Bedah Al Quran 23 : Haji dan Umroh

HAJI DAN UMROH – 1

[1] Kewajiban hajji hanya untuk yang mampu pergi ke Baitulloh
(Qs.Al Imran/3 :97)

ﻓِﻴﻪِ ءَاﻳَٰﺖٌۢ ﺑَﻴِّﻨَٰﺖٌ ﻣَّﻘَﺎﻡُ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ۖ ﻭَﻣَﻦ ﺩَﺧَﻠَﻪُۥ ﻛَﺎﻥَ ءَاﻣِﻨًﺎ ۗ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﺣِﺞُّ ٱﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻣَﻦِ ٱﺳْﺘَﻂَﺎﻉَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺳَﺒِﻴﻼً ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻛَﻔَﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻨِﻰٌّ ﻋَﻦِ ٱﻟْﻌَٰﻠَﻤِﻴﻦَ

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang SANGGUP mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
[2] Hajji dan umroh dilaksanakan semata mata karena Allah
(Qs. Al Baqarah/2:196)

ﻭَﺃَﺗِﻤُّﻮا۟ ٱﻟْﺤَﺞَّ ﻭَٱﻟْﻌُﻤْﺮَﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ۚ ﻓَﺈِﻥْ ﺃُﺣْﺼِﺮْﺗُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻠِﻘُﻮا۟ ﺭُءُﻭﺳَﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯُ ﻣَﺤِﻠَّﻪُۥ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻪِۦٓ ﺃَﺫًﻯ ﻣِّﻦ ﺭَّﺃْﺳِﻪِۦ ﻓَﻔِﺪْﻳَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺻِﻴَﺎﻡٍ ﺃَﻭْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧُﺴُﻚٍ ۚ ﻓَﺈِﺫَآ ﺃَﻣِﻨﺘُﻢْ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻤَﺘَّﻊَ ﺑِﭑﻟْﻌُﻤْﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺼِﻴَﺎﻡُ ﺛَﻠَٰﺜَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻭَﺳَﺒْﻌَﺔٍ ﺇِﺫَا ﺭَﺟَﻌْﺘُﻢْ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﻋَﺸَﺮَﺓٌ ﻛَﺎﻣِﻠَﺔٌ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺃَﻫْﻠُﻪُۥ ﺣَﺎﺿِﺮِﻯ ٱﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ٱﻟْﻌِﻘَﺎﺏِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
[3] Ada kewajiban thawaf bagi yang melaksanakan hajji dan umroh
(Qs.Al Hajj/22:29)

ﺛُﻢَّ ﻟْﻴَﻘْﻀُﻮا۟ ﺗَﻔَﺜَﻬُﻢْ ﻭَﻟْﻴُﻮﻓُﻮا۟ ﻧُﺬُﻭﺭَﻫُﻢْ ﻭَﻟْﻴَﻂَّﻮَّﻓُﻮا۟ ﺑِﭑﻟْﺒَﻴْﺖِ ٱﻟْﻌَﺘِﻴﻖِ

Kemudian hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka dan hendaklah mereka menyempurnakan nadzar-nadzar mereka dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah).
[4] Ada kewajiban sa’i antara Shofa dan Marwah, baik untuk hajji atau umroh (Qs.Al Baqarah/2:158)

ﺇِﻥَّ ٱﻟﺼَّﻔَﺎ ﻭَٱﻟْﻤَﺮْﻭَﺓَ ﻣِﻦ ﺷَﻌَﺎٓﺋِﺮِ ٱﻟﻠَّﻪِ ۖ ﻓَﻤَﻦْ ﺣَﺞَّ ٱﻟْﺒَﻴْﺖَ ﺃَﻭِ ٱﻋْﺘَﻤَﺮَ ﻓَﻼَ ﺟُﻨَﺎﺡَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺃَﻥ ﻳَﻂَّﻮَّﻑَ ﺑِﻬِﻤَﺎ ۚ ﻭَﻣَﻦ ﺗَﻂَﻮَّﻉَ ﺧَﻴْﺮًا ﻓَﺈِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺎﻛِﺮٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebahagian dari syiar Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sai antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui.
[5] Niat hajji dapat dilaksanakan pada bulan bulan hajji, yaitu Syawwal, Dzulqo’dah dan Dzulhijjah (Qs.Al Baqarah/2:197)

ٱﻟْﺤَﺞُّ ﺃَﺷْﻬُﺮٌ ﻣَّﻌْﻠُﻮﻣَٰﺖٌ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻓَﺮَﺽَ ﻓِﻴﻬِﻦَّ ٱﻟْﺤَﺞَّ ﻓَﻼَ ﺭَﻓَﺚَ ﻭَﻻَ ﻓُﺴُﻮﻕَ ﻭَﻻَ ﺟِﺪَاﻝَ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ۗ ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻔْﻌَﻠُﻮا۟ ﻣِﻦْ ﺧَﻴْﺮٍ ﻳَﻌْﻠَﻤْﻪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ۗ ﻭَﺗَﺰَﻭَّﺩُﻭا۟ ﻓَﺈِﻥَّ ﺧَﻴْﺮَ ٱﻟﺰَّاﺩِ ٱﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮﻥِ ﻳَٰٓﺄُﻭ۟ﻟِﻰ ٱﻷَْﻟْﺒَٰﺐِ

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu
akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah taqwa dan bertaqwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈
Kiriman Pak Ust Muhammad Nur Muttaqien-Bandung