BERMAAFAN JELANG RAMADHAN

KTQS # 1041

BERMAAFAN JELANG RAMADHAN

Saling meminta maaf menjelang Ramadhan sangat marak dilakukan oleh sebagian orang, baik itu terhadap yg kenal ataupun tidak kenal, bahkan tidak pernah bertemu dan tidak pernah berinteraksi sekalipun, baik secara langsung, ataupun tidak langsung, via SMS, BBM, dan via medsos lainnya. Benarkah ini? mari kita kaji ya…
> Allah itu Pemaaf, memaafkan itu akhlak yang mulia.
 
“… Barang siapa yg memaafkan & mengadakan perdamaian maka pahalanya atas tanggungan Allah”.(QS.42\Asy Syuro:40)
> Meminta maaf karena ADA SEBAB itu wajib hukumnya :
 
“Orang yang pernah menzhalimi saudaranya dalam hal apapun, maka hari ini ia wajib meminta perbuatannya tersebut dihalalkan oleh saudaranya, sebelum datang hari dimana tidak ada ada dinar dan dirham. Karena jika orang tersebut memiliki amal shalih, amalnya tersebut akan dikurangi untuk melunasi kezhalimannya. Namun jika ia tidak memiliki amal shalih, maka ditambahkan kepadanya dosa-dosa dari orang yang ia zhalimi”. (HR. Bukhari no.2449)
> Meminta maaf TIDAK ADA SEBAB itu lebay namanya :
 
“Sesungguhnya Allah telah memaafkan ummatku yang berbuat salah karena tidak sengaja, atau karena lupa, atau karena dipaksa” (HR Ibnu Majah, 1675, Al Baihaqi, 7/356, Ibnu Hazm dalam Al Muhalla, 4/4)
Masya Allah, begitu sayangnya Allah sama kita. Allah telah memaafkan kesalahan yg tidak disadari umatnya secara langsung.
Jadi saling meminta maaf saat ada kesalahan wajib dan sangat dianjurkan oleh Allah, namun saling meminta maaf kepada semua orang tanpa ada kesalahan adalah Ghuluw atau berlebihan dalam beragama dan tidak mempercayai Maha Pemaaf nya Allah.
Ya Allah ampuni hambamu ini yg hampir tidak mempercayai Mu…
Salam !
copas dari KTQS