Tag Archives: shalat

BOLEHKAN MENJADI MAKMUM DI BELAKANG MAKMUM MASBUK

Acara sholat khusyu:

 

BOLEHKAN MENJADI MAKMUM DI BELAKANG MAKMUM MASBUK“?

Syeikh Ibnu Taimiyah suatu saat ditanya mengenai, “Ada seseorang yang mendapati jama’ah tinggal satu raka’at.
Ketika imam salam, ia pun berdiri dan menyempurnakan kekurangan raka’atnya.
Ketika itu, datang jama’ah lainnya dan shalat bersamanya (menjadi makmum dengannya).
Apakah mengikuti makmum yang masbuk semacam ini dibolehkan?”
Jawaban beliau rahimahullah,

Mengenai shalat orang yang pertama tadi ada dua pendapat di madzhab Imam Ahmad dan selainnya.
Akan tetapi pendapat yang benar, perbuatan semacam ini dibolehkan. Inilah yang menjadi pendapat kebanyakan ulama.
Hal tadi dibolehkan dengan syarat orang yang diikuti merubah niatnya menjadi imam dan yang mengikutinya berniat sebagai makmum.
Namun jika orang yang mengikuti (yang telat datangnya tadi) berniat untuk mengikuti orang yang sudah shalat bersama imam sebelumnya (makmum masbuk), sedangkan yang diikuti tersebut tidak berniat menjadi imam, maka di sini ada dua pendapat mengenai kesahan shalatnya:
Pendapat pertama: Shalatnya sah sebagaimana pendapat Imam Asy Syafi’i, Imam Malik dan selainnya. Pendapat ini juga adalah salah salah pendapat dari Imam Ahmad.
Pendapat kedua: Shalatnya tidak sah. Inilah pendapat yang masyhur dari Imam Ahmad. Alasan dari pendapat kedua ini, orang yang menjadi makmum pertama kali untuk imam pertama (makmum masbuk), setelah imam salam, maka ia statusnya shalat munfarid (sendirian).

Lalu mengenai makmum masbuk tadi yang menyelesaikan shalatnya, semula ia shalat munfarid, ia boleh merubah niat menjadi imam bagi yang lain sebagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjadi imam bagi Ibnu ‘Abbas tatkala sebelumnya beliau niat shalat munfarid. Seperti ini dibolehkan dalam shalat sunnah sebagaimana disebutkan dalam hadits Ibnu ‘Abbas tersebut. Hal ini pun menjadi pendapat Imam Ahmad dan ulama lainnya.

Namun disebutkan dalam madzhab Imam Ahmad suatu pendapat yang menyatakan bahwa seperti ini dalam shalat sunnah tidak dibolehkan.
Sedangkan mengikuti shalat makmum masbuk dalam shalat fardhu, maka di sini terdapat perselisihan yang masyhur di kalangan para ulama.
Akan tetapi, yang benar adalah bolehnya hal ini dalam shalat fardhu maupun shalat sunnah karena yang diikuti menjadi imam dan itu lebih banyak daripada kedaannya shalat munfarid.

Oleh karena itu, mengalihkan dari shalat sendirian menjadi imam, itu tidaklah terlarang sama sekali.
Berbeda halnya dengan pendapat pertama tadi (yang menyatakan tidak bolehnya).

Wallahu a’lam.

Demikian sajian singkat ini dari Majmu’ Al Fatawa

Keutamaan Khusyu Dalam Shalat

Dibawah ini Hadits yang menceritakan keutamaan khusyu dalam shalat, sekaligus hadits yang menuntun jalan untuk meraih shalat yang khusyu.

Selamat membaca dan mengamalkannya

Barangsiapa yang melonggarkan hatinya untuk Allah dalam shalatnya, maka dia akan terlepas dari dosa dan kesalahannya, yang keadaannya seperti hari ibunya baru saja melahirkannya, sebagaimana yang diceritakan dalam hadits ‘Amar bin ‘Abasah as Sulamiy yang sangat panjang.
Diceritakan bahwa Nabi Shallallhu’alaihi wa sallam menjelaskan tentang keutamaan-keutamaan wudhlu :

jika dia berdiri untuk melakukan shalat, memuji dan menyanjung Allah, mengagungkan-Nya dengan dzikir yang pantas (berhak) bagi-Nya, serta melonggarkan hatinya untuk Allah, melainkan dia akan terlepas dari (dosa) kesalahannya. Keadaannya seperti di hari ibunya baru saja melahirkannya . . .

(HR. Muslim, Kitab Shalah al Musafirin, Bab Islam Amr bin Abasah, NO. 832. Hadits ini terdapat banyak faedahnya. Hendaklah membacanya bagi orang yang mau). Amr bin  Abasah radliyallahuâanhu mengaku bahwa dirinya mendengar hadits ini dari Nabi Shallallhuâalaihi wa sallam lebih dari tujuh kali.

 

Sumber:

Khusyu dalam Shalat karya Dr. Saâid bin Ali Wahf Al Qahthani

penerjemah: Team Shalat Center Indonesia, hal.19

TEORI BUKA BRANKAS PADA DOA DI DALAM SHALAT

TEORI BUKA BRANKAS PADA DOA DI DALAM SHALAT
Kajian dari KH Abdullah Gymnastiar
Dalam Islam yang indah ini, Shalat merupakan tiang agama. Di dalam setiap bacaan shalat, terkandung banyak makna kehidupan manusia. Bagian-bagiannya ada yg merupakan pujian pada Allah, penghambaan manusia padaNya dan ada bagian yang bahkan berupa doa. Salah satu di antaranya yakni, doa diantara dua sujud.

Tak banyak yang mengetahui dahsyatnya doa di antara dua sujud. Terlebih dengan seringnya doa ini dibacakan oleh seorang Muslim, maka akan memberikan kemungkinan untuk dikabulkan doanya jauh lebih besar dibandingkan doa-doa lainnya yang hanya dibaca  satu kali sehari.

Berikut beberapa hal positif yang diberikan dengan membaca doa duduk di antara dua sujud :
1. Robighfirlii
Robighfirli bisa diartikan sebagai kita yang meminta kepada Allah SWT untuk mengampuni dosa-dosa yang dimiliki. Dosa merupakan beban hidup yang bisa menjadi penghalang kita masuk ke dalam surga milik Allah SWT.

2. Warhamnii
Khasiat doa di antara dua sujud yang kedua yaitu, warhamnii bermakna meminta kasih sayang dari Allah SWT.

3. Wajburnii
Wajburnii menyatakan kita minta tolong kepada Allah SWT untuk menutup kekurangan yang kita miliki sebagai manusia.

4. Warfa’ni
Bagian ini adalah bagian kita yang meminta bantuan Allah SWT untuk meninggikan derajat kita agar tak ada manusia yang sanggup menghina.

5. Warzuqni
Ini adalah permintaan akan rezeki dari Allah SWT.

6. Wahdini
Ini adalah doa yang dipanjatkan ketika kita butuh petunjuk dan bimbingan mengenai hidup.

7. Wa’afinii
Adalah doa untuk memohon kesehatan.

8. Wa’fuannii
Bagian terakhir adalah bagian yang menyempurnakan segalanya. Di sini kita meminta seluruh catatan negatif kita dihapuskan.

Sungguh, betapa dahsyatnya doa di antara dua sujud.

Lakukan gerakan demi gerakan dengan tertib dan hayati bacaan2nya sehingga hati kita terfokus hanya pada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Lakukan bagaikan kita membuka brankas dengan kode rahasia, satu persatu diputar dengan benar sampai terdengar bunyi klik untuk setiap kode yg diputar..sampai akhirnya terbukalah brankas itu.

Masya Allah indahnya…

Doa yang berarti bagi seorang yang bertauhid

 

SISIPAN UNTUK CATATAN PELATIHAN SHALAT KHUSYU

PELATIHAN SHALAT KHUSYU

Catatan dari PELATIHAN SHALAT KHUSYU
— di mesjid agung TSM-Bandung 16-17 Jumadil Akhira 1437H (25-26 Maret 2016)
Bersama Ust Abu Sangkan dan KH Abdullah Gymnastiar
Shalat adalah hal yg pertama dihisab Allah dari kita. Dilakukan secara berjamaah atau sendiri.
Shalat subuh berjamaah -sepanjang hari dianggap sholat terus menerus
Shalat isya berjamaah- sepanjang malam dianggap sholat terus menerus
INGAT!!! Makin banyak berpahala, setan pengghalangnya pun makin banyak!!
Barangsiapa mau memperbaiki urusannya, perbaiki dulu shalatnya.
Zikir dlm sholat itu paling sempurna, harus wudlu dulu, sambil menghadap kiblat, komplit mulai dr takbir, tasbih, tahmid, ada ruku dan sujud, paling dekat dg Allah saat sujud, dan ada doa paling komplit juga yaitu doa saat duduk antara 2 sujud.
Pokoknya untuk semua keperluan, shalat akan jadi jalan pertolongan Allah. Maka kalau ingin memperbaiki kehidupan, rejeki, kesehatan, segala urusan kita, perbaiki shalat. Banyak orang melaksanakan shalat hanya sebagai rutinitas saja.
Di jepang ada mualaf yang sengaja menjemput orang ke mesjid untuk shalat berjamaah, lalu mengantar mereka  ke rumahnya masing-masing lagi. Bayangkan perhitungan pahalanya di sisi Allah. Kemuliaannya, sekarang saja sudah sampai kesini ke telinga kita.

Hidup galau/tidak enak pasti karena banyak dosa, sholat itu “penebus/pembersih” dosa.
17x kita “mandi” denga sholat fardhu
10 rawatib (ditambah 2 rakaat sebelum magrib + 2 rakaat sebelum isya jadi 14)
Bada subuh dan bada ashar dilarang.
11 rakaat tahajud dengan witir
2 rakaat dhuha (minimal)
(rawatib dhuhur bisa 4+4, 2 rakaat tahiyat masjid, dhuha ditambah, syukrul wudhu)

 

Darimana kita mulai memperbaiki sholat ??

 

1.Mulailah dari yg termudah yaitu : shalat tepat waktu.

Untuk mujahadah  targetkan 40 hari (200 sholat fardhu) terusmenerus tidak ketinggalan takbir (jamaah) di masjid untuk pria, dan tepat waktu untuk wanita dimanapun berada)

Lihat RAHASIA 40 HARI TAKBIR PERTAMA SHALAT BERJAMAAH

Menunggu di masjid akan lebih banyak manfaatnya, drp dtg ke mesjid terburu2.

Sudah adzan namun belum mau shalat ibarat anak kunci yg blm dimasukkan ke lubangnya, ga akan bisa buka pintu.

Kita hrs bagaikan ikan dg air, tak terpisahkan anatara kita dg shalat tepat waktu/berjamaah

 

2. Tambahlah jumlah shalat.

Ingat ortu :shalat, ingat jodoh:sholat, merasa takut :shalat, merasa bingung :shalat, merasa sedih :sholat, dst,dsb.

Sholat itu pintu rahmat Allah. Inilah yg akan menyelamatkan kita nanti.
Untuk Segala penderitaan fisik ( telinga berdenging, nafas bau,badan sakit2, kepala sakit, kaki sakit, dll juga obatnya perbanyak sholat).

BACA KAJIAN “RESEP DITOLONG ALLAH”

Wastainu bi shabri wa sholat..(al baqarah 45)

Dalam hadits disebutkan, Amalan yg paling dicintai Allah (hadits shahih)
1. Shalat tepat waktu (pria berjamaah di masjid-27 derajat lbh baik)
2. Birul walidain (berbakti pd ortu)
3. Jihad fi sabilillah

Shalat khusyu : pahami, tumaninah, sungguh2

Silahkan baca teori buka brankas..(dari Aa Gym) setiap bacaan hayati untuk membuka kode brankas berikutnya

Fazkuruni azkurkum (al baqarah 152).
Fahami ayat ini, hati tidak boleh kosong, selalu ingat Allah.
Terutama saat sholat, sadari Bahwa Allah saat ini MELIHATKU (ihsan)

Bagaimana sikap kita bila dilihat Allah? Kalau bacaan didengar Allah?

Dari dulu pengajian2 tidak membahas ini dengan detail. Bagaimana kulit bisa bergetar karena disebutkan namaNYA dan ayat2NYA.
Padahal ada ayatnya.

Awali sholat dengan iman.

Rukun iman ke 6 adalah percaya pada takdir.
Semua yg terjadi pada kita adalah atas seijin Allah. Musibah terjadi silih berganti dalam kehidupan kita setiap hari.
Tidak ada musibah terjadi kecuali atas ijin Allah.

Barangsiapa menerima takdir Allah, maka dia qolu (berkata) innalillahi wa inna ilaihi raaji’uun (al baqarah 156)
Dan itu harus terasa / disadari di detik / benturan pertama terjadinya musibah.
Bukan jauh setelah merenung baru berucap istirja (innalillahi..)

Contoh ekstrim  : ada yang kentut (maaf) tanpa diketahui siapa pelakunya-reaksi pertama apa?

Sadarilah itu terjadi atas ijin Allah… 🙂

Jadi ciri org beriman, kena musibah ataupun tidak, hatinya tetap lapang.

Lalu kita kaitkan segala musibah yg terjadi pada kita dgn ayat yg mengatakan bahwa “brgsiapa yg dikendaki Allah untuk menerima hidayahNYA, harus merasakan musibah. Qolu Innalillahi wa innailaihi raji’uun.

Kena musibah atau tidak, itu seijin Allah..maka kenali sifat2 Allah lewat ASMAUL HUSNA.
Jadi kesimpulannya, rukun iman yg ke 6, percaya pada takdir ALLAH yaitu Asmaul Husna – nama yg baik (husna)
Bisa kesempitan, kelapangan, dimuliakan, dihinakan, semuanya HUSNA (baik)

Semuanya yg terjadi di alam ini adalah untuk kebaikan.
Lihat ilustrasi : ada satu perusahaan, di dalamnya ada komisaris, direktur2, sekretaris2, sampai satpam dan Officeboy. Semua ada disitu dg gaji yg berbeda2. Tapi semuanya tercukupi. Ada yg harus ngutang, ada yg tidak, ada yg poligami, ada yg tidak, malah ada yg masih membujang, semuanya terjadi sesuai takdirnya dan semuanya cukup, sehingga sempurnalah perusahaan itu. Itulah husna.

Ilustrasi lain: sebuah gunung, didalamnya mengandung magma, suatu saat harus meletus kalau tidak maka kiamat akan lebih cepat terjadi. Bayangkan semua gunung menahan magmanya dan satu saat bisa meletus bareng sedunia, maka kiamat.
Jadi takdirnya gunung berapi itu meletus bergantian, dan perhatikan adakah kebaikan setelahnya? Itulah husna.

KHUSYU
Secara bahasa :
iman-islam-ihsan
Sadari Allah melihat –> iyyaka na budu…
Disitu terjadi “klik”, antara aku ygdilihat dan ALLAH Yangmelihat.
Aku yg memohon dan Allah yg menolong.

Khosya’a —> menunjukkan ketenangan
Jadi khusyu itu terjadi apabila tenang / tumaninah
Khasyiatan —-> pandangannya tunduk pd Allah, hatinya di hadapan Allah, penuh rasa takut bahwa ALLAH melihat saya (ihsan)

Secara istilah
Ibnu Qoyim mengatakan khusyu itu tegaknya hati di hadapan Allah, bangkitnya hati dan merasa hina di hadapan Allah

Khusyu tempatnya di dalam hati, diikuti anggota tubuh
Khusyu adalah lunaknya hati, maka ketika hati khusyu seluruh anggota tubuh tunduk semua.

Orang yg khusyu pd Allah adalah org yg reda syahwatnya hingga hati jadi lapang.

Jadi kesimpulan
Shalat khusyu Insya Allah bisa dicapai apabila kita
– percaya pada takdir yg berkaitan dg asma Allah yg husna
-pahami, apa yg kita baca, perbaiki bacaannya (yg wajib :al fatihah) dan pahami isinya.
-tumaninah dan sungguh2. Lakukan dengan tenang krn kl terburu2 jadi tidak ihsan, tidak diterima. Sungguh2, perlihatkan kesungguhan pada Allah krn menyadari  ihsan, kita dilihat Allah.

 

SHALAT SUNAT RAWATIB

 

SHALAT SUNAT RAWATIB

Shalat sunat rawatib adalah shalat sunat yang terikat dengan shalat fardhu/wajib.

☑ Jenis Salat Sunat Rawatib

1. Qobliyah adalah sholat sunah yg dilaksanakan sebelum solat wajib.

2. Ba’diyah adalah sholat yg dikerjakan setelah shalat wajib.

 

☑ Shalat sunat rawatib adalah:
1. Qobliyah Dzuhur 2 atau 4 rakaat.

2. Dan ba’diyah Dzuhur 2 rakaat.

3. Ba’diyah Magrib 2 rakaat.

4. Ba’diyah isya 2 rakaat.

5. Qobliyah Subuh 2 rakaat.

 

☑ Hadits-hadits Shalat Sunnat Rawatib :

1. Ummu Habibah berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa Shalat dalam sehari semalam dua belas rakaat, akan dibangun untuknya rumah di Surga, yaitu empat rakaat sebelum Dzuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah maghrib, dua rakaat sesudah Isya dan dua rakaat sebelum Shalat Subuh”. (HR. Tirmidzi)

2. “Dari Aisyah ra, bahwa Nabi saw bersabda: Dua rakaat fajar (qabliyah) subuh itu lebih baik daripada dunia dan seisinya”. (HR Muslim)

3. Dari Ibnu Umar Ra dia berkata: “Aku shalat bersama Rasulullah saw dua rakaat sebelum Dhuhur dan dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah Jumat, dua rakaat sesudah Maghrib dan dua rakaat sesudah Isya”. (Muttafaq ‘alaih)

4. Dhadits ari Ummu Habibah Ra : Rasulullah saw bersabda, “Brgsiapa yg menjaga empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah mengharamkannya dari api Neraka”. (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi). Hadits ini Dhaif (lihat Tahdzib al-Kamal 16;182)

5. Hadits yang menyebutkan: “…Dua rakaat sebelum shalat Ashar”, Hadits ini Dhaif (lihat Dha’iful Jaami’ish Shagiir (no. 5672).

6. Hadits “..shalat dua rakaat sesudah ashar”. Abu Hurairah mengatakan, “kami pernah mengerjakannya kemudian meninggalkannya”. (Lihat alfath ar Rabbany 4:210)

7. Hadits “..dua rakaat sebelum maghrib, bagi yang menghendaki”. (HR. Bukhari). Ini bukan shalat sunat Rawatib.

Salam !

copas dari KTQS

 

sholat1

SUJUD SAHWI 〜✽〜

SUJUD SAHWI

Sahwi bermakna lupa sesuatu.

Pengertian dari segi syara adalah terlupa sesuatu di dalam solat. Sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan sebanyak dua kali. Bisa dilaksanakan sebelum salam setelah bacaan at-tahiyat atau selepas salam.

Untuk SEBELUM salam: dilakukan setelah membaca Tahiyat akhir, sebanyak dua kali sujud lalu salam.

Untuk SELEPAS salam: sujud dilakukan sebanyak dua kali sujud dan kemudian memberi salam kembali.

Sujud sahwi dikerjakan untuk menutup kecacatan dalam pelaksanaan shalat karena: kelebihan, kekurangan dan ragu-ragu, baik krn jumlah rakatnya, rukunnya atau bacaannya.

Terdapat riwayat yang tersebar di masyarakat tentang bacaan sujud sahwi, dengan lafal, “Subhana man la yanamu wa la yashu (Mahasuci Dzat yang tidak tidur dan tidak lupa).”

Akan tetapi bacaan ini TIDAK ADA DALILNYA, baik dari Alquran, hadis Nabi saw, maupun perbuatan para sahabat. Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Doa ini tdk ditemukan di kitab hadis mana pun.” (Lihat Talkhis Al-Khabir, 2:88)

TIDAK ADA DOA KHUSUS ketika sujud sahwi, sehingga bacaannya adalah sebagaimana bacaan sujud ketika sujud, misalnya: Subhana Rabbiyal A’la atau yg lainnya.

Ibnu Qudamah ra berkata, “Dan hendaklah dia membaca di dalam sujud (sahwi)-nya bacaan yang diucapkan di dalam sujud ketika shalat, karena sujud sahwi tsb merupakan sujud yg disyariatkan serupa dgn sujud di dalam shalat”. (Al-Mughni, 2:432–433)

 

Salam !
———————

copas  dari KTQS

SUJUD TILAWAH dan SUJUD SYUKUR 〜✽〜

Tilawah artinya bacaan

jadi sujud tilawah adalah sujud bacaan. Apabila kita membaca sampai ayat tsb, kita disunnahkan bersujud, ayatnya disebut ayat sajdah dan hukumnya sunnah.

 

Menurut Imam Ahmad, ayat sajdah dalam Al-Quran itu ada 15, yaitu:

Akhir surah Al-A’raaf; Ar-Ra’d 15; An-Nahl 49; Al-Israa 109; Maryam 58; Al-Hajj 18; Al-Hajj 77; Al-Furqan 60; An-Naml 26; As-Sajdah 15; Shaad 24; Fus-Shilat 3; An-Najm 62; Al-Insyiqaaq 21; Al-‘Alaq 19

Caranya: Apabila saat membaca Al-Quran sampai pada ayat sajdah tersebut, takbirlah dan bersujudlah dengan khusuk sebanyak satu kali.

Kalau berada dalam salat, bertakbir langsung sujud tilawah, setelah itu kembalilah ke posisi semula (kembali berdiri meneruskan bacaan atau jika ayat tsb merupakan akhir bacaan-terus rukuk).

 

Adapun bacaan ketika sujud tilawah :
سَجَدَ وَجْهِيْ لِلَّذِيْ خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعُهُ وَبََصَرُهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wasawwa shaf’ahu wasarahu waquwwatihi

“Wajahku bersujud kepada yang menciptakannya, membuka pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Ada dua hadits yang meriwayatkan bacaan tsb, tapi keduanya adalah hadits DHAIF (lemah) sehingga tidak bisa diamalkan yaitu hadits Tirmidzi dari Aisyah dan Baihaqi dari Ibnu Abbas.

Jadi bacaan sujud tilawah itu adalah sama dengan bacaan sujud yang biasa kita lakukan atau sama dengan bacaan sujud sahwi.

 

SUJUD SYUKUR

~Sujud syukur yang kita lakukan karena kita menerima kenikmatan atau mendengar berita yang menggembirakan.
~Abu Bakrah r.a, “Bahwa Nabi kita Saw. jika kedatangan berita gembira selalu bersujud kepada Allah.” ~ (HR.Bukhari, Muslim)

Sujud dilakukan langsung pada saat mendapatkan kenikmatan, tanpa berwudhu, tanpa takbir dan tidak mesti menghadap kiblat, bacaannya tidak ditentukan.

 

———————————————————————————————

(copas dari KTQS)

SHALAT JENAZAH

Salat Jenazah

adalah jenis salat yang dilakukan untuk jenazah muslim. Setiap muslim yang meninggal baik laki-laki maupun perempuan wajib disalati oleh muslim yang masih hidup dengan status hukum fardhu kifayah.

“Barangsiapa yang menyolatkan jenazah baginya satu qiroth, bagi yang memakamkannya dua qiroth”. (HR. Bukhari Muslim). Qiroth sama dengan sebesar Gunung Uhud.

Salat jenazah tidak dilakukan dengan ruku’, sujud maupun adzan atau iqamah, melainkan dalam posisi berdiri sejak takbiratul ihram hingga salam :

 

1.Takbir pertama lalu membaca surat Al Fatihah

2.Takbir kedua lalu membaca shalawat atas Rasulullah SAW minimal :

“Allahumma Shalli ‘alaa Muhammad”

artinya : “Yaa Allah berilah salawat atas nabi Muhammad”

Kalau ingin panjang baca doa tasyahud saat duduk tahiyat dalam shalat.

3.Takbir ketiga lalu membaca do’a untuk jenazah minimal:

“Allahhummaghfir lahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu wa akrim nuzulahu wa wassi’ mudkhalahu”

artinya : “Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia, muliakanlah tempat kembalinya, lapangkan kuburnya”

Doanya ada yang panjang

4.Takbir keempat lalu membaca do’a (bebas) minimal:

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinna ba’dahu waghfirlanaa walahu”

artinya : “Yaa Allah, janganlah kiranya pahalanya tdk sampai kpdnya atau jgnlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan jgnlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

HR. AlHakim 1/360 dan Baihaqi 4/39 stlh Takbir ke empat tdk membaca apapun dan langsung Salam. Silahkan lakukan yg mana saja.

5.Mengucapkan salam, menoleh kekanan dan kekiri dan tangan tetap sedekap

Setelah dishalatkan segeralah dikuburkan dan Tidak ada tuntunan utk mengazani dan mengiqamahi jenazah yg akan dikubur. Insya Allah akan dibahas dikajian selanjutnya

Salam !
Copas dari KTQS

Mutiara Hadis : Amalan Yang Pertama Dihisab

Tamim Addari r.a. Berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda :
“Sesungguhnya , amalan pertama kali akan dihisab dari seorang hamba adalah salat.
Jika salatnya sempurna, maka akan ditulis sempurna untuknya.
Apabila padanya terdapat kekurangan, maka Allah Ta’ala berfirman kepada malaikatNya,
‘Lihatlah, apakah hambaku memiliki amalan sunnah? Lalu, sempurnakanlah apa yang kurang sempurna dari ibadah wajibnya dengan amalan sunnahnya, kemudian zakat, kemudian amalan-amalan lain juga seperti itu perhitungannya.”

(H.R. Ad-Darimiy)

Copas dari AL QUR’ANULKARIM terjemah  kontemporer AL MUASIR

oleh Aam Amirrudin

Shalat Dhuha

 

RAKA’AT
Shalat Dhuha bisa dilakukan dengan 2 / 4 / 8 raka’at

[dalil shahihnya : 2 raka’at (HR.Bukhari 2:699 no 1880, Muslim 1:499 no. 721),

4 raka’at (HR.Muslim 1:497 no 719),

8 raka’at (HR.Muslim 1:266 no 336)]

Hadits yang menyatakan shalat dhuha 8 raka’at dengan 4 kali salam, serta 6 dan 12 raka’at adalah dhaif/lemah.

WAKTU
Waktunya tidak disebutkan secara pasti, perkiraan saat matahari naik sepenggal mulai jam 7 / 8 pagi sampai dengan jam 11 an.

Dalilnya : “Shalatnya para awwabin yaitu saat anak unta mulai kepanasan”. (HR.Muslim 748)

HUKUM

Hukumnya Sunnah Mustahabbah yaitu dianjurkan (Kitab Shahih Muslim Bab Istihbab Shalaah Dhuha)

KEUTAMAAN

“Shalat Dhuha adalah shalat para Awwabin”. (HR. Thabrani)

Awwabin adalah org yang kembali kepada Allah dengan bertaubat dan berserah diri.

Disebut juga shalat yang setara dengan sedekah (HR.Muslim 720).

Pahalanya sama dgn mengerjakan Umrah dan dicatat di ‘Illiyyin yaitu buku catatan orang-orang shalih

(HR. Abu Dawud, Hadits Hasan no 670 dalam shahiihut targhiib wa tarhiib).

 

DOA

 
Doa yang
biasa dibaca oleh sebagian orang ketika shalat Dhuha, yaitu :

اللَّهُمَّإنَّالضُّحَىضَحَاؤُكوَالْبَهَابَهَاؤُكوَالْجَمَالُجَمَالُكوَالْقُوَّةُقُوَّتُكوَالْقُدْرَةُقُدْرَتُكوَالْعِصْمَةُعِصْمَتُك

“Allahumma innadhuha dhuha-uka, wal bahaa baha-uka, wal jamala jamaluka, wal quwwata quwwatuka, wal qudrota qudrotuka, wal ‘ismata ‘ismatuka”

Do’a ini disebutkan oleh Asy Syarwani dalam Syarh Al Minhaj dan Ad Dimyathi dalam I’anatuth Tholibiin.

Do’a ini

tidak diketemukan dalam berbagai kitab yang menyandarkan do’a ini sebagai hadits Nabi Saw. (Dr ‘Abdullah Al Faqih, Fatwa no. 53488, 1 Sya’ban 1425)

Kesimpulannya:

Do’a di atas bukanlah do’a yg asalnya dari Nabi Saw dan tidak ada do’a khusus yg dibaca saat setelah  shalat Dhuha.

 

copas dari KTQS Bandung