10 Muharam Hari Asyuraa adalah Hari Anak Yatim?

KTQS # 942

10 MUHARAM HARI ASYURAA ADALAH HARI ANAK YATIM ?

Sekarang ini banyak tersebar keyakinan bahwa hari asyura adalah hari kesedihan dan hari anak yatim atau lebarannya anak yatim

Keyakinan ini adalah KEYAKINAN YANG TIDAK BENAR , SESAT DAN MENYIMPANG dari ajaran islam yg lurus, tidak ada satu haditspun yg menyatakan seperti itu.

Orang-orang yang memperingatinya dengan kesedihan, maka orang tersebut laiknya aliran Syi’ah yang memperingati hari wafatnya Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah saw yg wafat pada tgl 10 muharam 61 H.

Husain ra terbunuh di Karbala’ oleh orang-orang yang mengaku mendukungnya. Kemudian orang-orang Syi’ah pun menjadikannya sebagai hari penyesalan dan kesedihan atas meninggalnya Husain.

Di Iran, pusat Syi’ah, merupakan suatu pemandangan yang wajar, kaum lelaki melukai kepala-kepala dengan pisau mereka hingga mengucurkan darah, begitu pula dengan kaum wanita mereka melukai punggung-punggung mereka dengan benda-benda tajam.

Begitu pula menjadi pemandangan yang wajar mereka menangis dan memukul wajah mereka, sebagai lambang kesedihan mereka atas terbunuhnya Husain ra.

 

Padahal Rasulullah saw bersabda:

“Bukan termasuk golonganku orang yang menampar-nampar pipinya, merobek-robek baju dan berteriak-teriak seperti teriakan orang-orang di masa Jahiliyah”. (HR Al-Bukhari 1294)

 

Mari kita kembalikan Syariat Islam yg lurus, jgn terpengaruh dgn sejarah yg datang kemudian. Hari Asyura sudah disyariatkan jauh sebelum kematian Husein.

Dan 10 Muharam bukan lebarannya yatim, karena yatim itu lebarannya setiap hari sebab mereka harus kita muliakan setiap saat.

Luruskan niat kita utk melakukan Shaum Asyura karena Allah yg disampaikan Rasulullah saw kepada kita.

Selamat menunaikan Shaum Asyuraa hari ini, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita setahun yg lalu.

 

Salam !

copas dari KTQS

 

Leave a Reply