Benarkah Utang Itu Mulia?

Benarkah Utang Itu Mulia?

Sekilas aliran bisnis utang itu mulia terlihat istimewa. Bisa membantu orang lain sambil mengembangkan bisnis kita. Sebagai pengusaha muslim, tentu tak hanya niat saja yang mulia agar amal berbuah pahala. Tapi juga harus diimbangi dengan caranya yang benar sesuai tuntunan Rasul-Nya.

Dalam Islam, berutang itu diperbolehkan. Karena Rasulullah juga pernah berutang untuk memenuhi kebutuhan makan yang segera dilunasinya. Namun dengan catatan tak ada RIBA dan jangan sampai berutang jadi kebiasaan dengan dalih untuk membantu orang. Apalagi jadi gaya hidup. Mentang-mentang diperbolehkan, bergaya hidup mewah dengan lilitan utang.

Ingat, utang itu liar. Jika dibiarkan dia akan membesar. Jika sudah membesar, hidup terasa dikejar-kejar. Oleh penagih utang yang terus beredar. Karena itu Rasul mengingatkan, “”Berhati-hatilah kamu dalam berutang karena sesungguhnya berutang itu mendatangkan kerisauan dimalam hari dan kehinaan disiang hari..” (HR. Al Baihaqi)

Karena terbiasa berutang, terasa berat saat harus membayar. Apalagi ketika dana tak ada. Terpaksa meminta keringanan waktu pembayaran dengan berbagai alasan. Rasul pun mengingatkan, “Seseorang yang terlilit utang biasa akan sering berdusta jika berucap dan ketika berjanji sering diingkari” (HR. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 589).

Berhati-hatilah dengan utang. Saat ini, banyak transaksi utang piutang yang menjerumuskan pengusaha pada jurang kemaksiatan. Bukannya bisnis berkembang, justru hidupnya tak tenang. Benarkah Utang itu Mulia?

SBC Global
The First Syariah Business Coach in the world
Pin BB 2636BD9A << Add untuk dapatkan BC seputar Bisnis