Bedah Al Quran 32 : Pakaian dan Aurat 4

PAKAIAN DAN AURAT – 4 

[16] Isteri Nabi dilarang berhias dalam berpakaian dan bertingkah laku seperti orang jahiliah (Qs.33:33)

ﻭَﻗَﺮْﻥَ ﻓِﻰ ﺑُﻴُﻮﺗِﻜُﻦَّ ﻭَﻻَ ﺗَﺒَﺮَّﺟْﻦَ ﺗَﺒَﺮُّﺝَ ٱﻟْﺠَٰﻬِﻠِﻴَّﺔِ ٱﻷُْﻭﻟَﻰٰ ۖ ﻭَﺃَﻗِﻤْﻦَ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓَ ﻭَءَاﺗِﻴﻦَ ٱﻟﺰَّﻛَﻮٰﺓَ ﻭَﺃَﻃِﻌْﻦَ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟَﻪُۥٓ ۚ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴُﺬْﻫِﺐَ ﻋَﻨﻜُﻢُ ٱﻟﺮِّﺟْﺲَ ﺃَﻫْﻞَ ٱﻟْﺒَﻴْﺖِ ﻭَﻳُﻂَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﺗَﻂْﻬِﻴﺮًا

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (Al-Ahzab – 33:33)

[17] Wanita yang sudah berhenti haid boleh melepaskan baju luar (Qs.24:60)

ﻭَٱﻟْﻘَﻮَٰﻋِﺪُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ٱﻟَّٰﺘِﻰ ﻻَ ﻳَﺮْﺟُﻮﻥَ ﻧِﻜَﺎﺣًﺎ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺟُﻨَﺎﺡٌ ﺃَﻥ ﻳَﻀَﻌْﻦَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻬُﻦَّ ﻏَﻴْﺮَ ﻣُﺘَﺒَﺮِّﺟَٰﺖٍۭ ﺑِﺰِﻳﻨَﺔٍ ۖ ﻭَﺃَﻥ ﻳَﺴْﺘَﻌْﻔِﻔْﻦَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻬُﻦَّ ۗ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﺳَﻤِﻴﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ

Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haidh dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (An-Nur – 24:60)

*Namun tetap mengenakan jilbab, karena jilbab adalah kewajiban wanita muslimah (Qs.33:59)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟﻨَّﺒِﻰُّ ﻗُﻞ ﻷَِّﺯْﻭَٰﺟِﻚَ ﻭَﺑَﻨَﺎﺗِﻚَ ﻭَﻧِﺴَﺎٓءِ ٱﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻳُﺪْﻧِﻴﻦَ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﻣِﻦ ﺟَﻠَٰﺒِﻴﺒِﻬِﻦَّ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ﺃَﺩْﻧَﻰٰٓ ﺃَﻥ ﻳُﻌْﺮَﻓْﻦَ ﻓَﻼَ ﻳُﺆْﺫَﻳْﻦَ ۗ ﻭَﻛَﺎﻥَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭًا ﺭَّﺣِﻴﻤًﺎ

Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.
(Al-Ahzab – 33:59)

[18] Berlaku sopan dalam berpakaian (Qs.24:60)

[19] Hanya isteri Nabi yang wajib berhijab (Qs.33:53)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻻَ ﺗَﺪْﺧُﻠُﻮا۟ ﺑُﻴُﻮﺕَ ٱﻟﻨَّﺒِﻰِّ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﻳُﺆْﺫَﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰٰ ﻃَﻌَﺎﻡٍ ﻏَﻴْﺮَ ﻧَٰﻆِﺮِﻳﻦَ ﺇِﻧَﻰٰﻩُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦْ ﺇِﺫَا ﺩُﻋِﻴﺘُﻢْ ﻓَﭑﺩْﺧُﻠُﻮا۟ ﻓَﺈِﺫَا ﻃَﻌِﻤْﺘُﻢْ ﻓَﭑﻧﺘَﺸِﺮُﻭا۟ ﻭَﻻَ ﻣُﺴْﺘَـْٔﻨِﺴِﻴﻦَ ﻟِﺤَﺪِﻳﺚٍ ۚ ﺇِﻥَّ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻳُﺆْﺫِﻯ ٱﻟﻨَّﺒِﻰَّ ﻓَﻴَﺴْﺘَﺤْﻰِۦ ﻣِﻨﻜُﻢْ ۖ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻻَ ﻳَﺴْﺘَﺤْﻰِۦ ﻣِﻦَ ٱﻟْﺤَﻖِّ ۚ ﻭَﺇِﺫَا ﺳَﺄَﻟْﺘُﻤُﻮﻫُﻦَّ ﻣَﺘَٰﻌًﺎ ﻓَﺴْـَٔﻠُﻮﻫُﻦَّ ﻣِﻦ ﻭَﺭَآءِ ﺣِﺠَﺎﺏٍ ۚ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﺃَﻃْﻬَﺮُ ﻟِﻘُﻠُﻮﺑِﻜُﻢْ ﻭَﻗُﻠُﻮﺑِﻬِﻦَّ ۚ ﻭَﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟَﻜُﻢْ ﺃَﻥ ﺗُﺆْﺫُﻭا۟ ﺭَﺳُﻮﻝَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻻَٓ ﺃَﻥ ﺗَﻨﻜِﺤُﻮٓا۟ ﺃَﺯْﻭَٰﺟَﻪُۥ ﻣِﻦۢ ﺑَﻌْﺪِﻩِۦٓ ﺃَﺑَﺪًا ۚ ﺇِﻥَّ ﺫَٰﻟِﻜُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﻋِﻨﺪَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻆِﻴﻤًﺎ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu ke luar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini istri-istrinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah.
(Al-Ahzab – 33:53)

*Hijab ialah tirai penghalang, sehingga isteri Nabi saat bicara dengan laki laki tidak saling berpandangan karena terhalang tirai. 

*Adapun istilah hijab sebagai ganti dari jilbab, bukan istilah yang diperkenalkan oleh Allah dan Rasul-Nya. 

[20] Jangan mengharamkan corak, warna dan jenis pakaian tertentu tanpa dalil (Qs.7:32)

ﻗُﻞْ ﻣَﻦْ ﺣَﺮَّﻡَ ﺯِﻳﻨَﺔَ ٱﻟﻠَّﻪِ ٱﻟَّﺘِﻰٓ ﺃَﺧْﺮَﺝَ ﻟِﻌِﺒَﺎﺩِﻩِۦ ﻭَٱﻟﻂَّﻴِّﺒَٰﺖِ ﻣِﻦَ ٱﻟﺮِّﺯْﻕِ ۚ ﻗُﻞْ ﻫِﻰَ ﻟِﻠَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﻴَﻮٰﺓِ ٱﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﺧَﺎﻟِﺼَﺔً ﻳَﻮْﻡَ ٱﻟْﻘِﻴَٰﻤَﺔِ ۗ ﻛَﺬَٰﻟِﻚَ ﻧُﻔَﺼِّﻞُ ٱﻻْءَﻳَٰﺖِ ﻟِﻘَﻮْﻡٍ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Katakanlah, “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah, “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
(Al-A’raf – 7:32)

*Adapun kain sutera haram bagi laki laki berdasarkan hadis Nabi saw

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈ 

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien