Tag Archives: Hutang Piutang

Hutang Piutang

 

Dari Shuhaib Al Khoir, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِىَ اللَّهَ سَارِقًا

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

(HR. Ibnu Majah no. 2410. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shohih)

Al Munawi mengatakan, “Orang seperti ini akan dikumpulkan bersama golongan pencuri dan akan diberi balasan sebagaimana mereka.”

(Faidul Qodir, 3/181)

Ibnu Majah membawakan hadits di atas pada Bab “Barangsiapa berhutang dan berniat tidak ingin melunasinya.”

Ibnu Majah juga membawakan riwayat lainnya. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.”

(HR. Bukhari no. 18 dan Ibnu Majah no. 2411).

Di antara maksud hadits ini adalah barangsiapa yang mengambil harta manusia melalui jalan hutang, lalu dia berniat tidak ingin mengembalikan hutang tersebut, maka Allah pun akan menghancurkannya.

 

Ya Allah, lindungilah kami dari banyak berhutang dan enggan untuk melunasinya.

————————————————————————-

“DO’A MEMINTA REZEKI HALAL”

————————————————
اللهم اكفني بحلالك عن حرامك وأغنني بفضلك عمن سواك

(Allahummak fini bihalalika ‘an haramika, waghnini bifadhlika ‘amman siwaka).
Artinya, “Ya Allah, berilah aku kecukupan dengan rezeki yang halal, sehingga aku tidak memerlukan yang haram, dan berilah aku kekayaan dengan karuniamu, sehingga aku tidak memerlukan bantuan orang lain, selain diri-Mu.”

———————————

 
Dapatkan tausyiah via whatsapp dengan cara simpan nomor 081563116311 di kontak smartphone anda kemudian kirim pesan whatsapp dg isi pesan DAFTAR#NAMA#KOTA
7/20/2016 10:52: DT: <video omitted>
7/20/2016 10:52: DT: Semoga dengan video ini kita bisa lebih serius lagi dalam menjaga niat. ?

Silahkan dibagikan semoga menjadi amal shalih.

 

 

Utang

Utang, Telat Bayar, Denda Mengincar

Assalamu’alaykum Sahabat CintaQuran.

 

Hutang piutang dalam kehidupan memang wajar. Tapi kalo hutangnya nggak dibayar, itu namanya kurang ajar. Karena Rasul sendiri tidak mau menshalatkan jenazah sahabat yang masih berhutang sebelum ada yang mau menanggung hutangnya untuk dibayar. Bagi yang berhutang, diperbolehkan menunda pembayaran jika belum ada dan yang meminjamkan dianjurkan untuk bersabar. Namun ketika yang berhutang sering menunda pembayaran, benteng kesabaran bisa bubar. Makanya ada yang mensiasati dengan denda jika terlambat bayar. Sepertinya wajar, padahal termasuk dosa riba yang membuat keimanan kita tercemar.

“Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (Al-Baqarah: 275)

”Tindakan menunda pembayaran utang oleh orang kaya adalah suatu kezaliman.” (HR Bukhari)

Pada masa Rasul dan para shahabat, tidak ada denda penalti bagi yang menunda pembayaran. Mereka hanya ditahan sesuai kebijakan pemerintah Islam saat itu.  Karena pemberi utang hanya berhak atas sejumlah uang yang dipinjamkannya, tidak lebih. Baik ia mendapatkannya tepat pada waktunya atau setelah terjadi penundaan. Tambahan berapa pun yang diambilnya sebagai kompensasi dari penundaan pembayaran tiada lain adalah riba yang diharamkan (riba nasi’ah).  Bagi yang berhutang, segeralah melunasi agar tidak tertahan di akhirat kelak. Dan bagi pemberi hutang, jangan tergoda memberlakukan denda karena keterlambatan pembayaran. Semoga  اللَّهُ melidungi kita dari kesusahan dan kesedihan; dari kelemahan dan kemalasan; dari kepengecutan dan kekikiran; dan  dari lilitan hutang dan paksaan orang-orang.