Tag Archives: Hadits Dhoif

HADITS (LINDUNGILAH DAN BIMBINGLAH KAMI YA RABB…)

KTQS # 599

LINDUNGILAH DAN BIMBINGLAH KAMI YA RABB…

Ar-Rabi’ bin Khutsaim berkata:

إِنَّ لِلْحَدِيثِ ضَوْءًا كَضَوْءِ النَّهَارِ يُعْرَفُ، وَظُلْمَةً كَظُلْمَةِ اللَّيلِ تُنْكَرُ

“Sungguh, hadits (shahih) itu memiliki cahaya sebagaimana cahaya siang yang dikenal, dan (hadits palsu memiliki) kegelapan sebagaimana gelapnya malam yang diingkari”.
(Al-Fasawi meriwayatkan dalam Al-Ma’rifah wat-Tarikh 2/564, juga disebutkan Al-Khathib Al-Baghdadi dalam Al-Kifayah Fi ‘ilmir Riwayah hal. 431)

Ya Allah, bimbinglah hati-hati kami hingga mampu membedakan hadits-hadits Rasulullah saw yang shahih yang tampak jelas cahayanya, dengan hadits-hadits yang tidak shahih yang tampak kegelapannya.

Ya Allah, Dekatkanlah kami kepada orang-orang pembela Sunnah Nabi-Mu yg suci agar kami bisa mengikutinya menuju jalan cahaya yg terang benderang.

Dan jauhkanlah kami dari orang- orang jahil yg menuntun kami kepada jalan gelap tak tentu arah, yg menipu kami dengan hadits hadits palsu hingga kami tersesat.

Sepintas perkataan mereka terasa manis dan indah. Tapi ucapan itu adalah racun yang akan membinasakan kami kelak diakhirat.

Mereka melakukannya dgn akalnya bukan dgn dalil Nabi-Mu, dgn perkataan “ini baik”, “ini bagus”, serasa benar, padahal itu menyesatkan dan akan menjauhkan kami dari tuntunan Nabi-Mu yg agung.

Ya Allah, lindungilah & bimbinglah kami kejalan yg lurus, jalan yg bersinar dan terang benderang dgn cahaya Sunnah.

Salam!

Copas dari KTQS

Tidurpun Ibadah

Hadis Dhoif yg paling populer saat Romadhon adalah “Tidur orang berpuasa adalah ibadah”

Siapa yg mengatakan hadis ini dhoif?

Salah satunya adalah Imam al-Hafidz al-Iroqi (Guru dari Imam Ibnu Hajar al-Asqolani)

Dalam hadis ini terdapat perowi bernama Ma’ruf bin Hasan dan Sulaiman An-Nakho’i.

Imam al-Iroqi mengatakan bahwa Sulaiman An-Nakho’i adalah seorang yang tidak jujur.

Sementara Imam al-Baihaqi berkomentar, “Ma’ruf bin Hasan itu dhoif, sementara Sulaiman bin Amr lebih dhoif lagi.

Syeikh al-Albani pun memasukkan hadis ini dalam kumpulan hadis dhoif.

Lagipula, jika hadis ini sohih pun bagi orang-orang yang memang ingin mengejar pahala sebanyak-banyaknya, maka akan berpemahaman
“jika tidur saja ibadah, maka bangun dan melakukan amalan syar’i tentu lebih banyak pahala ibadahnya.”

Maka jangan bersembunyi dibalik hadis dhoif ini untuk menutupi kemalasan Anda.
Jangan sia-siakan setiap detik Romadhon, kecuali untuk beribadah dan meraih pahala sebanyak-banyaknya.

والله أعلم بالصواب

Romadhon 1434H

ILMU dan AMAL

Suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan.

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan”.
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Rasulullah saw bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik)

Al Fahmu mendahului al ‘Amal, pahami dulu dengan ilmu setelah faham baru beramal, agar amal tidak sia sia karena tidak sesuai dengan sunnah.

Peringatan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

Pesan Allah swt, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (Q.S. Al-Hasyr:7)

Ibadah yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah adalah berasal dari Hadits Dhoif dan Palsu yang disangkutkan kepada Rasulullah saw seolah-olah Rasulullah mengatakan dan melakukannya  padahal Rasulullah saw tidak mengatakan dan tdk melakukannya.

Lalu utk apa kita mengamalkan Hadits Dhoif, ibadah yang berasal dari hadits shahih saja banyak yang belum kita kerjakan.

Bersedikit ibadah dalam Sunnah lebih baik daripada berbanyak ibadah namun tidak sesuai Sunnah

Barangsiapa yang menganggap
baik suatu amalan (padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah) berarti dirinya telah menciptakan hukum syara (syari’at) sendiri.

Mari kita belajar sunnah-sunnah Rasulullah saw dan mari beramal sesuai sunnah Rasulullah saw agar selamat dunia dan akhirat.

Salam !