BEDAH AL QURAN 3 : NABI MUHAMMAD SAW

BEDAH AL QURAN: 3

 

NABI MUHAMMAD SAW

 

[1] Beliau adalah penutup para Nabi. Tidak ada lagi Nabi setelah beliau. (33:40)

ﻭَﻣَﺎٓ ﺃَﺭْﺳَﻠْﻨَٰﻚَ ﺇِﻻَّ ﻛَﺎٓﻓَّﺔً ﻟِّﻠﻨَّﺎﺱِ ﺑَﺸِﻴﺮًا ﻭَﻧَﺬِﻳﺮًا ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.

(Saba’ – 34:28)

 

[2] Beliau diutus kepada seluruh umat manusia. (34:28)

 

ﻣَّﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻣُﺤَﻤَّﺪٌ ﺃَﺑَﺎٓ ﺃَﺣَﺪٍ ﻣِّﻦ ﺭِّﺟَﺎﻟِﻜُﻢْ ﻭَﻟَٰﻜِﻦ ﺭَّﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﺧَﺎﺗَﻢَ ٱﻟﻨَّﺒِﻴِّۦﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺑِﻜُﻞِّ ﺷَﻰْءٍ ﻋَﻠِﻴﻤًﺎ

Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara
kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
(Al-Ahzab – 33:40)

 

[3] Nama beliau sudah tercantum dalam Taurat dan Injil (7:157)

 

ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳَﺘَّﺒِﻌُﻮﻥَ ٱﻟﺮَّﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻨَّﺒِﻰَّ ٱﻷُْﻣِّﻰَّ ٱﻟَّﺬِﻯ ﻳَﺠِﺪُﻭﻧَﻪُۥ ﻣَﻜْﺘُﻮﺑًﺎ ﻋِﻨﺪَﻫُﻢْ ﻓِﻰ ٱﻟﺘَّﻮْﺭَﻯٰﺓِ ﻭَٱﻹِْﻧﺠِﻴﻞِ ﻳَﺄْﻣُﺮُﻫُﻢ ﺑِﭑﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﻭَﻳَﻨْﻬَﻰٰﻫُﻢْ ﻋَﻦِ ٱﻟْﻤُﻨﻜَﺮِ ﻭَﻳُﺤِﻞُّ ﻟَﻬُﻢُ ٱﻟﻂَّﻴِّﺒَٰﺖِ ﻭَﻳُﺤَﺮِّﻡُ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢُ ٱﻟْﺨَﺒَٰٓﺌِﺚَ ﻭَﻳَﻀَﻊُ ﻋَﻨْﻬُﻢْ ﺇِﺻْﺮَﻫُﻢْ ﻭَٱﻷَْﻏْﻠَٰﻞَ ٱﻟَّﺘِﻰ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ۚ ﻓَﭑﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﺑِﻪِۦ ﻭَﻋَﺰَّﺭُﻭﻩُ ﻭَﻧَﺼَﺮُﻭﻩُ ﻭَٱﺗَّﺒَﻌُﻮا۟ ٱﻟﻨُّﻮﺭَ ٱﻟَّﺬِﻯٓ ﺃُﻧﺰِﻝَ ﻣَﻌَﻪُۥٓ ۙ ﺃُﻭ۟ﻟَٰٓﺌِﻚَ ﻫُﻢُ ٱﻟْﻤُﻔْﻠِﺤُﻮﻥَ 

(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung.

(Al-A’raf – 7:157)

 

[4] Para Nabi, semenjak Nabi Adam hingga Nabi Isa, berikrar di hadapan Allah, akan beriman dan menolong agama beliau, bila mereka hidup sezaman dengan beliau. (3:81)

 

ﻭَﺇِﺫْ ﺃَﺧَﺬَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻣِﻴﺜَٰﻖَ ٱﻟﻨَّﺒِﻴِّۦﻦَ ﻟَﻤَﺎٓ ءَاﺗَﻴْﺘُﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﻛِﺘَٰﺐٍ ﻭَﺣِﻜْﻤَﺔٍ ﺛُﻢَّ ﺟَﺎٓءَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣُّﺼَﺪِّﻕٌ ﻟِّﻤَﺎ ﻣَﻌَﻜُﻢْ ﻟَﺘُﺆْﻣِﻨُﻦَّ ﺑِﻪِۦ ﻭَﻟَﺘَﻨﺼُﺮُﻧَّﻪُۥ ۚ ﻗَﺎﻝَ ءَﺃَﻗْﺮَﺭْﺗُﻢْ ﻭَﺃَﺧَﺬْﺗُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﺇِﺻْﺮِﻯ ۖ ﻗَﺎﻟُﻮٓا۟ ﺃَﻗْﺮَﺭْﻧَﺎ ۚ ﻗَﺎﻝَ ﻓَﭑﺷْﻬَﺪُﻭا۟ ﻭَﺃَﻧَﺎ۠ ﻣَﻌَﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟﺸَّٰﻬِﺪِﻳﻦَ

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui”. Allah berfirman, “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”.
(Ali Imran – 3:81)

 

[5] Beliau memiliki akhlak yang agung. (68:4)

 ﻭَﺇِﻧَّﻚَ ﻟَﻌَﻠَﻰٰ ﺧُﻠُﻖٍ ﻋَﻆِﻴﻢٍ

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.

(Al-Qalam – 68:4)

———————————————————————————-

Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien – Bandung