Tag Archives: hukum syara

ILMU dan AMAL

Suatu amalan yang dibangun tanpa dasar ilmu akan mendatangkan kerusakan dan bukan kebaikan.

‘Umar bin ‘Abdul ‘Aziz mengatakan, “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka dia akan membuat banyak kerusakan daripada mendatangkan kebaikan”.
(Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Rasulullah saw bersabda:

طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ

“Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim”. (HR. Ibnu Majah no:224, dan lainnya dari Anas bin Malik)

Al Fahmu mendahului al ‘Amal, pahami dulu dengan ilmu setelah faham baru beramal, agar amal tidak sia sia karena tidak sesuai dengan sunnah.

Peringatan Rasulullah saw, “Barangsiapa yang beramal bukan diatas petunjuk kami, maka amalan tersebut tertolak.” (Muttafaqun alaihi, dari lafazh Muslim)

Pesan Allah swt, “Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (Q.S. Al-Hasyr:7)

Ibadah yang tidak ada tuntunan dari Rasulullah adalah berasal dari Hadits Dhoif dan Palsu yang disangkutkan kepada Rasulullah saw seolah-olah Rasulullah mengatakan dan melakukannya  padahal Rasulullah saw tidak mengatakan dan tdk melakukannya.

Lalu utk apa kita mengamalkan Hadits Dhoif, ibadah yang berasal dari hadits shahih saja banyak yang belum kita kerjakan.

Bersedikit ibadah dalam Sunnah lebih baik daripada berbanyak ibadah namun tidak sesuai Sunnah

Barangsiapa yang menganggap
baik suatu amalan (padahal tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah) berarti dirinya telah menciptakan hukum syara (syari’at) sendiri.

Mari kita belajar sunnah-sunnah Rasulullah saw dan mari beramal sesuai sunnah Rasulullah saw agar selamat dunia dan akhirat.

Salam !