Derajat-derajat Al Jannah atau Surga

BimbinganIslam.com
Ustadz ‘Abdullāh Roy, MA
Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir
Halaqah 70 | Derajat-derajat Al Jannah atau Surga
Download Audio:
https://goo.gl/ZG42nP
_________________________

DERAJAT-DERAJAT AL JANNAH/SURGA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-70 dari Silsilah Beriman kepada hari akhir adalah tentang “Derajat-derajat Al Jannah atau Surga”.

Al Jannah memiliki derajat yang banyak dan para penduduknya memiliki derajat yang berbeda, sesuai dengan kadar iman dan taqwa mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَن يَأۡتِهِۦ مُؤۡمِنً۬ا قَدۡ عَمِلَ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ فَأُوْلَـٰٓٮِٕكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَـٰتُ ٱلۡعُلَىٰ

“Dan barang siapa yang datang kepada Allāh dalam keadaan beriman dan telah mengamalkan amal-amal yang shalih, maka merekalah yang akan mendapatkan derajat-derajat yang paling tinggi.”

(QS Thaha: 75)

Dan yang paling tinggi derajatnya adalah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Apabila kalian mendengar muadzin, maka katakan seperti yang ia katakan, kemudian bershalawatlah untukku, karena barang siapa bershalawat untukku sekali, maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan bershalawat untuknya sepuluh kali.

Kemudian mintalah kepada Allāh untukku al wasilah, karena sesungguhnya al wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak pantas kecuali untuk seorang hamba di antara hamba-hamba Allāh.

Dan aku berharap akulah hamba tersebut.

Maka barang siapa yang memintakan untukku al wasilah, dia berhak untuk mendapatkan syafa’at.”

(Hadīts riwayat Muslim)

 

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam  telah mengabarkan bagaimana ketinggian derajat sebagian orang-orang yang beriman, dibandingkan penduduk surga yang lain.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya penduduk surga akan melihat ahlul ghurf yaitu penduduk surga yang memiliki kedudukan paling tinggi, yang ada di atas mereka seperti kalian melihat bintang yang masih tersisa di ufuk timur maupun barat.”

Yang demikian karena jauhnya perbedaan kedudukan di antara mereka

Mereka berkata, “Yā Rasūlullāh, bukankah itu adalah kedudukan para nabi yang tidak dicapai oleh yang lain?”

Beliau Shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Ya, demi Dzat Yang jiwaku ada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman dan membenarkan para rasūl.”

(Hadīts riwayat Bukhāri dan Muslim)

 

♦ Di antara orang-orang yang beriman yang akan mendapatkan kedudukan yang paling tinggi adalah :

⑴ Abū Bakar radhiyallāhu ‘anhu.
⑵ Umar radhiyallāhu ‘anhu.

↝”Sesungguhnya orang-orang yang memiliki  derajat (kedudukan) yang paling tinggi akan dilihat oleh orang-orang yang ada di bawah mereka seperti kalian melihat bintang yang baru terbit di ufuk langit.

↝Dan sesungguhnya Abū Bakar dan Umar termasuk mereka, dan mereka berdua akan mendapatkan nikmat.”

(Hadīts riwayat Tirmidzi dan Ibnu Ibnu Mājah dan dishahīhkan oleh Syaikh Al Albāniy rahimahullāh).

 

Para mujahidin fiisabilillāh, mereka termasuk orang-orang yang akan memiliki kedudukan yang tinggi di dalam surga.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam  bersabda:

“Sesungguhnya di dalam surga ada seratus derajat yang Allāh sediakan bagi orang-orang yang berjihad di jalan Allāh. Setiap dua derajat seperti antara langit dan bumi. Maka apabila kalian meminta kepada Allāh mintalah Al Firdaus, kerena:

↝ Al Firdaus adalah surga yang paling afdhal dan surga yang paling tinggi.

↝Di atasnya ada arsyurrahman dan dari sanalah terpancar sungai-sungai surga.”

(Hadīts riwayat Bukhāri)

 

Orang yang memberikan nafkah kepada janda dan orang miskin, maka :

⑴ Akan mendapatkan pahala orang yang berjihad di jalan Allāh.

⑵ Seperti orang yang berpuasa di siang hari dan shalāt di malam hari.

Sebagaimana di dalam hadīts yang riwayat Bukhāri dan Muslim

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Barang siapa yang memberi nafkah dua orang anak wanita sampai dia baligh, maka dia akan datang pada hari kiamat, aku dan dia (kemudian) beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam menggenggam jari-jari beliau.”

(Hadīts riwayat Muslim)

↝Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

 

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam  bersabda:

Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia di surga seperti dua jari ini.”

(Hadīts riwayat Muslim)

↝Dan ini menunjukkan ketinggian derajat orang tersebut.

Karena yang dimaksud dengan dua jari di sini adalah jari telunjuk dan jari tengah.

 

Dan dalam hadits yang shahīh yang diriwayatkan oleh Tirmidzi, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Sesungguhnya termasuk orang yang paling aku cintai di antara kalian dan paling dekatku denganku majelisnya dihari kiamat adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian.”

 

♦ Orang tua bisa ditinggikan derajatnya di dalam surga karena sebab istighfar anaknya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam  bersabda:

“Sungguh seseorang akan diangkat derajatnya di surga, maka dia berkata:
‘Dari mana ini?’

Dikatakan kepadanya:
‘Ini semua karena istighfar anakmu untukmu’.””

(Hadīts shahīh riwayat Ibnu Mājah )

↝Ini adalah dorongan bagi orang tua untuk mendidik anaknya dengan baik.

 

Dan penghuni surga yang paling rendah derajatnya telah kita sebutkan di dalam halaqah sebelumnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

Derajat-derajat Al Jannah atau Surga