Tag Archives: doa

Doa Agar Dimasukkan ke Surga dan Dilindungi dari Neraka.

doadankajianislami-sujud
Do’a ini amat baik untuk dihafal, berisi permintaan agar dimasukkan ke surga dan dilindungi dari neraka.

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَسْأَلُكَ أَنْ تَجْعَلَ كُلَّ قَضَاءٍ قَضَيْتَهُ لِى خَيْرًا

“Allahumma inni as-alukal jannah, wa maa qorroba ilaihaa min qoulin aw ‘amal, wa a’udzu bika minan naari wa maa qorroba ilaiha min qoulin aw ‘amal, wa as-aluka an taj’ala kulla qodho-in qodhoitahu lii khoiroo”
Artinya : Ya Allah, aku meminta surga pada-Mu serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, aku berlindung pada-Mu dari neraka serta perkataan atau amal yang mengantarkan padanya. Ya Allah, jadikanlah setiap takdir yang Engkau peruntukkan untukku adalah baik
[HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad (6/133), dari Ummu Kultsum binti Abi Bakr, dari ‘Aisyah]. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.

Doa Tobat

Doa Tobat

doadankajianislami-sujud

Bacaan Doa Tobat

 

“Allaahumma innii zhalamtu nafsii zhulman katsiiran wa laa yaghfiru al-dzunuuba illaa anta faghfirlii maghfiratan min ‘indika warhamnii innaka anta al-ghafuuru al-rahiim”

Arti Doa Tobat

“Ya Allah, aku telah banyak berbuat zalim terhadap diriku sendiri, dan tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. Maka, curahkanlah ampunan dan belas kasih kepadaku dari sisi-Mu. Sungguh Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

(HR Al-Bukhari, Muslim, AL-Tirmidzi, Al-Nasa’i, Ibn Majah, Ahmad, Ibn Hibban, dan Ibn Khuzaimah)”

 

 

dari buku “Doa Orang-orang Sukses”  Dr Aam Amiruddin

Ancaman Bagi Orang Yang Sengaja Menunda dan Enggan Membayar Utang

KTQS # 1032

Ancaman Bagi Orang Yang Sengaja Menunda dan Enggan Membayar Utang

 

Allah 13
1. Orang yang mampu membayar utang namun menunda-nundanya disebut sebagai pelaku kezaliman. Rasulullah bersabda, “Perbuatan orang kaya yang menunda-nunda pembayaran utangnya adalah suatu kezhaliman”. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Orang yang sengaja menolak melunasi utang kelak berjumpa dengan Allah sebagai pencuri. Rasulullah bersabda, “Siapa saja yang berutang dengan niat tidak akan melunasinya, niscaya dia akan bertemu Allah (pada hari Kiamat) dalam keadaan sebagai pencuri”. (HR. Ibnu Majah dengan sanad Shahih).

3. Jiwa orang yang berutang dan belum melunasinya tertahan. Rasulullah bersabda, “Jiwa seorang mukmin tertahan oleh utangnya hingga utang tersebut terlunasi”. (HR. at-Tirmidzi dengan sanad shahih).

4. Rasulullah enggan menshalatkan Jenazah orang yang mempunyai utang hingga utangnya dilunasi atau adanya seseorang yang menjamin untuk melunasinya.

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata, ‘Suatu ketika dihadirkan ke hadapan beliau mayat seseorang, lalu beliau bertanya, ‘Apakah dia mempunyai utang?’ Para sahabat menjawab, ‘Ya, dua dinar.’ Maka Abu Qatadah berkata, ‘Wahai Rasulullah, biarlah aku yang menanggung dua dinar itu.’ Maka beliau pun menshalatkannya” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’i)

5. Dosa menanggung (tidak membayar) utang tidak akan diampuni sekalipun pelakunya mati syahid. Rasulullah bersabda,“Seluruh dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali utang.” (HR. Muslim)

DOA AGAR BISA MELUNASI HUTANG

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحُزْنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ.

“Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari (hal yang) menyedihkan dan menyusahkan, lemah dan malas, bakhil dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang.”
(HR.Bukhari 7/158).

Salam !

copas dari KTQS

PEMIMPIN

KTQS # 1031

PEMIMPIN

doadankajianislami-kepemimpinan-di-era-global
> KAMI TAAT PADA FIRMAN-MU
“Hai orang-orang yg beriman, JANGANLAH KAMU MEMILIH PEMIMPINMU, orang-orang yg Membuat AGAMAMU JADI BAHAN EJEKAN DAN PERMAINAN…”. (QS. Al-Ma’idah 57)
> KAMI AMALKAN DOA RASUL-MU
“Ya Allah, sungguh KAMI BERLINDUNG kepada-Mu dari pemimpin yang kekanak-kanakan dan dari PEMIMPIN YANG BODOH”.  (HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad)
> KAMI IKUTI NASIHAT ULAMA-MU
Imam al-Mawardi mengatakan, syarat menjadi pemimpin adalah MENJAGA AGAMA (khirasat al-din)
> KAMI SANGAT YAKIN KEPADA KEKUATAN-MU
“Wayam kuruna wayam kurullahu wallahu khairu almakirin”
“Mereka memikirkan Tipu Daya & Allah menggagalkan Tipu Daya itu, Sesungguhnya Tipu Daya Allah lebih Baik”. (QS. Al Anfaal:30)
(Tipu Daya = Tipu Muslihat/Makar/Konspirasi)
> KAMI YAKIN BALASANMU
RASULULLAH SAW bersabda, “Barang siapa yang dibebankan Allah untuk memimpin rakyatnya, lalu mati dalam keadaan menipu rakyat, niscaya Allah mengharamkan atasnya surga.” (HR Bukhori dan Muslim)
KAMI YAKIN, SEYAKIN YAKINNYA KEPADAMU, ENGKAULAH YANG MAHA ADIL
. اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ الْمُسلِمِين
Ya Allah, muliakanlah Islam & kaum Muslimin di Indonesia.
Lindungilah agama-MU & ummat-MU dari fitnah-fitnah kaum kufar, kaum musyrikin, kaum jahil & dari muslim yang bodoh.
Hadaanallahu wa iyyaakum ajma’iin…Semoga Allah memberikan petunjuk kepada kita semua.
MAHA BENAR ALLAH DENGAN SEGALA FIRMANNYA.
Salam !
copas dari KTQS

ISTRI TAAT KEPADA AYAHNYA ATAU KEPADA SUAMI ?

KTQS # 1030

ISTRI TAAT KEPADA AYAHNYA ATAU KEPADA SUAMI ?

 

doadankajianislami-istrisolehah

Rasulullah saw bersabda, “Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa di bulan Ramadhan, serta menjaga kemaluannya dan benar-benar taat pada suaminya, maka “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yg engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471)
Sabda Rasulullah saw, “Seandainya aku boleh untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah, pasti akan aku perintah seorang wanita untuk sujud kepada suaminya”. (HR.Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Tirmidzi).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan: “Apabila wanita telah menikah, maka suaminya lebih berhak daripada ayahnya, istri lebih wajib mentaati suami dari pada ayahnya”. (Wanita mulia Ahli Surga:36).
Istri hendaknya bisa menempatkan posisinya dihadapan orang tua dan suaminya, jangan sampai ketaatan kepada suami dikalahkan dgn ketaatan kepada orang tuanya. Dia boleh mentaati orang tuanya, namun setelah ketaatan kepada suaminya.
Dan bagi para orang tua supaya merasa senang ketika anak perempuannya lebih mendahulukan suaminya dari pada dirinya, karena hal itu menunjukan bahwa anaknya adalah anak yg shalihah.
Salam !
copas dari KTQS

NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR) – 6

KTQS # 1029

NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR)

doadankajianislami-NCTR
– Ringkasan Mudah Sesuai Sunnah (6 dari 6 – habis)
3. Rukun Rujuk
Adapun rukun rujuk ada tiga, yaitu:
I. Isteri dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Isteri telah di campuri oleh mantan suami sebab bila belum di campuri tidak ada iddah dengan demikian tidak boleh Rujuk (Maksudnya pasangan suami istri ini sudah bercampur setelah aqad nikah).
b. Isteri di dalam keadaan talak raj’i (Talak 1 & 2) sebab dalam keadaan talak ba’in (Talak 3) baik berupa fasakh, khulu’ itu tidak boleh.
II. Suami dengan syarat-syarat sebagai berikut:
a. Baligh (dewasa).
b. Berakal (tidak dalam keadaan gila atau mabuk)
c. Dengan kemauan sendiri (tidak di paksa).
III. Sighat (ucapan)
Cara merujuk yang di lakukan oleh suami ada dua macam, yaitu: dengan sharih (jelas) dan dengan cara kinaya (sindiran). Pada waktu suami mengucapkan Rujuk sebaiknya ada dua orang saksi yang adil.
IV. Hikmah Rujuk
Adapun hikmah rujuk adalah:
a. Rujuk dapat mengekalkan pernikahan dengan cara sederhana tanpa melalui akad nikah baru, setelah terjadi perceraian antara suami dan isteri.
b. Rujuk merupakan sarana untuk menyatukan kembali hubungan antara suami isteri dengan cara ringan dari segi biaya, waktu, maupun tenaga atau pikiran.
Demikian kajian ringkasan NTCR sesuai sunnah. Semoga bermanfaat.
Salam !
copas dari KTQS

NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR) – 5

KTQS # 1028

NIKAH, TALAK, CERAI, RUJUK (NTCR)

 

munculnya-cinta

 

Ringkasan Mudah Sesuai Sunnah (5 dari 6)

Illa’ artinya sumpah, yaitu sumpah suami yang menyebut asma Allah untuk tidak mendekati isterinya itu. Dan di sini Allah memberikan waktu selama empat bulan. Jika dalam waktu itu tidak ada perubahan antara keduanya maka suami boleh menjatuhkan talak. Setiap ada hubungan tidak selamanya akan baik,dan ini merupakan hal yang sering terjadi dalam ikatan perkawinan. Karena terlalu emosi kadang-kadang suami bertindak di luar batas sampai-sampai bersumpah demi Allah tidak akan menyentuk isterinya. Hal semacam ini harus kita hindari jauh-jauh karena bisa memecah ikatan perkawinan.

Kemudian Li’an artinya jauh dan laknat, kutukan. Li’an ialah sumpah yang diucapkan oleh suami ketika ia menuduh isterinya berbuat zina dengan empat kali kesaksian bahwa dia adalah orang yang benar dalam tuduhan, kemudian dia bersedia menerima laknat dari Allah dalam kesaksiannya yang kelima jika ia berdusta.

RUJUK

1. Pengertian.
Rujuk menurut bahasa artinya kembali. Adapun menurut syariat Islam ialah kembalinya mantan suami kepada mantan isterinya yang telah di talaknya dengan talak raj’I untuk kumpul kembali pada masa iddah tanpa mengadakan akad nikah yang baru.

Hukum asal daripada Rujuk adalah mubah (boleh). Hal ini di dasarkan pada firman Allah SWTsurat Al-Baqarah ayat 228: Artinya: “dan suami-suaminya yang berhak meRujuknya dalam masa menanti itu jika mereka (para suami) itu mengehendaki Islah”

2. Hukum Hukum Rujuk
Hukum rujuk dapat berubah menjadi sunnah, makruh atau haram sesuai dengan hal-hal tertentu, sebagai berikut:
a. Mubah, hal ini sesuai dengan hukum asalnya.
b. Sunnah apabila rujuk dimaksudkan untuk memperbaiki hubungan kekeluargaan yang telah retak.
c. Makruh apabila rujuk ini akan membawa mudharat dan talak lebih bermanfaat.
d. Haram, apabila dengan rujuk akan membawa isteri teraniaya.

 

Salam !

COPAS dari KTQS

Doa dan Dzikir Pagi Sesuai Sunnah

KTQS #652 sampai 663

Doa dan Dzikir Pagi  Sesuai Sunnah

nc 106 pray

Membaca taudz terlebih dahulu “A’udzubillahiminasyaithanirradziim”

1. Membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255) pagi dan sore hari

ٱﻟﻠَّﻪُ ﻻَٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ٱﻟْﺤَﻰُّ ٱﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ۚ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُۥ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻻَ ﻧَﻮْﻡٌ ۚ ﻟَّﻪُۥ ﻣَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ۗ ﻣَﻦ ﺫَا ٱﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻻَّ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِۦ ۚ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ۖ ﻭَﻻَ ﻳُﺤِﻴﻂُﻮﻥَ ﺑِﺸَﻰْءٍ ﻣِّﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِۦٓ ﺇِﻻَّ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺎٓءَ ۚ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ٱﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَٱﻷَْﺭْﺽَ ۖ ﻭَﻻَ ﻳَـُٔﻮﺩُﻩُۥ ﺣِﻔْﻆُﻬُﻤَﺎ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ٱﻟْﻌَﻠِﻰُّ ٱﻟْﻌَﻆِﻴﻢُ

ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU.
LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM.
LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI.
MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI.
YA’LAMU MAA B AINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM.
WA LAA YUHITHUUNA BI. SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A.
WASI’ KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA.
WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(Al-Baqarah – 2:255)
Dibaca 1x ketika PAGI dan SORE.
Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore,
dan barangsiapa yg membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin)”
(HR. Al-Hakim 1/562)

 
2. Membaca 3x pagi dan sore surat Al-Ikhlash, Al-Falaq dan An-Naas.

Dibaca 3x ketika PAGI dan SORE.
“Barangsiapa yg membacanya 3x ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu”.
(HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidzi 5/567)

 

3. Membaca 1x Pagi dan Sore

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ،
رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ
رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Asbahnaa wa asbahal mulku lillahi walhamdulillah, laa ilahaa illallahu wahdahu laa syariika lah,
lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli sya’iin qodiir.
Robbi as aluka khoiro maa fii hadzal yaumi wa khoiro maa ba’dah, wa a’udzubika min syarri maa fii hadzal yaumi wa syarri maa ba’dah
Robbi a’udzubika minal kasali wa suu’il kibari, Robbi a’udzubika min ‘adzaabi fiinnar wa ‘adzabi fiilqobri”.

Artinya:
”Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah,segala puji hanya milik Allah.Tidak ada Ilah (yg berhak diibadahi dgn benar) kecuali Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagiNya.
BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.
Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan di hari ini dan sesudahnya.
Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan sesudahnya.
Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua.
Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”

Dibaca 1x PAGI dan SORE.
(HR. Muslim 4/2088 no.2723)

 

4. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ

Allahumma bika ashbahnaa wa bika amsainaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikan nusyuur
Artinya: “Ya Allah, dgn rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu pagi, dan kami memasuki waktu sore. Dgn rahmat dan kehendakMu kami hidup dan dgn rahmat dan kehendakMu kami mati.
Dan kepadaMu kebangkitan (bagi semua makhluk).”
(HR. At-Tirmidzi 5/466)

5. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ،
أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka,
wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika maa as tatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu abuu’u laka binikmatika ‘alayya, wa abuu’u bidzambii faaghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta”.

Artinya: Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada yg berhak diibadahi dgn benar kecuali Engkau,
Engkau-lah yg menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan (apa) yg kuperbuat.
Aku mengakui nikmatMu (yg diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yg dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.”

Dibaca 1X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan masuk surga. Demikian juga apabila di pagi hari.”
(HR. Bukhari 7/150)

 

6. Membaca 3x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafiini fii bashorii,
laa ilaha illa anta. Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzaa bil qobri, laa ilaha illa anta”.
Artinya: Ya Allah, sehatkan lah badanku. Ya Allah, sehatkan lah pendengaranku. Ya Allah, sehatkan lah penglihatanku, tiada tuhan selain Engkau.
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-mu dari siksa kubur, tiada tuhan selain Engkau”
Dibaca 3X PAGI dan SORE.
(HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam Al-Adabul Mufrad dan di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.26).

7. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ،
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ،
اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ،
وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fiid dunyaa wal akhiroh, allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii.
Allahummastur ‘awraatiy, wa aamin raw ’aatiy. Allahummahfadhnii min baina yadayya wa min kholfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii wa a’udzu bi’adzomatika an aghtaala min tahtii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat.
Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta­ku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut.
Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”
Dibaca 1X PAGI dan SORE.
(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332).

 

8. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ،
وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoibi wash shahaadati faathiros samawaati wal ardh,
Robba kulli sya’inn wa maliikahu. Ashhadu alla ilaha illa anta,a’udzubika min syarri nafsii
wa min syarrish syaithooni wa syirkihi wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu’ann, au ajurrohu ilaa muslim”.

Artinya: Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya, (aku berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya”.
Dibaca 1X PAGI dan SORE.
(HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142).

 

9. Membaca 3x Pagi dan Sore

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’ann fil ardhi walaa fiis samaai wa huwas sami’ul ‘aliim”.

Artinya : Dengan Nama Allah yang tidak ada bahaya atas NamaNya sesuatu di bumi dan tidak pula dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.”
Dibaca 3X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan 3X ketika sore, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun.”
(HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332).

 

10. Membaca 3x Pagi dan Sore

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billahi robbaa, wa bil islaami diinaa,-wa bi Muhammadin sholallohu ‘alaihi wasallam nabiyyaa-”.

Artinya :”Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabbku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku
dan Muhammad Saw sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).”
Boleh juga diganti (kalimat yang diberi tanda setrip) membaca:

وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً

-Wa bi Muhammadin sholallohu ‘alaihi wasallama nabiyya wa rosuulaa-
Dibaca 3X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat.”
(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.4 dan Ibnus Sunniy no.68,
Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39).

 

 

11. Membaca 1x Pagi dan Sore

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

“Yaa hayyu yaa qoyyuumu bi rohmatika astaghiitsu Ashlih lii sya’nii kulluha walaa takilnii ilaa nafsii thorfatan ‘ain”.

Artinya :”Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmatMu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dariMu).”
Dibaca 1X PAGI dan SORE.
(HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273).

12. Membaca 1x Pagi dan Sore

أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ،
وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

Ashbahnaa ‘alaa fithrotil islaami- wa ‘alaa kalimatil ikhlash, wa ‘alaa diini nabiyyina Muhammadin
sholallohu ‘alaihi wasallama wa ‘alaa millati abiinaa Ibrohiima haniifaam musliman
wa maa kaana minal musyrikiin.

Artinya : “Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik”.
Dibaca 1X PAGI dan SORE.
(HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami’ 4/209).

 

13. Membaca 7x Pagi dan Sore

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Hasbiyallahu laa illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyl ‘adziim

Artinya : Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung”. (Dibaca 7 x)

Catatan kaki :
Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak 7X, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya.
(HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376)).

 

14. Membaca 10x Pagi dan Sore

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli wasallam ‘ala nabiyyinnaa Muhammad

Artinya:“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad”. (Dibaca 10 x)

Catatan kaki :
Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kalidi pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti”.
(HR. Thobroni melalui dua isnad, salah satunya jayyid (baik). Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273)).‎

 

15. Membaca 100x Pagi dan Sore

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallohi wa bihamdihi.

Artinya :”Mahasuci Allah, aku memuji-Nya”
Dibaca 100X PAGI dan SORE.
“Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang dia baca atau yang lebih banyak lagi.”
(HR. Muslim 4/2071).

 

16. Membaca 100x atau 10x atau 1x Pagi

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Laa ilaha illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir.

Artinya:“Tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi dengan benar) selain Allah Yang MahaEsa,
tidak ada sekutu bagiNya. Bagi-Nya kerajaan dan bagiNya segala puji. Dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu”
Dibaca 100x PAGI.

“Barangsiapa yang membacanya seratus kali dalam sehari maka (pahalanya) seperti membebaskan sepuluh budak, ditulis untuknya seratus kebaikan, dihapus darinya seratus kesalahan, dan dia akan mendapat perlindungan dari (godaan) syaithan pada hari itu sampai sore, dan tidak ada seorang pun yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang mengamalkan lebih banyak dari itu.”
(HR. Al-Bukhariy 4/95 dan Muslim 4/2071).
Atau dibaca 10x.
(HR. An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.24, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/272).
Atau dibaca 1x ketika malas/sedang tidak bersemangat.
(HR. Abu Dawud 4/319, Ibnu Majah, Ahmad 4/60, lihat Shahih Abu Dawud 3/957
dan Shahih Ibnu Majah 2/331).

 

17. Membaca 3x di pagi hari

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ

Subhanallohi wabihamdihi ‘adada kholqihi wa ridhoo nafsihi wa zinata ‘arshihi wa midaada kalimaatihi.

Artinya :“Mahasuci Allah, aku memujiNya sebanyak bilangan makhlukNya, Mahasuci Allah sesuai keridhaanNya, Mahasuci seberat timbangan ‘ArsyNya, dan Mahasuci sebanyak tinta (yang menulis) kalimatNya.”
Dibaca 3X PAGI.
(HR. Muslim 4/2090).

 

18. Membaca 1x Pagi

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً

Allahumma inni as aluka ‘ilmaan nafi’aa wa rizqoon thayyibaa wa ‘amalaan mutaqobbalaan”.
Artinya :“Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.”
Dibaca 1X PAGI.
(HR. Ibnus Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.54, Ibnu Majah no.925 dan dihasankan sanadnya oleh ‘Abdul Qadir dan Syu’aib Al-Arna`uth di dalam tahqiq Zaadul Ma’aad 2/375).

19. Membaca Pagi ATAU Sore sebanyak 100x

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaaha wa atuubu ilaiih”
Artinya“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya”
Dibaca 100X SEHARI.

(HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari 11/101 dan Muslim 4/2075)

 

Bila Anda memiliki gadget/smartphone, sebaiknya dzikir ini disimpan di memopad masing-masing gadget sehingga mudah dibuka ketika kita memerlukannya.
Salam!
Copas dari KTQS

Doa dan Dzikir Sore Sesuai Sunnah

Doa dan Dzikir Sore Sesuai Sunnah

 

nc 106 pray

Membaca taudz terlebih dahulu “A’udzubillahiminasyaithanirradziim”

 

1. Membaca ayat kursi (QS. Al-Baqarah ayat 255) pagi dan sore hari

ٱﻟﻠَّﻪُ ﻻَٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ٱﻟْﺤَﻰُّ ٱﻟْﻘَﻴُّﻮﻡُ ۚ ﻻَ ﺗَﺄْﺧُﺬُﻩُۥ ﺳِﻨَﺔٌ ﻭَﻻَ ﻧَﻮْﻡٌ ۚ ﻟَّﻪُۥ ﻣَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻰ ٱﻷَْﺭْﺽِ ۗ ﻣَﻦ ﺫَا ٱﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺸْﻔَﻊُ ﻋِﻨﺪَﻩُۥٓ ﺇِﻻَّ ﺑِﺈِﺫْﻧِﻪِۦ ۚ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﻣَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﺃَﻳْﺪِﻳﻬِﻢْ ﻭَﻣَﺎ ﺧَﻠْﻔَﻬُﻢْ ۖ ﻭَﻻَ ﻳُﺤِﻴﻂُﻮﻥَ ﺑِﺸَﻰْءٍ ﻣِّﻦْ ﻋِﻠْﻤِﻪِۦٓ ﺇِﻻَّ ﺑِﻤَﺎ ﺷَﺎٓءَ ۚ ﻭَﺳِﻊَ ﻛُﺮْﺳِﻴُّﻪُ ٱﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَٱﻷَْﺭْﺽَ ۖ ﻭَﻻَ ﻳَـُٔﻮﺩُﻩُۥ ﺣِﻔْﻆُﻬُﻤَﺎ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ٱﻟْﻌَﻠِﻰُّ ٱﻟْﻌَﻆِﻴﻢُ

ALLAHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QAYYUMU. LAA TA’KHUDZUHUU SINATUW WA LAA NAUUM. LAHUU MAA FISSAMAAWAATI WA MAA FIL ARDHI. MAN DZAL LADZII YASFA’U ‘INDAHUU ILLAA BI IDZNIHI. YA’LAMU MAA B AINA AIDIIHIM WA MAA KHALFAHUM. WA LAA YUHITHUUNA BI. SYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLAA BI MAASYAA-A. WASI’ KURSIYYUHUSSAMAAWAATI WAL ARDHA. WA LAA YA-UDHUU HIFZHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL AZHIIM

Artinya: Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (Al-Baqarah – 2:255)

Dibaca 1x ketika PAGI dan SORE.

“Barangsiapa membacanya di pagi hari maka akan dilindungi dari (gangguan) jin sampai sore, dan barangsiapa yg membacanya di sore hari maka akan dilindungi dari gangguan mereka (jin)” (HR. Al-Hakim 1/562)

 

 

2. Membaca surat Al-Ikhlaash, Al-Falaq dan An-Naas.

Masing-masing dibaca 3x ketika PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yg membacanya 3x ketika pagi dan ketika sore maka dia akan dicukupi dari segala sesuatu”.

(HR. Abu Dawud 4/322, At-Tirmidzi 5/567)

 

3. Membaca 1x Pagi dan Sore

أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Amsainaa wa amsal mulku lillahi- walhamdulillah, laa ilahaa illallahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli sya’iin qodiir. Robbi as aluka khoiro maa fii hadzihil lailati wa khoiro maa ba’dahaa wa a’udzubika min syarri maa fii hadzihil lailati wa sarri maa ba’dahaa- Robbi a’udzubika minal kasali wa suu’il kibari, Robbi a’udzubika min ‘adzaabi fiinnar wa ‘adzabi fiilqobri”.

Artinya: Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji hanya milik Allah.Tidak ada Ilah (yg berhak diibadahi dengan benar) kecuali Allah Yang Mahaesa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan bagiNya pujian. Dialah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Wahai Rabb, aku mohon kepadaMu kebaikan di hari ini dan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan sesudahnya. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabb, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.”

Dibaca 1x PAGI dan SORE. (HR. Muslim 4/2088 no.2723)

 

4. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ

“Allahumma bika amsainaa wa bika ashbahnaa wa bika nahyaa wa bika namuutu wa ilaikal mashiir”.

Artinya : “Ya Allah, dgn rahmat dan pertolonganMu kami memasuki waktu sore, dan kami memasuki waktu pagi. Dgn rahmat dan kehendakMu kami hidup dan dgn rahmat dan kehendakMu kami mati. Dan kepadaMu kebangkitan (bagi semua makhluk).”

Dibaca 1X PAGI dan SORE. (HR. At-Tirmidzi 5/466)

 

5. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta robbi laa ilaha illa anta, kholaqtanii wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wawa’dika maa as tatho’tu, a’udzubika min syarrimaa shona’tu abuu’u laka binikmatika ‘alayya, wa abuu’u bidzambii faaghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya :“Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada yg berhak diibadahi dgn benar kecuali Engkau, Engkau-lah yg menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan (apa) yg kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu (yg diberikan) kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tidak ada yg dapat mengampuni dosa kecuali Engkau.” Dibaca 1X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya dalam keadaan yakin ketika sore hari lalu meninggal di malam harinya, niscaya dia akan masuk surga. Demikian juga apabila di pagi hari.” (HR. Bukhari 7/150)

 

6. Membaca 3x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma ‘aafinii fii badanii, allahumma ‘aafinii fii sam’ii, allahumma ‘aafiini fii bashorii, laa ilaha illa anta. Allahumma inni a’udzubika minal kufri wal faqri, wa a’udzubika min ‘adzaa bil qobri, laa ilaha illa anta”.

Artinya: Ya Allah, sehatkan lah badanku. Ya Allah, sehatkan lah pendengaranku. Ya Allah, sehatkan lah penglihatanku, tiada tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, aku berlindung kepada-mu dari siksa kubur, tiada tuhan selain Engkau”

Dibaca 3X PAGI dan SORE.

(HR. Abu Dawud 4/324, Ahmad 5/42, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.22 dan Ibnus Sunniy no.69, serta Al-Bukhariy di dalam Al-Adabul Mufrad dan di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.26).

 

7. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنَّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِيْ دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ، اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِيْ، وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ، اللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fiid dunyaa wal akhiroh, allahumma inni as alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dunyaaya wa ahlii wa maalii. Allahummastur ‘awraatiy, wa aamin raw ’aatiy. Allahummahfadhnii min baina yadayya wa min kholfiiwa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fauqii wa a’udzu bi’adzomatika an aghtaala min tahtii.

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan harta­ku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tentramkan-lah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari depan, belakang, kanan, kiri dan dari atasku. Aku berlindung dengan kebesaranMu, agar aku tidak disambar dari bawahku (aku berlindung dari dibenamkan ke dalam bumi).”

Dibaca 1X PAGI dan SORE. (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332).

 

8. Membaca 1x Pagi dan Sore

اللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ

Allahumma ‘aalimal ghoibi wash shahaadati faathiros samawaati wal ardh, Robba kulli sya’inn wa maliikahu. Ashhadu alla ilaha illa anta,a’udzubika min syarri nafsii wa min syarrish syaithooni wa syirkihi wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu’ann, au ajurrohu ilaa muslim”.

Artinya: Ya Allah Yang Mahamengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb Pencipta langit dan bumi, Rabb atas segala sesuatu dan Yang Merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah (yang berhak diibadahi) kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, syaitan dan sekutunya, (aku berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan atas diriku atau mendorong seorang muslim kepadanya”.

Dibaca 1X PAGI dan SORE. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidziy, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/142).

 

9. Membaca 3x Pagi dan Sore

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Bismillaahil ladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’ann fil ardhi walaa fiis samaai wa huwas sami’ul ‘aliim”.

Artinya: Dengan Nama Allah yang tidak ada bahaya atas NamaNya sesuatu di bumi dan tidak pula dilangit. Dia-lah Yang Mahamendengar dan Mahamengetahui.”

Dibaca 3X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan tiga kali ketika sore, tidak akan membahayakannya sesuatu apapun.” (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidziy 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad, lihat Shahih Ibnu Majah 2/332).

 

10. Membaca 3x Pagi dan Sore

رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا

Rodhiitu billahi robbaa, wa bil islaami diinaa,-wa bi Muhammadin sholallohu ‘alaihi wasallam nabiyyaa-”.

Artinya : Aku rela (ridha) Allah sebagai Rabbku (untukku dan orang lain), Islam sebagai agamaku dan Muhammad Saw sebagai Nabiku (yang diutus oleh Allah).” Boleh juga diganti (kalimat yang diberi tanda setrip) membaca: وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً -Wa bi Muhammadin sholallohu ‘alaihi wasallama nabiyya wa rosuulaa-

Dibaca 3X PAGI dan SORE. “Barangsiapa yang mengucapkannya tiga kali ketika pagi dan ketika sore maka ada hak atas Allah untuk meridhainya pada hari kiamat.”

(HR. Ahmad 4/337, An-Nasa`iy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.4 dan Ibnus Sunniy no.68, Abu Dawud 4/418, At-Tirmidziy 5/465 dan dihasankan oleh Asy-Syaikh Ibnu Baz di dalam Tuhfatul Akhyaar hal.39).

 

11. Membaca 1x Pagi dan Sore

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ

Yaa hayyu yaa qoyyuumu bi rohmatika astaghiitsu Ashlih lii sya’nii kulluha walaa takilnii ilaa nafsii thorfatan ‘ain.

Artinya: Wahai Rabb Yang Mahahidup, Wahai Rabb Yang berdiri sendiri (tidak butuh segala sesuatu) dengan rahmatMu aku meminta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku meski sekejap mata sekali pun (tanpa mendapat pertolongan dariMu).”

Dibaca 1X PAGI dan SORE. (HR. Al-Hakim dan beliau menshahihkannya serta disepakati oleh Adz-Dzahabiy 1/545, lihat Shahih At-Targhiib wat Tarhiib 1/273).

 

12. Membaca 1x Pagi dan Sore 

أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ الإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ الإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ

-Amsainaa ‘alaa fithrotil islaam- wa ‘alaa kalimatil ikhlash, wa ‘alaa diini nabiyyina Muhammadin sholallohu ‘alaihi wasallama wa ‘alaa millati abiinaa Ibrohiima haniifaam musliman wa maa kaana minal musyrikiin”.

Artinya:”Di waktu sore kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik”.

Dibaca 1X PAGI dan SORE. (HR. Ahmad 3/406, 407, Ibnus Sunniy di dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no.34, lihat Shahiihul Jaami’ 4/209).

 

13. Membaca Pagi dan Sore 7X

حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ

Hasbiyallahu laa illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyl ‘adziim

Artinya:“Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung”. (Dibaca 7 x) Catatan kaki : Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya.

(HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376)).

 

14. Membaca Pagi dan Sore 10X

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli wasallam ‘ala nabiyyinnaa Muhammad

Artinya :“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad”. (Dibaca 10 x) Catatan kaki : Dari Abu Darda’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti”.

(HR. Thobroni melalui dua isnad, salah satunya jayyid (baik). Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273)).‎

 

15. Membaca 100x Pagi dan Sore

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

“Subhanallohi wa bihamdihi”. “Mahasuci Allah, aku memuji-Nya”
Dibaca 100X PAGI dan SORE.

“Barangsiapa yang membacanya seratus kali ketika pagi dan sore maka tidak ada seorang pun yang datang pada hari kiamat yang lebih utama daripada apa yang dia bawa kecuali seseorang yang membaca seperti apa yang dia baca atau yang lebih banyak lagi.” (HR. Muslim 4/2071).

 

16. Membaca Pagi ATAU Sore sebanyak 100x

أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

Astaghfirullaaha wa atuubu ilaiih”

Artinya :“Aku memohon ampunan kepada Allah dan bertaubat kepadaNya”

Dibaca 100X SEHARI. (HR. Al-Bukhariy bersama Fathul Baari 11/101 dan Muslim 4/2075)

 

17. Membaca 3x di sore hari

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ

A’udzu bi kalimaatillaahit taammaati min sharrimaa kholaq”

Artinya :

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari kejahatan sesuatu yang diciptakanNya”

Dibaca 3X SORE.

“Barangsiapa yang mengucapkannya ketika sore tiga kali maka tidak akan membahayakannya panasnya malam itu.” (HR. Ahmad 2/290, lihat Shahih At-Tirmidziy 3/187 dan Shahih Ibnu Majah 2/266).

——————————————————-

Bila Anda memiliki gadget/smartphone, sebaiknya dzikir ini disimpan di memopad masing-masing gadget sehingga mudah dibuka ketika kita memerlukannya.

 

Salam!
copas dari KTQS -DAARUL ARQAM-BANDUNG

DOA DIJAUHKAN DARI TIPU DAYA TEMAN

DOA DIJAUHKAN DARI TIPU DAYA TEMAN

 

 

Allah-trust

 

  اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ خَلِيلٍ مَاكِرٍ ، عَيْنَاهُ تَرَيَانِي وَقَلْبُهُ يَرْعَانِي ، إِنْ رَأى حَسَنَةً دَفَنَهَا ، وَإِنْ رَأى سَيِّئَةً أَذَاعَهَ

Allahumma inni a’udzu bika min khaliilin maakir, ‘aynaahu tarayaani wa qalbuhu yar’aani, in ra-aa hasanatan dafanaha, wa in ra-aa sayyi-atan adzaa-‘aha

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari teman dekat yang suka menipu, matanya melihatku, tetapi hatinya mencurigai aku. Jika ia melihat kebaikanku, ia sembunyikan. Tetapi jika ia melihat kejelekanku, ia sebarkan.”

——————–
Ini merupakan do’a yang bersumber dari hadits mursal riwayat Ibnu Najjar dari Sa’id Al-Maqburi. Yang dimaksud hadits mursal ialah perkataan yang dinisbahkan kepada Rasulullah shallaLlahu ’alaihi wa sallam, tetapi sanadnya terhenti pada tabi’in. Tidak ada sahabat dalam sanadnya.

Pada do’a tersebut, kita memohon kepada Allah agar dilindungi dari kejahatan teman akrab atau sahabat karib yang khianat dan menipu.

Dijauhkan dari keburukannya dgn beragam bentuknya. Terserah kepada Allah bagaimana Ia melindungi kita. Husnuzhan tetap kita jaga, tidak sibuk mencurigai sahabat dekat kita, tetapi Allah Swt menjauhkannya pelan-pelan.

Kita tidak memutus persahabatan, tapi tanpa terasa saling berjauhan. Atau, boleh jadi tetap akrab, tapi Allah Swt singkirkan tipu dayanya dari kita. Dan kita tidak perlu bersibuk ria mencari keburukan sahabat kita, yang menjauh maupun yang mendekat.

Tetapi adakalanya Allah Ta’ala bukakan keburukan teman akrab tersebut secara terbuka, tanpa kita berusaha mengorek keburukannya maupun bersibuk membuka kelicikannya. Allah Ta’ala bukakan tanpa kita berusaha membuka keburukannya. Boleh jadi kita bahkan tidak memiliki kecurigaan dan kekhawatiran sedikit pun. Tetapi Allah Ta’ala kabulkan do’a kita dengan cara ini disebabkan sahabat dekat kita itu khianat dengan memanfaatkan kedekatannya dengan kita.

 

———————————————
Salam !

Copas dari KTQS