Tag Archives: doa dan kajian islami

Silsilah 20 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji Bag VII

Mahazi 20 Sunah2 Haji bagian ke 7

31.Langsung istirahat setelah shalat maghrib dan isya di Musdalifah sebagaimana dilakukan oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam.

32.Menyibukkan diri dengan dzikir dan doa setelah shalat subuh di Musdalifah sampai langit berwarna kuning sekali menjelang terbit matahari.

33.Meninggalkan Musdalifah ketika langit berwarna kuning sekali menjelang terbit matahari, 

HR Muslim :

Jabir Ibnu Abdillah mengatakan “Maka beliau Shalallahu Alaihi Wassalam mendatangi Al Musdalifah, kemudian shalat disana maghrib dan isya dengan 1 adzan dan 2 iqomah, dan beliau tidak melakukan shalat diantara keduanya, kemudian beliau berbaring sampai datang waktu subuh, kemudian shalat subuh ketika sudah jelas bagi beliau waktu subuh dengan adzan dan iqomah, kemudian beliau mengendarai unta beliau – Qoswa – sampai datang ke Masy’aril Harom kemudian menghadap kiblat berdoa kepada Allah, mengucapkan takbir, mengucapkan tahlil dan mengesakan Allah, dan senantiasa beliau disana dalam keadaan berdiri sampai langit berwarna kuning sekali, kemudian beliau meninggalkan Musdalifah sebelum terbit matahari.

34.Berdoa dan mengangkat tangan setelah melempar jumroh Shugra dan Wustho.

35.Mengucapkan takbir ketika melempar setiap kerikil. 

HR Bukhori, Ibnu Umar rhadiyallahu anhuma mengatakan

 “Beliau Shalallahu Alaihi Wassalam apabila melempar jumroh yang paling dekat dengan Masjid Mina (maksudnya : Jumroh Sughro) beliau Shalallahu Alaihi Wassalam melemparnya dengan 7 kerikil. Mengucapkan takbir setiap melepar 1 kerikil, kemudian beliau maju kedepan dan berdiri menghadap kiblat seraya mengangkat kedua tangan beliau berdoa dan beliau memanjangkan berdiri disana, kemudian setelah itu beliau mendatangi jumroh yang kedua, melemparnya dengan 7 kerikil, mengucapkan takbir setiap melempar 1 kerikil. Kemudian beliau turun ke arah kiri yang paling dekat lembah kemudian beliau berdiri menghadap kiblat kemudian mengangkat tangan berdoa, kemudian mendatangi jumroh yang berada di Aqobah, melemparnya dengan 7 kerikil. Mengucap takbir setiap melempar 1 kerikil. Kemudian beliau meninggalkan jumroh Aqobah dan tidak berdiri disana.

S e l e s a i

Silsilah 19 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji VI

Mahazi 19 Sunah2 Haji bagian 6

Di antara  sunnah2  haji  adalah

21.SA’I DALAM KEADAAN SUCI  (lihat halaqah 18) dan BERDZIKIR serta BERDOA DISAAT PERJALANAN ANTARA SHAFA DAN MARWAH

23.MELAKUKAN IHROM DI WAKTU DHUHA PADA TANGGAL 8 DZULHIJJAH

Karena inilah yang dilakukan oleh Para Sahabat yang melakukan Haji Tamattu’ dan juga penduduk Mekkah yang haji bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Beliau Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda dalam sebuah hadits Riwayat Bukhari dan Muslim :

Hatta idza kana yaumut tarwiyati fa ahilu bilhajji

“Sehingga apabila datang hari Tarwiyyah maka hendaklah kalian berniat haji.”

24.TINGGAL  DI MINA

PADA HARI TARWIYYAH DAN MALAM TANGGAL ARAFAH DAN MALAM HARI ARAFAH sebagaimana yang dilakukan Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

HR Muslim

25.MENINGGALKAN MINA

PADA HARI ARAFAH SETELAH TERBIT MATAHARI  sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

HR Muslim

26. MENGUCAPKAN TAKBIR DAN TALBIYAH  KETIKA MENUJU ARAFAH

Abdullah ibn Umar

GHADAUNA MA’A RASULILLAH SHALALLAHU ALAIHI WASALLAM, MIN MINAN ILA ARAFATS MINA ALA MULABI WA MINLA AL MUKABIR

“Kami pergi bersama Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dari Mina menuju Arafah. Ada diantara kami yang mengucapkan talbiyah, dan ada diantara kami yang mengucapkan Takbir.”

(HR Muslim).

27. MENGHADAP KE ARAH KIBLAT DAN JABAL RAHMAH

KETIKA WUKUF DI ARAFAH, APABILA DIMUDAHKAN, SEBAGAIMANA DILAKUKAN OLEH Nabi shalallahu alaihi wasallam dalam hadis Jabir  yg diriwayatkan oleh imam Muslim.

Kalau tidak dimudahkan maka cukup menghadap kiblat.

28.TIDAK BERPUASA DI HARI ARAFAH BAGI ORANG YANG SEDANG HAJI

Dalam Shahih Bukhari Muslim dari Ummul Fadl bintu Haarits bahwa Beberapa orang berselisih di sisi beliau tentang puasanya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam. Sebagian berkata beliau puasa, sedangkan sebagian lainnya mengatakan tidak puasa.

Maka akupun mengutus kepada beliau segelas susu dan beliau dalam keadaan wukuf diatas kendaraan unta, dan beliau meminumnya. Ini menunjukan bahwa pada hari Arafah, beliau terputus.

Diantara hikmahnya agar kuat dalam melakukan doa dan dzikir pada hari tersebut.

Hikmah lainnya adalah agar kuat berdzikir di malam itu

29.MEMPERBANYAK MEMBACA TAHLIL, TALBIYAH, ISTIGHFAR, DZIKIR DAN JUGA DOA KETIKA WUKUF DI ARAFAH.

30.MENGANGKAT TANGAN KETIKA BERDOA DI ARAFAH.

 Berkata Usamah Ibnu Zaid rhadiyallahu anhuma  : Aku membonceng Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam di arafah maka beliau mengangkat keduan tangannya ketika berdoa.

S e l e s a i

Silsilah 18 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji bagian V

Mahazi 18 Sunnah2 Haji bagian 5

13.DZIKIR DAN DOA KETIKA THAWAF

Disunnahkan bagi orang yang sedang thawaf untuk berdzikir dan doa sesuai dengan yang dimudahkan, tidak ada dzikir dan doa yang khusus pada setiap putaran dlm thawaf, dan sebaiknya seseorang berdzikir dan berdoa dengan dzikir dan doa yang datang dari Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam.

Ketika berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad maka disunnahkan membaca

“Robbana aatina fid dunya hasanah wa fil akhiroti hasanah wa qiina adzabannaar”.

 HR Imam Ahmad dalam musnadnya.

14.SHALAT SUNNAH THAWAF

Disunnahkan shalat sunnah thawaf 2 rakaat setelah thawaf, dilakukan di belakang MAQAM IBRAHIM.

Rakaat pertama setelah membaca Al Fatihah membaca  Al kafirun, rakaat kedua  membaca Al Ikhlas sebagaimana hadits  Jabir Ibnu Abdillah al-Anshory diriwayatkan oleh Imam Muslim Rahimahullah. 

Allah berfirman

Watakhidu mim maqomim ibrohimamushola

“Dan jadikanlah sebagian dari Maqam Ibrahim tempat Shalat.” Qs Al Baqarah : 125

Berkata Abdullah Ibnu Umar :

“Datang Nabi Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam kemudian beliau thawaf 7x dan shalat dibelakang maqam Ibrahim, 2 rakaat kemudian keluar menuju Shafa.

HR Bukhari Muslim

15.Apabila seseorang ingin mendekati bukit Shafa maka membaca firman Allah :

 INNA SHOFA WAL MARWATA MIN SYA’AIRILLAH

(Sesungguhnya  Shofa dan Marwa adalah termasuk syiar-syiar Allah)

Qs 2: 158.

Kemudian dia mengatakan : Abda’u bima bada’Allahu bih (Aku memulai dengan apa yang Allah mulai)

16.Ketika berada di Shafa berusaha melihat Rumah Allah (menghadap ke Ka’bah) kemudian membaca dzikir yang dibaca oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam ,

yaitu :

Allahu Akbar 3x

Laa Ilaha ilalah wahdahu la syarikallah, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wa yumiit wahuwa alaa kulli  syaiin qodir.

Laa ilaha ilallahu wahdah, anjaza wa’dah, wa nashoro abdah wa hazamal ahzaba wahdah….

kemudian berdoa sesuai yang diinginkan,

kemudian megulangi kembali dzikir tadi , kemudian doa kembali,

kemudian mengulangi kembali dzikir lagi, dan setelah itu tidak berdoa.

Melakukan semua itu dengan mengangkat kedua tangan. 

Sehingga seseorang apabila diatas shafa dia telah takbir 9, tahlil 6x, doa 2x

17.Berlari dengan kencang diantara 2 tanda berwarna hijau.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Tidak melewati al-ab’thoh kecuali dalam keadaan lari kencang.

Shahih HR An-Nasa’i.

berlari diantara 2 tanda hijau hanya disyariatkan hanya untuk laki2

18.Melakukan diatas  bukit Marwah apa yang sudah dia lakukan seperti diatas Shafa

sepeti mengahdap kibat, membaca takbir, tahlil dan doa kecuali membaca ayat inna sfoha wal marwata min sya’airillah hanya disyariatkan ketika pertama kali menaiki bukit shafa

19.Disunnahkan ketika sai memperbanyak dzikir dan doa sebagaimana yang dia lakukan ketika thawaf

20.Melakukan Sa’i dalam keadaan bersuci, baik dari hadats kecil dan besar.

Jika sa’i dalam keadaan tidak suci, maka sainya sah

S e l e s a i

Silsilah 17 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji IV

Mahazi 17 Sunnah-sunnah Haji bagian 4

Diantara sunnah 2 haji adalah

10   MENGUSAP RUKUN YAMANI.

Disunnahkan mengusap rukun Yamani dengan tangannya setiap melewatinya apabila dimudahkan, dan tidak disyariatkan mencium rukun Yamani atau mencium tangan setelah mengusap rukun Yamani atau memberikan  isyarat.

Selain Rukun Hajar Aswad dan Rukun Yamani tidak disyariatkan untuk diusap.

Berkata Abdullah Ibnu Umar rhadiyallahu anhuma :

“Aku tidak melihat Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam mengusap dari rumah Allah kecuali dari 2 rukun Yamani.

Muttafaqun alaih.

Yang dimaksud 2 rukun Yamani adalah Hajar Aswad dan Rukun Yamani.

11. AL IDHTHTIBAA’.

Disunnahkan bagi laki-laki ketika thawaf umrah dan thawaf qudum bagi orang yang haji qiron dan ifrod untuk melakukan Ittibaa’ yaitu menjadikan kain atas dibawah ketiak kanan, dan meletakkan ujung kain atas diatas bahu kiri.

Dari Abdullah Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma bahwa Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dan para Sahabatnya melakukan umroh dari Ju’ronah, mereka melakukan romman ketika thawaf dan menjadikan pakaian atas mereka dibawah ketiak dan melemparkannya diatas bahu kiri.

HR Abu Dawud dengan isnad yang shahih.

Selain thawaf  Umroh dan Thowaf Qudum bagi orang yang Haji Qiran dan Haji Ifrod dan juga keadaan-keadaan yang lain maka tidak disunnahkan Ittibaa’

12.AR ROMMAN. 

Disunnahkan bagi laki-laki sebagaimana dalam hadits diatas untuk melakukan Ar Roman pada 3 putaran thowaf yang pertama. Yang dimaksud dengan Ar Romman adalah lari kecil dengan mempercepat langkah dan memperpendek.  Dari Abdullah Ibn Umar rhadiyallahu anhuma bahwasanya Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam  jika thowaf dalam ibadah haji dan umroh yaitu thawaf ketika pertama masuk Mekkah maka beliau melakukan Romman pada 3 putaran dan berjalan biasa pada 4 putaran.

HR al-Bukhari dan Muslim. 

Dan wanita tidak disunnahkan untuk melakukan Romman. Berkata Ibnu Mundzir rahimahullah

“Dan mereka bersepakat bahwa wanita tidak melakukan romman ketika thawaf di Baitullah dan ketika Sa’i antara Shofa dan Marwah.”

Kitab Al-Ijma halaman 61.

S e l e s a i

Silsilah 16 Mahazi : Sunnah-sunnah Haji bag III yaitu mengucapkan Talbiyah setelah Niat

Mahazi 16  : Sunnah –sunnah Haji bagian 3

Diantara sunnah haji adalah mengucapan talbiyah  setelah niat.

8.    MENGUCAPKAN TALBIYAH SETELAH NIAT.

Tabiyah / ucapan labaik Allhumma Labbaik, Labbaik Ala syarikala kalabbaik inalhamda wani’mata laka walmulk la syarikalak .

Membaca talbiyah ketika umroh dimulai semenjak niat sampai menjelang thawaf.

Adapun membaca talbiyah ketika haji dimulai semenjak niat sampai menyelesaikan jumroh aqobah pada tanggal 10 Dzulhijah.

Untuk laki-laki disunnahkan mengeraskan suaranya, adapun wanita melirihkan suaranya.

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : 

Datang kepadaku Jibril kemudian berkata kepadaku : “Wahai Muhammad perintahkanlah para sahabatmu untuk mengeraskan suara mereka dengan talbiyah.”

(Shahih, HR An-Nasa’i).

Berkata at Tirmidzi  rahimahullah: Dan dibenci baginya (yaitu bagi wanita) untuk mengeraskan suara dengan talbiyah dan disunnahkan untuk membaca talbiyah ketika dalam perjalanan menuju Mekkah, bagi dalam keadaan berdiri, duduk, turun dari bus, naik bus, dll

9.    MENCIUM HAJAR ASWAD KETIKA THAWAF / MENGUSAPNYA DENGAN TANGAN / MEMBERIKAN ISYARAT

Barangsiapa yang melewati Hajar Aswad dalam thawafnya maka disunnahkan untuk mencium Hajar Aswad, atau kalau tidak mampu maka mengusapnya dengan tangan kanannya dan mencium tangannya, atau kalau tidak mampu maka ia memberikan isyarat dengan tangan kanannya

Didalam shahih Bukhari dan Muslim datang Umar Ibnu Khathab rhadiyallahu anhu ke arah Hajar Aswad kemudian menciumnya, dan beliau berkata : Sungguh aku mengetahui bahwa engkau adalah batu yang tidak memberikan mudharat dan tidak memberikan manfaat. Seandainya aku dahulu tidak melihat Rasulullah menciummu niscaya aku tidak akan menciummu.

Dan didalam shahih alBukhari dari Al Zubair Ibnu Aroby beliau berkata seorang laki2 bertanya pada Ibnu Umar tentang mengusap Hajar Aswad maka Abdullah Ibnu Umar rhadiyallahu anhuma berkata Aku melihat Rasulullah dahulu mengusapnya dan menciumnya.

Dari Nafi’ beliau berkata : Aku melihat Abdullah Ibn Umar mengusap Hajar Aswad dengan tangannya kemudia mencium tangannya, dan ia berkata : Aku tidak meninggalkan amalan ini semenjak aku melihat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam  melakukannya.

HR Muslim.

Dalam hadits Abi Tufail rhadiyallahu anhu beliau berkata aku melihat Rasulullah thawaf disekitar Baitullah dan beliau mengusap rukun Hajar Aswad dengan tongkat yang bersama beliau dan akhirnya beliau mencium tongkat tersebut.

HR Muslim.

Dalil bahwa Rasul memberi isyarat ke Hajar Aswad adalah hadits Ibnu Abbas, beliau berkata :

Nabi melakukan  thawaf diatas unta beliau dan setiap beliau melewati hajar Aswad beliau memberi isyarat pada Hajar Aswad.  Dan apabila sampainya seseorang ke Hajar Aswad untuk menciumnya atau mengusapnya tidak bisa dilakukan kecuali dengan mengganggu orang lain maka hendaklah ia meninggalkan amalan ini dan melanjutkan thawafnya, karena mengusap Hajar Aswad adalah mustahab, adapun mengganggu manusia maka hukumnya HARAM.

Sebagian mengatakan apabila seseorang mengusap Hajar Aswad dan menciumnya maka ia mengatakan Bismillahi Allahu Akbar, dan apabila memberikan isyarat maka cukup mengatakan Allahu Akbar.

Berkata Abdullah Ibn Abbas, Rasulullah melaksanakan thawaf diatas unta beliau, setiap beliau melewati rukun hajar aswad beliau memberi isyarat dengan sesuatu yang ada di sekitar beliau dan beliau bertakbir.

HR bukhari.

Telah shahih dari Abdullah bin Umar bahwa beliau menggabungkan Bismillah dan Allahu Akbar ketika mengusap Hajar Aswad.  Atsar ini dikeluarkan oleh al Baihaqi dengan sanad yang shahih.

S e l e s a i

Abdullah Roy di kota Al Madinah

Silsilah 15 Mahazi yaitu Sunnah-sunnah Haji bagian II

Mahazi 15 sunnah-sunnah haji bag II

5.    MENGUCAPKAN LABBAIK ALLAHUMMA LABBAIKA BIL HAJJ.

Jabir Ibnu Abdillah rhadiyallahu anhuma berkata :

Kami datang bersama Rasulullah dan kami berkata labbaik Allahumma Labbaika bil Hajj.

 HR al-Bukhori

Ada diantara Ulama yang mengatakan  bahwa melafadzkan niat tidak disyariatkan kecuali ketika Haji dan Umroh, inilah yang difatwakan oleh syaikh Bin Baz rahimahullah dan syaikh Abdul Muhsin al Abbad hafidzahullah. Dan pendapat yang benar wallahu ta’ala a’lam bahwa ucapan ini dinamalan TALBIYAH dan tidak dinamakan dengan niat. Niat adalah apa yang ada didalam hati seseorang.

6.    NIAT DIATAS KENDARAAN DAN MENGHADAP KE ARAH KIBLAT.

Berkata Ibnu Umar :

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam ber-ihlal (melakukan niat) ketika beliau naik kendaraan dan kendaraan beliau dalam keadaan berdiri.

Muttafaqun ‘alaih.

Dan Ibnu Umar dulu apabila shalat dzuhur di Dzul Hulaifah beliau meminta kendaraannya dan menaikinya dan apabila sudah diatasnya maka beliau menghadap kiblat dalam keadaan kendaraan tersebut berdiri dan beliau berihlal dan beliau mengabarkan bahwa Nabi dulu melakukannya.

HR Bukhari

7.    MENGUCAPKAN SYARAT.

Disunnahkan bagi orang yang takut apabila tidak bisa melaksanakan haji karena sakit dan lainnya untuk mengucapkan syarat setelah membaca Talbiyyah

Dalam HR Bukhari Muslim, Rasulullah berkata pada Tuba’ah bintu Az Zubair yang sedang sakit dan ingin melakukan haji: Berhajilah dan bersyaratlah, katakanlah :

Ya Allah tempat tahallul ku dimana saja engkau menahanku. Allahumma mahillii haysu habastani

Apabila seseorang yang mengucapkan syarat ini kemudian ia sakit  atau terhalangi sehingga ia tidak bisa menyempurnakan hajinya maka ia bisa bertahalul ditempatnya tertahan dan tidak ada kewajiban sedikitpun dan apapun.

S e l e s a i

Silsilah 14 Mahazi adalah Mustahabbat atau Sunnah-sunnah Haji I

Mahazi 14 – Mustahabbat haji atau Sunnah-Sunnah Haji bag 1

Diantara sunah2 haji adalah:

1.            MANDI SEBELUM NIAT.

Dahulu Nabi shalallahu alaihi wasallam mandi sebelum niat seperti yg dikatakan dalam hadis yang diriwayatkan Shahih

HR At Tirmidzi,

berkata Ibnu Umar :

Assunatu ayaghtasila rajulu idza ahram = sunnahnya seseorang mandi ketika ihrom.

Atsar ini diriwayakan oleh Al Bazaar

2.            MEMBERSIHKAN BAGIAN TUBUH YANG BOLEH DIBERSIHKAN

seperti memotong kuku, memendekkan kumis, mencabut rambut ketiak, mencukur rambut kemaluan, sebelum niat, spya ketika ihrom sudah tidak perlu lagi membersihkannya.

Adapun jenggot tidak boleh dipotong atau dicukur habis , krn Nabi bersabda

Ahfusawariba wa ahfuliha

Hendaklah kalian memendekkan kumis dan membiarkan jenggot kalian,

HR Muslim

3.            MEMAKAI MINYAK WANGI DIBADAN, dan bukan dibaju.

Aisyah radhiyallahu angu mengatakan

Kuntu uthoyibu rasulullah shalallahu alaihi wasallam li ihramihi fi la yahrim

Dahulu aku mengoleskan minyak wangi ke Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam ketika beliau akan ihram. HR Bukhori dan Muslim

4.            LELAKI MEMAKAI 2 KAIN PENUTUP BADAN.

Izaar / kain penutup badan bagian bawah, dan Ridaa’ / bag atas. Disunnahkan keduanya berwarna putih dan boleh berwarna lain. 

Rasulullah saw bersabda :

Wal yuhrim ahadukum fii idzaarin wa ridhaain  wa la’nayim

Hendaklan salah seorang kalian berihrom dengan izaar dan ridaa’ dan 2 sandal.

Shahih HR Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah.

Adapun wanita maka memawai pakaian sesuai syariat dan menutup aurot seperti ketika diluar ihrom. Tapi tidak boleh wanita yang berihrom menggunakan kaos tangan dan niqob (cadar /kain penutup muka)

Rasulullah bersabda :

Al muhrimatu la tantaqibu wal tabsu al khufuzain

seorang wanita yang berihrom tidak boleh menggunakan niqab dan dua kaos tangan.

Shahih, HR Abu Dawud.

Warna pakaian wanta yang sedang ihrom adalah bebas yang penting sesuai syariat, dan tidak ada warna khusus seperti putih, hijau, dll

S e l e s a i tapi b e r s a m b u n g

Silsilah 11 Mahazi Kewajiban Haji II : Wukuf di Arafah

Mahazi 11

Kewajiban Haji bagian II : Wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari dan bermalam di Muzdalifah

Kewajiban haji yang berikutnya :

3.     Wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari bagi orang yang wukuf dari siang hari.

Berkata Jabir radiyallahu anhu, menyifati wukuf Nabi, maka senantiasa beliau wukuf sampai tenggelam matahari dan sampai hilang warna kuning sedikit sehingga tenggelam seluruh bulatan matahari

(HR Muslim)

Dan kita diperintahkan mengikuti Nabi dalam manasik Haji

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah ini (HR Muslim)

Seandainya meninggalkan Arafah sebelum maghrib diperbolehkan, niscaya beliau sudah memberikan keringanan untuk orang2 yg lemah sebagaimana beliau memberi keringanan bagi mereka ketika meninggalkan Musdalifah menuju Mina pada akhir malam.

Ketika beliau tidak memberikan keringanan menunjukkan bahwa wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari adalah sebuah kewajiban, dan pendapat bhw wukuf di Arafah merupakan kewajiban haji dan org yg tdk wukuf sampai tenggelam matahari harus membayar dam adalah pendapat al Imam Hambali dan al Imam Ahmad, semoga Allah merahmati keduanya. 

Adapun Imam Syafi’i berpendapat bhw org yg tdk wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari dan meninggalkan arafah sebelum terbenam matahari maka tidak terkena dam.

4.    BERMALAM DI MUSDALIFAH, berdasarkan QS. Al Baqarah 198.

Yg dimaksud al masy’aril harrom = muzdalifah. Dulu Nabi bermalam di Musdalifah sampai pagi dan beliau memberikan keringanan bagi orang2 yang lemah, para wanita dan anak2 untuk meninggalkan Musdalifah menuju Mina di akhir malam (HR Bukhari dan Muslim)

Keringanan bagi golongan 2 ini menunjukkan bhw bermalam di Musdalifah hukumnya wajib. Ini pendapat kebanyakan para ulama diantaranya al imam Asy-Syafi’i rahimahullah

Menurut pendapat al imam syafii dan al imam ahmad ibnu hambal – semoga Allah merahmati keduanya, orang yang datang sebelum pertengahan malam diwajibkan bermalam di musdalifah sampai pertengahan malam dan orang yg dtg setelah pertengahan malam maka seandainya dia berdiam sesaat di musdalifah maka itu sudah mencukupi.

S e l e s a i

Silsilah 10 Mahazi adalah Kewajiban Haji I : Ihram dari Miqat dan Al Halq

MAHAZI 10

KEWAJIBAN HAJI I

Ihram dari miqat dan Al Halq serta memendekan rambut ketika akan halal dari haji dan umroh

1.    NIAT DARI MIQAT

Miqat adalah tempat start memulai Ihrom. Seseorang yang ingin Haji dan Umrah tidak boleh melewati Miqot kecuali setelah berniat sebelumnya

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam ketika menyebutkan miqat2 bersabda :

huna lahuna walikuli atin ata alaihina min ghairihim miman aradal hajja wal umroh.

Miqat2 tsb adalah untuk penduduknya dan untuk setiap orang selain penduduknya yang melewati dari orang2 yang ingin haji dan umroh.

HR Bukhari dan Muslim

2.    AL HALQ

Artinya menggundul dengan pisau. Atau At-Taktsiiru yang artinya memendekkan rambut ketika akan halal dari Haji dan Umroh.

Dalilnya adalah firman Allah :

Laqod shadaqallahu …

“Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasulnya tentang kebenaran mimpi. Sungguh kalian akan memasuki masjidil haram jika Allah menghendaki dalam keadaan aman dengan menggundul rambut kalian dan memendekkannya sedangkan kalian tidak merasa takut”.

Qs Al Fath 48 : 27.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda :

Ya Allah ampunillah orang2 yang menggundul. Maka mereka berkata : Wahai rasulullah dan orang2 yang memendekkan rambutnya.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Ya Allah ampunilah orang2 yang menggundul. Mereka kembali berkata : Wahai rasulullah, dan orang2 yang memendekkan rambutnya.

Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Ya Allah, ampunilah orang2 yang menggundul, maka kembali mereka berkata : Wahai Rasulullah, dan orang2 yang memendekkan rambutnya.

Kemudian akhirnya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Dan orang2 yang memendekkan rambutnya.

HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radliallahu anhu

Ayat diatas menunjukkan disyariatkannya menggundul dan memendekkan rambut ketika akan halal dari Haji dan Umroh

SELESAI

Silsilah 8 Mahazi adalah Rukun Haji I :Niat atau Ihram dan Wukuf di Arafah

MAHAZI 8

RUKUN HAJI ke I 

Niat atau Ihram dan Wukuf di Arafah

1.    Niat Haji atau Ihrom Haji, yaitu bermaksudnya hati untuk masuk kedalam ibadah haji. Dinamakan ihrom karena apabila sudah niat maka diharamkan apa yang sebelumnya dihalalkan seperti memotong kuku, memotong rambut, memakai minyak wangi, dll

Dalil bahwa niat haji adalah rukun adalah sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam : “innamal a’malu bin niat.>> Sesungguhnya amalan-amalan adalah dengan niat”.

HR Bukhari dan Muslim

Dan niat dalam ibadah haji sebagaimana ibadah-ibadah yang lain dilakukan dengan hati, dan bukan dengan lisan. Adapun ucapan labbaik allhumma hajjan ini dinamai dengan talbiyyah dan hukumnya sunnah.  Apabila seseorang niat didalam hati dan tidak mengucapkan talbiyyah maka sah hajinya dan orang yang melakukan amalan-amalan haji seperti thawaf, sa’i dan lain-lain kemudian tidak ada niat di dalam hatinya untuk melakukan ibadah haji maka tidak sah hajinya.

2.    WUKUF DI ARAFAH, dan Arafah adalah tempat yang memiliki batas-batas tertentu, dan wukuf di Arafah adalah rukun yang terbesar didalam ibadah haji. Apabila sampai tidak wukuf di Arafah maka tidak sah hajinya.

Dalil dalam Al Quran Maka apabila bertolak dari Arafah didalam AlQuran adalah firman Allah Qs 2:198. Firman Allah

Faudza ahodtum min arofatin

yang artinya : “apabila kalian bertolak dari Arafah” menunjukkan bahwa mereka dari Arafah sebelumnya, yaitu untuk melakukan wukuf.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda “Al hajju Arofah >> Haji adalah wukuf di Arafah

 Shahih, HR Imam Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majjah.

Berkata Ibnu Mundzir didalam kitabnya Al Ijma wa Ajma’u alla annal wukufa bi Arofah fardhun laa hajjan liman fatahul wukufu bihaa >> dan mereka bersepakat bahwa wukuf di Arafah adalah kewajiban. Tidak ada haji bagi yang ketinggalan  wukuf di Arafah”