DIANGGAP ANEH

 

DIANGGAP ANEH

Rasulullah Saw bersabda: “Islam awalnya asing, dan kelak akan kembali asing sebagaimana awalnya, maka beruntunglah bagi al-Ghuraba’ (orang-orang asing)”. (HR. Muslim no.145).

Makna al-Ghuraba’ adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash ketika Rasulullah saw suatu hari menerangkan tentang makna dari al-Ghuraba’, beliau Saw bersabda: “Orang-orang yg shalih yang berada di tengah banyaknya orang-orang yg jelek, orang yg mendurhakainya lebih banyak daripada yg mentaatinya”. (HR. Ahmad, II/177, 222).

Rasululah Saw juga bersabda mengenai makna al-Ghuraba’ : “Yaitu orang-orang yg memperbaiki sunnahku (sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wasallam ) sesudah dirusak oleh manusia”. (HR. at-Tirmidzi no.2630 Dari sahabat ‘Amr bin ‘Auf lihat juga syarh Musykilul Atsaar, II/170 no.689).

Dianggap aneh karena menolak ibadah-ibadah yg tidak didasarkan dalil yg shahih, tapi didasarkan kepada adat kebiasaan dan ikut-ikutan saja.

Dianggap aneh karena tidak mengamalkan shalat, puasa, dzikir dan ibadah lainnya yg tidak sesuai sunnah, ditengah-tengah manusia yg banyak mengamalkan ibadah-ibadah yg tidak dicontohkan Rasulullah saw.

Dianggap aneh karena taat kepada sunnah Rasulullah saw…

Mengamalkan Sunnah dan menyebarkan sunnah adalah bagian dari memperbaiki sunnah yg dirusak oleh manusia, seperti yg disabdakan Rasulullah saw dalam hadits diatas.

Beruntunglah…kata nabi

Berbahagialah…kata nabi

Jika dianggap aneh karena memperbaiki Sunnah (Mengamalkan dan menyebarkan Sunnah).

 

Abaikan anggapan orang lain, kelak suatu saat mereka akan memahami sunnah dan mengikutinya…Insya Allah !

Hanya karena malu dan gengsi saja untuk menerina sunnah (dgn berbagai alasan penolakan), sedangkan hati kecilnya sebenarnya membenarkan sunnah… percayalah!

 

Sebarkan terus Sunnah, agar lebih banyak lagi umat yang kembali kepada agama Allah.

 

Salam !

Copas dari KTQS

Leave a Reply