Bedah Al Quran 37 : Sehat dan Sakit 3

BEDAH AL QURAN No 37

SEHAT DAN SAKIT – 3

[11] Nabi Yusuf dapat menyembuhkan penyakit buta yang diderita ayahnya dengan izin Allah (12:93 + 96)

ٱﺫْﻫَﺒُﻮا۟ ﺑِﻘَﻤِﻴﺼِﻰ ﻫَٰﺬَا ﻓَﺄَﻟْﻘُﻮﻩُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﺟْﻪِ ﺃَﺑِﻰ ﻳَﺄْﺕِ ﺑَﺼِﻴﺮًا ﻭَﺃْﺗُﻮﻧِﻰ ﺑِﺄَﻫْﻠِﻜُﻢْ ﺃَﺟْﻤَﻌِﻴﻦَ

Pergilah kamu dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah dia ke wajah ayahku, nanti ia akan melihat kembali; dan bawalah keluargamu semuanya kepadaku”. (Yusuf – 12:93)

ﻓَﻠَﻤَّﺎٓ ﺃَﻥ ﺟَﺎٓءَ ٱﻟْﺒَﺸِﻴﺮُ ﺃَﻟْﻘَﻰٰﻩُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﺟْﻬِﻪِۦ ﻓَﭑﺭْﺗَﺪَّ ﺑَﺼِﻴﺮًا ۖ ﻗَﺎﻝَ ﺃَﻟَﻢْ ﺃَﻗُﻞ ﻟَّﻜُﻢْ ﺇِﻧِّﻰٓ ﺃَﻋْﻠَﻢُ ﻣِﻦَ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻻَ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya’qub, lalu kembalilah dia dapat melihat. Berkata Ya’qub, “Tidakkah aku katakan kepadamu, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tidak mengetahuinya”.
(Yusuf – 12:96)

[12] Yang sakit diperkenankan untuk tidak puasa Ramadan (Qs.2:183 + 184)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢُ ٱﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻛَﻤَﺎ ﻛُﺘِﺐَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻣِﻦ ﻗَﺒْﻠِﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺘَّﻘُﻮﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa, (Al-Baqarah – 2:183)

ﺃَﻳَّﺎﻣًﺎ ﻣَّﻌْﺪُﻭﺩَٰﺕٍ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳَﻔَﺮٍ ﻓَﻌِﺪَّﺓٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﺃُﺧَﺮَ ۚ ﻭَﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻂِﻴﻘُﻮﻧَﻪُۥ ﻓِﺪْﻳَﺔٌ ﻃَﻌَﺎﻡُ ﻣِﺴْﻜِﻴﻦٍ ۖ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻂَﻮَّﻉَ ﺧَﻴْﺮًا ﻓَﻬُﻮَ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻪُۥ ۚ ﻭَﺃَﻥ ﺗَﺼُﻮﻣُﻮا۟ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَّﻜُﻢْ ۖ ﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺗَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ

(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (Al-Baqarah – 2:184)

*Bila sudah sembuh, tentu harus dibayar di hari lain

[13] Yang sakit diperkenankan untuk tayammum (Qs.5:6)

ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮٓا۟ ﺇِﺫَا ﻗُﻤْﺘُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﺼَّﻠَﻮٰﺓِ ﻓَﭑﻏْﺴِﻠُﻮا۟ ﻭُﺟُﻮﻫَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﻤَﺮَاﻓِﻖِ ﻭَٱﻣْﺴَﺤُﻮا۟ ﺑِﺮُءُﻭﺳِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﺭْﺟُﻠَﻜُﻢْ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﻜَﻌْﺒَﻴْﻦِ ۚ ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢْ ﺟُﻨُﺒًﺎ ﻓَﭑﻃَّﻬَّﺮُﻭا۟ ۚ ﻭَﺇِﻥ ﻛُﻨﺘُﻢ ﻣَّﺮْﺿَﻰٰٓ ﺃَﻭْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺳَﻔَﺮٍ ﺃَﻭْ ﺟَﺎٓءَ ﺃَﺣَﺪٌ ﻣِّﻨﻜُﻢ ﻣِّﻦَ ٱﻟْﻐَﺎٓﺋِﻄِ ﺃَﻭْ ﻟَٰﻤَﺴْﺘُﻢُ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءَ ﻓَﻠَﻢْ ﺗَﺠِﺪُﻭا۟ ﻣَﺎٓءً ﻓَﺘَﻴَﻤَّﻤُﻮا۟ ﺻَﻌِﻴﺪًا ﻃَﻴِّﺒًﺎ ﻓَﭑﻣْﺴَﺤُﻮا۟ ﺑِﻮُﺟُﻮﻫِﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻳْﺪِﻳﻜُﻢ ﻣِّﻨْﻪُ ۚ ﻣَﺎ ﻳُﺮِﻳﺪُ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻟِﻴَﺠْﻌَﻞَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﻣِّﻦْ ﺣَﺮَﺝٍ ﻭَﻟَٰﻜِﻦ ﻳُﺮِﻳﺪُ ﻟِﻴُﻂَﻬِّﺮَﻛُﻢْ ﻭَﻟِﻴُﺘِﻢَّ ﻧِﻌْﻤَﺘَﻪُۥ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﻟَﻌَﻠَّﻜُﻢْ ﺗَﺸْﻜُﺮُﻭﻥَ

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan
nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur. (Al-Ma’idah – 5:6)

[14] Yang sakit diperkenankan untuk tidak ikut berjihad (Qs.9:91)

ﻟَّﻴْﺲَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻀُّﻌَﻔَﺎٓءِ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻤَﺮْﺿَﻰٰ ﻭَﻻَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻻَ ﻳَﺠِﺪُﻭﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﻨﻔِﻘُﻮﻥَ ﺣَﺮَﺝٌ ﺇِﺫَا ﻧَﺼَﺤُﻮا۟ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺭَﺳُﻮﻟِﻪِۦ ۚ ﻣَﺎ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟْﻤُﺤْﺴِﻨِﻴﻦَ ﻣِﻦ ﺳَﺒِﻴﻞٍ ۚ ﻭَٱﻟﻠَّﻪُ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, atas orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
(At-Taubah – 9:91)

[15] Yang tidak jadi  hajji karena tiba-tiba sakit diwajibkan menyembelih kambing (Qs.2:196)

ﻭَﺃَﺗِﻤُّﻮا۟ ٱﻟْﺤَﺞَّ ﻭَٱﻟْﻌُﻤْﺮَﺓَ ﻟِﻠَّﻪِ ۚ ﻓَﺈِﻥْ ﺃُﺣْﺼِﺮْﺗُﻢْ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۖ ﻭَﻻَ ﺗَﺤْﻠِﻘُﻮا۟ ﺭُءُﻭﺳَﻜُﻢْ ﺣَﺘَّﻰٰ ﻳَﺒْﻠُﻎَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯُ ﻣَﺤِﻠَّﻪُۥ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻛَﺎﻥَ ﻣِﻨﻜُﻢ ﻣَّﺮِﻳﻀًﺎ ﺃَﻭْ ﺑِﻪِۦٓ ﺃَﺫًﻯ ﻣِّﻦ ﺭَّﺃْﺳِﻪِۦ ﻓَﻔِﺪْﻳَﺔٌ ﻣِّﻦ ﺻِﻴَﺎﻡٍ ﺃَﻭْ ﺻَﺪَﻗَﺔٍ ﺃَﻭْ ﻧُﺴُﻚٍ ۚ ﻓَﺈِﺫَآ ﺃَﻣِﻨﺘُﻢْ ﻓَﻤَﻦ ﺗَﻤَﺘَّﻊَ ﺑِﭑﻟْﻌُﻤْﺮَﺓِ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻓَﻤَﺎ ٱﺳْﺘَﻴْﺴَﺮَ ﻣِﻦَ ٱﻟْﻬَﺪْﻯِ ۚ ﻓَﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﺠِﺪْ ﻓَﺼِﻴَﺎﻡُ ﺛَﻠَٰﺜَﺔِ ﺃَﻳَّﺎﻡٍ ﻓِﻰ ٱﻟْﺤَﺞِّ ﻭَﺳَﺒْﻌَﺔٍ ﺇِﺫَا ﺭَﺟَﻌْﺘُﻢْ ۗ ﺗِﻠْﻚَ ﻋَﺸَﺮَﺓٌ ﻛَﺎﻣِﻠَﺔٌ ۗ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻟِﻤَﻦ ﻟَّﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﺃَﻫْﻠُﻪُۥ ﺣَﺎﺿِﺮِﻯ ٱﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ ٱﻟْﺤَﺮَاﻡِ ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻭَٱﻋْﻠَﻤُﻮٓا۟ ﺃَﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﺷَﺪِﻳﺪُ ٱﻟْﻌِﻘَﺎﺏِ

Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat, dan jangan kamu mencukur kepalamu, sebelum korban sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antaramu yang sakit atau ada gangguan di kepalanya (lalu ia bercukur), maka wajiblah atasnya berfidyah, yaitu: berpuasa atau bersedekah atau berkorban. Apabila kamu telah (merasa) aman, maka bagi siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (wajiblah ia menyembelih) korban yang mudah didapat. Tetapi jika ia tidak menemukan (binatang korban atau tidak mampu), maka wajib berpuasa tiga hari dalam masa haji dan tujuh hari (lagi) apabila kamu telah pulang kembali. Itulah sepuluh (hari) yang sempurna. Demikian itu (kewajiban membayar fidyah) bagi orang-orang yang keluarganya tidak berada (di sekitar) Masjidil Haram (orang-orang yang bukan penduduk kota Mekah). Dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya.
(Al-Baqarah – 2:196)

┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈»̶·̵̭̌✽@>–✽·̵̭̌«̶┈┈

Copas dari Ust Muhammad Nur Muttaqien