kemudian dia tidak memenuhi, maka dia tidak berdosa.”

(Hadits dha’if riwayat Abu Daud)

Ini adalah dalil jumhur bahwasannya orang ini tidak berdosa, namun hadits ini adalah hadits yang lemah (dha’if).

Oleh karenanya, kita katakan bahwa pendapat yang kuat adalah pendapat sebagian ulama dan pendapat sebagian salaf seperti: ‘Umar bin Abdul Aziz, Hasan Al Bashri dan Ishaq bin Rahuyah dan juga pendapat Zhahiriyyah, yaitu orang ini berdosa, kenapa?

Karena dia sudah berjanji dan kewajiban bagi dia adalah memenuhi janji.

Dia tidak berdosa kalau ada udzur tetapi kalau tidak ada udzur maka tidak boleh.

Dan dia bertasyabuh dengan orang-orang munafiq. Meskipun tidak kita katakan itu adalah sifat munafik, namun ada kemiripan dengan sifat orang munafik yang kalau berjanji diniatkan sejak awal untuk menyelisihinya.

Bedanya, niatnya adalah untuk memenuhi namun pada prakteknya dia tidak memenuhi. Maka ada kemiripan dengan orang munafik.

Maka hukumnya haram meskipun tidak sampai pada derajat kemunafikan.
?Yang ketiga | Kalau dia bersengketa maka dia berbuat kefajiran.

Kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุงุตูŽู…ูŽ ููŽุฌูŽุฑูŽ

“Kalau dia bersengketa maka dia berbuat kefajiran.”

Yaitu jika dia besengketa atau masuk dalam persidangan dengan saudaranya maka dia melakukan kefajiran (keluar dari jalan kebenaran), misalnya dengan mendatangkan bukti-bukti yang batil (tidak benar).

Ini adalah sifat kemunafikan.

Dia tahu bahwa bukti-bukti itu tidak benar. Atau melakukan pengakuan yang tidak benar.

Intinya, kalau dia bersengketa dia berusaha bagaimana lawan sengketanya itu kalah bahkan dengan perkara-perka yang dusta, yang tidak benar.

Maka inilah sifat orang munafik.
?Yang keempat | Kalau membuat kesepakatan maka dia menyelisihi.

Kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:

ูˆุฅูุฐูŽุง ุขุญูŽุฏูŽู‘ ุบูŽุฏุฑ

“Kalau dia sudah membuat kesepakatan bersama maka dia menyelisihi kesepakatan tersebut.”

Dan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla telah memerintahkan agar kita memenuhi kesepakatan kita. Allฤh berfirman:

ูˆูŽุฃูŽูˆู’ูููˆุง ุจูุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูŽู‡ู’ุฏูŽ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูŽุณู’ุฆููˆู„ู‹ุง

“Penuhilah kesepakatan (janji) karena sesรบngguhnya kesepakatan (perjanjian) tersebut akan dimintai pertanggungjawaban.”

(QS Al Isrฤ’: 34)

Kata Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla dalam firman yang lain:

ูˆูŽุฃูŽูˆู’ูููˆุง ุจูุนูŽู‡ู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุฅูุฐูŽุง ุนูŽุงู‡ูŽุฏู’ุชูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽู†ู’ู‚ูุถููˆุง ุงู„ู’ุฃูŽูŠู’ู…ูŽุงู†ูŽ ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุชูŽูˆู’ูƒููŠุฏูู‡ูŽุง

“Penuhilah janji kepada Allฤh kalau kalian sudah berjanji, dan janganlah kalian membatalkan janji setelah kalian menekankan janji tersebut.”

(QS An Nahl: 91)

Oleh karenanya dalam Shahihain, Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ู„ููƒูู„ูู‘ ุบูŽุงุฏูุฑู ู„ููˆูŽุงุกูŒ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูŽุฉู ูŠูุนู’ุฑูŽูู ุจูู‡ู ูŠูู‚ูŽุงู„ู ู‡ูŽุฐูู‡ู ุบูŽุฏู’ุฑูŽุฉู ููู„ุงูŽู†ู

“Setiap orang yang berkhianat (menyelisihi kesepakatan) akan diberikan bendera baginya pada hari kiamat untuk dipermalukan (dikenal) sehingga orang-orang akan mengenali (melihat bendera tersebut), maka dikakatakan, ‘Inilah pengkhianatan Si Fulan yang tidak menjalankan perjajian’.”

(HR Muslim 1736, Bukhari 6966)

Tentu bisa kita bayangakan, kalau terjadi perjajian antara seorang muslim dengan seorang kafir, kemudian dia mengkhianati perjajian tersebut, kemudia dia bunuh orang kafir tersebut.

=> Sebagaimana misalnya: ada negeri muslim dengan negeri kafir mengadakan perjanjian bahwasannya mereka gencatan senjata, tahu-tahu ada muslim yang menyelisihi perjajian ini, kemudian dia bunuh seorang kafir, maka muslim ini tidak akan mencium bau surga.

Dalam hadits, Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ู…ู† ู‚ุชู„ ู…ุนุงู‡ุฏุง ู„ู… ูŠุฑุญ ุฑุงุฆุญุฉ ุงู„ุฌู†ุฉ

“Barang siapa yang membunuh orang kafir yang mu’ahad (yaitu orang kafir yang antara negeri muslim dan kafir tersebut ada perjanjian gencatan senjata/ perjanjian damai, ternyata ada seorang muslim membunuh seorang kafir dari negara tersebut), maka orang muslim ini tidak akan mencium bau surga.”

(Hadits shahih riwayat Ibnu Majah nomor 2686)

Padahal ini kesepakatan seorang muslim dengan kafir, bagaimana lagi kalau kesepakatan seorang muslim dengan muslim yang lainnya?
?Yang kelima | Kalau diberi amanah maka dia berkhianat.

Kata Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†

“Kalau diberi amanah maka dia berkhianat.”

Yaitu, seseorang diberi amanah (titipan) misalnya kemudian dia tidak mengembalikan titipan (amanah) tersebut.

Padahal Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla berfirman:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููƒูู…ู’ ุฃูŽู†ู’ ุชูุคูŽุฏูู‘ูˆุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุฃูŽู‡ู’ู„ูู‡ูŽุง

“Sesungguhnya Allฤh telah memerintahkan kalian untuk menyerahkan amanah kepada yang berhak menerima amanah tersebut.”

(QS An Nisฤ’: 58)

Bahkan Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

ุฃูŽุฏูู‘ ุงู„ุฃูŽู…ูŽุงู†ูŽุฉูŽ ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู ุงุฆู’ู€ุชูŽู…ูŽู†ูŽูƒูŽุŒ ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽุฎูู†ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุงู†ูŽูƒูŽ

“Sampaikanlah amanah kepada orang yang memberi amanah kepadamu (yaitu mengembalikan amanah tersebut) dan janganlah engkau berkhianat kepada orang yang mengkhianatimu.”

(Hadits shahih riwayat Imam Abu Daud nomor 3534)

Semoga Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla menjauhkan kita dari sifat-sifat munafiq ini sejauh-jauhnya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ ุฃุนู„ู…ู ุจุงู„ุตูˆุงุจ
________

munafik3

Tanda-Tanda Orang Munฤfik (Bagian 2)

? BimbinganIslam.com
Kamis, 08 Muharam 1439 H / 28 September 2017 M
? Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
? Kitฤbul Jฤmi’ | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
? Hadits 06| Tanda-Tanda Orang Munฤfik (Bagian 2)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H06-2
~~~~~~~~

TANDA-TANDA ORANG MUNฤ€FIQ (BAGIAN 2)
ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

Ikhwฤn dan Akhwฤt, kita masih melanjutkan hadฤซts yang ke-6.

Pada pertemuan yang lalu telah kita jelaskan tentang nifฤq akbar atau disebut juga dengan nifฤq I’tiqadi, yaitu nifฤq yang berkaitan dengan keyakinan dengan menyembunyikan kekufuran dan menampakkan ke-Islaman.

Adapun bagian ke-2 yang akan bahas adalah:

โ–ชNifฤq kecil/nifฤq ashghar

Yaitu nifฤq kecil (Nifฤq al ‘amali) yaitu nifฤq yang berkaitan dengan amal.

Artinya, hatinya beriman hanya saja amalannya menyelesihi batinnya, namun tidak berada pada derajat kekufuran.

Inilah yang disebutkan dalam hadฤซts yang sedang kita bahas, nifฤq ‘amali.

ุขูŠูŽุฉู ุงูŽู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงุซูŒ: ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽุŒ ูˆุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†.
ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠู’ุซู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ: ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุงุตูŽู…ูŽ ููŽุฌูŽุฑูŽ. ูˆุฅูุฐูŽุง ุงุญูŽุฏูŽู‘ ุบูŽุฏุฑ

Tanda-tanda Munฤfiq ada 3, yaitu:

โ‘  kalau berbicara berdusta
โ‘ก kalau dia berjanji menyelisihi
โ‘ข kalau diberi amanah dia berkhianat.

Ada tambahan dalam riwayat yang lain:

โ‘ฃ kalau sudah melakukan kesepakatan dengan orang lain maka dia menyelisihi (menkhianati) kesepakatan tersebut.
โ‘ค kalau dia bersengketa maka dia melakukan fujur yaitu keluar dari jalan kebenaran.

Inilah 5 ciri nifฤq al ashghar, nifฤq ‘amali.

Dan kalau kita perhatikan, 5 ciri tersebut seluruhnya kembali kepada satu muara yaitu penyelisihan zhahir dengan batin, inilah yang disebut dengan nifฤq ‘amali.

Semakin banyak sifat tersebut pada seseorang maka semakin tinggi kualitas kemunฤfikannya.

Pertanyaannya, apabila kita dapati 5 ciri tersebut ada pada dirinya, apakah kita katakan dia telah Munฤfiq dengan nifฤq akbar?

Kalau ngomong selalu berdusta, kalau berjanji selalu menyelisihi, kalau diberi amanah selalu berkhianat, kalau membuat kesepakatan selalu menyelisihi dan kalau bersengketa selalu melakukan kefujuran.

Apabila 5 ciri tersebut ada pada dia, Apakah dikatakan dia telah kฤfir ?

Jawabannya: Tidak

Tetap dikatakan dia telah Munฤfiq ‘amali (nifaq kecil) selama imannya ada dalam hatinya. Tetap dia melakukan nifฤq kecil bukan nifฤq akbar.

Ikhwฤn dan Akhwฤt yang dirahmati Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla,

Perhatikan, Rasulullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam mendatangan kalimat: “Idza” (kalau)
โˆš kalau dia berbicara dia berdusta
โˆš Kalau di janji menyelisihi
Ini menunjukkan sifat yang SELALU dia lakukan.

Maka apabila ada seorang mukmin yang TERKADANG berdusta maka tidak dikatakan dia seorang munฤfiq (Nifaq ‘amali).

Karena seorang mukmin terjerumus dalam kemaksiatan,
โˆš Terkadang dia berdusta,
โˆš Terkadang menyelisihi janji,
โˆš Terkadang melakukan kefujuran,
โˆš Terkadang dia mengkhianati amanah.
Ini tidak dikatakan dia munฤfiq dan tetap dikatakan dia seorang mukmin nanum dia telah melakukan maksiat.

Berbeda dengan orang yang “selalu”, inilah yang disebut dengan orang munฤfiq dengan nifฤq ‘amali.

Jadi, dibedakan antara seseorang mukmin yang bersalah dengan seseorang yang munฤfiq.

Kita bahas tentang 5 sifat tersebut.

?Yang pertama | Kalau dia berbicara dia berdusta

Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽ

“Kalau dia berbicara dia berdusta.”

Ini adalah kegiatan dia.

Kenapa dikatakan sifat munฤfiq ?

โ‡’ Karena dia mengetahui bahwasanya apa yang dia sampaikan itu dusta tetapi dia sampaikan juga dalam bentuk kebenaran (Jadi zhahirnya menyelisihi batinnya).

Batinnya tahu itu dusta namun dia tetap menyampaikan secara zhahir sekan-akan kebenaran. Inilah yang merupakan sifat munฤfiq.

Adapun dusta yang tidak sengaja di lakukan, misalnya :

? Seseorang menyampaikan kabar ternyata dia tidak tahu bahwa kabar tersebut dusta (belum sampai informasi kepada dia, telah terjadi perubahan bahwa yang dia sampaikan ternyata salah)

Maka orang ini tidak dikatakan mempunyai sifat munฤfiq , kenapa?

Karena dustanya tidak disengaja.

Dan ini bisa terjadi pada seorang mukmin. Dia ditanya dengan suatu pertanyaan kemudian dijawab dengan tanpa berfikir sebelumnya ternyata jawabnya keliru.

?Misalnya dia ditanya:

“Apakah engkau telah menyampaikan salamku kepadanya?”

Kemudian dia langsung menjawab: “Sudah.”

Dia lupa, ternyata belum, ternyata yang sudah disampaikan adalah salamnya orang lain bukan salam orang tadi. Ini contoh dusta tidak disengaja dan bukan sifat munฤfiq.

?Sifat munฤfiq adalah penyelisihan antara zhahir dan batin (yaitu) sengaja berdusta.

Dia tahu itu dusta namun dia tetap menyampaikannya secara zhahir dalam bentuk kebenaran.

Kita lanjutkan pembahasan sifat berikutnya pada pertemuan selanjutnya, In syฤ Allฤh.

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚
ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ูŠูƒู… ูˆุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‘ู‡ ูˆุจุฑูƒุงุชู‡
________

munafik1

Tanda-Tanda Orang Munafik (Bagian 1)

? BimbinganIslam.com
Rabu, 07 Muharam 1439 H / 27 September 2017 M
? Ustadz Dr. Firanda Andirja, MA
? Kitฤbul Jฤmi’ | Bab Peringatan Terhadap Akhlak-Akhlak Buruk
? Hadits 06| Tanda-Tanda Orang Munafik (Bagian 1)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FA-Bab04-H06-1
~~~~~~~~

TANDA-TANDA ORANG MUNAFIK (BAGIAN 1)

 

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡

Kita masih dalam bab tentang “Peringatan tentang Akhlaq yang Buruk”, kita masuk pada hadฤซts yang ke-6.

Dari shahฤbat Abลซ Hurairah beliau berkata, Rasulullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

ุขูŠูŽุฉู ุงูŽู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ู ุซูŽู„ุงุซูŒ: ุฅูุฐูŽุง ุญูŽุฏูŽู‘ุซูŽ ูƒูŽุฐูŽุจูŽุŒ ูˆุฅูุฐูŽุง ูˆูŽุนูŽุฏูŽ ุฃูŽุฎู’ู„ูŽููŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุงุคู’ุชูู…ูู†ูŽ ุฎูŽุงู†ูŽ. (ู…ูุชูŽู‘ููŽู‚ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู).
ูˆูŽู„ูŽู‡ูู…ูŽุง ู…ูู†ู’ ุญูŽุฏููŠู’ุซู ุนูŽุจู’ุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุจู’ู†ู ุนูŽู…ู’ุฑููˆ: “ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุงุตูŽู…ูŽ ููŽุฌูŽุฑูŽ.”

Tanda-tanda orang Munฤfiq ada tiga:

โ‘ด kalau dia berbicara dia berdusta โ‘ต kalau dia berjanji dia menyelisihi โ‘ถ kalau diberi amanah (diberi kepecayaan) dia berkhianat.

(Diriwayatkan oleh Imฤm Bukhฤri dan Imฤm Muslim)

Dan diriwayatkan juga dalam Shahฤซh Bukhฤri dan Shahฤซh Muslim dari hadฤซts Abdullฤh bin Umar dalam hadฤซts yang lain dengan tambahan:

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฎูŽุงุตูŽู…ูŽ ููŽุฌูŽุฑูŽ

“Kalau dia bermusuhan/bersengketa maka dia berbuat kefajiran (yaitu) keluar dari jalan kebenaran”.

Ikhwฤn dan Akhwฤt yang dirahmati Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Kemunฤfiqan ada 2 (dua), yaitu :

โ‘ด Nifaq besar
โ‘ต Nifaq kecil

Perbedaan nya,

Nifaq besar/Nifaq Al Akbar mengeluarkan seseorang dari Islam (yaitu) dia sebenarnya kufur dalam arti batinnya kufur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, namun dia menampakkan keislamannya secara zhahir.

Dan inilah kemunฤfikannya orang-orang Munฤfiq di zaman Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam yang Allฤh hukum mereka.

Kata Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla:

ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ูููŠ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑู’ูƒู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ููŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู

“Sesungguhnya orang-orang Munฤfiq berada di dasar neraka Jahannam.”

(QS An-Nisฤ’ : 145)

Mereka inilah yang Allฤh sifati dengan firman-Nya:

ูŠูุฎูŽุงุฏูุนููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุงู„ูŽู‘ุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุง ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุฎู’ุฏูŽุนููˆู†ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ููุณูŽู‡ูู…ู’ ูˆูŽู…ูŽุง ูŠูŽุดู’ุนูุฑููˆู†ูŽ

“Mereka menipu (melakukan makar/ melakukan penipuan) Allฤh dan orang-orang yang beriman, namun sebenarnya mereka tidak menipu kecuali diri mereka sendiri dan mereka dalam kondisi tidak sadar.”

(QS Al Baqarah : 9)

Dan orang Munฤfiq lebih parah dari orang kฤfir yang asli, kenapa bisa demikian? Karena,

โˆš Orang kฤfir asli dia menampakkan kekufurannya.
โˆš Orang Munฤfiq dia melakukan dua kesalahan :

โ‘  pertama dia kufur
โ‘ก kedua dia menipu Allฤh (padahal Allฤh maha mengetahui isi hati mereka)

Oleh karenanya, pantas jika mereka dimasukkan (ูููŠ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑู’ูƒู ุงู„ู’ุฃูŽุณู’ููŽู„ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ) di paling dasar bawah dari neraka Jahannam, karena apa yang mereka lakukan lebih parah.

Dan dari sini kita tahu bahwa hidayah itu di tangan Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Kita bersyukur kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, karena kalau Allฤh tidak memberi hidayah kepada kita maka kita tidak akan dapat hidayah, sebagaimana telah berkata Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam:

ู„ูŽูˆู’ู„ุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุงู‡ู’ุชูŽุฏูŽูŠู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุง ุชูŽุตูŽุฏู‘ูŽู‚ู’ู†ูŽุง ูˆูŽู„ุง ุตูŽู„ู‘ูŽูŠู’ู†ูŽุง

“Kalau bukan karena Allฤh, maka kita tidak tidak dapat hidayah, kita tidak bisa sedekah, kita tidak shalฤt.”

(HR Bukhari 4104)

Semuanya dari Allah Subhฤnahu wa Ta’ฤla”

Lihat orang-orang Munฤfiq!

Sebab-sebab hidayah datang kepada mereka sudah terkumpulkan.

โˆš Mereka pandai bahasa arab mereka
โˆš Mereka mengerti isi Al Qurฤn
โˆš Mereka di zaman Nabi mendengarkan langsung wejangan-wejangan Nabi.
โˆš Mereka tahu ayat-ayat Al Qurฤn turun
โˆš Mereka lihat langsung mukjizat-mukjizat Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam
โˆš Mereka mendengarkan ceramah-ceramah Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam (karena orang Munฤfiq zaman dahulu juga shalฤt)

Oleh karenanya, dalam hadฤซts Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam mengatakan :

ุฃูŽุซู’ู‚ูŽู„ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู…ูู†ูŽุงููู‚ููŠู†ูŽ ุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ุนูุดูŽุงุกู ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู

“Shalฤt yang paling berat bagi orang Munฤfiq yaitu shalฤt Fajar dan shalฤt Isya.”

โˆš Ini menunjukkan orang Munฤfiq di zaman Nabi shalฤt berjama’ah
โˆš Kalau shalฤt Zhuhur mereka datang
โˆš Kalau shalฤt Ashar mereka datang
โˆš Kalau shalฤt Maghrib mereka datang.

Kenapa?

โ‡’ Karena mereka ingin menunjukkan bahwa mereka Islam. Kalau mereka tidak shalฤt tentu akan ketahuan.
โ‡’ Berbeda tatkala Shubuh dan Isya (gelap) sehingga kalau mereka tidak datang maka tidak ketahuan.

Oleh karenanya, sangat berat bagi mereka untuk shalฤt Shubuh dan shalฤt Isya, selain karena mereka mendahulukan kenikmatan dunia (tidur) kalaupun mereka tidak datang pun tidak ketahuan.

Oleh karenanya Allฤh menyebutkan sifat orang-orang Munฤfiq ketika shalฤt,

ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ู‚ูŽุงู…ููˆุง ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู‚ูŽุงู…ููˆุง ูƒูุณูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูุฑูŽุงุกููˆู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณูŽ ูˆูŽู„ูŽุง ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑููˆู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ู‚ูŽู„ููŠู„ู‹ุง

“Kalau mereka shalฤt, shalฤt dengan bermalas-malasan, mereka hanya riya’, ingin agar amalan mereka dilihat oleh manusia dan mereka tidak mengingat Allฤh kecuali hanya sedikit.”

(QS An-nissฤ’ : 142)

Ini menunjukkan bahwa orang Munฤfiq juga shalฤt , bahkan shalฤt berjama’ah, mereka juga berdzikir kepada Allฤh. Tetapi semuanya mereka lakukan hanya sekedar penipuan, batin mereka berisi dengan kekufuran, ini kemunฤfikan akbar.

Dan mereka sudah dibukakan di hadapan mereka sebab-sebab hidayah, namun mereka tidak beriman kepada Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla.

Dan semisal mereka (orang Munฤfiq zaman dahulu) adalah orang Munฤfiq zaman sekarang.

Kita dapati sebagian orang Munฤfiq dalam diri kemunฤfikan (nifaq akbar) dia benci kepada syari’at Allah Subhฤnahu wa Ta’ฤla, tidak beriman dengan syari’at Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, benci dengan syari’at islam, bahkan tidak mau kalau syari’at Islam tegak.

Mengejek orang-orang yang beragama, kemudian mengejek syari’at Allah Subhฤnahu wa Ta’ฤla,

Mengejek hadฤซts-hadits Nabi shallallฤhu ‘alayhi wa sallam.

Namun katanya mereka Islam.

Ada juga orang seperti ini di zaman kita, KTP mereka Islam, terkadang memiliki gelar dalam bidang agama, tapi benci terhadap syari’at Islam, bahkan menghalalkan perkara-perkara yang harฤm (jelas), menghalalkan homoseksual misalnya, ini sebenarnya adalah orang Munฤfiq , hati mereka benci dengan Islam tetapi KTP-nya Islam.

Ini adalah kemunฤfikan yang pertama, kemunฤfikan (nifaq) akbar.

In syฤ Allฤh kita akan melanjutkan bagian yang kedua yaitu nifaq ashgar, pada kajian berikutnya.

ูˆุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ ุฃุนู„ู…ู ุจุงู„ุตูˆุงุจ

________

 

 

munafik2

SHALฤ€T JAMA’ YANG DIPERBOLEHKAN (BAGIAN 2)

? BimbinganIslam.com
Jum’at, 23 Muharam 1439 H / 13 Oktober 2017 M
? Ustadz Fauzan ST, MA
? Matan Abลซ Syujฤ’ | Kitฤb Shalฤt
? Kajian 58 | Shalฤt Jama’ Yang Diperbolehkan (Bagian 2)
โฌ‡ Download audio: bit.ly/BiAS-FZ-H058
ใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐใ€ฐ

SHALฤ€T JAMA’ YANG DIPERBOLEHKAN (BAGIAN 2)

ุจุณู… ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…
ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ูˆุงู„ุตู„ุงุฉ ูˆุงู„ุณู„ุงู… ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ูˆุจุนุฏ

Para sahabat Bimbingan Islฤm yang dirahmati oleh Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla, kita lanjutkan pelajaran kita danย  masih tentang shalฤt jama’ yang diperbolehkan.

Beberapa Jenis Jama’ yang diperbolehkan adalah:

6โƒฃ Jama’ karena rasa takut

Berdasarkan hadฤซts yang disebutkan sebelumnya,

ุนู† ุงุจู† ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ู‡ุŒ ู‚ุงู„: ุฌู…ูŽุนูŽ ุฑุณูˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ูŽู… ุจูŠู† ุงู„ุธู‘ูู‡ุฑู ูˆุงู„ุนูŽุตุฑู ูˆุงู„ู…ุบุฑุจู ูˆุงู„ุนูุดุงุกู ุจุงู„ู…ุฏูŠู†ุฉู ู…ู† ุบูŠุฑู ุฎูˆูู ูˆู„ุง ู…ูŽุทุฑู. ูู‚ูŠู„ ู„ุงุจู† ุนูŽุจู‘ูŽุงุณู: ู…ุง ุฃุฑุงุฏูŽ ุฅู„ู‰ ุฐู„ูƒุŸ ู‚ุงู„: ุฃุฑุงุฏูŽ ุฃู†ู’ ู„ุง ูŠูุญุฑูุฌูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชูŽู‡((ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…))

Dari Ibnu ‘Abbฤs Radhiyallฤhu ‘anhu beliau berkata:

“Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam menjama’ antara shalฤt Dhuhur, Ashar dan juga antara shalฤt Maghrib dan ‘Isyฤ di Madฤซnah, tidak disebabkan karena rasa takut, juga tidak disebabkan karena hujan”

Maka ditanyakan kepada Ibnu ‘Abbฤs, apa yang diinginkan Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alayhi wa sallam akan hal itu?

Maka beliaupun mengatakan: “beliau ingin agar umatnya tidak kesulitan”.

(Hadฤซts riwayat Muslim)

Dan ini adalah pendapat Hanฤbilah yang dipilih oleh Syaikhul Islฤm Taimiyyah, Syaikh Binbaz dan Syaikh Utsaimin.

Adapun pendapat Syฤfi’iyah dan juga Hanafiyyah dalam masalah ini adalah tidak diperbolehkan jama’ disebabkan rasa takut, berdalฤซl dengan keumuman ayat manakala Allฤh Subhฤnahu wa Ta’ฤla memerintahkan orang yang berperang tetap shalฤt pada waktunya.

 

7โƒฃ Jama’ karena Menyusui

Diperbolehkan bagi seorang yang menyusui untuk menjama’ shalฤtnya, apabila memang hal itu membuat kesulitan atau seorang yang menyusui merasa sulit karena harus mengganti dan mencuci pakaiannya setiap waktu shalฤt, maka diperbolehkan baginya untuk menjama’ shalฤt, karena disana ada masyaqah (kesulitan)

โ‡’ Pendapat ini disebutkan juga oleh para fuqahฤ Hanฤbilah dan dipilih oleh Syaikh Islฤm Ibnu Taimiyyah dan Syaikhul Utsaimin sebagai pendapat yang lebih kuat atau paling rฤjih.

 

8โƒฃJama’untuk mengatasi kesulitan

Jama’ untuk mengatasi kesulitan atau apabila disana ada masyaqah.

Hal ini berdasarkan hadฤซts Ibnu ‘Abbฤs yang sudah berlalu, maka bagi seseorang yang hฤdir (tidak dalam keadaan safar) diperbolehkan untuk shalฤt jama’ apabila ada kesulitan.

โ‡’ Pendapat ini dikemukakan oleh sekelompok fuqahฤ ahli hadฤซts, dan dipilih oleh Syaikhul Islฤm Ibnu Taimiyyah dan Syaikhul Utsaimin.

Dimana disisi pendalฤซlannya, beliau mengatakan:

ุฃุฑุงุฏูŽ ุฃู†ู’ ู„ุง ูŠูุญุฑูุฌูŽ ุฃูู…ู‘ูŽุชูŽู‡

“Beliau Shallallฤhu ‘alayhi wa sallam ingin tidak menyusahkan ummatnya”.

โ‡’ Artinya jika ummatnya menghadapi kesusahan dan kesulitan maka diperbolehkan untuk melakukan jama’.

?Namun ada catatan dalam masalah terakhir ini yaitu:

โ‡’ Bahwasanya pendapat Jumhลซr ulamฤ dalam masalah ini, bahwa hadฤซts Ibnu’Abbฤs dibawakan pada kemungkinan jama’ suri (jama’ secara bentuknya saja) artinya Shalฤt tetap dilakukan pada waktunya namun terkesan jama’ seperti yang disebutkan pada awal yaitu shalฤt Dhuhur dijadikan akhir waktu dan Shalฤt Ashar dijadikan diawal waktu. Ini yang disebut dengan jama’suri.

Oleh karena itu, hendaknya kita tidak menggampangkan dalam masalah ini, namun jika ada kesulitan yang membutuhkan untuk menjama’ maka tidak mengapa, walaupun tidak disebabkan karena safar atau tidak disebabkan karena turun hujan atau rasa takut.

Selama disana ada kesulitan dan kita membutuhkan dengan syarat tidak menggampangkan (memudahkan) untuk menjama’ maka diperbolehkan untuk kita menjama’ shalฤt.

?Kemudian ada permasalahan yang sering ditanyakan bolehkah dijama’ antara shalฤt Jum’at dan Ashar?

Disana ada dua pendapat dari para ulamฤ didalam masalah ini:

ยท Pendapat pertama | Pendapat pertama adalah pendapat Hanฤbilah dimana tidak diperbolehkan menjama’ shalฤt Jum’at dengan shalฤt Ashar.

Inti dalฤซl mereka adalah bahwa haiah atau bentuk shalฤt Jum’at berbeda dengan shalฤt Dhuhur, oleh karena itu tidak bisa diterapkan hukum jama’ pada shalฤt Jum’at karena dia berbeda dengan shalฤt Dhuhur.

ยทPendapat kedua | Pendapat kedua adalah pendapat Syฤfi’iyah, dimana mereka mengatakan bolehnya menjama’ antara shalฤt Jum’at dengan shalฤt Ashar karena shalฤt Jum’at adalah pengganti shalฤt Dhuhur sehingga tatkala dia mengganti shalฤt Dhuhur maka hukumnya pun sama dengan hukum shalฤt Dhuhur.

โ‡’ Pendapat kedua ini adalah pendapat yang rฤjih (lebih kuat) dan dipilih oleh mayoritas Jumhลซr para ulamฤ.

Demikian yang bisa kita sampaikan.
ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู… ุชุณู„ูŠู…ุง ูƒุซูŠุฑุง
__________

shalat jama yg diperbolehkan 2