Tag Archives: TAUHID

SUDAH NGAJI TAUHID TAPI BERGELIMANG KESYIRIKAN

SUDAH NGAJI TAUHID TAPI BERGELIMANG KESYIRIKAN
Taushiyah Mufidah :
▪🗓 Selasa
| 18 Syawwal 1439 H
| 2 Juli 2018 M
| Oleh : Ustadz Dr. Arifin Badri, MA

Walau sudah ngaji tauhid bisa jadi anda sehari-hari masih bergelimang dalam kesyirikan.

Menurut anda apakah orang berikut ini mencerminkan tauhid atau syirik?

Berwudu hanya agar mukanya menjadi bersih.

Berzakat hanya agar dikenal sebagai orang dermawan.

Berjihad hanya agar bisa melampiaskan dendam kepada musuh yang telah mengganggu keluarganya.

Berhaji hanya agar bisa rekreasi ke Madinah dan Mekah.

Apakah yang seperti di atas amalan tauhid atau syirik?

Bagaimana dengan orang yang berdo’a hanya agar kebutuhannya terpenuhi atau dikabulkan sehingga ia bisa menjadi kaya raya, atau naik pangkat, atau dagangannya laris, atau sembuh dari penyakitnya?

Dalam pikiran dan niatnya saat berdoa sama sekali tidak terbatik niatan sedang beribadah.

Anda pasti pernah membaca sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam :

الدعاء هو العبادة

Doa itu adalah ibadah
(At Tirmizy dan lainnya)

Sobat! Coba bandingkan orang yang berdoa seperti di atas dengan orang yang berwudlu namun yang ada di benaknya hanya sejuknya air, dan bersihnya wajahnya.

Atau bersedakah, namun yang selalu terbayang di pikirannya hanyalah sanjungan orang lain.

Imam Ibnu Taimiyyah mengomentari praktek doa yang seperti ini, yaitu hanya fokus pada terpenuhinya kebutuhan dirinya dengan berkata:

‏ومعلوم أن الافعال التي على هذا الوجه لا تكون عبادة ولا طالعة ولا قربة

Dan telah diketahui bersama bahwa perbuatan-perbuatan yang dilakukan dengan cara ini, tidak bisa menjadi ibadah, tidak pula amal ketaatan tidak pula amalan yang mendekatkan diri kapada Allah.
(Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyyah 10/715)

Yuk, ngaji tauhid lagi, bukan sekedar teorinya namun juga hingga pada tahap aplikasinya dalam kehidupan nyata.

Sumber : http://www.salamdakwah.com/artikel/4856-sudah-ngaji-tauhid-tapi-bergelimang-kesyirikan
Dishare ulang :
🌐 WAG Dirosah Islamiyah
Dewan Fatwa Perhimpunan Al-Irsyad
~~~~~~~~

PENGERTIAN TAUHID

PENGERTIAN TAUHID

بِسْمِ الله الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمدلله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

 

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Belajar Tauhid yaitu “Apa itu Tauhid?”

Saudara sekalian, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan pemahaman kepada kita semua.

Sebelum kita jauh melangkah di dalam Silsilah ini, tentunya kita harus benar-benar memahami apa makna Tauhid yang wajib kita pelajari dan kita amalkan.

TAUHID
• Secara bahasa adalah mengEsakan.
• Secara istilah adalah mengEsakan Allāh di dalam beribadah.

Seseorang tidak dinamakan bertauhid sehingga dia meninggalkan peribadatan kepada selain Allāh, seperti:

• Berdo’a kepada selain Allāh.
• Bernadzar untuk selain Allāh.
• Menyembelih untuk selain Allāh.
• Dan lain-lain.

Apabila seseorang beribadah kepada Allāh dan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, siapapun dia, entah itu seorang Nabi, Malaikat atau yang lain, maka inilah yang dinamakan dengan syirik yaitu menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢُ ﻷَﺑِﻴﻪِ ﻭَﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺇِﻧَّﻨِﻰ ﺑَﺮَﺁﺀٌ ﻣِّﻤَّﺄ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ {٢٦} ﺇِﻻَّ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻓَﻄَﺮَﻧِﻲ {٢٧}

’’Dan ingatlah ketika Ibrāhīm berkata kepada bapaknya dan kaumnya: ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian sembah, kecuali Dzat yang telah menciptakan aku’.” (QS Az-Zukhrūf: 26-27)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

ﻣَﻦْ ﻗَﺎﻝَ ﻻَ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَ ﻛَﻔَﺮَ ﺑِﻤَﺎ ﻳُﻌْﺒَﺪُ ﻣِﻦْ ﺩُﻭْﻥِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺣَﺮُﻡَ ﻣَﺎﻟُﻪُ ﻭَﺩَﻣُﻪُ ﻭَ ﺣِﺴَﺎﺑُﻪُ ﻋَﻠﻰَ ﺍﻟﻠﻪِ

’’Barangsiapa yang mengatakan Lā ilāha illallāh dan mengingkari segala sesuatu yang disembah selain Allāh maka haram hartanya dan darahnya (artinya tidak boleh diganggu) dan perhitungannya (hisabnya) adalah atas Allāh Subhānahu wa Ta’āla.”
(Hadits shahīh, HR Imam Muslim)

Oleh karena itu, rukun kalimat Tauhid (Lā ilāha illallāh) ada 2 :

⑴ Nafi (pengingkaran)

⇒ Pada kalimat ‘’Lā ilāha’’ artinya tidak ada Tuhan yang berhak disembah.

⇒ Maksudnya adalah mengingkari tuhan-tuhan selain Allāh.

⑵ Itsbat (penetapan)
⇒ Pada kalimat “illallāh” artinya kecuali Allāh.

⇒ Maksudnya adalah menetapkan Allāh sebagai satu-satunya sesembahan.

والله الموافق
وصلى الله على نبينا محمد و على آله و صحبه أجمعين

Akhūkum,
‘Abdullāh Roy

bertauhid