Benarkah Sedekah Mengobati Penyakit?

┏┉┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉
┆ SEDEKAH MENGOBATI
┆ PENYAKIT

└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽

Dari Al Hasan Rasulullah saw bersabda: “…Obatilah orang-orang sakit kamu dengan sedekah..”.

(HR Ath Thabrani dan Al Baihaqi, dan dihasankan oleh syaikh Al Bani dalam shahih targhib no 744)

Di kisah imam Al Hakim abu Abdillah penulis kitab al mustadrak. Beliau pernah terkena penyakit borok di wajahnya, ia sudah berusaha berobat dengan segala cara namun tak kunjung sembuh. Beliaupun datang kepada abu Utsman ash Shabuni agar mendo’akan kesembuhan untuknya. Abu Utsmanpun mendo’akannya di hari jum’at dan banyak orang yang mengaminkan. Di hari jum’at mendatang, datanglah seorang wanita membawa secarik kertas dan bercerita bahwa ia telah bersungguh sungguh mendo’akan untuk kesembuhan beliau. Lalu wanita itu bermimpi bertemu Rasulullah saw dan bersabda: “Katakan kepada abu abdillah. Hendaklah ia mengalirkan air untuk kaum muslimin”.

Maka beliaupun segera membangun sumur di dekat rumahnya dan menyediakan airnya untuk diminum oleh manusia.

Seminggu kemudian…
Tampak kesembuhan terlihat pada wajah beliau dan akhirnya hilang sama sekali dan beliau hidup beberapa tahun setelah itu.
(Shahih targhib no 964).

“Sembuhkanlah PENYAKIT kalian dengan cara SEDEKAH. Lindungi HARTA yang kalian miliki dengan ZAKAT.” (HR. Baihaqi)

2,5 % hartamu BUKAN milikmu
Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasul saw bersabda,

مَانَقَصَتْصَدَقَةٌمِنْمَالٍوَمَازَادَاللَّهُعَبْدًابِعَفْوٍإِلاَّعِزًّاوَمَاتَوَاضَعَأَحَدٌلِلَّهِإِلاَّرَفَعَهُاللَّهُ

“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya”.

(HR. Muslim no. 2588).

Yang dimaksudkan di sini, Allah akan meninggikan derajatnya di dunia maupun di akhirat.

Di dunia, orang akan menganggapnya mulia, Allah pun akan memuliakan dirinya di tengah-tengah manusia, dan kedudukannya akhirnya semakin mulia.

Sedangkan di akhirat, Allah akan memberinya pahala dan meninggikan derajatnya karena sifat tawadhu’nya di dunia.

(Lihat Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, 16:142)

 

 

copas dari KTQS

Leave a Reply