Bedah Al Quran 24 : Haji dan Umroh (2)

HAJJI DAN UMROH – 2

[6] Kewajiban wuquf di Arafah bagi yang hajji (Qs.Al Baqarah/2:199)

ﺛُﻢَّ ﺃَﻓِﻴﻀُﻮا۟ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﺃَﻓَﺎﺽَ ٱﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَٱﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[7] Kewajiban bermalam di Muzdalifah (Masy’aril Haram) bagi yang hajji (Qs.Al Baqarah/2:198)

ﻟَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺟُﻨَﺎﺡٌ ﺃَﻥ ﺗَﺒْﺘَﻐُﻮا۟ ﻓَﻀْﻼً ﻣِّﻦ ﺭَّﺑِّﻜُﻢْ ۚ ﻓَﺈِﺫَآ ﺃَﻓَﻀْﺘُﻢ ﻣِّﻦْ ﻋَﺮَﻓَٰﺖٍ ﻓَﭑﺫْﻛُﺮُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨﺪَ ٱﻟْﻤَﺸْﻌَﺮِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ۖ ﻭَٱﺫْﻛُﺮُﻭﻩُ ﻛَﻤَﺎ ﻫَﺪَﻯٰﻛُﻢْ ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣِّﻦ ﻗَﺒْﻠِﻪِۦ ﻟَﻤِﻦَ ٱﻟﻀَّﺎٓﻟِّﻴﻦَ

Tidak ada dosa bagimu untuk mencari karunia (rezki hasil perniagaan) dari Tuhanmu. Maka apabila kamu telah bertolak dari Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.
[8] Kewajiban bermalam di Mina tanggal 11 dan 12 Dzulhijjah (nafar awal). (Qs.Al Baqarah/2:203)

ﻭَٱﺫْﻛُﺮُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻰٓ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَّﻌْﺪُﻭﺩَٰﺕٍ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻌَﺠَّﻞَ ﻓِﻰ ﻳَﻮْﻣَﻴْﻦِ ﻓَﻼَٓ ﺇِﺛْﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﻦ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ ﻓَﻼَٓ ﺇِﺛْﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ۚ ﻟِﻤَﻦِ ٱﺗَّﻘَﻰٰ ۗ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭﻥَ

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertaqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
Lebih utama sampai tanggal 13 Dzulhijjah (nafar tsani). (Qs. Al Baqarah/2:203)

ﻭَٱﺫْﻛُﺮُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻓِﻰٓ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻣَّﻌْﺪُﻭﺩَٰﺕٍ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻌَﺠَّﻞَ ﻓِﻰ ﻳَﻮْﻣَﻴْﻦِ ﻓَﻼَٓ ﺇِﺛْﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻣَﻦ ﺗَﺄَﺧَّﺮَ ﻓَﻼَٓ ﺇِﺛْﻢَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ۚ ﻟِﻤَﻦِ ٱﺗَّﻘَﻰٰ ۗ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻧَّﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺗُﺤْﺸَﺮُﻭﻥَ

Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang. Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertaqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya.
Pada siang harinya melontar jumroh sehabis zuhur, pada tanggal 11, 12 dan 13.
[9] Kewajiban menyembelih hadyu, bagi yang melaksanakan hajji tamattu, seperti jamaah hajji Indonesia (Qs. Al Baqarah/2:196)

ﻭَﺃَﺗِﻤُّﻮا۟ ٱﻟْﺤَﺞَّ ﻭَٱﻟْﻌُﻤْﺮَﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ۚ ﻓَﺈِﻥْ ﺃُﺣْﺼِﺮْﺗُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻠِﻘُﻮا۟ ﺭُءُﻭﺳَﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯُ ﻣَﺤِﻠَّﻪُۥ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻪِۦٓ ﺃَﺫًﻯ ﻣِّﻦ ﺭَّﺃْﺳِﻪِۦ ﻓَﻔِﺪْﻳَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺻِﻴَﺎﻡٍ ﺃَﻭْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧُﺴُﻚٍ ۚ ﻓَﺈِﺫَآ ﺃَﻣِﻨﺘُﻢْ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻤَﺘَّﻊَ ﺑِﭑﻟْﻌُﻤْﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺼِﻴَﺎﻡُ ﺛَﻠَٰﺜَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻭَﺳَﺒْﻌَﺔٍ ﺇِﺫَا ﺭَﺟَﻌْﺘُﻢْ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﻋَﺸَﺮَﺓٌ ﻛَﺎﻣِﻠَﺔٌ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺃَﻫْﻠُﻪُۥ ﺣَﺎﺿِﺮِﻯ ٱﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ٱﻟْﻌِﻘَﺎﺏِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
[10] Perintah shalat di maqam Ibrahim, sehabis thawaf (QS. Al Imran/3:97)

ﻓِﻴﻪِ ءَاﻳَٰﺖٌۢ ﺑَﻴِّﻨَٰﺖٌ ﻣَّﻘَﺎﻡُ ﺇِﺑْﺮَٰﻫِﻴﻢَ ۖ ﻭَﻣَﻦ ﺩَﺧَﻠَﻪُۥ ﻛَﺎﻥَ ءَاﻣِﻨًﺎ ۗ ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﺣِﺞُّ ٱﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻣَﻦِ ٱﺳْﺘَﻂَﺎﻉَ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﺳَﺒِﻴﻼً ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻛَﻔَﺮَ ﻓَﺈِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻏَﻨِﻰٌّ ﻋَﻦِ ٱﻟْﻌَٰﻠَﻤِﻴﻦَ

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) makam Ibrahim; barang siapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barang siapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.
┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈
Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien – Bandung