ADAB BERDOA

 

1. Ikhlas karena Allah semata.

“Maka sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya”. (QS. Al-Mu’min: 14)

2. Merendahkan diri/tadharru, berharap untuk dikabulkan (raghbah) dan merasa takut tidak dikabulkan (rahbah).

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yg selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yg baik dan mereka berdoa kepada Kami dgn penuh harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yg khusyu` kepada Kami”. (QS. Al-Anbiya’: 90).

3. Diawali dengan bertahmid dan bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam, diakhiri dengan hal yang sama.

Dari Fudhalah bin Ubaid berkata, ketika Rasulullah SAW sedang duduk (di masjid) tiba-tiba datang seseorang lalu shalat. Kemudian berdoa seraya mengucapkan “Ya Allah ampunilah aku dan . Lantas Nabi bersabda:

“Kamu telah tergesa-gesa. Jika selesai shalat, lalu kamu duduk (berdoa), maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya, dan bershalawatlah kepadaku, lalu berdoalah”. (HR. Tirmidzi, Abu Dawud dan Nasa’i)

4. Bersungguh-sungguh dalam berdoa dan merasa yakin akan dikabulkan.

Rasulullah Saw bersabda:

“Apabila kamu berdoa, maka janganlah mengatakan : ‘Ya Allah, ampunilah aku jika Engkau kehendaki, sayangilah aku jika Engkau kehendaki, berilah aku rezeki jika Engkau kehendaki’; hendaklah ia bersungguh-sungguh dalam berdoa. Sesungguhnya Allah berbuat menurut apa yang Ia kehendaki dan tidak ada yang dapat memaksa-Nya”. (HR Bukhari)

 

Barakallahu fiikum !
Copas dari KTQS Daarul Arqom Bandung