Tag Archives: cinta quran

RIYA

RIYA

 

“Dan Kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.” (QS. al-Furqan: 23)

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kamu adalah syirik kecil”. Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Riya’,

kelak di hari kiamat ketika amalan manusia diberi balasan, Allah swt akan mengatakan kepada mereka (yang berbuat riya’)

“Pergilah kepada orang yang kamu harapkan pujiannya sewaktu di dunia & lihatlah apakah kamu mendapati pahala dari mereka?” (HR. Ahmad)

Tanpa disadari terkadang kita beramal karena mengharapkan respon dari manusia | Meski dilisan karena Allah, tapi di hati ingin dipuji

Ketika bersama-sama, semangat ibadah begitu membara | Ketika dalam kesendirian, ghiroh takwa mendadak hilang entah kemana.

Haruskah kita kehilangan mata agar tidak melihat tepuk tangan manusia saat kita mengerjakan amal mulia?

Barangsiapa berlaku riya, Allah akan memperlihatkan keburukannya. Barangsiapa berlaku sum’ah Allah akan memperdengarkan aibnya. (HR. Ahmad)

Riya’ berasal dari kata ru’yah, yang artinya melihat. Pelakunya menginginkan agar orang lain melihat apa yang dilakukannya.

Kata sum’ah berasal dari kata samma’a (memperdengarkan). Pelakunya membicarakan amal sholehnya agar didengarkan orang lain.

Hati-hati jika kita senang terhadap pujian & sanjungan, selalu menghindari celaan & mengharap kedudukan di hati orang.

Karena dari sanalah penyakit riya dan sum’ah mulai bersemi, mengotori hati, dan menjauhkan kita dari ridho illahi.

Sesungguhnya orang pertama yang dihisab pada hari qiyamat adalah orang yang syahid, ia didatangkan,lalu dijelaskan nikmatnya & ia pun mengenalinya.

Dia (Allah) berfirman: apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu? ia menjawab: aku berperang di jalan-Mu sehingga aku syahid.

Dia berfirman: kamu dusta, kamu berperang agar kamu disebut pahlawan, dan sesungguh kamu telah mendapatkannya.

Lalu diperintahkan agar ia diseret pada wajahnya dan dilemparkan kedalam neraka.

 

Kemudian orang yang belajar ilmu & mengajarkannya, juga membaca Alqur-an, ia didatangkan lalu dijelaskan nikmat2-nya & ia pun mengenalinya,

Dia berfirman: apa yg kamu kerjakan dengan nikmat? ia menjawab: aku belajar ilmu & mengajarkannya,juga membaca Alqur-an demi Engkau,

Dia berfirman: kamu dusta,kamu belajar ilmu agar disebut ilmuwan & membaca Alqur-an agar disebut qori & kamu telah mendapatkannya.

Lalu diperintahkan agar ia diseret pada wajahnya dan dilemparkan ke neraka.

 

Kemudian orang yang diberi keluasan oleh Allah & diberi semua jenis harta. Ia didatangkan,lalu dijelaskan nikmat2-nya & ia pun mengenalinya.

Dia berfirman: apa yang kamu kerjakan dengan nikmat itu? ia menjawab: aku tidak meninggalkan satu jalan pun yang Engkau sukai untuk diberikan infaq padanya kecuali ku berinfaq padanya demi Engkau,

Dia berfirman : kamu dusta, kamu berbuat seperti itu agar disebut dermawan dan sungguh kamu telah mendapatkannya.

Lalu diperintahkan agar ia diseret pada wajahnya dan dilemparkan ke neraka

(HR : Muslim. 1905. Dari Abi Hurairoh)

 

Agar hati kita tidak dijadikan tempat bersemayam penyakit riya, berikut terapinya:

 

 

  1.  Biasakan diri untuk menyembunyikan amal kebaikan. Kerjakan lalu lupakan,cukup diri kita,malaikat raqib-atid & Allah saja yang tahu.

“Sembunyikanlah kebaikan2-mu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan2-mu.” (Abu Hazim Salamah bin Dinar)

 

  1. Mengetahui dan mengingat bahaya riya’. Apalah artinya sebuah pujian dan sanjungan apabila Allah tidak ridha.

“Wahai sekalian manusia,takutlah kalian dr syirik ini (riya’),karena sesungguhnya dia lebih tersembunyi dari langkahnya semut.” [HR. Ahmad]

“Dan (juga) orang2 yg menginfakkan hartanya karena riya’, dan orang2 yang tidak beriman kepada Allah dan kepada hari kemudian.

Barangsiapa menjadikan syaithan sebagai temannya, maka ketahuilah dia teman yang sangat jahat.” [An-Nisa: 38]

 

  1. Berdoa kepada Allah ta’ala

 

| اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ نُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا نَعْلَمُهُ وَنَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا نَعْلَمُ

 

“Allahumma inna na’udzubika min an nusyrika bika syai’a na’lamuhu, wa nastaghfiruka lima laa na’lam”

“Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatupun sedangkan kami mengetahuinya.

Dan kami memohon ampun kepada-Mu dari perbuatan syirik yang kami tidak mengetahuinya.”

[HR. Ahmad]

 

Alangkah indahnya perkataan Imam Al-Fudhail bin Iyadh dalam menjelaskan riya’ :

“Meninggalkan amalan karena manusia adalah riya` sedangkan beramal karena manusia adalah kesyirikan adapun yang namanya ikhlash adalah ketika Allah menyelamatkanmu dari keduanya.”

 

Maksud beliau adalah apabila ada seseorang meninggalkan amal kebaikan karena takut riya`

seperti dia tidak mau shalat sunnah karena takut riya’, berarti dia sudah terjatuh pada riya` itu sendiri.

Seharusnya adalah dia tetap melaksanakan shalat sunnah walaupun ada orang dengan tetap berusaha untuk ikhlash dalam amalnya tersebut.

Cinta Lintas Agama

Cinta Lintas Agama

 

Assalamu’alaikum Sahabat CintaQuran.

 

Pada zaman Rasulullah SAW hiduplah seorang wanita  yang cantik, cerdas dan berakhlak mulia. Dialah Ummu Sulaim yang bersuamikan Maalik bin Dinar. Setelah menjanda, Ummu Sulaim dilamar Abu Thalhah, seorang hartawan non muslim di masanya. Namun dengan tegas, Ummu Sulaim menolaknya.  “Tidak pantas orang yang sepertimu akan ditolak wahai Abu Thalhah. Akan tetapi engkau seorang kafir sedang aku seorang Muslimah yang tidak pantas bagiku untuk menikah denganmu.” Ummu Sulaim, tidak terpesona oleh mahar yang ditawarkan Abu Thalhah berupa harta yang tak terhingga. Tak ada kebahagiaan yang diinginkan Ummu Sulaim dari pernikahan keduanya selain dua kalimat syahadat dari lisan Abu Thalhah. Wanita mulia dengan mahar super istimewa.

“Mereka tidak halal bagi orang-orang kafir dan orang-orang kafir itu tidak halal pula bagi mereka (muslimah). ” (QS. al-Mumtahanah :  10)

Cinta pada sesama manusia memang punya kekuatan tak terhingga. Namun jangan sampai menghalalkan segala cara lalu menerobos aturan agama. Dalam Islam, cinta pada manusia adalah bagian dari cinta pada Allah dan Rasul-nya. Sehingga ekspresi cinta dalam Islam menjadi halal dan berkah dalam bingkai pernikahan. Demi menjaga bangungan keluarga sakinah, Islam mengatur pernikahan lintas agama. Ummu Sulaim menunjukkan pada kita bahwa Islam mengharamkan muslimah menikah dengan orang kafir baik musyikin maupun ahli kitab kecuali mereka bersyahadat seperti Abu Thalhah. Sementara seorang Muslim dilarang menikahi wanita musyrik dan boleh dengan ahli kitab (Yahudi dan Nashrani).   Patut dicatat, hukum mubah itu bukan berarti harus dikerjakan. Sebab, dalam memilih istri, Rasulullah saw, telah mendorong pria Muslim untuk lebih memperhatikan aspek agamanya. Karena istri adalah Ibu yang akan menjadi madrasah dari anak-anak kelak. Cinta lintas agama harus sesuai hukum syara.

 

ummu-sulaim-doadankajianislami

 

Jaga Pergaulan

Jaga Pergaulan Raih Kemuliaan

Assalamu’alaykum sahabat CintaQuran.

 

Ketika dua kutub magnet yang berlawanan di dekatkan, akan terjadi daya tarik menarik. Semakin dekat, semakin kuat daya tariknya. Secara alamiah, hal yang sama juga terjadi pada manusia. Ketika interaksi antar lawan jenis begitu dekat, akan muncul rasa cinta yang telah anugerahkan pada hamba-Nya. Lumrahnya timbul rasa cinta, tidak lantas membolehkan manusia bebas dalam mengekpresikannya. Karena keterbatasan manusia yang mudah tergoda, bisa menjadikan rasa cinta berbuah malapetaka. Untuk itu, Allah telah mengingatkan kita untuk menjaga pergaulan agar kemuliaan senantiasa terpelihara.

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Israa:32)

“Barangsiapa beriman keada Allah dan hari akhir,maka jangan sekali-kali dia bersunyi-sunyi dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnyamkarena yang ketiganya ialah Syetan”
(HR Ahmad)

Aturan pergaulan dalam Islam menjaga agar interaksi antar lawan jenis senantiasa dapat ridho Allah. Ketika kehidupan sekuler menganggap berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan muhrim hal yang biasa, dalam Islam itu pintu masuk sebuah bencana. Karena itu Islam secara tegas melarang adanya campur baur pria dan wanita tanpa kepentingan syar’i seperti dalam hal pendidikan, muamalah, atau pengobatan.

Kacung-kacung liberal mungkin menganggap aturan Islam mengekang kebebasan, padahal kenyataannya justru menjaga kemuliaan.

Mana yang Anda pilih, bergaul bebas yang bertaburan kemaksiatan atau menjaga pergaulan demi meraih kemuliaan? Umat Muhammad saw, akan pilih yang kedua.

 

 

Jaga Pergaulan-doadankajianislami

FUTUR

Terbentur Sikap Futur

 

Assalamu’alaikum sahabat CintaQuran.

Ka’ab bin Malik tidak pernah absen ikut berjihad. Namun menjelang perang Tabuk semangatnya pudar. Terbayang olehnya peperangan dalam kondisi panas terik matahari gurun yang sangat menyengat. Akhirnya kemalasan menghampiri Ka’ab bahkan menguasai dirinya. Ka’ab tidak ikut berangkat

Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan atau pun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan dirimu di jalan Allah.  (QS. At-Taubah: 41)

Absennya Ka’ab dari perang Tabuk membuat dirinya galau dari hari ke hari. Sepulangnya Rasul dari perang Tabuk, Ka’ab segera menemuinya untuk minta maaf. Sebagai hukuman, Rasul memerintahkan para shahabat dan istrinya untuk mengucilkan Ka’ab. Selama 50 hari 50 malam Ka’ab dicuekin oleh para shahabat. Sendiri di tengah keramaian. Sungguh kehidupan yang memilukan. Itulah salah satu ganjaran bagi mereka yang futur.

“Sesungguhnya  setiap amal memiliki masa semangat. Dan setiap masa semangat ada masa futur. Maka barangsiapa ketika futur tetap berada dalam sunnah, maka dia telah mendapat petunjuk. Dan barangsiapa ketika futur menyimpang dari selainnya (-sunnah-) maka dia telah tersesat.” (H.R. Ahmad)

Futur berarti patah semangat untuk terus berdakwah atau beramal sholeh. Penyebabnya bisa karena cinta dunia, bosan, jenuh, malas, dan merasa amalnya tidak berguna. Mereka yang terbentur sikap futur, hanya akan tersesat dunia akhirat. Futur memang manusiawi tapi bukan legalisasi untuk menjauhkan diri dari ridho illahi. Baca kisah teladan para shahabat untuk membakar semangat taat. Berkumpul dengan orang sholeh biar banyak tahu perbuatan yang dilarang dan yang boleh. Mengenal Islam lebih dalam agar pemahaman akidah makin tajam. Jadikan futur sebagai ajang evaluasi, bukan jadi lupa diri. Mungkin itu saatnya kita rehat sekilas sebelum kembali ke medan laga menaikkan produktifitas. Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang gugur futur. Aamiin..

 

Tabuk-Ka'ab bin Malik-DOADANKAJIANISLAMI

Bukan Islam KTP

Bukan Islam KTP

 
Assalamu’alaikum Sahabat CintaQuran.

Setelah masuk Islam, Ibunya sangat marah dengan keislaman Sa’ad bin Abi Waqqash.Ibunya mengancam akan mogok makan hingga Sa’ad kembali menyembah berhala.

Namun, Sa’ad lebih mencintai ALLAH dan Rasul-Nya. “Wahai Ibunda, demi ALLAH, seandainya engkau memiliki 70 nyawa dan keluar satu per satu, aku tidak akan pernah mau meninggalkan agamaku selamanya!” tegas Sa’ad. Akhirnya, sang Ibu makan. Ia hanya dirundung kesedihan dan kebencian. Sa’ad tetep bangga dan konsisten memegang keislamannya, karena Allah swt telah menjanjikan kemuliaan bagi hamba-Nya.

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah syurga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepadaNya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya. (QS. Al-Bayyinah: 7-8)

Saat ini, godaan yg dialami Sa’ad dialami juga oleh kaum Muslimin. Meski dengan cara dan kemasan lebih soft. Umat Islam tidak diancam agar murtad, tapi cukup menjauhkan aturan Islam dalam keseharian dan menuhankan hawa nafsu.
Dalam perkara akidah, umat Islam diajak agar mengakui kebenaran semua agama dan bertoleransi dengan ikut tradisi agama lain.
Yang tergoda, pede aja mengumbar aurat, gaul bebas sebagai ajang baku syahwat, dalam perkara riba ikut terlibat, dan untuk perayaan agama lain kasih ucapan selamat.

Banggalah menjadi muslim seperti Sa’ad. Karena hanya Islam agama yang benar dan diridhoi Allah.
Standar perbuatan kita HALAL-HARAM bukan asas MANFAAT. Tujuan kita RIDHO ALLAH bukan ridho sahabat atau kerabat.
Pantaskan diri kita untuk menjadi penghuni surga yang hanya disediakan bagi orang-orang beriman. Tunjukkan bahwa keislaman kita original dan fulltime, BUKAN ISLAM KTP

 

Sa'ad bin Abi Waqqash-doadankajianislami