BERDOA SAMBIL MENGANGKAT TANGAN ATAU TIDAK ?

KTQS # 811

BERDOA SAMBIL MENGANGKAT TANGAN ATAU TIDAK ?

Mengangkat tangan ketika berdoa yang terkait suatu ritual ibadah, hukumnya kembali pada dalil-dalil ibadah tsb. Jika terdapat dalil bahwa Rasulullah Saw mengangkat tangan dalam ibadah tsb, maka dianjurkan mengangkat tangan. Jika tidak ada dalil, maka tidak disyari’atkan mengangkat tangan.

Karena perbuatan Nabi saw termasuk sunnah, begitu pula apa yang beliau tinggalkan juga termasuk sunnah.

Banyak hadits shahih yg menunjukkan bahwa Nabi Saw MENGANGKAT TANGAN ketika berdoa, CONTOHNYA :
– Shalat istisqa.
– Selesai melempar jumrah yg pertama ula dan kedua wustha.
– Saat qunut witir/nazilah.
– Saat sa’i di bukit shafa dan marwah.
– Saat wukuf di arafah.
– Setelah berwudhu.

Namun sebaliknya banyak hadits-hadits dhoif yg tidak bisa diamalkan, sehingga Nabi saw TIDAK MENGANGKAT TANGAN ketika berdoa, CONTOHNYA :
– Saat Doa dzikir setelah shalat fardhu.
– Saat melihat kabah.
– Setelah menguburkan jenazah.
– Setelah Adzan.
– Ketika khutbah jum’at, Khutbah Ied, dll.

Yang disyariatkan kepada kita adalah meneladani Nabi Saw dalam melakukan suatu atau meninggalkan suatu (dalam ibadah). (Majmu’ Fatawa, 26/144)

Jadi tidak setiap berdoa kita  mengangkat tangan.

Berikutnya, insya Allah kita kaji lengkap seuai sunnah Rasulullah saw kondisi dimana saja Rasulullah saat berdoa “Tidak Mengangkat Tangan” dan “Mengangkat Tangan”, serta perlukah “Mengusap Wajah” setelah berdoa dan setelah shalat.

Barakallahufiikum !

Copas dari KTQS Daarul Arqom-Bandung

Leave a Reply