BID’AH

 

BID’AH

Kajian kemarin kita bicara soal Sunnah. Sedangkan Bid’ah adalah kebalikan dari itu, yaitu ibadah yg BUKAN berdasarkan petunjuk dari Rasulullah, yaitu yg berasal dari hadits lemah (dhaif) & palsu (maudhu).

Rasulullah bersabda, “Sungguh, setiap perkara baru yg dibuat-buat (ibadah baru) adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu sesat !”. (HR. Abu Daud [4607],  At-Tirmidzi [2676] dan Ibnu Majah [43—44])

“…dan semua kesesatan tempatnya di Neraka”. (HR. Muslim)

Fenomena tersebarnya hadits palsu sudah disinyalir oleh Rasulullah Saw, beliau mengatakan :

“…akan ada satu kaum yg mengikuti contoh teladan selain sunnahku, dan mengambil petunjuk selain petunjukku (bid’ah)”. (HR Bukhari dan Muslim).

“Pada akhir zaman akan ada para dajjal lagi pendusta. Mereka membawa kepada kamu hadith-hadith yg tidak pernah kamu dan bapa-bapa kamu mendengarnya (hadits-hadits palsu). Kamu hendaklah berhati-hati dgn mereka, agar mereka tidak menyesatkan kamu dan menipu kamu sehingga yg batil disangka benar”. (Mukaddimah Sahih Muslim)

Jadi pelaku bid’ah sudah diketahui oleh Rasulullah akan muncul kelak.

Jadi berhati-hatilah, carilah ilmu dan bertanyalah kepada ahlinya.

Ibnu Al-Majisun berkata, aku mendengar Imam Malik berkata, “Barangsiapa yang berbuat bid‘ah dalam Islam dan dia menganggap hal itu baik (menganggap itu sebuah kebaikan), berarti dia telah lancang kepada Allah dan menganggap bahwa Muhammad telah berkhianat, karena tdk menyampaikan risalah Allah dgn sempurna, pdhl Allah telah berfirman:

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu.” (Q.S. Al-Maidah:3)

Maka dari itu kerjakan Sunnah, jauhi bid’ah, karena Rasulullah sudah menyampaikannya kepada kita dgn lengkap dan telah disempurnakan oleh Allah, sehingga tdk membutuhkan kreatifitas kita.

Firman Allah :
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah”. (Q.S. Al-Hasyr:7)

Salam

dari KTQS

 

Leave a Reply