7 Manusia yang Ditolong Allah Saat Tak Ada Satupun ,Sesuatupun, Siapapun Yang Bisa Menolong

7-manusia-yg-ditolong

 

 

 

Nabi bersabda, ada 7 kelompok manusia yang diberi perlindungan oleh Allah SWT secara langsung, ketika tidak ada pertolongan lain  (yakni pada hari kiamat, hari pembalasan, hari akhir).

Mereka adalah :

 

1) Pemimpin Yang Adil.

Pemimpin di sini bukan hanya pemimpin negara/publik, melainkan setiap diri kalian adalah pemimpin dan akan dipertanyakan oleh Allah mengenai apa yang kalian pimpin. Yang paling dasar setidaknya peminpin bagi anggota tubuhnya sendiri.

Menurut Ibnu Taimiyah (lihat wikipedia) berkata pada murid-muridnya:

“Anakku, gunakan matamu untuk melihat kebajikan, bila tidak bisa , maka buta lebih baik.

Gunakan telingamu untuk mendengar kebajikan, bila tidak bisa, maka tuli lebih baik.

Gunakan bicaramu  untuk kebajikan, bila tidak bisa, maka bisu lebih baik”.

 

Pemimpin yang adil/soleh akan mendapat kemuliaan dari Allah lebih dahulu dibanding rakyatnya,  demikian juga sebaliknya bila dia memimpin dengan tidak adil.

Maka Umar Bin Khatab mengucapkan istirja ketika mendapat kepercayaan menjadi pemimpin.

 

2) Para pemuda yang membiasakan diri beramal soleh sedari kecil.

 

3) Laki-laki yang hatinya selalu terikat dengan mesjid.

 

4) Mereka yang bersatu dan berpisah dengan sahabat atau pasangan hidupnya karena Allah SWT.

a. Dalam persahabatan ,bila sahabat itu menjauhkan kita dari Allah, maka kita harus rela kehilangan sahabat karena Allah.

Jadi perlu digarisbawahi bahwa : tidak semua orang layak dijadikan sahabat.Bahkan ada quotes yang mengatakan “temanmu adalah agamamu” yang artinya bila kita berteman dengan orang soleh maka kita akan  terbawa dalam kesolehan, dan demikian pula dengan kebalikannya.

Dahulu, para orang tua memberi wejangan, supaya kita bergaul dengan siapa saja. Itu adalah ternyata wejangan yang salah. Karena            agama memerintahkan supaya kita selektif memilih teman.

 

b. Penjelasan dari kalimat bahwa Allah tidak mengharamkan perceraian, namun tidak menyukainya.

Maksudnya perceraian tidak diharamkan apablia sudah tidak ada kesepahaman dalam hal keimanan (syariat Islam), bukan perceraian karena hal-hal sepele.

 

 

5) Manusia yang apabila dirayu oleh lawan jenisnya yang lebih rupawan, lebih berharta, juga lebih bermartabat dari pasangannya sendiri, namun dia tidak tergoda dan lalu menolak dengan mengatakan bahwa dia takut pada Allah SWT.

Dengan perkataan lain, manusia yang setia pada pasangannya.

 

6) Manusia yang berinfaq sodakoh dengan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya tidak mengetahui. Yakni orang yang menjaga keikhlasan amalanya.

Maka ada pernytaan bahwa sodaqoh itu adalah penjelas keimanan.

Pedoman bersedekah:

  • Bersihkan niat karena Allah
  • Pastikan bermanfaat dunia akhirat
  • Ukur kemanfaatannya, dahulukan yang bermanfaat untuk publik
  • Jaga perasaan orang yang disedekahi agar tidak terhina.

(Diambil dari kitab zakat Yusuf Qordhowi)

Point-point tersebut bisa dipakai oleh negara untuk membagikan dana bantuan tunai bagi masyarakat miskin, bagaimana memartabatkan orang miskin misalnya dengan memberikan uang bantuan sebesar Rp 400.000 itu melalui PT Pos saja.

 

7) Manusia yang mengingat Allah ketika dia sendiri, sampai menitikkan air mata karena Allah.

 

————————————————————————————————————————————-

Dari Ceramah Hari Kamis tanggal 4 Desember 2014 di mesjid Nurul Falah-Bandung

oleh Ustadz Tatan