Tag Archives: Larangan Mendo’akan Keburukan Untuk Anak Keturunan Kita

Larangan Mendo’akan Keburukan Untuk Anak Keturunan Kita

🌍 BimbinganIslam.com
Rabu, 03 Jumādâ Al-Ūlā 1440 H / 09 Januari 2019 M
👤 Ustadz Arief Budiman, Lc
📗 Kitāb Fiqhu Tarbiyatu Al-Abnā wa Thāifatu min Nashā’ihi Ath-Athibbāi
🔊 Halaqah 09| Larangan Mendo’akan Keburukan Untuk Anak Keturunan Kita
⬇ Download audio: bit.ly/TarbiyatulAbna-09
~~~~

LARANGAN MENDO’AKAN KEBURUKAN UNTUK ANAK KETURUNAN KITA

بسم اللّه الرحمن الرحيم
الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحبِهِ أَجْمَعِينَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، وَبَعْدُ

Ma’asyiral muslimin wa rahīmaniy wa rahīmakumullāh.

Kita lanjutkan pembahasan kita ke-9 dari pembahasan kitāb Fiqhu Tarbiyatul Abnā wa Thāifatu min Nashā’ihi Al Athibbāi tentang fiqih mendidik atau membimbing anak-anak dan penjelasan sebagian nasehat dari para dokter, karya Syaikh Musthafa Al Adawi Hafīdzahullāh.

Pertemuan yang lalu telah kita sampaikan contoh-contoh do’a Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada keturunan-keturunan beliau (Al Hasan dan Al Husain) dan anak-anak shahābat radhiyallāhu ta’āla ‘anhu ajma’īn.

Kita dianjurkan mencontoh Beliau (shallallāhu ‘alayhi wa sallam) untuk memperbanyak mendo’akan untuk putra putri agar Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan hidayah taufīq dan menjadikan anak-anak kita shālih dan shālihat.

Pada kesempatan kali ini, penulis memberikan judul “Larangan mendo’akan keburukan kepada anak keturunan kita”.

Kita dilarang mendo’akan keburukan untuk anak keturunan kita atau siapapun karena:

√ Dikhawatirkan do’a buruk tersebut dikabulkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

√ Di khawatirkan ketika kita berdo’a yang buruk bertepatan dengan waktu di ijabah do’a (na’ūdzubillāhi min dzālik).

Dan ini tidak diharapkan tentunya, karena akan mengakibatkan penyesalan dan kita akan mendapatkan hasil yang buruk karena kesalahan kita sendiri (mendo’akan kejelekan untuk anak keturunan kita).

Dan di dalam Shahīh Muslim dari hadīts Jābir radhiyallāhu ta’āla ‘anhu (hadīts ini cukup panjang) namun penulis meringkas hadīts ini. Disebutkan ada seorang shahābat berkata kepada untanya.

Dia berkata:

شَأْ ! لَعَنَكَ اللَّهُ ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” مَنْ هَذَا اللاعِنُ بَعِيرَهُ ؟ ” قَالَ : أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : ” انْزِلْ عَنْهُ ، فَلا تَصْحَبْنَا بِمَلْعُونٍ ، لا تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَوْلادِكُمْ ، وَلا تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ ، لا تُوَافِقُوا مِنَ السَّاعَةِ فَيَسْتَجِيبَ لَكُمْ

“Wahai unta terlaknatlah kamu!”

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Siapakah yang telah melaknat untanya?”

Kemudian shahābat tadi mengatakan, “Saya, wahai Rasūlullāh.”

Kemudian Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata:

“Kalau begitu turunlah kamu dari untamu itu, jangan kamu mengikuti kami (bersama kami) dengan sesuatu yang telah terlaknat.”

Inilah adalah larangan yang keras dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, kita tidak diperbolehkan berdo’a sembarangan atau berkata buruk, apalagi dengan sengaja mendo’akan keburukan.

Ketika shahābat ini melaknat untanya, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sangat khawatir, dan Nabi pun telah melarang mendo’akan keburukan untuk diri sendiri, anak-anak, harta kita.

Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan, “Jangan sampai kalian meminta sesuatu atau berdo’a sesuatu yang jelek di saat waktu-waktu diijabah do’a oleh Allāh (waktu Allāh Subhānahu wa Ta’āla kabulkan do’a tersebut).”

Jadi berbahaya jika kita berkata-kata buruk kepada apapun dan siapapun, terutama kepada anak-anak kita.

Sering kita dapati orang tua ketika dibuat marah atau saat dia emosi kepada anak-anaknya, dia berkata dengan kata-kata yang kurang baik, bahkan mengatakan dengan kata-kata kotor (keji). Dan dia akan menyesali perkataannya ketika dia sudah tidak dalam kondisi marah.

Bagaimana bila saat itu Allāh kabulkan do’a tersebut?

Bagaimana bila do’a jelek itu, melekat pada anak tersebut?

Tentu penyesalan tidak ada gunanya.

Oleh karena itu Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang kita mendo’akan buruk kepada diri sendiri, anak-anak dan harta kita, karena bisa jadi yang kita ucapkan (do’akan) bertepatan dengan waktu do’a diijabah oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Demikian yang ringkas ini, semoga bermanfaat, dan memberikan pelajaran kepada kita.

Hendaknya kita menjaga lisan kita dari kata-kata kotor atau do’a-do’a tidak baik yang akan menjadi penyesalan buat kita nanti.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين
واخردعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته


🏦 Salurkan Donasi Dakwah Terbaik Anda melalui :

| BNI Syariah
| Kode Bank (427)
| Nomor Rekening : 8145.9999.50
| a.n Yayasan Bimbingan Islam
| Konfirmasi ke Nomor : 0878-8145-8000

📝 Format Donasi : DonasiDakwahBIAS#Nama#Nominal#Tanggal