Bedah Quran 17 : Pergaulan Suami-Istri (3)

 


[11] Tidak soleh sendirian, tapi membangun kesalehan bersama dalam lingkungan keluarga
 ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻗُﻮٓا۟ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ﻭَﺃَﻫْﻠِﻴﻜُﻢْ ﻧَﺎﺭًا ﻭَﻗُﻮﺩُﻫَﺎ ٱﻟﻨَّﺎﺱُ ﻭَٱﻟْﺤِﺠَﺎﺭَﺓُ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﻣَﻠَٰٓﺌِﻜَﺔٌ ﻏِﻼَﻅٌ ﺷِﺪَاﺩٌ ﻻَّ ﻳَﻌْﺼُﻮﻥَ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻣَﺎٓ ﺃَﻣَﺮَﻫُﻢْ ﻭَﻳَﻔْﻌَﻠُﻮﻥَ ﻣَﺎ ﻳُﺆْﻣَﺮُﻭﻥَ
Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar; dan keras, yang tidak durhaka terhadap Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
(At-Tahrim – 66:6)

 

[12] Suami adalah pemimpin.
ٱﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻗَﻮَّٰﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ﺑِﻤَﺎ ﻓَﻀَّﻞَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﺑِﻤَﺎٓ ﺃَﻧﻔَﻘُﻮا۟ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﻮَٰﻟِﻬِﻢْ ۚ ﻓَﭑﻟﺼَّٰﻠِﺤَٰﺖُ ﻗَٰﻨِﺘَٰﺖٌ ﺣَٰﻔِﻆَٰﺖٌ ﻟِّﻠْﻐَﻴْﺐِ ﺑِﻤَﺎ ﺣَﻔِﻆَ ٱﻟﻠَّﻪُ ۚ ﻭَٱﻟَّٰﺘِﻰ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻧُﺸُﻮﺯَﻫُﻦَّ ﻓَﻌِﻆُﻮﻫُﻦَّ ﻭَٱﻫْﺠُﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻓِﻰ ٱﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ﻭَٱﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻦَّ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻃَﻌْﻨَﻜُﻢْ ﻓَﻼَ ﺗَﺒْﻐُﻮا۟ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺳَﺒِﻴﻼً ۗ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻛَﺒِﻴﺮًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

(An-Nisa’ – 4:34)
Salah satu sifat pemimpin ialah sayang kepada yang dipimpinnya
ﻟَﻘَﺪْ ﺟَﺎٓءَﻛُﻢْ ﺭَﺳُﻮﻝٌ ﻣِّﻦْ ﺃَﻧﻔُﺴِﻜُﻢْ ﻋَﺰِﻳﺰٌ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻣَﺎ ﻋَﻨِﺘُّﻢْ ﺣَﺮِﻳﺺٌ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢ ﺑِﭑﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﺭَءُﻭﻑٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.

(At-Taubah – 9:128)
[13] Isteri sebagai makmum harus patuh pada suami
ٱﻟﺮِّﺟَﺎﻝُ ﻗَﻮَّٰﻣُﻮﻥَ ﻋَﻠَﻰ ٱﻟﻨِّﺴَﺎٓءِ ﺑِﻤَﺎ ﻓَﻀَّﻞَ ٱﻟﻠَّﻪُ ﺑَﻌْﻀَﻬُﻢْ ﻋَﻠَﻰٰ ﺑَﻌْﺾٍ ﻭَﺑِﻤَﺎٓ ﺃَﻧﻔَﻘُﻮا۟ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﻮَٰﻟِﻬِﻢْ ۚ ﻓَﭑﻟﺼَّٰﻠِﺤَٰﺖُ ﻗَٰﻨِﺘَٰﺖٌ ﺣَٰﻔِﻆَٰﺖٌ ﻟِّﻠْﻐَﻴْﺐِ ﺑِﻤَﺎ ﺣَﻔِﻆَ ٱﻟﻠَّﻪُ ۚ ﻭَٱﻟَّٰﺘِﻰ ﺗَﺨَﺎﻓُﻮﻥَ ﻧُﺸُﻮﺯَﻫُﻦَّ ﻓَﻌِﻆُﻮﻫُﻦَّ ﻭَٱﻫْﺠُﺮُﻭﻫُﻦَّ ﻓِﻰ ٱﻟْﻤَﻀَﺎﺟِﻊِ ﻭَٱﺿْﺮِﺑُﻮﻫُﻦَّ ۖ ﻓَﺈِﻥْ ﺃَﻃَﻌْﻨَﻜُﻢْ ﻓَﻼَ ﺗَﺒْﻐُﻮا۟ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻦَّ ﺳَﺒِﻴﻼً ۗ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠِﻴًّﺎ ﻛَﺒِﻴﺮًا

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa’ – 4:34)

[14] Mencari rizki yang halal
ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ءَاﻣَﻨُﻮا۟ ﻻَ ﺗَﺄْﻛُﻠُﻮٓا۟ ﺃَﻣْﻮَٰﻟَﻜُﻢ ﺑَﻴْﻨَﻜُﻢ ﺑِﭑﻟْﺒَٰﻂِﻞِ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﺗَﻜُﻮﻥَ ﺗِﺠَٰﺮَﺓً ﻋَﻦ ﺗَﺮَاﺽٍ ﻣِّﻨﻜُﻢْ ۚ ﻭَﻻَ ﺗَﻘْﺘُﻠُﻮٓا۟ ﺃَﻧﻔُﺴَﻜُﻢْ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﺑِﻜُﻢْ ﺭَﺣِﻴﻤًﺎ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.

(An-Nisa’ – 4:29)
[15] Menjaga hubungan baik dengan Allah dan saudara
ﻳَٰٓﺄَﻳُّﻬَﺎ ٱﻟﻨَّﺎﺱُ ٱﺗَّﻘُﻮا۟ ﺭَﺑَّﻜُﻢُ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺧَﻠَﻘَﻜُﻢ ﻣِّﻦ ﻧَّﻔْﺲٍ ﻭَٰﺣِﺪَﺓٍ ﻭَﺧَﻠَﻖَ ﻣِﻨْﻬَﺎ ﺯَﻭْﺟَﻬَﺎ ﻭَﺑَﺚَّ ﻣِﻨْﻬُﻤَﺎ ﺭِﺟَﺎﻻً ﻛَﺜِﻴﺮًا ﻭَﻧِﺴَﺎٓءً ۚ ﻭَٱﺗَّﻘُﻮا۟ ٱﻟﻠَّﻪَ ٱﻟَّﺬِﻯ ﺗَﺴَﺎٓءَﻟُﻮﻥَ ﺑِﻪِۦ ﻭَٱﻷَْﺭْﺣَﺎﻡَ ۚ ﺇِﻥَّ ٱﻟﻠَّﻪَ ﻛَﺎﻥَ ﻋَﻠَﻴْﻜُﻢْ ﺭَﻗِﻴﺒًﺎ

Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

(An-Nisa’ – 4:1)
Terutama dengan kedua orang tua
ﻭَﻭَﺻَّﻴْﻨَﺎ ٱﻹِْﻧﺴَٰﻦَ ﺑِﻮَٰﻟِﺪَﻳْﻪِ ﺣَﻤَﻠَﺘْﻪُ ﺃُﻣُّﻪُۥ ﻭَﻫْﻨًﺎ ﻋَﻠَﻰٰ ﻭَﻫْﻦٍ ﻭَﻓِﺼَٰﻠُﻪُۥ ﻓِﻰ ﻋَﺎﻣَﻴْﻦِ ﺃَﻥِ ٱﺷْﻜُﺮْ ﻟِﻰ ﻭَﻟِﻮَٰﻟِﺪَﻳْﻚَ ﺇِﻟَﻰَّ ٱﻟْﻤَﺼِﻴﺮُ

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

(Luqman – 31:14)
*Dipersilakan menyebarkan kembali dakwah ini
Kiriman Ust Muhammad Nur Muttaqien-Bandung