Tag Archives: HSI ABDULLAH ROY

Buah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 25 ~ Buah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-25 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Buah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh”.

 

Diantara buah beriman dengan kitab-kitab Allāh yang bisa kita petik adalah:

 

1 | Mendapatkan keutamaan-keutamaan beriman.

Diantaranya:

⑴ Hidayah di dunia
⑵ Keamanan di akhirat
⑶ Masuk ke dalam surga
⑷ Dan lain-lain

Karena beriman dengan kitab Allāh adalah bagian dari mewujudkan keimanan.

 

2 | Semakin mengetahui dan menyadari perhatian Allāh dan kasih sayangNya kepada makhluk.

Semakin mencintaiNya karena menurunkan kepada kita kitab yang berisi petunjuk dan cahaya supaya kita tenang di dunia dan bahagia di akhirat.

Kita tidak dibiarkan tersesat dan terombang-ambing dengan hawa nafsu dan syahwat.

Dan bagi yang ingin melihat kebesaran nikmat ini silakan dia melihat orang-orang yang hidup tanpa berpegang dengan kitab Allāh; mereka dalam keadaan resah, bimbang, bingung dan tidak tahu kemana arah hidupnya.

 

3 | Mengetahui hikmah Allāh dan kebijaksanaanNya karena memberikan kepada setiap kaum syari’at yang sesuai dengan keadaan mereka.

Dan Al-Qurān sebagai kitab terakhir sesuai untuk semua umat di setiap tempat dan masa sampai hari kiamat.

 

4 | Mengetahui bahwa petunjuk Allāh kepada manusia tidak terputus sampai hari kiamat.

 

5 | Semakin mencintai dan menghormati Al-Qurān dengan memperhatikan adab-adab ketika membacanya.

Demikian pula semakin mencintai orang-orang yang mencintai Al-Qurān.

 

6 | Membenci amalan-amalan yang bertentangan dengan Al-Qurān dan orang-orang yang melakukannya.

 

7 | Membangkitkan semangat untuk bersungguh-sungguh mencari hidayah dari Al-Qurān dengan membaca, menghafal, mempelajari, mentadabburi, mengamalkan, berhukum dengan Al-Qurān dan kembali kepada Al-Qurān ketika terjadi perselisihan.

 

8 | Bersemangat untuk membela kitab Allāh dengan menyebarkan aqidah yang benar tentangnya dan membongkar tuduhan dan keyakinan yang sesat yang ingin menurunkan kepercayaan terhadap Al-Qurān dan menjauhkan umat dari Al-Qurān.

 

9 | Bergembira dan bersyukur kepada Allāh atas karuniaNya yang besar.

 

الْحَمْدُ لِلَّه ِالَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

[Alhamdulillāh alladzī bini’matihi tatimmushshālihāt]

Dengan demikian kita sudah menyelesaikan Silsilah ‘Ilmiyyah yang ke-7 tentang Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh.

Semoga apa yang kita sampaikan bermanfaat dan bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dan sampai bertemu kembali pada Silsilah Ilmiyyah ke-8 tentang “Beriman Dengan Rasul-rasul Allāh.”

والله تعالى أعلم
السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Penyimpangan-penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab-kitab Allāh

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 24 ~ Penyimpangan-penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab-kitab Allāh

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-24 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Penyimpangan-penyimpangan Dalam Hal Iman Dengan Kitab-kitab Allāh”.

Diantara penyimpangan-penyimpangan di dalam hal iman dengan kitab-kitab Allāh:

1 | Mengingkari keseluruhan atau sebagian kitab-kitab Allāh meskipun hanya 1 huruf.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالاً بَعِيداً

“Dan barangsiapa yang kufur kepada Allāh, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya dan hari akhir maka sungguh dia telah tersesat dengan kesesatan yang jauh.” (QS An-Nisā: 136)

Berkata ‘Abdullāh Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu:

مَنْ كَفَرَ بِحَرْفٍ مِنَ الْقُرْآنِ أَوْ بِآيَةٍ مِنْهُ فَقَدْ كَفَرَ بِهِ كُلِّهِ

“Barangsiapa yang kufur atau mengingkari satu huruf dari Al-Qurān atau 1 ayat darinya maka sungguh dia telah kufur atau mengingkari keseluruhannya.”

[Atsar ini dikeluarkan oleh Ath-Thabariy di dalam tafsirnya]

 

2 | Mendustakan kabar-kabar yang ada di dalam kitab-kitab tersebut.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَالَّذِينَ كَذَّبُواْ بِآيَاتِنَا وَاسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ

“Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka sombong merekalah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS Al-A’rāf: 36)

 

3 | Melecehkan dan mengolok-olok.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِئُونَ لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ

“Katakanlah: Apakah dengan Allāh, ayat-ayatNya dan rasulNya kalian mengolok-olok? Janganlah kalian minta udzur, sungguh kalian telah kufur setelah keimanan kalian.” (QS At-Taubah 65-66)

 

4 | Membenci apa yang ada di dalam kitab-kitab tersebut berupa petunjuk Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَرِهُوا مَا أَنزَلَ اللَّهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ

“Yang demikian karena mereka membenci apa yang Allāh turunkan maka Allāh membatalkan amalan-amalan mereka.” (QS Muhammad: 9)

Apabila seseorang membenci Al-Qurān yang di dalamnya ada petunjuk meskipun dia mengamalkannya maka dia telah kufur.

 

5 | Meninggalkan Al-Qurān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَقَالَ الرَّسُول ُيَا رَبِّ إِنَّ قَوْمِي اتَّخَذُوا هَذَا الْقُرْآنَ مَهْجُورًا

“Dan Rasul berkata: Wahai Rabbku, sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al-Qurān sesuatu yang ditinggalkan.” (QS Al-Furqān: 30)

Para ulama menjelaskan bahwa meninggalkan Al-Qurān mencakup:

• Tidak mau mendengarkannya.

• Tidak beramal dengannya.

• Tidak berhukum dengannya.

• Tidak mentadabburinya.

• Dan juga tidak mau berobat dengan Al-Qurān baik untuk penyakit hati maupun penyakit badan.

Diantara penyimpangan-penyimpangan dalam hal iman dengan kitab-kitab Allāh adalah:

 

6 | Ragu-ragu dengan kebenaran Al-Qurān.
7 | Berusaha untuk mengubah Al-Qurān baik lafazh maupun maknanya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Hukum Membaca Kitab-kitab Sebelum Al-Qurān (Taurat dan Injīl) Yang Telah Diubah

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 23 ~Hukum Membaca Kitab-kitab Sebelum Al-Qurān (Taurat dan Injīl) Yang Telah Diubah

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-23 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang

“Hukum Membaca Kitab-kitab Sebelum Al-Qurān (Seperti Taurat dan Injīl) Yang Telah Diubah”.

Para ulama menjelaskan bahwa hukum membacanya ada 2;

⑴ HARAM

Apabila maksudnya adalah mencari petunjuk di dalam kitab-kitab tersebut seakan-akan tidak mencukupkan dirinya dengan Al-Qurān.

Karena Allāh telah mengabarkan bahwa kitab-kitab tersebut sudah diubah, sudah tercampur antara yang haq dan yang bathil.

⇒ Yang bathil jelas kita tinggalkan.

⇒ Adapun yang haq, yang selamat dan tidak diubah maka Al-Qurān yang dijaga oleh Allāh dari perubahan telah mencukupi kita.

◆ Tidak ada kebaikan yang kita butuhkan di dalam agama kita kecuali sudah diterangkan di dalam Al-Qurān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَوَلَمْ يَكْفِهِمْ أَنَّا أَنزَلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَرَحْمَةً وَذِكْرَىٰ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Apakah tidak mencukupi mereka bahwa Kami telah menurunkan kepadamu sebuah kitab yang dibacakan atas mereka? Sesungguhnya di dalamnya ada rahmat dan peringatan bagi kaum yang beriman.” (QS Al-‘Ankabūt: 51)

Dari Jābir Ibnu ‘Abdillāh radhiyallāhu ‘anhumā, bahwa ‘Umar Ibnu Khaththāb radhiyallāhu ‘anhu mendatangi Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam dan membawa sebuah kitab yang dia dapatkan dari sebagian Ahli Kitab kemudian membacakannya kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Maka Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam marah seraya berkata: ‘Apakah engkau bingung di dalam agamamu, wahai putra Al-Khaththāb?

Dan demi Zat yang jiwaku berada ditanganNya, sungguh aku telah mendatangi kalian dengan sesuatu yang putih bersih.

Janganlah kalian bertanya kepada mereka (yaitu Ahlul Kitab) tentang sesuatu karena mungkin mereka mengabarkan kepada kalian dengan kebenaran kemudian kalian mendustakannya atau mereka mengabarkan yang bathil kemudian kalian membenarkannya.

Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya Mūsā masih hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.”

(Hadits hasan riwayat Imām Ahmad)

 

Al-Imām Al-Bukhāriy rahimahullāh menyebutkan di dalam Shahīh Bukhāri, ucapan ‘Abdullāh Ibnu ‘Abbās radhiyallāhu ‘anhumā. Beliau mengatakan:

“Bagaimana kalian bertanya kepada Ahlul Kitāb tentang sesuatu sedangkan kitab kalian yang diturunkan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam lebih baru?

Kalian membacanya dalam keadaan bersih tidak tercampuri dan Allāh telah mengabarkan kepada kalian bahwa Ahlul Kitab telah mengganti kitab Allāh dan mengubahnya.

Dan menulis kitab dengan tangan-tangan mereka dan mereka berkata ‘Ini adalah dari kitab Allāh’ dengan tujuan menjualnya dengan harga yang sedikit.

Bukankah ilmu yang datang kepada kalian telah melarang kalian untuk bertanya kepada mereka?

Tidak demi Allāh, kami tidak melihat seorangpun dari mereka yang bertanya kepada kalian tentang apa yang diturunkan kepada kalian.”

◆ Dikhawatirkan apabila seseorang membaca kitab-kitab tersebut akan membenarkan yang bathil atau mendustakan yang benar atau menjadi tersesat dan terfitnah agamanya.

 

⑵ BOLEH

Boleh hukumnya apabila dia:

• ⑴ Termasuk penuntut ilmu atau orang yang berilmu dengan Al-Qurān dan Hadits.

• ⑵ Kuat keimanannya dalam ilmu agamanya, khususnya tentang masalah ‘aqidah, tauhid dan lain-lain.

• ⑶ Dan tujuannya adalah ingin:

✓Membantah Ahlul Kitab.

✓Menerangkan penyimpangannya.

✓Menjelaskan pertentangan yang ada di dalam kitab tersebut.

✓Menunjukkan keistimewaan Al-Qurān.

✓Menyingkap syubhat mereka.

✓Dan juga menegakkan hujjah atas mereka.

Dari ‘Abdullāh bin ‘Umar radhiyallāhu ‘anhumā; bahwasanya orang-orang Yahudi datang kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kemudian mereka menyebutkan bahwa seorang laki-laki dan wanita di antara mereka telah berzina.

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: ‘Apa yang kalian temukan di dalam Taurat tentang masalah hukum rajam?’

Mereka berkata: ‘Kami akan membuka aib-aibnya dan mereka akan dicambuk.’

⇒ Maksudnya mereka mengingkari adanya ayat tentang rajam di dalam Taurat.

Kemudian ‘Abdullāh Ibnu Salām radhiyallāhu ‘anhu berkata: ‘Kalian telah berdusta, sesungguhnya di dalam Taurat ada ayat rajam.’

Kemudian mereka mendatangkan Taurat dan membukanya.

Salah seorang diantara mereka meletakkan tangannya di atas ayat rajam.

⇒ Maksudnya menutupi.

Kemudian membaca ayat sebelumnya dan setelahnya kemudian ‘Abdullāh Ibnu Salām berkata: ‘Angkatlah tanganmu!’

Maka dia mengangkat tangannya, maka di dalamnya ada ayat tentang rajam.

Mereka berkata: ‘Dia telah benar, wahai Muhammad, di dalamnya ada ayat tentang rajam.’

Maka Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam menyuruh untuk merajam keduanya, kemudian keduanya dirajam.

Berkata ‘Abdullāh Ibnu Salām: ‘Maka aku melihat laki-laki tersebut memiringkan badannya ke arah wanita tersebut ingin melindunginya dari batu.

(HR Muslim)

 

Para ulama menulis kitab-kitab yang membantah Ahlul Kitab, dan membawakan di dalamnya beberapa nash dari kitab-kitab yang ada di tangan mereka sendiri, seperti:

Ibnu Hazm, di dalam kitabnya Al-Fashlu Fīl Milali Wal Ahwāi.

(الفصل في الملل والأهواء)

Abū ‘Abdillāh Al-Qurthubiy, di dalam kitabnya Al-‘I’lāmu Bimā Fī Dīnin Nashāra Minal Fasādi Wal Awhāmi Wa Izh-hāru Mahāsinil Islāmi.

(الإعلام بما في دين النصارى من الفساد والأوهام وإظهار محاسن الإسلام)

• Syaikhul Islām Ibnu Taimiyyah di dalam kitabnya Al-Jawābush Shahīhu Liman Baddala Dīnal Masīhi.

(الجواب الصحيح لمن بدّل دين المسيح)

• Ibnul Qayyim,  di dalam Kitabnya Hidāyatul Hayāra Fī Ajwibatil Yahūdi Wan Nashāra

(هداية الحيارى في أجوبة اليهود والنصارى)

• Dan juga kitab-kitab yang lain.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Beramal , Ridha dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Belum Dihapus (Naskh) Di Dalam Kitab-Kitab Allāh

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 22 ~ Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Belum Dihapus (Naskh) Di Dalam Kitab-Kitab Allāh

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-22 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang

“Beramal, Ridha Dan Berserah Diri Dengan Hukum-Hukum Yang Ada Di Dalam Kitab-Kitab Allāh”.

Diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allāh;

⑷ Beramal, ridha dan berserah diri dengan hukum-hukum di dalam kitab-kitab tersebut, baik yang kita ketahui hikmahnya atau tidak.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا

“Dan tidak pantas bagi seorang yang beriman laki-laki dan wanita, apabila Allāh dan RasūlNya sudah menetapkan sebuah perkara, kemudian mereka memiliki pilihan yang lain di dalam urusan mereka. Dan barangsiapa yang memaksiati Allāh dan rasulNya, maka sungguh telah sesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS Al-Ahzāb: 36)

Dan Allāh berfirman:

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Rabbmu, mereka tidak beriman sampai mereka menjadikan engkau wahai Muhammad sebagai hakim di dalam perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak menemukan rasa berat di dalam hati-hati mereka terhadap apa yang engkau putuskan dan mereka menerima dengan sebenarnya.” (QS An Nisā: 65)

Adapun hukum yang sudah dihapus, maka tidak boleh diamalkan, seperti:

• ‘Iddah 1 tahun penuh bagi wanita yang ditinggal mati suaminya.

⇒ Sebagaimana di dalam surat Al-Baqarah ayat 240.

Maka telah dihapus dengan ayat 234 dari Surat Al-Baqarah yang isinya bahwa:

✓Masa ‘iddah wanita yang ditinggal mati suaminya adalah 4 bulan 10 hari.

Dan semua kitab yang terdahulu secara umum hukum-hukumnya telah dihapus dengan Al-Qurān.

⇒ Artinya, tidak boleh seorangpun baik jin maupun manusia mengamalkan hukum-hukum yang ada di dalam kitab-kitab sebelumnya, setelah datangnya Al-Qurān.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitāb (yaitu Al-Qurān) dengan haq yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan muhaymin kitab-kitab sebelumnya. Maka hendaklah engkau menghukumi diantara mereka dengan apa yang Allāh turunkan. Dan janganlah engkau mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang datang kepadamu bagi masing-masing dari kalian telah kami jadikan syariat dan juga jalan.”

(QS Al-Māidah: 48)

 

Bahkan Nabi Mūsā sekalipun yang diturunkan kepadanya Taurat harus berhukum dengan Al-Qurān, seandainya beliau masih hidup ketika Al-Qurān turun.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي

“Demi Zat yang jiwaku ada di tangannya, seandainya Mūsā hidup, niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.”
(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh)

Oleh karena itu Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām salam yang diturunkan kepadanya Injīl di akhir zaman, ketika beliau turun akan berhukum dengan hukum Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Membenarkan Kabar-kabar Yang Shahīh Di Dalam Kitab-kitab Allāh

 

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 21 ~Membenarkan Kabar-kabar Yang Shahīh Di Dalam Kitab-kitab Allāh

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

 

Halaqah yang ke-21 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang

“Membenarkan Kabar-kabar Yang Shahīh Di Dalam Kitab-kitab Allāh”.

===============================================================

 

Yang ketiga diantara cara beriman dengan kitab-kitab Allāh adalah membenarkan kabar-kabar yang shahīh di dalam kitab-kitab tersebut.

Seperti kabar-kabar di dalam Al-Qurān dan kabar-kabar yang ada di dalam kitab sebelumnya yang belum diubah.

⇒ Maksudnya, wajib bagi orang yang beriman membenarkan:

• ⑴ Kabar-kabar yang ada di dalam Al-Qurān seperti:

✓Kisah-kisah umat terdahulu.

✓Kejadian-kejadian di hari kiamat.

✓Sifat-sifat surga dan neraka.

✓Dan lain-lain.

• ⑵ Kabar-kabar yang ada di dalam kitab sebelumnya yang belum diubah.

Dan barangsiapa yang mengingkarinya atau meragukannya maka sungguh dia telah kafir.

Adapun kabar-kabar yang ada di dalam kitab Taurat dan Injīl setelah terjadi perubahan pada sebagian isinya maka kabar-kabar tersebut ada 3 macam;

● ⑴ Kabar yang datang pembenarannya di dalam agama Islam.

Maka wajib bagi kita beriman dan membenarkannya, seperti kabar bahwa Allāh menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari, maka ini ada di dalam Perjanjian Lama Keluaran Pasal 31 Ayat 17.

Dan Allāh sebutkan di dalam Al-Qurān di dalam firmanNya:

رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ

“Sesungguhnya Rabb kalian Allāh yang menciptakan langit dan bumi dalam 6 hari.” (QS Al-A’rāf: 54)

● ⑵ Kabar yang datang pengingkarannya di dalam agama Islam.

Maka wajib bagi kita mendustakannya dan menolaknya, seperti kabar di dalam kitab Taurat yang berisi sifat yang tidak layak bagi Allāh dan sifat yang tidak layak bagi sebagian nabi, sebagaimana telah berlalu penjelasannya.

● ⑶ Kabar yang tidak ada pengingkaran maupun pembenarannya di dalam agama Islam.

Maka kita tidak membenarkan dan tidak mendustakan seperti sebagian perincian yang ada di dalam Taurat yang sekarang terhadap kisah-kisah yang asalnya ada di dalam Al-Qurān, sebagaimana disebutkan di dalam Kejadian Pasal 7 ayat 7 bahwa banjir besar di zaman Nabi Nūh ‘alayhissalām terjadi selama 40 hari.

Dan perincian ini tidak disebutkan di dalam agama kita.

✓Kita tidak membenarkan karena mungkin itu termasuk yang ditambah dan diubah dan kita tidak mendustakan karena mungkin itu termasuk wahyu.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

لا تصدقوا أهل الكتاب ولا تكذبوهم ، وقولوا : آمنا بالله وما أنزل إلينا

“Janganlah kalian membenarkan Ahlul Kitab dan janganlah kalian mendustakan mereka, akan tetapi katakanlah ‘Kami beriman kepada Allāh dan apa yang diturunkan kepada kami’.” (HR Bukhāri)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Kitab al Qur’an (Bagian 6)

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 20 ~Kitab al Qur’an (Bagian 6)

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah Beriman Dengan Kitab-Kitab Allāh adalah Kitab Al-Qurān (bagian 6).

Diantara Hak-hak Al-Qurān :

■ HAK 03 Mentadaburi

Allāh telah menurunkan Al-Qurān untuk dimengerti maknanya & di Tadaburi

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ

“Kitab yang Kami turunkan kepadamu ber- Barakah supaya mereka Mentadaburi ayat-ayat nya & supaya orang-orang yang berakal mengingat”
[Surat Sad 29]

Orang yang tidak Mentadaburi Al-Qurān maka ini menunjukkan kesesatan hati

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

“Apakah mereka tidak Mentadaburi Al-Qurān, ataukah didalam hati-hati tersebut ada kunci-kunci nya ”
[Surat Muhammad 24]

Semakin seseorang banyak Mentadaburi Al-Qurān dan memahami maknanya maka akan semakin bertambah keimanannya, keyakinannya & kedekatannya kepada Allāh.

Semakin yakin tentang kebenaran agama ini dan semakin yakin bahwa Al-Qurān adalah dari Allāh Ta’ala.

Oleh karena itu seyogyanya seorang muslim & Muslimah mempelajari bahasa Arab yang dengannya dia bisa memahami Al-Qurān dan meluangkan waktunya untuk memikirkan & Mentadaburi ayat-ayat Allāh, membaca tafsir-tafsir Al-Qurān yang sesuai dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah seperti :

⇒ Tafsir Muyyasar

Yang diterbitkan Kompleks Percetakan Al-Qurān Kerajaan Raja Fahd di Madinah dan ini adalah Tafsir yang ringkas.

⇒ Tafsir Ibn Katsir

Untuk Tafsir yang agak luas

Dan mengikuti kajian-kajian yang membahas tentang Tafsir Al-Qurān dengan pemahaman yang benar, pemahaman para shahabat dan para salaf.

Dan Apabila seseorang ingin membaca terjemah Al-Qurān didalam bahasa Indonesia maka hendaklah ia berusaha untuk memilih terjemah yang paling bagus, yang sesuai dengan pemahaman yang benar, seperti :

Terjemah Al-Qurān dalam bahasa Indonesia yang dicetak oleh Kompleks percetakan Al-Qurān Kerajaan Raja Fahd di Madinah.

Dan perlu dia mengetahui bahwasanya tidak ada terjemah yang tidak memiliki kekurangan karena terjemah adalah amalan manusia.

Diantara hak-hak Al-Qurān adalah,

 

■ HAK 4 | MENGAMALKANNYA

Al-Qurān tidaklah diturunkan hanya sekedar dibaca dengan tartil dan tajwid, dihafal dan ditadabburi, akan tetapi juga:

✓Diamalkan.

✓Dilaksanakan perintahnya.

✓Dijauhi larangannya.

✓Dibenarkan kabar-kabarnya, baik dalam masalah ‘aqīdah, ibadah, akhlaq, mu’āmalah dan lain-lain.

Dahulu, para shahābat radhiyallāhu ‘anhum selain membaca Al-Qurān dan mengilmui, mereka juga mengamalkan.

Berkata ‘Abdullāh Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu:

كَانَ الرَّجُلُ مِنَّا إِذَا تَعَلَّمَ عَشْرَ آيَاتٍ لَمْ يُجَاوِزْهُنَّ حَتَّى يَعْرِفَ مَعَانِيَهُنَّ وَالْعَمَلَ بِهِنَّ

“Dahulu seseorang dari kalangan kami (yaitu para shahābat) apabila mempelajari 10 ayat maka dia tidak meninggalkannya sehingga mempelajari maknanya dan beramal dengannya.

 

◆ Kalau kita tidak mengamalkan Al-Qurān maka Al-Qurān bisa menjadi hujjah atas kita.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ

“Dan Al-Qurān menjadi hujjah untukmu atau atasmu.” (HR Muslim)

⇒ Menjadi hujjah untukmu yaitu apabila kita amalkan maka bisa kita bermanfaat bagi kita di hari kiamat.

⇒ Menjadi hujjah atasmu yaitu apabila tidak kita amalkan maka akan memudharati kita di hari kiamat.

Kita memohon kepada Allāh ‘Azza wa Jalla semoga Allāh menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki perhatian yang besar terhadap Al-Qurān, baik membaca dengan tartil, menghafal, memuraja’ah, mentadabburi maupun mengamalkannya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Kitab al Qur’an (Bagian 5)

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 19 ~Kitab al Qur’an (Bagian 5)

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-19 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 5)”.

Sebagian nama-nama dan sifat-sifat Al-Qurān yang telah berlalu menunjukkan tentang kedudukan dan keutamaan Al-Qurān.

Oleh karena itu hendaklah seorang Muslim bersyukur kepada Allāh yang telah menurunkan kepada kita.

Dan diantara cara bersyukurnya adalah menunaikan hak-hak Al-Qurān.

Dan diantara hak-hak Al-Qurān:

 

HAK 1 | MEMBACANYA DENGAN TARTIL

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

“Dan hendaklah engkau mentartil Al-Qurān dengan sebenar-benar tartil.” (QS Al-Muzzammil: 4)

⇒ Mentartil artinya:

✓Membaca dengan pelan.

✓Membaca huruf-hurufnya dengan baik dan dengan memperhatikan:

• ⑴ Tempat-tempat wakaf (berhentinya).

• ⑵ Panjang pendeknya.

Sebagaimana dahulu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam membacanya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ ‏‏فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang mahir membaca Al-Qurān, bersama malaikat-malaikat yang mulia lagi baik. Dan orang yang membaca Al-Qurān sedangkan dia masih terbata-bata ketika membacanya dan susah baginya maka dia mendapatkan 2 pahala.”

(HR Bukhāri dan Muslim)

Dua pahala tersebut maksudnya adalah:

• Pahala membaca Al-Qurān.

• Dan pahala kesulitan yang dia alami.

 

Hendaknya seorang Muslim dan Muslimah;

⑴ Mempelajari ilmu tajwid dari seorang guru yang mumpuni dengan niat supaya bisa membaca Al-Qurān tersebut sebagaimana dibaca oleh Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

⑵ Mempraktekkannya dengan sering membaca Al-Qurān sehingga semakin mahir dia di dalam membaca Al-Qurān.

Dan di dalam sebuah hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qurān dan mengajarkannya.” (HR Bukhāri)

 

Dan diantara hak Al-Qurān adalah:

■ HAK 2 | MENGHAFALNYA

Menghafal seluruh Al-Qurān bukanlah sebuah fardhu ‘ain bagi seorang Muslim, yang wajib adalah menghafal yang dengannya sah shalatnya.

Namun, tentunya sebuah kemuliaan tersendiri bagi seorang Muslim dan Muslimah ketika Allāh memilih qalbunya dari sekian banyak qalbu untuk menghafal Al-Qurān Kalāmullāh Rabbul ‘ālamīn, membacanya kapan dia kehendaki.

⇒ Dan semakin banyak dia menghafal tentunya semakin utama.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلْ هُوَ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ فِي صُدُورِ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلا الظَّالِمُونَ

“Bahkan dia adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada-dada orang-orang yang diberi ilmu dan tidak mengingkari ayat-ayat Kami kecuali orang-orang yang zhalim.” (QS Al-‘Ankabūt: 49)

 

◆ Dan hendaklah seorang yang menghafal Al-Qurān memuraja’ah (mengulang-ulang terus) apa yang sudah dia hafal.
Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

تَعَاهَدُوْا هَذَا الْقُرْآنَ فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ اْلإِبِلِ فِي عُقُلِهَا

“Hendaklah kalian mengulang-ulang Al-Qurān, maka demi Dzat  yang jiwa Muhammad ada di tanganNya sungguh Al-Qurān lebih mudah terlepas (yaitu dari qalbu seseorang) daripada terlepasnya unta dari ikatannya.”

(HR Muslim)

 

Selain itu, hendaknya orang yang menghafal Al-Qurān memperdengarkannya di hadapan Syaikh yang mumpuni dan meninggalkan kemaksiatan karena kemaksiatan dengan berbagai bentuknya memperburuk dan mempersulit hafalan Al-Qurān.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Kitab al Qur’an (Bagian 4)

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 18 ~kitab al Qur’an (Bagian 4)

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-18 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 4)”.

Allāh ‘Azza wa Jalla juga mensifati Al-Qurān dengan beberapa sifat yang memiliki makna yang agung yang juga menunjukkan keutamaannya.

Diantara sifat-sifat tersebut:

SIFAT PERTAMA | ‘AZĪZ

Artinya: yang mulia, dimuliakan oleh Allāh dengan dijaga dari segala perubahan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَاءَهُمْ ۖ وَإِنَّهُ لَكِتَابٌ عَزِيزٌ

“Sesungguhnya orang-orang yang ingkar dengan adz-dzikru (yaitu Al-Qurān) ketika datang kepada mereka dan sesungguhnya dia adalah kitab yang mulia.” (QS Fushshilat: 41)

 

SIFAT KEDUA | MAJĪD

Artinya: agung lagi mulia.

⇒Maksudnya: agung maknanya dan luas ilmunya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بَلْ هُوَ قُرْآنٌ مَجِيدٌ

“Bahkan dia adalah Al-Qurān yang agung.” (QS Al-Burūj: 21)

 

SIFAT KETIGA | KARĪMUN

Artinya: mulia lagi banyak manfaatnya, besar kebaikannya dan dalam ilmunya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّهُ لَقُرْآنٌ كَرِيمٌ

“Sesungguhnya dia adalah Al-Qurān yang mulia.” (QS Al-Wāqi’ah: 77)

 

SIFAT KEEMPAT | MUBĀRAK

Artinya: yang berbarakah (yang banyak manfaatnya dan banyak membawa kebaikan).

⇒ Kebaikan bagi yang membacanya, yang menghafalnya, yang mendengarnya, yang mentadabburinya, maupun yang mengamalkannya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَهَـذَا كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهِ

“Dan ini adalah kitab yang Kami turunkan berbarakah membenarkan apa yang datang sebelumnya.” (QS Al-An’ām: 92)

Diantara sifat-sifat Al-Qurān adalah,

SIFAT KELIMA | FASHL

Artinya: yang benar dan jelas, memisahkan antara yang haq dan yang bāthil.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّهُ لَقَوْلٌ فَصْلٌ

“Sesungguhnya dia (yaitu Al-Qurān) adalah ucapan yang memisahkan (yaitu antara yang haq dan yang bāthil).” (QS Ath-Thāriq: 13)

 

Dan diantara sifat Al-Qurān adalah,

SIFAT KEENAM | HAKĪM

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

الم (١) تِلْكَ آيَاتُ الْكِتَابِ الْحَكِيمِ (٢) هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ (٣)

“Alif Lam Mim. Itu adalah ayat-ayat kitab yang hakīm, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat baik.” (QS Luqmān: 1-3)

Hakīm artinya:

•✓Memiliki hikmah dan kebijaksanaan yang mendalam.

•✓Ayat-ayatnya muhkam, yaitu kokoh.

⇒ Dia kokoh karena:

⑴ Datang dengan lafazh yang paling fasih dan jelas yang mengandung makna yang dalam.

⑵ Tidak mungkin tidak dirubah.

⑶ Kabar-kabar yang ada di dalamnya benar sesuai dengan kenyataan.

⑷ Tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang merupakan kebaikan bagi manusia dan tidaklah melarang kecuali dari sesuatu yang merupakan keburukan bagi manusia.

⑸ Tidak ada pertentangan di antara ayat-ayatnya.

Dan diantara sifat Al-Qurān adalah,

 

■ SIFAT KETUJUH | BERBAHASA ARAB YANG JELAS

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِنَّهُ لَتَنزِيلُ رَبِّ الْعَالَمِينَ (١٩٢) نَزَلَ بِهِ الرُّوحُ الْأَمِينُ (١٩٣) عَلَى قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنذِرِينَ (١٩٤) بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ (١٩٥)

“Dan sesungguhnya Al-Qurān diturunkan dari Rabb semesta alam, turun dengannya Ar-Rūhul Amīn (yaitu Jibrīl) atas hatimu supaya engkau termasuk orang-orang yang memberikan peringatan dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS Asy-Syuarā: 192-195)

 

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

 

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════

Kitab Al-Qurān (Bagian 3)

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 17 ~  Kitab Al-Qurān (Bagian 3)

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 3)”.

Al-Qurān memiliki nama-nama yang banyak yang menunjukkan keutamaannya,

diantaranya :

■ Pertama | AL-QURĀN

✓Ini adalah nama yang paling banyak di dalam Al-Qurān dan inilah yang paling masyhūr.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ ۚ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِندِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

“Apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qurān? Dan seandainya itu dari selain Allāh niscaya mereka akan mendapatkan di dalamnya perselisihan yang banyak.” (QS An-Nisā: 82)

Kedua | AL-KITĀB

Artinya “kitab”, dari kata كَتَبَ yang artinya “mengumpulkan”.

⇒ Dinamakan demikian karena dia mengumpulkan huruf dengan huruf, ayat dengan ayat, surat dengan surat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

أَفَغَيْرَ اللَّهِ أَبْتَغِي حَكَمًا وَهُوَ الَّذِي أَنزَلَ إِلَيْكُمُ الْكِتَابَ مُفَصَّلًا ۚ

“Apakah kepada selain Allāh aku mencari hakim? Padahal Dialah yang menurunkan Al-Kitāb (yaitu Al-Qurān) secara terperinci.” (QS Al-An’ām: 114)

Ketiga | KITĀBULLĀH

Artinya “kitab Allāh”.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang membaca Kitābullāh dan mendirikan shalat dan berinfaq dari sebagian harta yang Kami rezekikan kepadanya, baik dalam keadaan sembunyi maupun terang-terangan, mereka mengharapkan perdagangan yang tidak akan pernah rugi.” (QS Fāthir: 29)

Keempat | AL-FURQĀN

Artinya “yang membedakan”, karena dia membedakan;

• Yang benar dengan yang bathil.

• Petunjuk dan kesesatan.

• Yang halal dan yang haram.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيرًا

“Sungguh berbarakah Zat yang telah menurunkan Al-Furqān (yaitu Al-Qurān) kepada hambaNya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS Al-Furqān: 1)

Kelima | ADZ-DZIKRU

✓Ada yang mengatakan artinya adalah “peringatan”, karena di dalamnya ada peringatan dan nasehat.

✓Dan ada yang mengatakan artinya adalah “penyebutan”, karena di dalam Al-Qurān disebutkan banyak permasalahan dan dalil-dalil yang jelas.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikru (yaitu Al-Qurān) dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” (QS Al-Hijr: 9)

Diantara nama-nama Al-Qurān adalah,

Keenam | HABLULLĀH

Artinya “tali Allāh”.

Dinamakan demikian karena dia menyampaikan kepada ridha Allāh.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ

“Dan hendaklah kalian semua berpegang teguh dengan hablullāh (yaitu Al-Qurān) dan janganlah kalian saling berpecah belah.” (QS Āli ‘Imrān: 103)

Di dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ: أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللهِ ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ فَحَثَّ عَلَى كِتَابِ اللهِ وَرَغَّبَ فِيهِ، ثُمَّ قَالَ: (وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي)

“Dan aku tinggalkan di antara kalian 2 perkara yang berat; yang pertama Kitābullāh, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya. Maka ambillah dengan kitabullāh dan berpeganglah dengannya. Maka beliaupun menganjurkan dan mendorong untuk berpegang teguh dengan kitabullāh. Kemudian Beliau berkata: ‘Dan keluargaku, aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku. Aku ingatkan kalian kepada Allāh tentang keluargaku’.” (HR Muslim)

Di dalam sebuah riwayat, Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

أحدهما كتاب الله عز وجل هو حبل الله من اتبعه كان على الهدى ومن تركه كان على ضلالة

“Yang pertama di antara keduanya adalah Kitābullāh, dia adalah hablullāh. Barangsiapa yang mengikutinya maka dia di atas petunjuk dan barangsiapa meninggalkannya maka dia di atas kesesatan.”

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁❁ ══════

Kitab Al-Qurān (Bagian 2)

? Group WA HSI AbdullahRoy
? hsi.abdullahroy.com
➖➖➖➖➖➖➖➖➖

? Silsilah Ilmiyyah 7
Beriman Dengan Kitab-Kitab Allah
? Halaqah 16 ~  Kitab Al-Qurān (Bagian 2)

?Ustadz Dr. Abdullah Roy

 

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-16 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 2)”.

Diantara keistimewaan Al-Qurān,

Keistimewaan Keempat | Al-Qurān diturunkan secara berangsur-angsur.

Al-Qurān Allāh turunkan dari Lauhul Mahfūzh ke langit dunia di bulan Ramadhān, pada malam Laylatul Qadr.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ

“Bulan Ramadhān yang diturunkan di dalamnya Al-Qurān.” (QS Al-Baqarah: 185)

Dan Allāh berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qurān di malam Laylatul Qadr.” (QS Al-Qadr: 1)

 

Kemudian, turun Al-Qurān secara berangsur-angsur sesuai dengan kejadian dan peristiwa selama 23 tahun.

✓Ada di antaranya yang turun sebelum hijrahnya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ke kota Madinah yang dinamakan surat-surat Makiyyah.

✓Dan ada diantaranya yang turun setelah hijrah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ke kota Madīnah yang dinamakan dengan surat-surat Madaniyyah.

Dan diantara hikmah turunnya Al-Qurān secara berangsur-angsur adalah agar lebih mudah dihafal, dimengerti dan diamalkan.

Allāh berfirman:

وَقُرْآنًا فَرَقْنَاهُ لِتَقْرَأَهُ عَلَى النَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَاهُ تَنزِيلًا

“Dan Al-Qurān telah Kami pisah-pisahkan (yaitu diturunkan secara berangsur-angsur) supaya engkau wahai Muhammad membacakannya atas manusia pada beberapa waktu dan sungguh Kami telah benar-benar menurunkannya secara bertahap.” (QS Al-Isrā: 106)

Dan Allāh berfirman:

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ الْقُرْآَنُ جُمْلَةً وَاحِدَةً كَذَلِكَ لِنُثَبِّتَ بِهِ فُؤَادَكَ وَرَتَّلْنَاهُ تَرْتِيلًا

“Dan berkata orang-orang kafir seandainya diturunkan kepadanya Al-Qurān dengan sekali turun, demikianlah supaya Kami tetapkan hatimu dengannya dan Kami telah menjelaskan Al-Qurān dengan perlahan.” (QS Al-Furqān: 32)

Dan diantara keistimewaan Al-Qurān,

■ Keistimewaan Kelima | Al-Qurān adalah muhaymin bagi kitab-kitab sebelumnya.

Allāh berfirman:

وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ

“Dan Kami telah menurunkan kepadamu Al-Kitāb dengan haq yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan muhaymin kitab-kitab sebelumnya.” (QS Al-Māidah: 48)

Yang dimaksud dengan muhaymin adalah:

• Yang menjadi saksi

• Yang menghukumi

• Yang mengemban amanat

⇒ Maksudnya: apa yang sesuai dengannya berarti benar dan menyelisihinya berarti salah.

Diantara keistimewaan Al-Qurān,

Kesitimewaan Keenam | Bahwasanya Al-Qurān diturunkan agar menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan jin dan bukan untuk bangsa tertentu saja.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

تَبَارَكَ الَّذِي نَزَّلَ الْفُرْقَانَ عَلَى عَبْدِهِ لِيَكُونَ لِلْعَالَمِينَ نَذِيراً

“Sungguh berbarakah Zat yang telah menurunkan Al-Furqān (yaitu Al-Qurān) kepada hambanya supaya memberi peringatan kepada seluruh alam.” (QS Al-Furqān: 1)

◆ Seandainya seorang nabi yang diutus kepada kaum tertentu hidup di zaman Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam niscaya dia diharuskan mengikuti Al-Qurān dan mengikuti syari’at Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتْبَعَنِي‏

“Demi Zat yang jiwaku berada di tanganNya, seandainya Mūsā hidup niscaya tidak ada pilihan baginya kecuali mengikuti aku.” (Hadits Hasan Riwayat Imām Ahmad)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

═════════ ❁?❁ ═════════