Tag Archives: DZIKIR BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP

DZIKIR BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP

DZIKIR BIKIN HIDUP LEBIH HIDUP

 

==================================
Puncak kebanggaan adalah ketika menjadi kebanggaan Allah ﷻ Berikut adalah cara menjadi kebanggaan Allah ﷻ

🔅Adalah kehormatan besar bisa menjadi kebanggaan orang lain. Makin terpandang, makin besar kehormatan. Seorang anak tersanjung dan bahagia tatkala dibanggakan orangtuanya. Lebih tersanjung dan lebih bahagia ketika menjadi kebanggaan bangsa dan negaranya. Dan lebih tersanjung lagi saat dibanggakan kaum muslimin di seluruh dunia. Setelah menjadi kebanggaan dunia, masihkah ada kebanggaan lebih tinggi? Masih. Yakni menjadi kebanggaan Allahﷻ

📃 Bagaimana caranya? Simak kisah Mu’awiyah Radhiyallaahu ‘anhu.

Suatu ketika, Rasulullah ﷺ menghampiri sejumlah sahabatnya yang sedang duduk melingkar.

“Sedang apa, kalian❓” tanya Rasulullahﷺ

“Kami bermajelis dalam rangka mengingat Allahﷻ dan bersyukur kepada-Nya karena telah menunjukkan kami kepada Islam,” jawab mereka.

“Sumpah demi Allah, apa hanya karena itu kalian bermajelis❓” tanya Rasulullahﷺ

“✋Sumpah demi Allah
hanya karena itu kami bermajelis,” jawab mereka.

“Sebenarnya aku menyumpah kalian bukan karena menyangsikan kejujuran kalian, namun barusan Jibril mengabarkan bahwa Allahﷺ membanggakan kalian di hadapan para malaikat,” kata Rasulullah ﷺ
📃 (HR. Muslim).

💫Luar biasa! Sehebat itukah pengaruh dzikrullah dan syukur nikmat❓

Ya. Sebab dengan membayangkan besarnya nikmat dan karunia Allahﷻ lalu membandingkan semua itu dengan banyaknya aib pada diri dan amal kita, muncullah rasa “utang budi” yang luar biasa kepada Allahﷻ Rasa malu akan menyelimuti hati kita, mengingat betapa banyak nikmat Allahﷻ yang belum kita syukuri. Kita merasa tak memiliki persembahan apa-apa untuk menghadap Allahﷻ kelak. Semua kenikmatan berasal dari-Nya. Dia pula yang menyadarkan kita atas segala kenikmatan tadi, lalu menggerakkan kita untuk bersyukur kepada-Nya. Semua kebaikan bermula dari-Nya dan berakhir pada-Nya.

🥀Ketika seseorang benar-benar merasa fakir di hadapan Allahﷻdan sadar bahwa dirinya tak berjasa apa pun kepada-Nya, namun di saat yang sama demikian berhajat kepada-Nya, ketika itulah pintu ‘ubudiyyah (beribadah kepada Allahﷻ) terbuka lebar-lebar baginya. Tak ada jalan pintas yang menghantarkan seseorang kepada Allahﷻ melebihi ‘ubudiyyah.

Bermajelis dalam rangka mengingat Allah ﷻ dan mensyukuri nikmat-Nya bukan berarti mengadakan majelis dzikir jama’i seperti yang marak kita saksikan di televisi. Majelis dzikir yang sesungguhnya ketika masing-masing merenungi betapa indahnya nikmat tauhid dan iman yang Allahﷻ anugerahkan kepadanya. Mengingat bahwa Allah ﷻ telah menyelamatkannya dari jurang kemusyrikan dan kekafiran. Ketika berjuta-juta manusia terjerumus ke dalamnya. Mengingat bahwa ia hanya sujud kepada Allahﷻ Sang Pencipta dan Penguasa jagad raya, sedangkan berjuta manusia lainnya sujud kepada selain-Nya, atau bahkan bersujud kepada makhluk yang lebih nista daripada mereka.

Apa kelebihan kita daripada mereka❓ Apa yang menjadikan kita lebih berhak mendapat hidayah daripada mereka❓ Tidak ada. Semuanya murni karena rahmat Allahﷻ

🔅Allahﷻ berfirman, yang artinya,
“Andai Allahﷻ menghendaki, niscaya Ia menjadikan kalian umat yang satu (muslim semua). Akan tetapi Dia menyesatkan siapa yang dikehendakiNya, dan memberi hidayah kepada siapa yang dikehendakiNya. Dan kalian pasti akan ditanya tentangsemua yang kalian lakukan.”
📖 (QS. An-Nahl: 93).

Dengan menyadari hakikat ini, lisan pun akan tergerak untuk mengatakan subhaanallaah, alhamdulillaah, laa ilaaha illallaah, Allaahu akbar, dan astaghfirullah dengan khusyu dan tulus.Tak perlu komando dari ustad. Tak perlu liputan kamera televisi.Tak perlu ratusan orang berkumpul di lapangan terbuka. Dua orang pun bisa melakukannya.
✍ Ustad DR. Sufyan Fuad Baswedan, M.A

❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁❁

💻 https://bimbingansyariah.com

📮https://t.me/moslemlearning

https://t.me/bimbingansyariah
____🍃🌹