Bedah Al Quran 16 : Pergaulan Suami Istri (2)

 

BEDAH AL QURAN 16
PERGAULAN SUAMI ISTERI – 2
[6] Memfungsikan masing-masing sebagai pakaian, yaitu saling menutupi aib (Qs.2:187)
ﺃُﺣِﻞَّ ﻟَﻜُﻢْ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ٱﻟﺼِّﻴَﺎﻡِ ٱﻟﺮَّﻓَﺚُ ﺇِﻟَﻰٰ ﻧِﺴَﺎٓﺋِﻜُﻢْ ۚ ﻫُﻦَّ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻟِﺒَﺎﺱٌ ﻟَّﻬُﻦَّ ۗ ﻋَﻠِﻢَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﺨْﺘَﺎﻧُﻮﻥَ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻓَﺘَﺎﺏَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻭَﻋَﻔَﺎ ﻋَﻨﻜُﻢْ ۖ ﻓَﭑﻟْـَٰٔﻦَ ﺑَٰﺸِﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻭَٱﺑْﺘَﻐُﻮا۟ ﻣَﺎ ﻛَﺘَﺐَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟَﻜُﻢْ ۚ ﻭَﻛُﻠُﻮا۟ ﻭَٱﺷْﺮَﺑُﻮا۟ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺘَﺒَﻴَّﻦَ ﻟَﻜُﻢُ ٱﻟْﺨَﻴْﻄُ ٱﻷَْﺑْﻴَﺾُ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺨَﻴْﻄِ ٱﻷَْﺳْﻮَﺩِ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻔَﺠْﺮِ ۖ ﺛُﻢَّ ﺃَﺗِﻤُّﻮا۟ ٱﻟﺼِّﻴَﺎﻡَ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟَّﻴْﻞِ ۚ ﻭَﻻَ ﺗُﺒَٰﺸِﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﻋَٰﻜِﻔُﻮﻥَ ﻓِﻰ ٱﻟْﻤَﺴَٰﺠِﺪِ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﺣُﺪُﻭﺩُ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻼَ ﺗَﻘْﺮَﺑُﻮﻫَﺎ ۗ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻳُﺒَﻴِّﻦُ ٱﻟﻠَّﻪُ ءَاﻳَٰﺘِﻪِۦ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﻟَﻌَﻠَّﻬُﻢْ ﻳَﺘَّﻘُﻮﻥَ

Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan Puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertaqwa.

(Al-Baqarah – 2:187)
[7] Saling menjaga kehormatan dan martabat diri saat tidak berada dekat dengan isteri atau suami (Qs.4:34)
ٱﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻗَﻮَّٰﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ﺑِﻤَﺎ ﻓَﻀَّﻞَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﺑِﻤَﺎٓ ﺃَﻧﻔَﻘُﻮا۟ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﻮَٰﻟِﻬِﻢْ ۚ ﻓَﭑﻟﺼَّٰﻠِﺤَٰﺖُ ﻗَٰﻨِﺘَٰﺖٌ ﺣَٰﻔِﻆَٰﺖٌ ﻟِّﻠْﻐَﻴْﺐِ ﺑِﻤَﺎ ﺣَﻔِﻆَ ٱﻟﻠَّﻪُ ۚ ﻭَٱﻟَّٰﺘِﻰ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻧُﺸُﻮﺯَﻫُﻦَّ ﻓَﻌِﻆُﻮﻫُﻦَّ
ﻭَٱﻫْﺠُﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻓِﻰ ٱﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ﻭَٱﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻦَّ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻃَﻌْﻨَﻜُﻢْ ﻓَﻼَ ﺗَﺒْﻐُﻮا۟ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺳَﺒِﻴﻼً ۗ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻛَﺒِﻴﺮًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(An-Nisa’ – 4:34)
[8] Mensyukuri nikmat berumah tangga, agar kenikmatannya semakin bertambah (Qs.14:7)
ﻭَﺇِﺫْ ﺗَﺄَﺫَّﻥَ ﺭَﺑُّﻜُﻢْ ﻟَﺌِﻦ ﺷَﻜَﺮْﺗُﻢْ ﻷََﺯِﻳﺪَﻧَّﻜُﻢْ ۖ ﻭَﻟَﺌِﻦ ﻛَﻔَﺮْﺗُﻢْ ﺇِﻥَّ ﻋَﺬَاﺑِﻰ ﻟَﺸَﺪِﻳﺪٌDan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (Ibrahim – 14:7)

[9] Saling mengingatkan agar sabar dalam menghadapi ujian rumah tangga (Qs.103:3)
ﺇِﻻَّ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻭَﻋَﻤِﻠُﻮا۟ ٱﻟﺼَّٰﻠِﺤَٰﺖِ ﻭَﺗَﻮَاﺻَﻮْا۟ ﺑِﭑﻟْﺤَﻖِّ ﻭَﺗَﻮَاﺻَﻮْا۟ ﺑِﭑﻟﺼَّﺒْﺮِkecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. (Al-Asr – 103:3)

[10] Bersama-sama menghadapi persoalan rumah tangga dengan musyawarah (Qs.42:38)
ﻭَٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ٱﺳْﺘَﺠَﺎﺑُﻮا۟ ﻟِﺮَﺑِّﻬِﻢْ ﻭَﺃَﻗَﺎﻣُﻮا۟ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓَ ﻭَﺃَﻣْﺮُﻫُﻢْ ﺷُﻮﺭَﻯٰ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ﻭَﻣِﻤَّﺎ ﺭَﺯَﻗْﻨَٰﻬُﻢْ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻥَDan (bagi) orang-orang yang menerima (mematuhi) seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka (diputuskan) dengan musyawarah antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

(Asy-Syura – 42:38)
———————————————————————————————
Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien-Bandung