4 Karakter PEREMPUAN PENGHUNI SURGA


“Perempuan penghuni surga terbaik adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti Muhammad, Asiah binti Muzahim dan Maryam binti Imran” (HR. Ahmad)

 

 

♦ Khadijah binti Khuwailid

PENGAYOM YANG TEGAR DAN RELA BERKORBAN

Diriwayatkan Aisyah istri beliau yang lain, sangat cemburu kepada Khadijah, beliau mengatakan:

“ Wahai Rasulullah bukankah Allah Swt sudah menggantikannya dengan istri yang lebih muda dan lebih baik darinya?”

Mendengar itu Rasulullah marah seraya menjawab:
“Tidak demi Allah tidak, tidak ada yang menggantikannya. Dia BERIMAN PADAKU saat orang MENENTANGKU, Dia MEMBENARKANKU saat orang MENDUSTAKANKU, Dia MEMBANTUKU DENGAN HARTANYA saat orang MENINGGALKANKU…”

KETEGARAN dan PENGORBANAN seorang istri tergambar jelas dalam sosok Khadijah

PEMBELA SUAMI NOMOR WAHID

Dari beberapa riwayat tentang Khadijah, kita bisa mengenali pribadi beliau:

PERTAMA, Ia adalah PENGAYOM dan PEMBERI RASA TENTERAM pada suami

KEDUA, Ia adalah sosok perempuan yang pandai mengingat dan mengenali SISI POSITIF suami.

Saat Rasulullah khawatir dihinakan Allah atau masyarakat atas peristiwa gua hira, Khadijah justru menyebutkan bahwa beliau adalah sosok yang gemar bersilaturahmi, memuliakan tamu dan gemar menolong orang sehingga mustahil Allah akan menghinakannya

KETIGA, Ia adalah sosok istri yang yang selalu berada dipihak suami karena PERCAYA terhadap suami dan MEYAKINI akan kebenarannya

KEEMPAT, Ia adalah sosok istri yang RELA BERKORBAN, ia kerahkan seluruh harta, pikiran, kasih sayang dan semua yang dimilkinya untuk suami

Dalam kondisi kekinian dan juga apabila kita menisbahkan kisah tersebut kepada kita, bisakah kita meneladani Khadijah

 

 

♦ Fathimah binti Muhammad

PUNCAK KETABAHAN DALAM KESEDERHANAAN ► Tegar, Sederhana, Pekerja Keras dan Penurut

Putri seorang Nabi dan putri seorang ibu konglomerat serta istri dari pejuang dakwah yang gagah berani (Ali bin Abi Thalib) namun hidupnya TIDAK MANJA

PUNCAK KESABARAN DALAM KESEDERHANAAN
Fathimah binti Muhammad adalah Putri Rasulullah dari Khadijah

Fathimah adalah putri bungsu kecintaan Rasulullah saw. Beliau bersabda, “Fathimah adalah bagian dariku. Siapa yang MEMBUATNYA MARAH berarti ia telah MEMBUATKU MARAH

Karenanya, Rasulullah saw tidak suka tatkala Ali bin Abi Thalib ra, suami Fathimah, mau menikah lagi dengan putri Abu Jahal.

Sikap Rasulullah saw itu didasari alasan rasional sebagaimana diutarakan Rasulullah saw, “Demi Allah tidak akan berkumpul putri Rasulullah saw dengan putri musuh Allah di sisi seorang pria”

Dalam sirah dijelaskan, hari-harinya dalam kehidupan keluarga dijalani sederhana. Kedua telapak tangannya agak kasar karena sering digunakan untuk menumbuk gandum buat keperluan sehari-hari.

Walaupun ia seorang PUTRI dari SEORANG NABI dan PUTRI dari SEORANG IBU YANG KONGLOMERAT tapi beliau hidup TIDAK MANJA dan santai yang hanya berleha-leha, lenggak lenggok di jalan atau dipasar/mall, yang hanya bisa bergosip, ngobrol kesana kesini yang tidak bermutu, sungguh wanita yang mengabdikan dirinya terhadap Allah, suami dan keluarga.

Bersama suaminya, Fathimah datang ke rumah Rasulullah saw meminta diberikan seorang PEMBANTU, beliau hanya memberinya SEBEKAL DOA.

Riwayat di atas menegaskan Fathimah adalah sosok perempuan TEGAR, SEDERHANA, BEKERJA KERAS, PENURUT pada suami dan ayahnya.

Dari Rahimnyalah lahir anak-anak yang berkualitas hasil didikan sang Ibu yaitu Hasan dan Husen, yang dalam pentas sejarah islam namanya harum dan terukir dengan gemilang.

Akankah anak kitapun demikian? ataukah anak kita dilenakan dan dimanjakan dengan kehidupan dunia? serta di didik bahwa kesuksesan itu adalah seberapa banyak harta yang bisa didapat?

Bisakah kita meneladani Fathimah?

♦ Asiah binti Muzahim (Istri Fir’aun)

 

KETEGARAN DITENGAH KEDZALIMAN ► Cantik, Sabar, Tegar, Kuat, Tidak Materialistis dan Taat pada Allah

Asiah PEREMPUAN CANTIK yang hidup pada masa Nabi Musa dan beriman kepada Allah swt. Ia tak kuasa menolak menjadi istri Fir’aun karena hal buruk akan menimpa keluarganya.
Meski menjadi istri kesayangan Fir’aun, sebenarnya raja lalim itu tak pernah berhasil membujuknya. Bahkan, Asiah berhasil MEMPERTAHANKAN KEIMANANNYA tanpa sepengetahuan Fir’aun.
Bagi Asiah, hidup dalam lingkungan musuh Allah bukanlah penghalang menjadi PEREMPUAN BAIK dan PEJUANG DAKWAH yang gigih yg pada akhirnya mendatangkan murka Fir’aun.
Asiah berhasil MEWARNAI lingkungannya, bukan sebaliknya malah TERWARNAI dengan perilaku tidak benar, padahal kalau saja Asiah nunut saja dengan Fir’aun maka hidupnya akan jauh lebih “bahagia” dan “sejahtera”.
Betapa banyak istri-istri sekarang yang diam saja tidak menasehati apabila suaminya berlaku tidak benar, malah ikut-ikutan atau diam saja, dengan pertimbangan kalau menasehati suami khawatir pendapatannya akan dikurangi atau malah dihentikan oleh suami.

Betapa banyak suami-suami yang bersikap seperti Fir’aun abad 20, yang menyiksa istrinya lahir dan bathin dan melakukannya berulang-ulang seperti tak menyadari bahwa yang dilakukannya persis seperti Fir’aun kepada Asiah… na’udzubillah

Akhirnya, Asiah menutup riwayat hidupnya dalam siksaan keji suaminya sendiri. Sebuah bentuk PENGORBANAN YANG TOTAL terhadap Allah dan KETATAATAN YANG PARIPURNA dari seorang hamba kepada Sang Pencipta.

“Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir’aun dan perbuatannya dan selamatkanlah aku dari kaum yg zalim”. (QS at-Tahrim: 11).
Sebagai imbalan, Allah mengabulkan permintaannya, membangun sebuah rumah di surga utknya.
Bisakah kita meneladaninya?

 

♦Maryam binti Imran

KEIKHLASAN TANPA BATAS ► Menjaga KESUCIAN, SABAR dan TAWAKAL di FITNAH, BERANI hadapi TANTANGAN, IKHLAS menerima TAKDIR

Dlm kepasrahan kepada Allah, muncullah pertolongan Allah yang membuat sang bayi (Isa as) berbicara untuk membela kesucian dan kehormatan ibunya.

TAWAKAL DAN BERANI HADAPI TANTANGAN
Maryam binti Imran adalah seorang perawan yg masih keturunan Nabi Daud as

Maryam adalah PEREMPUAN MULIA. Ayahnya Imran adalah masih keturunan Nabi Daud as.
Sejak kecil ia dalam pengasuhan Nabi Zakaria yg juga suami dari kakaknya (riwayat lain mengatakan Zakaria suami dari saudara ibunya). Maryam tumbuh menjadi perempuan yang SHALIHAH dan SUCI

Allah mengujinya dengan menjadikannya bukti ke-Maha-kuasaann-Nya. Ia mengandung dan melahirkan seorang bayi tanpa bapak, tanpa seorang lelakipun menjamahnya.

Maryam percaya ini adalah KEHENDAK ALLAH, tetapi bagaimana dengan kaumnya? siapa yang akan percaya?
Saat memikirkan hal tersebut, ia merasa lebih baik ia mati saja. Namun keimanannya kepada Allah menjadikannya tawakal.

Kaumnya menghujani dengan cemoohan dan hinaan. Maryam menerima sikap kaumnya dengna penuh tawakal yang direflesikannya dengan PUASA BICARA.

Dalam KEPASRAHAN kepada Allah, muncullah PERTOLONGAN Allah yang membuat sang bayi (Isa as) berbicara untuk MEMBELA KESUCIAN dan KEHORMATAN ibunya.

Lewat sosok Maryam kita belajar sikap TAWAKAL dan BERANI menghadapi segala tantangan.

———————————————–
Kisah ke-4 Perempuan Surga ini sebenarnya menggambarkan kondisi perempuan-perempuan saat ini, sehingga dengan kisah ini kita bisa menempatkan diri kita pada posisi yang mana dan membuat solusi penyelesaiannya.

Masih perlukah kita tokoh-tokoh perempuan yang lain untuk kita teladani? Bisakah kita memastikan bahwa sejarah kehidupannya benar?

Maaf !! kami muslimah, cukup mereka saja, karena sudah jelas mereka adalah perempuan-perempuan surga yang sejarah kehidupannya dijaga oleh Allah Swt.

Mereka adalah contoh PEREMPUAN TANGGUH dalam panggung sejarah manusia.

Mereka adalah SOSOK IBU, PAHLAWAN dan TELADAN TERBAIK bagi perempuan beriman.

Lalu kita mau mencontoh pahlawan yang mana lagi ??

 

Salam !
———

Belajarlah  Kesabaran dari Asiah, Kesetiaan dari Khadijah, Kesucian dari Maryam, Keikhlasan dari Aisyah, Ketabahan dari Fathimah

♥♥ Didedikasikan untukmu dan untuk para ibu terbaik dalam hidupmu♥♥
———————————–

Copas dari KTQS-Bandung

Leave a Reply