Tag Archives: kajian tematis quran dan sunnah

Menuntut Ilmu Syar’i

Menuntut Ilmu Syar’i

oleh As Syaikh Muhammad bin Mubarok bin Hamd Asy Syarafi hafizhahulloh

Kabar Gembira bagi kalian yang hadir menuntut ilmu malam ini:
1⃣ Menuntut ilmu itu akan mendapat ridho Allah Subhanahu Wata’ala dan Nabi Muhammad Shallallohu ‘alaihi Wasallam
2⃣ Barangsiapa yang berangkat ke masjid, maka setiap langkahnya menghapuskan kejelekan dan setiap langkahnya akan dituliskan pahala pergi dan pulangnya (HR. Ahmad, Ath Thabrani dan Ibnu Hibban)
3⃣ Mendapatkan ampunan dari Allah Subhanahu Wata’ala karena telah melaksanakan sholat berjama’ah
4⃣ Mendapatkan ampunan Allah karena telah duduk di majlis dzikir (majlis ilmu)
5⃣ Melangkah dalam rangka menuntut ilmu akan dimudahkan meraih surga dan mendapat kebaikan
6⃣ Ilmu itu perkara yang agung bahkan setara dengan berjihad di jalan Allah Subhanahu Wata’ala.

Ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu diin (ilmu syar’i). Lalu, bagaimana dengan ilmu dunia seperti biologi, fisika dsb? Maka Syaikh berkata itu penting namun yang terpenting adalah ilmu diin. Ilmu diin dibutuhkan orang orang sehat maupun orang sakit, si kaya maupun si miskin, rakyat jelata maupun presiden dsb.

Kemudian Syaikh menyampaikan kisah 2 ulama dalam mencari ilmu:

Pertama,
Kisah Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhu
Beliau menjadi seorang yang ‘alim karena 2 hal:
1⃣ Do’a Rosululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam
2⃣ Bersemangat dalam menuntut ilmu

Untuk hal no. 1 tidak dapat kita contoh namun hal no. 2 dapat kita contoh.
Mari kita lihat bagaimana Ibnu Abbas bersemangat dalam menuntut ilmu. Suatu malam Ibnu Abbas kecil menyengaja tidur di rumah bibi beliau, Maimunah radhiyallahu ‘anha, salah seorang istri Rasululloh Shallallohu ‘alaihi Sallam untuk mengetahui bagaimana tata cara Rasululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam dalam menjalani malam. Ibnu Abbas tidak tidur agar bisa melihat bagaimana Rasululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam tidur, bangun tidur,m kemudian berwudhu dan melaksanakan sholat malam.

Pada saat Rasululloh mendapati air untuk berwudhu yang disediakan oleh Ibnu Abbas kemudian mendo’akan Ibnu Abbas agar Allah memberikan kefaqihan (pemahaman) berupa ilmu agama dan keahlian dalam ilmu tafsir kepada Ibnu Abbas.

Maka kemudian Ibnu Abbas memiliki keutamaan karena belajar langsung dari Rasululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam.

Setelah Rasululloh Shallallohu ‘alaihi Wasallam wafat kemudian Ibnu Abbas belajar dari para sahabat-sahabat Nabi. Mendatangi para sahabat baik yang meriwayatkan banyak hadits maupun sedikit.

Kedua,
Kisah Al Kisa’i
Pada saat beliau belajar nahwu menemukan kesulitan yang membuat beliau putus asa. Kemudian beliau meninggalkan majlis ilmu nahwu tersebut. Di perjalanan beliau singgah di bawah pohon. Beliau melihat semut yang membawa makanan dari bawah keatas, belum sampai sarangnya sudah jatuh sampai ke tanah lagi. Hal tersebut berulang hingga 6 kali dan barulah pada hitungan ke-7 semut berhasil mencapai sarangnya. Melihat hal tersebut Al Kisa’i merasa tergugah dengan semangat makhluk kecil tersebut.
Kemudian beliau kembali ke majlis ilmu nahwu dan akhirnya menjadi ulama dalam bidang nahwu.

Hal yang harus dilakukan penuntut ilmu:
1⃣ Mengatur waktu
dan Jauhi maksiat
2⃣ Ambil ilmu pelan-pelan
3⃣ Mengulang-ulang Al Qur’an dan al Hadits
4⃣ Bersabar, &
5⃣ Berdo’a

Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Abu Muhammad Ibnu Hazm beliau menjadi ulama padahal baru belajar ilmu Diin setelah berumur 26 tahun.
Semoga Allah memberikan kalian semua ilmu diin sebagaimana Allah berikan kepada Ibnu Hazm bahkan lebih dari itu

Ilmu yang harus dipelajari:
1⃣ Ilmu bahasa arab
2⃣ Al Qur’an, cara membaca (Qiraat) maupun tajwid
3⃣ Aqidah, kitab yang bisa menjadi rujukan Utsulus Tsalatsah dan Aqidah Al Wasithiyah dan syarahnya
4⃣ Kitab tafsir, tafsir Ibnu Katsir dan tafsir As Sa’di

Masjid Syuhada Jogja
⛺ Ba’da Maghrib yg cerah,
24 Agustus 2015
☕ Abuz Zuhri al Majilanjy

Anak Sholeh dan Sholehah

Anak Sholeh dan Sholehah

 

​السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

doadankajianislami-34a
Saudaraku..♥♥♥
Janganlah engkau terlalu cemas akan nasib atau rejeki anak-anak kalian,doakan saja anak-anak kalian,karena rejekimu dan anak-anak kalian sudah ditanggung oleh ALLAH,
Cemaslah dengan amal sholeh anak-anak kalian karena ALLAH tidak menjamin keselamatannya di Akhirat nanti,
Maka jadikanlah anak-anak kalian menjadi pembantu Syari’at ALLAH karena itu semua yang akan menyelamatkannya dan akan menyelamatkan kalian semua nanti di Akhirat,
Karena Sabda Rosul SAW;
Banyak orang-orang yang bingung kenapa mereka masuk surga,dan menanyakannya kepada Malaikat,dan Malaikatpun menjawab, engkau sekalian berbuat yang tidak layak masuk syurga,
Akan tetapi anak-anak kalianlah yang selalu mendoakan kalian sehingga ALLAH menerima doa mereka,dan kemudian ALLAH menyuruhku memasukkan kalian ke syurga (Hadist)
Semoga anak-anak kita menjadi anak-anak yang Sholeh yang selalu mendoakan kita…..
آمِيـنَ يَا رَ بَّ العَـــالَمِيْن
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم
Mutiara ilmu  Sayyidina Al-Habib Ahmad Anis bin Husein Al-Athos ra.

AL-GHURABA’

AL-GHURABA’

 

Berdakwah Sunnah dikatakan sok tahu, mengamalkan Sunnah dianggap aneh, menjalankan Syari’at dituding berlebihan, memberi nasihat dibilangnya sok bener, dll. Itulah yg terjadi sekarang ini disekeliling kita, rasanya kita ini asing sendiri sedangkan mereka lebih banyak.

Fenomena ini sudah Rasulullah saw sampaikan 14 abad yg lalu, bahwa saat itu Rasulullah dianggap aneh oleh kaum musyrikin Makkah karena membawa wahyu Allah dan kelak pengikutnya, yaitu kita semua akan dianggap aneh juga oleh orang-orang disekeliling kita dan fenomena itu menjadi kenyataan.

Namun itu beruntunglah kita yg dianggap aneh oleh orang lain karena mengamalkan syariat Allah dan Sunnah Rasulullah saw.

Rasulullah Saw bersabda: “Islam awalnya asing, dan kelak akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah bagi al-Ghuraba’ (orang-orang asing)”. (HR. Muslim no.145).

Makna al-Ghuraba’ adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ketika Rasulullah Saw.

suatu hari menerangkan tentang makna dari al-Ghuraba’, beliau Saw bersabda: “Orang-orang yang shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yang jelek, orang yang mendurhakainya lebih banyak daripada yang mantaatinya”. (HR. Ahmad, II/177, 222).

Rasululah Saw juga bersabda mengenai makna al-Ghuraba’: “Yaitu, orang-orang yang senantiasa memperbaiki (ummat) di tengah-tengah rusaknya manusia”. (HR. Abu Ja’far ath-Thahawy dalam syarh Musykilul Atsaar, II/170 no.689).

Dalam riwayat yang lain disebutkan: “Yaitu orang-orang yang memperbaiki sunnahku (sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam) sesudah dirusak oleh manusia”. (HR. at-Tirmidzi no.2630, beliau berkata).

—————————————————————

Salam !

copas dari KTQS

Allah Has A Better Plan 6

Allah Has A Better Plan 6

 

TAQWA

“Taqwa” adalah isim dari kata “Ittiqa” yang asal katanya adalah “Waqa, Yaqi, Wiqayah” artinya: Terpelihara dan terlindung dari penyakit.

Suatu ketika Umar bin Khattab bertanya kepada Ubai bin Ka’ab tentang Taqwa . Ubai balik bertanya : ”Apakah anda pernah melewati jalan yang banyak durinya?”.  “Pernah”, Jawab Umar.  Ubai bertanya kembali : ”Bagaimana ketika anda melewatinya?”.  Umar menjawab : ”Saya bersungguh- sungguh serta berhati-hati sekali supaya tidak kena duri”.  Ubai akhirnya mengatakan : ”Itulah arti Taqwa yg sebenar- benarnya”.

Orang yg bertaqwa adalah orang yg sungguh-sungguh untuk menjauhi segala larangan Allah dan berhati-hati sekali supaya tidak terjerumus ke dalam kesesatan.

Sebagian ulama mendefinisikan “Taqwa” sebagai “Makhafatullahi Wal ‘Amalu Bi Tha’atihi”; artinya: “Rasa takut kepada Allah, dan melaksanakan ketaatan kepada-Nya”. Karena hanya dgn hati yg takut dan diri yg tunduk kepada Allah, manusia bisa menjalankan segala perintah Allah serta menjauhi larangan Allah.

Orang bertaqwa atau beriman tidak steril dari kesalahan atau dosa. Hanya saja, perbedaan antara orang yg bertaqwa dan orang yg tidak bertaqwa dalam hal kesalahan (dosa), terletak pada cara menyikapinya.

Orang yg bertaqwa akan menyesal bila melakukan kesalahan, dan segera sadar lalu beristighfar minta ampun kepada Allah serta bertaubat (kembali) ke jalan yg lurus.

Sedangkan orang yg tidak bertaqwa, tidak pernah merasa menyesal terhadap semua dosa atau kesalahan yg ia perbuat, malah bangga & diperlihatkannya didepan orang2.

Jadi, orang bertaqwa atau beriman tidak luput dari dosa dan kesalahan, namun selalu terus bertaubat dan memperbaiki diri.

Serta orang yg bertaqwa pasti ahli sedekah dan kalau bukan ahli sedekah sudah dipastikan bukan orang yg bertaqwa.

Salam !

copas dari KTQS

Allah Has A Better Plan 5

Allah Has A Better Plan 5

BERBEKALLAH !

Jika kita semua telah yakin bahwa setiap org pasti menghadapi kematian yg akan memutuskan dan menghancurkan segala kenikmatan dan kelezatan di dunia yg fana ini, maka sdh seharusnya kita bersungguh2 mempersiapkan diri dengan sebaik2 bekal utk perjalanan kita menuju alam akhirat yang sangat jauh nan abadi. Dan bekal yang terbaik itu adalah bekal TAQWA.

Allah swt berfirman:
(Wa Tazawwaduu Fa inna Khoiro az-Zaadi At-Taqwaa)

Artinya: “Dan persiapkanlah bekal kalian, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah ketakwaan”. (Al-Baqarah 197)

“TAQWA ialah kau merasa takut kepada Allah yg Maha Agung, mengamalkan syari’at yg Allah turunkan, dan mempersiapkan diri utk hari perjalanan (menuju alam akhirat)”.

“Sesungguhnya orang-orang yg berbakti itu dalam syurga Na’im -penuh kenikmatan- dan sesungguhnya orang-orang yg menyeleweng itu dalam neraka Jahim -penuh kenistaan-“. (al-Infithar: 13-14)

“Maka barangsiapa yg berat timbangan amal kebaikannya, maka ia adalah dalam kehidupan yang menyenangkan (Surga). Tetapi barangsiapa yg ringan timbangan amal kebaikannya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah”. (al-Qari’ah: 6-9)

Sudahkah ber-amal Multi Level Pahala hari ini ?

Salam !

copas dari KTQS

Allah Has A Better Plan 4

KTQS # 1003

Allah Has A Better Plan 4

MIMPI & KENYATAAN

Saat kita bermimpi, kita merasa itu sangat nyata, sampai kita terbangun, kita baru sadar itu mimpi.

Percayakah jika sekarang ini kita sedang bermimpi, dan baru sadar setelah tubuh terbujur kaku di alam kubur?

Lalu bertanya-tanya, “Mana suamiku? Mana istriku? Mana anak-anakku? Mana rumahku? Mana Mercedes Benzku? Mana I-Phone 6 ku? Oh ternyata cuma mimpi !” lirih Mayit.

Lalu tak lama kemudian, datanglah Malaikat Munkar dan Nakir…

Abdullah bin Mas’ud ra berkata: “Tiada seorangpun diantara kita melainkan ia hanyalah seorang tamu (di dunia). Demikian pula harta benda yg dimilikinya hanyalah sebuah pinjaman (dari Allah). Sedangkan yg namanya TAMU itu sudah pasti akan PERGI (yakni meninggal dunia), dan (harta) pinjaman itu pasti akan dikembalikan kepada sang Pemiliknya”. (Lihat Hilyatu Al-Uliyaa’, karya Abu Nu’aim Al-Ashbahani I/134).

Rasulullah saw telah bersabda: “Kuburan adalah tempat pertama dari tempat tempat akhirat, jika seseorang selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih ringan darinya, dan jika tidak selamat darinya maka apa yang ada setelahnya adalah lebih berat darinya”…

Lalu Utsman berkata; “Dan Rasulullah saw bersabda: “Demi Allah, aku tidak melihat tempat yang lebih mengerikan sama sekali kecuali kuburan adalah tempat yang paling mengerikan”. (HR Ahmad)

MARI TINGKATKAN AMAL IBADAH KITA AGAR BISA MENJAWAB TENTANG APA SAJA YANG SUDAH KITA LAKUKAN UNTUK ALLAH, RASULULLAH dan UMMAT.

APAKAH AMAL KITA HANYA UNTUK DIRI KITA SENDIRI (Amal yg berhenti saat kita mati) atau ADAKAH AMAL UNTUK ORANG LAIN (Amal yg terus mengalir sampai kiamat, Multi Level Pahala?, Juga sudahkah kita mendukung dakwah dan menolong agama Allah?

Karena amal untuk orang lain, mendukung dakwah dan menolong agama Allah lah (Amal yg terus mengalir sampai kiamat, Multi Level Pahala) yg akan lebih lama menemani kita di alam kubur kelak.

Sudahkah ber-amal Multi Level Pahala hari ini ?

Salam !

copas dari KTQS

Allah Has A Better Plan 3

 

Allah Has A Better Plan 3

 

MLP (Multi Level Pahala)

Rasulullah SAW menjelaskan, “Jika anak Adam meninggal, amalnya terputus, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah (wakaf, infaq), ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya”. (HR Muslim)

Hadis di atas dengan jelas menginformasikan kepada kita bahwa walaupun kita sudah meninggal dunia dan amal perbuatan kita sudah terputus, kesempatan untuk mendapatkan pahala tetap terbuka bagi kita sampai kiamat tiba, jika kita mengamalkan tiga perkara tsb diatas.

Jika kiamat kelak terjadi satu juta tahun yg akan datang, maka tahun 1.002.015 akan hancur dunia ini dan kita berada di alam kubur selama satu juta tahun!

Bagaimana jika dua atau tiga juta tahun? Tak terbayangkan sesaknya saat itu kelak!

 

Sangat mengerikan !

Dan bayangkan jika kita tidak mempunyai amal Multi Level Pahala, cukupkah amal kita selagi hidup menemani kita dialam kubur? Tentu tidak!

Pahala shalat, shaum, haji, umrah, dll akan berhenti saat kita mati. Sebanyak apapun yg kita lakukan, amal itu akan ikut mati pula. Namun ketiga amal dalam hadits tsb akan terus mengalir sampai kiamat tiba.

Semakin banyak melakukan sedekah jariyah atau wakaf, semakin banyak pahala yang akan didapatkan di akhirat kelak. Pahala tersebut tidak akan terputus.

Marilah kita perbanyak Sedekah atau wakaf, sebelum terjadi penyesalan tiada akhir kelak di alam kubur dan di alam neraka.

Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

Berbagilah…

Salam !

copas dari KTQS

Allah Has A Better Plan 2

KTQS # 1001

Allah Has A Better Plan 2

WAKTU KITA

1. Semalam – Sudah menjadi sejarah
2. Hari Ini – Apa yang sedang kita lakukan
3. Esok – Hari yang belum pasti

Hisablah hari ke 1 semoga hari yang ke 2 kita lebih baik dari hari yang ke 1. Jangan mengharap hari yang ke 3 kerana mungkin ajal kita ada pada hari yang ke 2. Jangan menunda amal !

HIDUP KITA CUMA DALAM 2 NAFAS :

1. Nafas Naik
2. Nafas Turun

Hargailah Nafas yang naik karena udara yang dihirup adalah pemberian Allah secara gratis dan carilah keridhaanNya dalam menggunakannya.

Bertaubatlah dalam Nafas yang kedua karena mungkin itu nafas yang terakhir keluar dari tubuh bersama nyawa dan ruh untuk meninggalkan dunia yang fana ini. Karena belum tentu kita bisa bernafas lagi. Berfikirlah !

HIDUP KITA CUMA ADA 2 PILIHAN :

1. Hidup dalam keridhaan Allah
2. Hidup dalam kemurkaan Allah
Hidup dgn Ridha Allah akan tenang dan pasti masuk surga. Hidup dgn Murka Allah akan gelisah dan pasti masuk neraka.

HIDUP KITA YANG ABADI CUMA ADA 2 TEMPAT :

1. Kekal didalam neraka
2. Kekal didalam syurga

Ada kehidupan setelah kematian. Bagi orang yg beriman membekali dirinya dgn amal sholeh, bagi orang yang kufur membekalinya dgn amal toleh. Bekal itulah yg akan mengekalkannya di surga atau di neraka.

Pilih yg mana?

Salam !

Allah Has a Better Plan (1)

 

Allah Has a Better Plan

 

Ingin berbahagia dunia dan akhirat? Itulah… “Bagi siapa (saja) diantara kamu yang mau menempuh jalan yang lurus”.

(QS. At Takwir : 28).

“Di antara kamu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat”.

( QS. Ali Imran : 152)

“Sesungguhnya kampung Akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang yang bertaqwa”.

(QS. An Nahl : 30)

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Allah akan menolongmu & meneguhkan kedudukanmu”.

(QS. Muhammad : 7)

Allah has a better plan !

Percayalah…

 

WAKTU KITA

1. Semalam – Sudah menjadi sejarah
2. Hari Ini – Apa yang sedang kita lakukan
3. Esok – Hari yang belum pasti

Hisablah hari ke 1 semoga hari yang ke 2 kita lebih baik dari hari yang ke 1. Jangan mengharap hari yang ke 3 kerana mungkin ajal kita ada pada hari yang ke 2. Jangan menunda amal !

HIDUP KITA CUMA DALAM 2 NAFAS :

1. Nafas Naik
2. Nafas Turun

Hargailah Nafas yang naik karena udara yang dihirup adalah pemberian Allah secara gratis dan carilah keridhaanNya dalam menggunakannya.

Bertaubatlah dalam Nafas yang kedua karena mungkin itu nafas yang terakhir keluar dari tubuh bersama nyawa dan ruh untuk meninggalkan dunia yang fana ini. Karena belum tentu kita bisa bernafas lagi. Berfikirlah !

HIDUP KITA CUMA ADA 2 PILIHAN :

1. Hidup dalam keridhaan Allah
2. Hidup dalam kemurkaan Allah
Hidup dgn Ridha Allah akan tenang dan pasti masuk surga. Hidup dgn Murka Allah akan gelisah dan pasti masuk neraka.

HIDUP KITA YANG ABADI CUMA ADA 2 TEMPAT :

1. Kekal didalam neraka
2. Kekal didalam syurga

Ada kehidupan setelah kematian. Bagi orang yg beriman membekali dirinya dgn amal sholeh, bagi orang yang kufur membekalinya dgn amal toleh. Bekal itulah yg akan mengekalkannya di surga atau di neraka.

Pilih yg mana?

 

salam!

copas dari KTQS

UMRAH BERULANG-ULANG ?

 

UMRAH BERULANG-ULANG ?

 

Sebagian jamaah umrah Indonesia saat berada di Mekkah, banyak yg berbondong-bondong menuju Masjid ‘Aisyah di Tan’im atau Ji’ranah. Tujuannya untuk berniat umrah dan kembali ke mekkah untuk melaksanakan umrah lagi, umrah kedua, ketiga dst, dalihnya, mumpung sedang berada di Mekkah.

Sepulangnya umrah dan kembali ke Indonesia mereka berbangga-bangga bahwa mereka telah melakukan umrah 3 kali, 5 kali, dst.

Ini beberapa alasan yg menjelaskan bahwa umrah berulang-ulang tidak disyariatkan,

1. Pelaksanaan empat umrah yg dikerjakan Rasulullah Saw masing-masing dikerjakan dgn perjalanan (safar) tersendiri. Bukan satu perjalanan untuk sekian banyak umrah. (Fatawa 2/668, dikutip dari Fatawa li Ahlil Haram)

2. Imam asy-Syaukani berkata,
”Nabi Saw tidak pernah berumrah dgn cara keluar dari daerah Mekkah ke tanah halal, kemudian masuk Mekkah lagi dgn niat umrah, sebagaimana layaknya yg dilakukan kebanyakan orang sekarang. Dan tidak ada riwayat, yg menerangkan sahabat Nabi melakukan yg demikian itu”. (Dikutip dari al Wajiz, halaman 268).

3. Ibnul Qayyim mengatakan, Umrah ‘Aisyah ra tidak bisa dijadikan dasar tentang umrah berulang-ulang.

Sesungguhnya Nabi Saw dan sahabat yg bersama beliau dalam haji (Wada’) tidak ada yg keluar dari Mekkah, kecuali ‘Aisyah ra saja (karena saat itu sdg haid). Kemudian orang-orang menjadikan riwayat tsb dalil umrah berulang-ulang. Padahal, riwayat tersebut tidak ada yg menunjukkan disyariatkannya (Umrah berulang kali dalam satu perjalanan). (Zaadul Ma’ad, 2/163)

4. Thawaf mengelilingi ka’bah itulah yg benar daripada melakukan umrah (berulang-ulang),

‘Atha berkata : “Thawaf di Ka’bah lebih aku sukai daripada keluar (dari Mekkah) untuk umrah (berulang ulang)”. (Majmu’ al Fatawa, 26/266)

Maka, gunakanlah waktu untuk memperbanyak thawaf sunat sebanyak yg bisa dilakukan, caranya sama dgn thawaf saat umrah, tp tanpa shalat dimaqam Ibrahim, tanpa sa’i dan tanpa tahalul serta tanpa memakai pakaian Ihram.

Salam !

copas dari KTQS