LURUSKAN dan RAPATKAN SHAF NYA ! (2)

KTQS # 981

(2) LURUSKAN & RAPATKAN SHAF NYA !

Karena pentingnya meluruskan dan merapatkan shaf shalat, Rasulullah pun sangat serius mengontrol shaf para jamaah sebelum beliau mengimami shalat.

“Beliau betul-betul menaruh perhatian pada kelurusannya hingga seolah-olah beliau sedang meluruskan sebuah panah kayu dgn sungguh-sungguh”. (Syarhu  Shahiih Muslim Imam Nawawi no. 499)

Beginilah jika Rasulullah saw merapihkan shaf shalat berjamaah :

“Rapihkan shaf-shaf kalian! (beliau mengucapkannya tiga kali) Demi Allah, hendaklah kalian benar-benar merapihkan shaf-shaf kalian”. (Sunan Abu Daawud no. 662; Musnad Ahmad no. 17962)

Ingin seperti lurusnya shaf malaikat?

Rasulullah Saw bersabda, “Tidakkah kalian ingin berbaris sebagaimana para malaikat berbaris di hadapan Rabb mereka Azza wa Jalla?”. Kami bertanya, “Bagaimana para malaikat berbaris di hadapan Rabb mereka?”. Beliau bersabda, “Mereka menyempurnakan shaf shaf yg terdepan, dan mereka saling merapatkan shaf”. (Sunan Abu Daawud no. 661; Sunan An-Nasaa’iy no. 816; Sunan Ibnu Maajah no. 992; Musnad Ahmad no. 20518)

> Merapatkan shaf shalat yakni, MENUTUP CELAH-CELAH KOSONG diantara jamaah <

shaf
> Meluruskan shaf shalat yakni, meluruskan TUMIT KAKI BELAKANG bukan meluruskan jari kaki depan <

 
Lalu bagaimana dengan yang sakit?

Orang yang sakit bisa shalat dengan cara :
1. Duduk seperti duduk shalat diantara dua sujud.
2. Menggunakan kursi.

Bagaimana cara meluruskan shafnya?

Cara pertama, duduk diantara dua sujud :

Meluruskan shafnya, mensejajarkan bagian belakang pantatnya dengan tumit kaki belakang jamaah yg lain.

Cara kedua, dengan kursi :

– Duduk dgn kursi dari awal sampai akhir.
– Berdiri ketika jamah berdiri, kemudian duduk kursi untuk sujud dan rukuk. (Kalau kaki tidak bisa ditekuk untuk sujud dan duduk).

Meluruskan shafnya dgn mensejajarkan kaki belakang kursi dgn tumit kaki belakang jamaah yg lain

Salam !

copas dari KTQS

Leave a Reply