Tag Archives: DALIL TENTANG SHALAT KHUSYU

sholat1

Khusyu Dalam Shalat

[ Khusyu’ dalam Sholat ]

Allah ta’ala berfirman, menceritakan tentang keadaan orang-orang yang beriman:

“Sungguh beruntunglah orang-orang yang beriman. Yaitu, orang-orang yang khusyu’ dalam sholat mereka”

(Al Mu’minun : 1-2)

Syaikh As Sa’diy rahimahullahu menerangkan makna ‘khusyu’ di dalam sholat’, yaitu seseorang menghadirkan hati di hadapan Allah, merasakan dekatnya (ilmu dan pengawasan) Allah, yang dengan semua itu hati bisa merasa tenang, jiwa merasa damai. Hal ini akan terpancar dalam gerakan tubuh yang tenang, tidak lalai dalam sholat, menghayati setiap bacaan yang dibaca dalam sholatnya, dari awal takbir hingga akhir sholat. Semua ini dalam rangka tunduk dan taat kepada Allah.

(Lihat Tafsir Karimirrahman,Maktabah Ar Rusyd, hal. 547)

Oleh : Pusat Buku Sunnah

 

doadankajianislami-sujud

DALIL TENTANG SHALAT KHUSYU (3)

KTQS # 623

TIPS PRAKTIS AGAR SHALAT KHUSYU (3)

1.Tidak menghadirkan didalam hatinya kecuali segala sesuatu yang ada didalam shalat.

2. Hendaklah merasakan bahwa dirinya tengah berdiri dihadapan Raja dari seluruh Raja Yang Maha Mengetahui segala yang tersimpan dan tersembunyi.

3. Mentadabburi bacaan shalatnya karena hal itu dapat menyempurnakan kekhusyuan.

4. Mengosongkan hatinya dari segala kesibukan selain shalat karena hal itu dapat membantunya untuk khsusyu dan janganlah memperpanjang atau melebarkan pembicaraan didalam hatinya. (al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 6643)

5. Khusyu bukan berarti tidak mendengar dan tidak melihat apapun, namun ia harus sadar bahwa dirinya sedang shalat, menghadap Allah swt.

6. Dan pertanda orang yg shalatnya khusyu, adalah orang yg setelah shalat menjauhi semua larangan-Nya dan mengerjakan semua perintah-Nya.

MASIH SERING MERASA PIKIRAN MELAYANG KEMANA-MANA SAAT SHALAT ?

Ini solusinya :

Ucapkan dengan SUARA SEDANG DI ANTARA KERAS & PELAN.

“Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu”. (Qs. Al-Israa’:110)

Bila kita pelankan suara atau di dalam hati saja, maka terkadang fikiran kita akan melayang tak tentu arah, tapi jika kita baca dengan suara lirih yg didengar oleh diri sendiri, maka ini akan lebih membantu konsentrasi pada bacaan shalat.

Semoga bermanfaat…

Salam !

Dari KTQS

DALIL TENTANG SHALAT KHUSYU (2)

KTQS # 622

FAHAMI AGAR SHALAT KHUSYU (2)

Rasulullah saw bersabda:
“Sesungguhnya seseorang selesai (dari shalat) dan tidaklah ditulis (pahala) baginya, kecuali sepersepuluh shalatnya, sepersembilannya, seperdelapannya, sepertujuhnya, seperenamnya, seperlimanya, seperempatnya, sepertiganya, setengahnya”. (HR. Abu Dawud)

Berkata Ibnu ‘Abbaas ra tentang hadit tsb diatas :
“Engkau tidak mendapatkan pahala dalam shalatmu, melainkan apa yang engkau pikirkan dalam shalatmu…”

Oleh karenanya, penting bagi seseorang MEMAHAMI apa yang DIBACA-nya dalam shalat. Dari sejak ucapan takbiiratul ihram sampai salam.

Banyak yang hanya sekedar membaca, takbiratul ihram/al-fatihah/surat-surat/bacaan ruku’/bacaan i’tidal/dsb tanpa menghadirkan hatinya ketika membaca bacaan-bacaan tersebut. Baik karena ia tidak paham apa yang dibacanya, atau ia paham hanya saja hatinya LALAI…

Jangan sampai kita seperti orang YANG MABUK, atau orang YANG NGANTUK.. padahal kita TIDAK MABUK dan TIDAK NGANTUK..

Bukankah Allah berfirman:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan MABUK, sehingga KAMU MENGERTI apa yang kamu ucapkan”. (QS. an Nisaa’:43)

Ayat ini merupakan ayat kedua yang diturunkan Allah berkaitan dengan khamr, yang kemudian Allah menurunkan ayat ketiga sekaligus mengharamkan secara mutlak khamr dalam semua keadaan.

Ditafsirkan oleh Ibnu Katsir:
“Ini ungkapan paling baik untuk batasan mabuk, yaitu tidak mengetahui apa yang diucapkannya. karena orang yang sedang mabuk diwaktu shalat, akan mencampuradukkan bacaan, TIDAK MERENUNGKAN BACAANNYA, dan TIDAK KHUSYU’ dalam membacanya”.

Rasulullah juga bersabda:
“Jika salah seorang dari kalian MENGANTUK, maka hendaklah ia tidur (terlebih dahulu) sehingga kantuknya hilang, karena jika ia sholat dalam keadaan mengantuk, mungkin dia ingin memohon ampun namun dia malah mencela dirinya sendiri”. (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, dll)

Salam !

copas dari KTQS

DALIL TENTANG SHALAT KHUSYU (1)

KTQS # 621

 

DALIL TENTANG SHALAT KHUSYU (1)

Al Qurthubi mengatakan bahwa khusyu adalah suasana di dalam jiwa yang tertampakkan pada anggota tubuhnya berupa ketenangan dan ketundukan.

Sedangkan Qatadah mengatakan bahwa khusyu didalam hati berupa rasa takut.

Diantara nash-nash yang berbicara tentang tuntutan khusyu didalam shalat ini :

الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ

Artinya, ”(yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam sembahyangnya”. (QS. Al Mukminun : 2)

وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya : ”Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’”. (QS. Al Baqoroh : 45)

Diantaranya pula, hadits ’Uqbah bin ’Amir bahwa dia mendengar Rasulullah saw bersabda, ”Tidaklah seorang muslim berwudhu lalu membaguskan wudhunya kemudian berdiri melakukan shalat dua raka’at dengan ketundukan hati dan wajahnya kecuali wajib baginya surga”. (HR. Muslim)

Dari Utsman berkata,”Aku mendengar Rasulullah saw bersabda,”Tidaklah seorang muslim mendatangi shalat wajib lalu membaguskan wudhu, khsuyu dan ruku’nya kecuali ia menjadi pelebur dosa-dosanya yang lalu kecuali dosa besar. Dan itu berlaku sepanjang masa”. (HR. Muslim)

Salam !

copas dari KTQS