Bedah Al Quran 22 : Ucapan Kita

UCAPAN KITA

[1] Allah tidak suka ucapan buruk, kecuali kalau dianiaya
ﻻَّ ﻳُﺤِﺐُّ ٱﻟﻠَّﻪُ ٱﻟْﺠَﻬْﺮَ ﺑِﭑﻟﺴُّﻮٓءِ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻘَﻮْﻝِ ﺇِﻻَّ ﻣَﻦ ﻇُﻠِﻢَ ۚ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻌًﺎ ﻋَﻠِﻴﻤًﺎ
Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(An-Nisa’ – 4:148)
[2] Setiap kata yang terucap dicatat oleh dua malaikat Roqib Atid
ﻣَّﺎ ﻳَﻠْﻔِﻆُ ﻣِﻦ ﻗَﻮْﻝٍ ﺇِﻻَّ ﻟَﺪَﻳْﻪِ ﺭَﻗِﻴﺐٌ ﻋَﺘِﻴﺪٌ
Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.
(Qaf – 50:18)
[3] Ucapan yang baik melahirkan kelakuan yang baik dan mengundang ampunan Allah
ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا۟ ﻗَﻮْﻻً ﺳَﺪِﻳﺪًا
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar,
(Al-Ahzab – 33:70)
ﻳُﺼْﻠِﺢْ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻋْﻤَٰﻠَﻜُﻢْ ﻭَﻳَﻐْﻔِﺮْ ﻟَﻜُﻢْ ﺫُﻧُﻮﺑَﻜُﻢْ ۗ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻂِﻊِ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُۥ ﻓَﻘَﺪْ ﻓَﺎﺯَ ﻓَﻮْﺯًا ﻋَﻆِﻴﻤًﺎ
niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.
(Al-Ahzab – 33:71)

 

 

[4] Bani Israil disuruh mengatakan yang baik
ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬْﻧَﺎ ﻣِﻴﺜَٰﻖَ ﺑَﻨِﻰٓ ﺇِﺳْﺮَٰٓءِﻳﻞَ ﻻَ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭﻥَ ﺇِﻻَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺑِﭑﻟْﻮَٰﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَﺎﻧًﺎ ﻭَﺫِﻯ ٱﻟْﻘُﺮْﺑَﻰٰ ﻭَٱﻟْﻴَﺘَٰﻤَﻰٰ ﻭَٱﻟْﻤَﺴَٰﻜِﻴﻦِ ﻭَﻗُﻮﻟُﻮا۟ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺣُﺴْﻨًﺎ ﻭَﺃَﻗِﻴﻤُﻮا۟ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓَ ﻭَءَاﺗُﻮا۟ ٱﻟﺰَّﻛَﻮٰﺓَ ﺛُﻢَّ ﺗَﻮَﻟَّﻴْﺘُﻢْ ﺇِﻻَّ ﻗَﻠِﻴﻼً ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢ ﻣُّﻌْﺮِﺿُﻮﻥَ
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israel (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.
(Al-Baqarah – 2:83)
Sedangkan umat Islam disuruh mengatakan yang terbaik
ﻭَﻗُﻞ ﻟِّﻌِﺒَﺎﺩِﻯ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮا۟ ٱﻟَّﺘِﻰ ﻫِﻰَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦَ ﻳَﻨﺰَﻍُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦَ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻹِْﻧﺴَٰﻦِ ﻋَﺪُﻭًّا ﻣُّﺒِﻴﻨًﺎ
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(Al-Isra’ – 17:53)
[5] Ucapan yang buruk ialah kendaraan setan untuk mengoyak persaudaraan
ﻭَﻗُﻞ ﻟِّﻌِﺒَﺎﺩِﻯ ﻳَﻘُﻮﻟُﻮا۟ ٱﻟَّﺘِﻰ ﻫِﻰَ ﺃَﺣْﺴَﻦُ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦَ ﻳَﻨﺰَﻍُ ﺑَﻴْﻨَﻬُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﺸَّﻴْﻂَٰﻦَ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻹِْﻧﺴَٰﻦِ ﻋَﺪُﻭًّا ﻣُّﺒِﻴﻨًﺎ
Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku, ” Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(Al-Isra’ – 17:53)
[6] Ucapan terhadap orangtua tidak hanya terbaik, melainkan harus menggunakan
ucapan atau perkataan  yang mulia (terjemahan dari kata “kariim”)
ﻭَﻗَﻀَﻰٰ ﺭَﺑُّﻚَ ﺃَﻻَّ ﺗَﻌْﺒُﺪُﻭٓا۟ ﺇِﻻَّٓ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻭَﺑِﭑﻟْﻮَٰﻟِﺪَﻳْﻦِ ﺇِﺣْﺴَٰﻨًﺎ ۚ ﺇِﻣَّﺎ ﻳَﺒْﻠُﻐَﻦَّ ﻋِﻨﺪَﻙَ ٱﻟْﻜِﺒَﺮَ ﺃَﺣَﺪُﻫُﻤَﺎٓ ﺃَﻭْ ﻛِﻼَﻫُﻤَﺎ ﻓَﻼَ ﺗَﻘُﻞ ﻟَّﻬُﻤَﺎٓ ﺃُﻑٍّ ﻭَﻻَ ﺗَﻨْﻬَﺮْﻫُﻤَﺎ ﻭَﻗُﻞ ﻟَّﻬُﻤَﺎ ﻗَﻮْﻻً ﻛَﺮِﻳﻤًﺎ
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.
(Al-Isra’ – 17:23)
——————————————————————————–
Dikirim dari Ust Muh Nur Muttaqien-Bandung