Bersikap dan Bertutur Kata Lembut Adalah Kemuliaan

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ سُفْيَانَ حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ عَنْ تَمِيمِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هِلَالٍ عَنْ جَرِيرٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يُحْرَمْ الرِّفْقَ يُحْرَمْ الْخَيْرَ

Dari Jarir dari Nabi saw bersabda: “Barang siapa dijauhkan dari sifat lemah lembut (kasih sayang), berarti ia dijauhkan dari kebaikan.”(HR. Muslim : 4694)

“MUHAMMADUN ROSUULULLAHI WALLADZIINA MA’AHUU ASYIDDAAU ‘ALA al-KUFFARI RUHAMAAU BAINAHUM”

( Muhammad Rosulullah dan orang2 yang bersamanya berlaku keras terhadap orang2 kafir dan saling menyayangi diantara mereka).

Pada ayat ini jelas sekali Allah ‘mendeskripsikan’ karakter sejati hambaNya, mereka akan keras dan tegas terhadap orang kafir, tentunya orang kafir yang dimaksud pada ayat ini adalah orang2 non muslim yang berlaku ‘jahat’ kepada orang2 Islam, tetapi bagi mereka yang suka kedamaian maka memperlakukannya dengan baik adalah lebih utama.

Kata “KUFFAR” pada ayat diatas juga bisa difahami sebagai semua perbuatan yang pada akhirnya akan ‘menggiring’ pelakunya pada kekafiran, maka sebagai muslim sejati seyogyanya berani berkata ‘TIDAK’ untuk semua perbuatan yang ‘mengundang’ murkaNya.

Ciri kedua karakter robbani adalah mempunyai sifat kasih sayang kepada sesama, senada dengan materi pengajian hadits hari ini, bersikap dan bertutur kata lemah lembut adalah kemuliaan, siapapun yang melakukannya maka mereka adalah orang2 yang ingin berusaha mengisi setiap waktu yang dilewatinya dengan kebaikan, dan setiap kebaikan tentunya beriring keridhoan dariNya.

Hadits ini jelas2 ingin membentuk karakter yang santun, dan ‘mengecam’ para orang2 yang berkepribadian pemarah, mereka sesungguhnya jauh dari kebaikan yang berarti dekat sekali dengan kejahatan, dan pastinya setiap kejahatan akan mengundang ‘murka’ dan ‘amarah’Nya.

Wallahu A’lam Bisshowaab.

Kiriman Ustadz Syarif Matnadjih

Foto no name

 
DOA dan kajian islami

Leave a Reply