Tag Archives: Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 4)

 

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 63 | Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 4)
Download Audio: http://bit.ly/BiAS01-S05-H63
______________________________________________________________________

CONTOH DOSA PENYEBAB JATUHNYA SESEORANG KE DALAM NERAKA (BAGIAN 4)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke 63 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang ” Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian Keempat “.

Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah:

DOSA WANITA YANG TIDAK BERSYUKUR KEPADA SUAMINYA

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Diperlihatkan kepadaku bahwa sebagian besar penduduk neraka adalah wanita. Mereka telah ingkar.”

Dikatakan kepada beliau:

“Apakah mereka ingkar kepada Allāh?”

Beliau bersabda:

“Mereka ingkar kepada suami-suami mereka. Mengingkari kebaikan-kebaikan mereka. Seandainya engkau berbuat baik kepada salah seorang diantara mereka sekian lama, kemudian dia melihat darimu sesuatu yang tidak membuat dia senang, maka wanita tersebut akan berkata, ‘Aku tidak melihat kebaikan sedikitpun darimu’. ”

(HR Bukhari dan Muslim)

Seorang wanita yang sholihah hendaklah bersyukur kepada Allāh, kemudian bersyukur kepada suaminya, karena dengan sebabnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjaga dia sebagai seorang istri, menutupi kekurangannya, menunaikan hajatnya dan lain-lain.

Dan secara umum, bersyukur kepada orang lain yang pernah berbuat baik kepada kita diperintahkan dalam agama islam.

Apabila seseorang tidak bisa membalas maka hendaknya dia mendoakan dengan kebaikan, baik di hadapan orang tersebut maupun tidak di hadapannya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Barang siapa yang berbuat baik kepada kalian, maka balaslah. Kalau kalian tidak menemukan sesuatu untuk membalasnya, maka doakanlah dengan kebaikan sampai kalian merasa bahwasanya kalian telah membalas kebaikannya.”

(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud dan An Nasa’i)

 

Dan di antara dosa yang membahayakan kehidupan seorang hamba di akhirat adalah:

♦TIGA DOSA YANG TERCANTUM DALAM SABDA NABI SHALLALLĀHU ‘ALAYHI WA SALLAM

“Tiga orang yang Allāh haramkan masuk surga:

√ Pecandu khomr (minuman keras),
√ Anak yang durhaka dan
√ Dayyuts (yaitu laki-laki yang membiarkan kejelekan di dalam keluarganya).”

(Hadits Hasan Riwayat Imam Ahmad di dalam Musnadnya)

Seorang kepala keluarga yang membiarkan kemaksiatan di dalam keluarganya dan memfasilitasi, dikhawatirkan terkena ancaman ini.

Seorang kepala keluarga dituntut untuk tegas dan lembut dengan keluarganya. Rasa sayang bukan berarati harus memberi semua yang diminta.

Dan mendidik mereka untuk taat tidak identik dengan kekerasan. Istri dan anak adalah ujian dan titipan Allāh.

Kewajiban kita adalah mengerahkan tenaga semaksimal mungkin untuk menjaga diri dan keluarga kita dari neraka. Dan hidayah di tangan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

 

Dan di antara dosa yang membahayakan adalah:

♦ DURHAKA TERHADAP KEDUA ORANG TUA

Dan di antara bentuk durhaka adalah menyakiti orang tua dengan lisan, dengan sikap ataupun dengan tangan.

Seorang muslim dan muslimah diperintahkan untuk berlemah-lembut kepada orang tua. Merendahkan diri di hadapan mereka, dan menaati perintah mereka selama tidak bertentangan dengan syariat.

Dan diantara bentuk bakti yang paling berharga kepada orang tua kita adalah mengeluarkan mereka dari kegelapan, kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan menuju cahaya tauhid, sunnah dan ketaatan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

 

Dan di antara dosa yang membahayakan adalah:

DOSA SEORANG PEJABAT YANG MENIPU BAWAHAN ATAU RAKYATNYA

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Tidaklah seorang hamba, Allāh berikan jabatan kemudian dia mati dalam keadaan menipu bawahan atau rakyatnya kecuali Allāh akan mengharamkan dia masuk ke dalam surga.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Di antara bentuk menipu kepada rakyat adalah:

√ tidak menasehati mereka demi keselamatan dunia dan akhirat mereka,
√ tidak memenuhi hak-hak mereka,
√ tidak berbuat adil di antara mereka
√ dan lain-lain.

⇨ Maksud diharamkan masuk surga di sini bahwasanya pelakunya tidak bisa masuk surga secara langsung, namun dia berhak untuk diadzab di dalam neraka terlebih dahulu apabila Allāh menghendaki.

∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞∞

Ini adalah beberapa contoh dosa-dosa besar dan para ulama telah mengarang buku khusus tentang dosa-dosa besar, kita pelajari supaya kita bisa menjauhi.

Keyakinan ahlusunnah bahwasanya pelaku dosa besar di bawah kehendak Allāh. Kalau Allāh menghendaki, maka Allāh akan mengampuni, dan kalau Allāh menghendaki, maka Allāh akan mengadzabnya terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam surga.

Dan adzab neraka bagi para pelaku dosa besar, meski tidak selamanya namun bukan sesuatu yang ringan. Satu menit dibakar dengan api dunia adalah perkara yang berat. Maka bagaimana dibakar dalam waktu yang lama dengan api akhirat yang jauh lebih panas.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Api kalian adalah satu bagian dari tujuh puluh bagian dari neraka jahanam.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Kesabaran di dalam menahan hawa nafsu di dunia, bagi seorang muslim jauh lebih ringan dan lebih mudah dari pada kesabaran di dalam menghadapi adzab neraka di akhirat.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla  melindungi kita dan keluarga kita dari api neraka.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy
Di kota Al Madinah
________

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 4)

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 3)

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 62 | Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 3)
Download Audio: https://goo.gl/MM34a5


 

CONTOH DOSA PENYEBAB JATUHNYA SESEORANG KE DALAM NERAKA (BAGIAN 3)
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-62 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke dalam Neraka (Bagian ketiga)”.

Di antara dosa yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam neraka adalah:
DOSA BUNUH DIRI
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
√ Barangsiapa yang melempar dirinya dari gunung untuk membunuh dirinya, maka dia berada di dalam neraka Jahannam, dilempar di dalamnya kekal selamanya.
√ Dan barang siapa meneguk racun untuk membunuh dirinya, maka di dalam neraka jahannam dia akan meletakan racun di tangannya, dia meneguknya selamanya di neraka,
√ Dan barang siapa membunuh dirinya dengan besi, maka besi tersebut di tangannya dia menusuk dengan besi tersebut perutnya di neraka Jahannam kekal selamanya.
(Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim)

Bunuh diri bukanlah cara untuk lepas dari masalah, namun justru akan mendatangkan masalah yang jauh lebih besar.
Dan barang siapa yang beriman kepada Allāh, maka Allāh akan memberikan hidayah kepada hatinya.

 

Di antara dosa tersebut adalah :
MEMBUNUH TANPA HAK
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَن يَقۡتُلۡ مُؤۡمِنً۬ا مُّتَعَمِّدً۬ا فَجَزَآؤُهُ ۥ جَهَنَّمُ خَـٰلِدً۬ا فِيہَا وَغَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِ وَلَعَنَهُ ۥ وَأَعَدَّ لَهُ ۥ عَذَابًا عَظِيمً۬ا

“Dan barang siapa yang membunuh orang yang beriman karena sengaja, maka balasannya adalah jahannam dia kekal di dalamnya. Allāh akan marah kepadanya dan melaknatnya, dan Allāh akan siapkan untuknya adzab yang besar.” (QS An Nisā: 93)

⇨Para ulama menjelaskan bahwasanya (maksud) kekal di neraka bagi orang yang membunuh orang yang beriman tanpa hak atau bunuh diri yaitu pada asalnya inilah balasan bagi orang tersebut.
⇨Namun dalil lain menerangkan:
Bahwasanya orang yang beriman, sekecil apapun imannya dan sebesar apapun dosanya dia akan keluar dari neraka baik dengan ampunan Allāh atau dengan Syafaat.

 

Dan diantara dosa tersebut, adalah:
MEMAKAN RIBA
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡڪُلُواْ ٱلرِّبَوٰٓاْ أَضۡعَـٰفً۬ا مُّضَـٰعَفَةً۬‌ۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ (١٣٠) وَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِىٓ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ (١٣١)

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian memakan riba dengan berlipat ganda. Dan bertaqwalah kalian kepada Allāh, supaya kalian beruntung. Dan takutlah dengan api neraka yang disediakan untuk orang-orang kafir.”
(QS Al Imrān: 130-131)

Dan betapa banyak praktek riba di zaman sekarang, seseorang yang akan melakukan sebuah transaksi hendaknya mengetahui ilmunya.
⇨Dan janganlah dia menganggap mudah perkara riba ini.
Dan barang siapa meninggalkan sesuatu karena Allāh, maka Allāh akan mengganti dengan yang lebih baik.

 

Dan di antara dosa yang berbahaya adalah :
MENGGAMBAR MAKHLUK YANG BERNYAWA
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمُصَوِّرُونَ

“Sesungguhnya orang yang paling keras adzabnya di sisi Allāh pada hari kiamat adalah para penggambar.”
(HR Bukhari dan Muslim)
⇨Dan maksud dari penggambar di sini adalah:
√ Menggambar mahluk bernyawa
√ Orang yang membuat patung mahluk bernyawa
√ Orang yang melukis mahluk bernyawa

Banyak para ulama yang memasukkan gambar fotografi didalam larangan ini.
Tidak diperbolehkan kecuali karena darurat seperti untuk surat-surat penting dan lain-lain.
Perbedaan pendapat di antara para ulama dan banyaknya manusia yang melakukan, janganlah menjadi alasan bagi seseorang untuk bermudah-mudahan di dalam gambar fotografi ini.

 

Dan diantara dosa tersebut, adalah:
DOSA WANITA YANG BERPAKAIAN TETAPI TELANJANG
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:
“Dua golongan dari penduduk neraka yang aku belum pernah melihat mereka:
√ Sebuah kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka gunakan untuk memukul manusia.
√ Dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang. Berjalan lenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring.
Mereka tidak akan masuk ke dalam surga dan tidak akan mencium baunya, padahal bau surga bisa dicium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.

Dan makna berpakaian tapi telanjang:
⇨ Ada yang mengatakan menutupi sebagian aurat dan membuka sebagian yang lain untuk menampakkan keindahan.
⇨Atau memakai pakaian tetapi tidak sempurna seperti memakai pakaian yang tipis atau membentuk badan.
Seorang muslimah hendaknya bersungguh-sungguh di dalam menjaga hijabnya dan ikhlas karena Allāh.

Semoga:
√ Kesabaran seorang muslimah atas rasa gerah, risih dan ribet yang mungkin dirasakan oleh sebagian.
√ Dan juga kesabaran menghadapi gunjingan orang lain,
⇨ Menjadi sebab selamatnya dia dari ancaman neraka.

 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

beberapa contoh dosa

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 2)

 

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 61 | Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 2)
Download Audio: https://goo.gl/ZXhD3y
__________________________________________________________________

CONTOH DOSA PENYEBAB JATUHNYA SESEORANG KE DALAM NERAKA (BAGIAN 2)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke 61 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman Kepada Hari Akhir’ adalah tentang “Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian Kedua”

Di antara dosa yang membahayakan seseorang yang beriman dan bisa menjadi penyebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka ketika melewati sirath adalah,

♦ BERDUSTA ATAS NAMA RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU ‘ALAYHI WA SALLAM

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

… ، مَنْ كَذَبَ عَلَىَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

“Barangsiapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempatnya di dalam neraka.”

(HR. Bukhari dan Muslim)

Hendaknya seseorang berhati-hati di dalam menyampaikan hadits dari Nabi shalallahu ‘alayhi wassalam, menjauhi hadits-hadits dhaif dan palsu, baik dalam masalah aqidah, fadhail amal, maupun masalah yang lain.

Dan bagi yang tidak mampu menghukumi sendiri sebuah hadits, maka hendaknya dia taqlid dengan ulama atau ustadz yang dia anggap paling ahli di dalam hadits.

 

Di antara dosa yang lain adalah:

♦ DOSA LISAN DAN KEMALUAN

Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya tentang perkara yang paling banyak memasukkan manusia di dalam neraka.

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan :

…  اْلفَمُ وَ اْلفَرَجُ

“Mulut dan kemaluan.”

(Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dosa yang dilakukan mulut, seperti:

º Dusta,
º Membicarakan kejelekan orang lain,
º Mengadu domba,
º Berfatwa tanpa ilmu,
º Menuduh tanpa hak,
º Makan dan minum yang haram
º Dan lain-lain.

Dosa yang dilakukan kemaluan, seperti:

º Berzina,
º Liwath/sodomi,
º Dan lain-lain.

 

Dan di antara dosa yang lain adalah:

♦ SOMBONG 

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya :

“Tidak akan masuk surga, orang yang di dalam hatinya ada seberat zarrah-pun dari kesombongan.”

“Seorang laki-laki bertanya:

Sesungguhnya seseorang senang apabila bajunya bagus dan sandalnya bagus.

Maka beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata :

Sesungguhnya Allāh adalah indah dan mencintai keindahan.

Yang dimaksud dengan kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

(HR. Muslim)

Ucapan Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam tidak akan masuk surga adalah ancaman bagi pelakunya, bahwasanya dia bukan termasuk orang-orang yang pertama-tama masuk surga.

Dan balasan kesombongan dia adalah masuk neraka terlebih dahulu.

Marilah kita belajar menerima kebenaran dari manapun datangnya. Karena pada hakikatnya kebenaran adalah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Dan janganlah kita meremehkan orang lain, karena ilmu, harta, jabatan atau gelar yang kita miliki.

Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah memberikan kepada kita kenikmatan-kenikmatan tersebut, mampu untuk memberikan kepada orang lain yang semisal atau yang lebih baik kapan Allāh kehendaki.

Semakin seseorang rendah hati karena Allāh  maka Allāh akan semakin mengangkat derajatnya.

 

Di antara dosa yang lain tersebut adalah

♦ MEMAKAN MAKANAN YANG HARAM

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya tidaklah tumbuh daging dari makanan yang haram, kecuali neraka lebih pantas bagi daging tersebut.”

(Hadits Shahih Riwayat Tirmidzi).

Seorang muslim hendaknya sangat berhati-hati di dalam mencari rezeki untuk diri-sendiri dan keluarga.

º Tidak memakan dan memberi makan, kecuali setelah yakin itu halal.

º Hendaknya dia menjauhi:

√ Riba,
√ Memakan harta orang lain tanpa hak,
√ Uang suap,
√ Kurang di dalam menimbang
√ dan segala jenis harta haram lainnya.

 

Dan di antara dosa yang dapat menjadi sebab jatuhnya seseorang ke dalam neraka adalah,

♦ TIDAK IKHLAS DI DALAM MENUNTUT ILMU

==»» maksudnya ilmu agama.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda yang artinya:

“Barang siapa yang menuntut ilmu, yang sebenarnya digunakan untuk mencari ridha Allah.

Dia tidak menuntut ilmu tersebut kecuali untuk mencari dunia, maka dia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.”

(Hadits Shahih Riwayat Abu Daud).

Di dalam hadits yang lain Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan:

“Bahwasanya barang siapa yang menuntut ilmu yang hanya untuk menyombongkan diri di hadapan para ulama atau untuk berdebat dengan orang-orang bodoh, maka ancamannya adalah neraka.”

(Hadits Shahih Riwayat Ibnu Majah).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu  kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy
Di kota Al Madinah
_______________

 

halaqah 61

Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 1)

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 60 | Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka (bagian 1)
Download Audio: https://goo.gl/3vnWSn

 

CONTOH DOSA PENYEBAB JATUHNYA SESEORANG KE DALAM NERAKA (BAGIAN 1)
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-60 dari Silsilah ‘Ilmiyah Beriman kepada hari akhir adalah tentang

“Beberapa Contoh Dosa Penyebab Jatuhnya Seseorang Ke Dalam Neraka Bagian Pertama”


Dosa yang dilakukan oleh seorang muslim, apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak mengampuninya akan menjadi sebab seseorang terjatuh ke dalam neraka.

Di antara dosa tersebut adalah:
Dosa bid’ah.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata,

وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ

“Dan sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid’ah. Dan setiap bid’ah adalah sesat. Dan setiap kesesatan di dalam neraka. ”
(Hadits Shahih Riwayat Nasā’i)

Bid’ah inilah yang sebenarnya telah memecah-belah umat Islam.

Umat yang dahulunya bersatu, satu di atas Al Qurān dan Al Hadits dengan satu pemahaman, yaitu pemahaman para sahabat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam generasi terbaik umat Islam, menjadi berbagai aliran yang banyak.

Golongan yang selamat adalah golongan yang tetap berpegang kepada islam yang murni yang dipahami oleh para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِى عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِى النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِىَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى

“Dan akan berpecah-belah umatku menjadi 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka kecuali satu golongan. Mereka berkata, ‘Siapakah golongan tersebut ya Rasūlullāh ?’ Beliau menjawab, ‘Golongan yang berada di atas jalanku dan jalan para sahabatku’.”
(Hadits Hasan Riwayat Tirmidzi).

Ucapan beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam “ummatī” yaitu umatku, menunjukkan bahwasanya aliran-aliran tersebut tidaklah kafir dengan bid’ah yang mereka lakukan.

Dan ucapan beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam semuanya masuk neraka, menunjukkan bahwasanya bid’ah yang mereka lakukan adalah dosa besar yang menyebabkan masuk neraka.

Kalau Allāh menghendaki, maka Allāh mengampuni tanpa diadzab dan kalau Allāh menghendaki maka Allāh akan mengadzab di neraka sampai waktu yang Allāh kehendaki.

 

♦ Seorang muslim hendaknya menjauhi aliran-aliran sesat tersebut yang di antara ciri-cirinya:
➙Tidak kembali kepada pemahaman para sahabat di dalam memahami Al Qurān dan Al Hadits.
➙Tidak memiliki perhatian yang besar terhadap aqidah dan tauhid
➙Mendahulukan akal di atas dalil.
➙Bersembunyi-sembunyi di dalam beragama.
➙Dan ada di antara mereka yang memiliki bai’at khusus kepada pemimpin aliran,
di antara cirinya:
√ Mencela dan membicarakan kejelekan penguasa.
√ Tidak berhati-hati di dalam berdalil dengan hadits-hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
√ Mencukupkan diri dengan Al Qurān tanpa hadits di dalam berdalil.
√ Dan di antara cirinya mereka mudah mengkafirkan orang yang tidak sependapat dengan mereka.

 

Hendaknya seorang muslim meninggalkan bid’ah meskipun dianggap baik atau hasanah oleh sebagian manusia,
meninggalkan aliran-aliran sesat tersebut dan jangan tertipu dengan pakaian atau banyaknya jumlah mereka.

Karena kebenaran tidak diukur dengan perkara-perkara tersebut, tapi diukur dengan kesesuaiannya dengan Al Qurān dan Al Hadits.

Menasehati para pengikut aliran sesuai dengan kemampuan supaya kembali kepada kebenaran dengan cara yang hikmah merupakan bentuk rasa cinta kita kepada saudara se-Islam.
Dan upaya menyatukan umat di atas kebenaran serta menyelamatkan mereka dari ancaman neraka.

Dan perlu diketahui bahwasanya meninggalkan aliran-aliran tersebut juga bukan berarti seseorang hidup jauh dari agama, menjauhi ilmu dan para ulama. Kemudian mengikuti syahwat dan hawa nafsunya.

Karena seorang muslim di dunia ini dituntut untuk menjauhi fitnah syubhat (kerancuan berpikir) dan menjauhi fitnah syahwat.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah kepada kita semua.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

HALAQAH 60