Adab-Adab Bersin

Ustadz Firanda Andirja, MA
Kitābul Jāmi’ | Bulughul Māram
Hadits ke-10 | Adab-Adab Bersin
⬇️ Download audio: https://goo.gl/9xBQbH
~~~~~~~~~~~~~~~~~~

ADAB-ADAB BERSIN

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Para ikhwan dan akhwat, kita masuk pada halaqah yang ke-13.

Dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلْ: اَلْحَمْدُ الله, وَلْيَقُلْ لَهُ أَخُوهُ يَرْحَمُكَ الله, فَإِذَا قَالَ لَهُ يَرْحَمُكَ الله, فَلْيَقُلْ يَهْدِيكُمُ الله, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ (أَخْرَجَهُ اَلْبُخَارِيُّ)

“Jika salah seorang dari kalian bersin maka hendaknya dia mengatakan “Alhamdulillāh” dan saudaranya yang mendengarnya mengucapkan “Yarhamukallāh”.

Jika saudaranya mengucapkan “Yarhamukallāh” maka yang bersin tadi menjawab lagi dengan mengatakan “Yahdikumullāh wa yushlihu bā lakum” (semoga Allāh memberi petunjuk kepada kalian dan semoga Allāh meluruskan/memperbaiki urusanmu.”

(HR Imām Al Bukhāri)

Hadits ini berkaitan tentang adab bersin dan adab orang yang mendengar bersin.

■ PERTAMA | Berkaitan dengan orang yang bersin.

Orang yang bersin, dia telah mendapatkan nikmat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla sehingga tatkala dia bersin keluar kotoran dari tubuhnya.

Dan dia merasa lebih ringan daripada dia bersin tersebut terpendam dalam dirinya maka hendaknya dia mengucapkan “Alhamdulillāh”.

Dan sebagian orang menyatakan bahwasanya bersin menunjukkan sehatnya seseorang.

Kita tidak berbicara tentang orang yang bersin melulu menunjukkan dia sakit, tidak! Tapi kita berbicara tentang yang bersin terkadang yang dialami oleh seseorang.

⇒ Ini adalah nikmat yang menunjukkan tubuhnya sehat sehingga keluar dari tubuhnya hawa tersebut sehingga dia mengucapkan “Alhamdulillāh”.

Dan ini peringatan bagi kita, kalau sekedar bersin (saja) kita dianjurkan untuk mengucapkan Alhamdulillāh (memuji Allāh atas nikmat tersebut), maka bagaimana lagi dengan nikmat-nikmat yang lain?

Oleh karenanya hendaknya sering kita memuji Allah, tatkala kita berdzikir (mengucapkan) Alhamdulillāh setelah shalat, benar-benar kita renungkan makna Alhamdulillāh.

Bahwasanya terlalu banyak nikmat yang Allah berikan kepada kita, yang terkadang kita lupa untuk bersyukur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, lupa untuk memuji Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang memudahkan nikmat tersebut kepada kita.

Kemudian tatkala dia bersin, hendaknya dia memperhatikan adab, sebagaimana Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam tatkala Beliau Rasūlullāh bersin.

Rasūlullāh kalau bersin;

√ Beliau meletakkan tangan beliau di mulutnya atau meletakkan bajunya sehingga tidak tersebar kemana-mana.

√ Beliau melemahkan suara beliau tatkala bersin.

Oleh karenanya, seseorang tatkala bersin jangan dia menggelegar dengan sekeras-kerasnya, kemudian lehernya/kepalanya dipalingkan ke kanan dan ke kiri sehingga tersebarlah virus-virusnya, tidak!

Tapi dia berusaha mengecilkan suaranya dan berusaha menutup mulutnya.

Ini adab dalam bersin sehingga dia tidak mengganggu orang lain.

Karena ada orang yang tatkala bersin sengaja menggelegar, (tetapi) ada orang yang tidak sengaja (yang) tidak mampu menahan suaranya. Ini mendapat udzur.

⇒ Yang sengaja untuk melepaskan suaranya, ini tidak diperbolehkan.

Kemudian,

■ KEDUA | Adab orang yang mendengar tatkala mendengar seorang bersin.

Maka dia menjawab:

يَرْحَمُكَ اللهُ

“Semoga Allāh memberi rahmat kepada engkau.”

⇒ Engkau telah mendapatkan nikmat maka semoga Allāh menambah rahmat kepada engkau.

Para ulama berbicara:

◆ BAGAIMANA KALAU ADA ORANG YANG TIDAK MENGUCAPKAN ALHAMDULILLĀH?

(Maka) kita tidak mengucapkan Yarhamukallāh kepada dia.

Dalam hadits disebutkan:

عَطَسَ رَجُلَانِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُشَمِّتْ الْآخَرَ ، فَقِيلَ لَهُ فَقَالَ :(هَذَا حَمِدَ الله ، وَهَذَا لَمْ يَحْمَدْ الله)

Ada 2 orang yang bersin di sisi Nabi maka Nabi mengucapkan Yarhamukallāh kepada satunya dan satunya Nabi tidak mengucapkan Yarhamukallāh.

Maka orang yang tidak diucapkan Yarhamukallāh protes;

يَا رَسُوْلُ اللهِ، سَمَّتْ هَذَا ، وَلَمْ تُشَمِّتْنِي

“Yā Rasūlullāh, engkau mengucap Yarhamukallāh kepada si fulan adapun kepada aku tidak?”

Maka Nabi mengatakan:

إِنَّ هَذَا حَمِدَ اللَّهَ, وَ لَمْ تَحْمَدِ اللّهَ

Si Fulān tadi tatkala bersin mengucapkan Alhamdulillāh, adapun engkau tidak mengucapkan Alhamdulillāh.

(HR Muslim)

Oleh karenanya kalau orang yang bersin tidak mengucapkan Alhamdulillāh maka kita tidak menjawab Yarhamukallāh.

Diriwayatkan dari Ibnul Mubārak rahimahullāh, tatkala ada seseorang bersin di hadapan Ibnul Mubarak dan dia tidak mengucapkan Alhamdulillāh maka Ibnul Mubarak bertanya pada dia:

“Apa yang diucapkan oleh orang yang bersin?”

Orang ini pun mengatakan:

“Alhamdulillāh”

Maka Ibnu Mubarak kemudian mengucapkan “Yarhamukallāh”, seakan-akan mengingatkan kepada orang tersebut.

Terkadang seseorang lupa mengucapkan Alhamdulillāh atau karena saking sibuknya lupa untuk mengucapkan Alhamdulillāh maka boleh kita mengingatkan dia agar kita mengucapkan Yarhamukallāh kepada dia.

Kemudian,

◆ APA HUKUM MENGUCAPKAN YARHAMUKALLĀH?

Ada khilaf di antara para ulama;

⑴ Ada yang mengatakan fardhu ‘ain, setiap orang yang mendengar harus mengucapkan Yarhamukallāh.

⑵ Ada yang mengatakan fardhu kifayah, cukup sebagian orang yang mengucapkan Yarhamukallāh.

⑶ Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak.

Tapi kita berusaha menghidupkan sunnah ini, apa hukumnya sunnah, apakah fardhu kifayah atau fardhu ‘ain, kita berusaha mengucapkan Yarhamukallāh kepada saudara kita yang bersin.

Kemudian setelah kita mengucapkan Yarhamukallāh maka orang yang bersin tadi mengucapkan:

يَهْدِيكُمُ الله, وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ

“Semoga Allāh memberi hidayah kepadamu dan semoga Allah meluruskan urusanmu.”

⇒ Balik mendo’akan orang yang telah mendo’akannya dengan berdo’a.

Sungguh indah adab yang diajarkan oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam; saling mendo’akan di antara sesama Muslim, menghilangkan rasa hasad dan dengki.

Bayangkan jika seorang saling mendo’akan di antara mereka !

⇒ Dan ini mempererat tali ukhuwah di antara kaum muslimin;

✓Sangat dituntut untuk mempererat tali ukhuwah (tali persaudaraan) di antara kaum muslimin.

✓Sangat dituntut untuk menghilangkan segala sebab-sebab yang bisa menumbuhkan perpecahan, perselisihan, buruk sangka dan yang lain-lainnya.

Terakhir sebelum kita tutup majlis kita yaitu pembahasan tentang:

◆ BAGAIMANA ORANG YANG SAKIT YANG BERSIN BERULANG-ULANG?

Maka yang wajib bagi kita adalah untuk mengucapkan Yarhamukallāh sekali saja. Ada yang mengatakan sampai 3 kali disunnahkan, lebih dari itu tidak perlu.

Disebutkan dalam hadits Salamah ibnil Akwa radhiyallāhu Ta’ālā ‘anhu, bahwasanya dia mendengar Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Ada seorang yang bersin di sisi Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, maka Nabi mengatakan: “Yarhamukallāh”.

ثُمَّ عَطَشَ أُخْرَ

“Kemudian orang ini bersin lagi.”

Kemudian Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

اَلرَّجُلُ مَزْكُوْمٌ

“Si Fulan ini sedang sakit flu.”

(HR Muslim)

Oleh karenanya ini isyarat dari Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Kalau ternyata orang ini bersinnya tidak wajar, namun karena sakit maka kita rubah do’a. Do’anya bukan lagi Yarhamukallāh tapi kita mendo’akan:

شَفَاكَ اللهُ

“Semoga Allāh menyembuhkanmu.”

Atau do’a-do’a yang berkaitan dengan orang yang sakit.

Demikian.

وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
______________________________

 

 

adab-adab-bersin