Dillarang Membuat Ibadah Tanpa Tuntunan (celotehan 2)

Dilarang Membuat Ibadah Tanpa Tuntunan

“Kan tidak ada dalil yang melarang? Gitu aja kok repot..”
Itu celotehan yang sering kita dengar juga.
Maka cukup disanggah dengan hadits ‘Aisyah sebagai dalil yang melarang untuk membuat ibadah tanpa tuntunan,
“Barangsiapa melakukan suatu amalan yang bukan ajaran kami, maka amalan tersebut tertolak”.
(HR. Muslim no. 1718 dari ‘Aisyah).
Hadits ini sudah jelas menunjukkan bahwa kita harus berhenti sampai ada dalil, baru kita boleh melaksanakan suatu ibadah.
Jika ada yang membuat suatu ibadah tanpa dalil, maka kita bisa larang dengan hadits ini.  Karena perkataan Nabi saw itu jaami’ul kalim, maksudnya adalah singkat namun syarat makna. Jadi dengan kalimat pendek saja sudah bisa menolak berbagai amalan tanpa tuntunan, tanpa mesti dirinci satu per satu.
Dengan tidak ada perintah artinya itu dilarang. Kalau baik pasti diperintahkan. Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.
Murid  Imam Nawawi,  Ibnu ‘Atthor  ra  menjelaskan mengenai hadits di atas, “Para ulama menganggap perbuatan yang tidak pernah diajarkan dalam Islam yang direkayasa oleh orang yang tidak berilmu (Juga oleh musuh-musuh islam, agar umat semakin jauh dari ajaran Allah dan Rasul-Nya yang suci), di mana amalan tersebut adalah sesuatu yang tidak ada landasan (alias: tidak berdalil), maka sudah sepantasnya hal ini ditolak. Pelaku nya cukup disanggah dengan hadits yang shahih dan tegas ini karena perbuatan membuat hal-hal baru dalam perkara agama itu mencacati ibadah”. (Lihat Syarh Al Arba’in An Nawawiyah hal. 72)
Sehingga bagi yang melakukan amalan tanpa tuntunan, kita tanya,
“Mana dalil yang memerintahkan untuk melakukan ibadah tersebut?”.
Jangan dibalik tanya,
“Mana dalil yang mengharamkan?”
Jika ia bertanya seperti pertanyaan kedua, ini jelas tidak paham kaedah yg digariskan oleh Al Qur’an dan As Sunnah, juga tidak paham perkataan ulama.
Kaedah yang kita kaji saat ini menunjukkan bagaimana  Islam betul-betul menjaga syari’at, agar tidak dirusak oleh kebodohan dan fanatisme buta.
Barakallahu fiikum !
copas dari KTQS Bandung

Leave a Reply