BEDAH AL QURAN 2 : NABI ISA

BEDAH AL QURAN: 2

 

NABI ISA

 

[1] Bukan Isa Al Masih, tapi Al Masih Isa (3:45)

 

ﺇِﺫْ ﻗَﺎﻟَﺖِ ٱﻟْﻤَﻠَٰٓﺌِﻜَﺔُ ﻳَٰﻤَﺮْﻳَﻢُ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻳُﺒَﺸِّﺮُﻙِ ﺑِﻜَﻠِﻤَﺔٍ ﻣِّﻨْﻪُ ٱﺳْﻤُﻪُ ٱﻟْﻤَﺴِﻴﺢُ ﻋِﻴﺴَﻰ ٱﺑْﻦُ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﻭَﺟِﻴﻬًﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَٱﻻْءَﺧِﺮَﺓِ ﻭَﻣِﻦَ ٱﻟْﻤُﻘَﺮَّﺑِﻴﻦَ(Ingatlah), ketika Malaikat berkata, “Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putra yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),

(Ali Imran – 3:45)

 

 

[2] Bukan Nabi Isa yang disalib itu, tapi orang yang wajahnya diserupakan dengan Nabi Isa (4:157)

 

 

ﻭَﻗَﻮْﻟِﻬِﻢْ ﺇِﻧَّﺎ ﻗَﺘَﻠْﻨَﺎ ٱﻟْﻤَﺴِﻴﺢَ ﻋِﻴﺴَﻰ ٱﺑْﻦَ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﺭَﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻣَﺎ ﻗَﺘَﻠُﻮﻩُ ﻭَﻣَﺎ ﺻَﻠَﺒُﻮﻩُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦ ﺷُﺒِّﻪَ ﻟَﻬُﻢْ ۚ ﻭَﺇِﻥَّ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ٱﺧْﺘَﻠَﻔُﻮا۟ ﻓِﻴﻪِ ﻟَﻔِﻰ ﺷَﻚٍّ ﻣِّﻨْﻪُ ۚ ﻣَﺎ ﻟَﻬُﻢ ﺑِﻪِۦ ﻣِﻦْ ﻋِﻠْﻢٍ ﺇِﻻَّ ٱﺗِّﺒَﺎﻉَ ٱﻟﻆَّﻦِّ ۚ ﻭَﻣَﺎ ﻗَﺘَﻠُﻮﻩُ ﻳَﻘِﻴﻨًۢﺎdan karena ucapan mereka, “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

(An-Nisa’ – 4:157)

 

 

[3] Nabi Isa diangkat oleh Allah kepada-Nya (4:158)

 

ﺑَﻞ ﺭَّﻓَﻌَﻪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ۚ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰِﻳﺰًا ﺣَﻜِﻴﻤًﺎ

Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

(An-Nisa’ – 4:158)

 

[4] Hari Raya pilihan Nabi Isa bukanlah hari kelahirannya, tapi hari turunnya hidangan dari langit (5:114)

 

ﻗَﺎﻝَ ﻋِﻴﺴَﻰ ٱﺑْﻦُ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ٱﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺑَّﻨَﺎٓ ﺃَﻧﺰِﻝْ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﻣَﺎٓﺋِﺪَﺓً ﻣِّﻦَ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ ﺗَﻜُﻮﻥُ ﻟَﻨَﺎ ﻋِﻴﺪًا ﻷَِّﻭَّﻟِﻨَﺎ ﻭَءَاﺧِﺮِﻧَﺎ ﻭَءَاﻳَﺔً ﻣِّﻨﻚَ ۖ ﻭَٱﺭْﺯُﻗْﻨَﺎ ﻭَﺃَﻧﺖَ ﺧَﻴْﺮُ ٱﻟﺮَّٰﺯِﻗِﻴﻦَ

Isa putra Maryam berdoa, “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezkilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezki Yang Paling Utama”.

(Al-Ma’idah – 5:114)

 

 

[5] Nabi Isa telah berwasiat kepada para pengikutnya, Bani Israil, bahwa akan datang Rasul terakhir setelah beliau, namanya Ahmad / Muhammad (61:6)

 

ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﻋِﻴﺴَﻰ ٱﺑْﻦُ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﻳَٰﺒَﻨِﻰٓ ﺇِﺳْﺮَٰٓءِﻳﻞَ ﺇِﻧِّﻰ ﺭَﺳُﻮﻝُ ٱﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻟَﻴْﻜُﻢ ﻣُّﺼَﺪِّﻗًﺎ ﻟِّﻤَﺎ ﺑَﻴْﻦَ ﻳَﺪَﻯَّ ﻣِﻦَ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓِ ﻭَﻣُﺒَﺸِّﺮًۢا ﺑِﺮَﺳُﻮﻝٍ ﻳَﺄْﺗِﻰ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻯ ٱﺳْﻤُﻪُۥٓ ﺃَﺣْﻤَﺪُ ۖ ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﺟَﺎٓءَﻫُﻢ ﺑِﭑﻟْﺒَﻴِّﻨَٰﺖِ ﻗَﺎﻟُﻮا۟ ﻫَٰﺬَا ﺳِﺤْﺮٌ ﻣُّﺒِﻴﻦٌ

Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata, “Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)” Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata, “Ini adalah sihir yang nyata”.

(As-Saff – 61:6)

 

 

kiriman dari Ust Muhammad Nur Muttaqien – Bandung