Bedah Al Quran 27 : Haji dan Umroh (5)

HAJJI DAN UMROH – 5

 

[21] Di tanah suci, meminta kebaikan dunia dan akhirat, jangan minta dunia saja (Qs.2:200-202)

ﻓَﺈِﺫَا ﻗَﻀَﻴْﺘُﻢ ﻣَّﻨَٰﺴِﻜَﻜُﻢْ ﻓَﭑﺫْﻛُﺮُﻭا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺬِﻛْﺮِﻛُﻢْ ءَاﺑَﺎٓءَﻛُﻢْ ﺃَﻭْ ﺃَﺷَﺪَّ ﺫِﻛْﺮًا ۗ ﻓَﻤِﻦَ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﻣَﻦ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺑَّﻨَﺎٓ ءَاﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻪُۥ ﻓِﻰ ٱﻻْءَﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦْ ﺧَﻠَٰﻖٍ

Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikirlah lebih banyak dari itu. Maka di antara manusia ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia”, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (Al-Baqarah – 2:200)

ﻭَﻣِﻨْﻬُﻢ ﻣَّﻦ ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺭَﺑَّﻨَﺎٓ ءَاﺗِﻨَﺎ ﻓِﻰ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻓِﻰ ٱﻻْءَﺧِﺮَﺓِ ﺣَﺴَﻨَﺔً ﻭَﻗِﻨَﺎ ﻋَﺬَاﺏَ ٱﻟﻨَّﺎﺭِ

Dan di antara mereka ada orang yang berdoa, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka”. (Al-Baqarah – 2:201)

ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻟَﻬُﻢْ ﻧَﺼِﻴﺐٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﻛَﺴَﺒُﻮا۟ ۚ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺳَﺮِﻳﻊُ ٱﻟْﺤِﺴَﺎﺏِ

Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. (Al-Baqarah – 2:202)

 

[22] Jangan berburu binatang selama ibadah hajji dan umroh dan jangan membunuh binatang (Qs.5:95)

 

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮا۟ ٱﻟﺼَّﻴْﺪَ ﻭَﺃَﻧﺘُﻢْ ﺣُﺮُﻡٌ ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻗَﺘَﻠَﻪُۥ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣُّﺘَﻌَﻤِّﺪًا ﻓَﺠَﺰَآءٌ ﻣِّﺜْﻞُ ﻣَﺎ ﻗَﺘَﻞَ ﻣِﻦَ ٱﻟﻨَّﻌَﻢِ ﻳَﺤْﻜُﻢُ ﺑِﻪِۦ ﺫَﻭَا ﻋَﺪْﻝٍ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ﻫَﺪْﻳًۢﺎ ﺑَٰﻠِﻎَ ٱﻟْﻜَﻌْﺒَﺔِ ﺃَﻭْ ﻛَﻔَّٰﺮَﺓٌ ﻃَﻌَﺎﻡُ ﻣَﺴَٰﻜِﻴﻦَ ﺃَﻭْ ﻋَﺪْﻝُ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺻِﻴَﺎﻣًﺎ ﻟِّﻴَﺬُﻭﻕَ ﻭَﺑَﺎﻝَ ﺃَﻣْﺮِﻩِۦ ۗ ﻋَﻔَﺎ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻤَّﺎ ﺳَﻠَﻒَ ۚ ﻭَﻣَﻦْ ﻋَﺎﺩَ ﻓَﻴَﻨﺘَﻘِﻢُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻨْﻪُ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﺫُﻭ ٱﻧﺘِﻘَﺎﻡٍ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barang siapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya, menurut putusan dua orang yang adil di antara kamu, sebagai had-ya yang di bawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat yang buruk dari perbuatannya. Allah telah memaafkan apa yang telah lalu. Dan barang siapa yang kembali mengerjakannya, niscaya Allah akan menyiksanya. Allah Maha Kuasa lagi mempunyai (kekuasaan untuk) menyiksa. (Al-Ma’idah – 5:95)

 

[23] Jangan melakukan kezaliman terhadap orang lain di tanah suci (Qs.22:25)

 

ﺇِﻥَّ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭا۟ ﻭَﻳَﺼُﺪُّﻭﻥَ ﻋَﻦ ﺳَﺒِﻴﻞِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَٱﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺟَﻌَﻠْﻨَٰﻪُ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ ﺳَﻮَآءً ٱﻟْﻌَٰﻜِﻒُ ﻓِﻴﻪِ ﻭَٱﻟْﺒَﺎﺩِ ۚ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﺮِﺩْ ﻓِﻴﻪِ ﺑِﺈِﻟْﺤَﺎﺩٍۭ ﺑِﻆُﻠْﻢٍ ﻧُّﺬِﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَاﺏٍ ﺃَﻟِﻴﻢٍ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidil Haram yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara lalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih. (Al-Hajj – 22:25)

 

[24] Tinggalkan segala bentuk kemusyrikan dan perkataan bohong (Qs.22:30)
ﺫَٰﻟِﻚَ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻌَﻆِّﻢْ ﺣُﺮُﻣَٰﺖِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻓَﻬُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻪُۥ ﻋِﻨﺪَ ﺭَﺑِّﻪِۦ ۗ ﻭَﺃُﺣِﻠَّﺖْ ﻟَﻜُﻢُ ٱﻷَْﻧْﻌَٰﻢُ ﺇِﻻَّ ﻣَﺎ ﻳُﺘْﻠَﻰٰ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ۖ ﻓَﭑﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ٱﻟﺮِّﺟْﺲَ ﻣِﻦَ ٱﻷَْﻭْﺛَٰﻦِ ﻭَٱﺟْﺘَﻨِﺒُﻮا۟ ﻗَﻮْﻝَ ٱﻟﺰُّﻭﺭِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Tuhannya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (Al-Hajj – 22:30)

 

[25] Jagalah kemuliaan dan kehormatan tempat tempat suci, seperti Arofah, Mina dan Muzdalifah. (QS.22:30+32)

 

ﺫَٰﻟِﻚَ ﻭَﻣَﻦ ﻳُﻌَﻆِّﻢْ ﺷَﻌَٰٓﺌِﺮَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻓَﺈِﻧَّﻬَﺎ ﻣِﻦ ﺗَﻘْﻮَﻯ ٱﻟْﻘُﻠُﻮﺏِ

Demikianlah (perintah Allah). Dan barang siapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati. (Al-Hajj – 22:32)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien