DOA JELANG RAMADHAN

 

DOA JELANG RAMADHAN

 

Terdapat riwayat dari Anas bin Malik ra belliau menceritakan:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَجَبٌ، قَالَ: «اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ، وَبَارِكْ لَنَا فِي رَمَضَانَ»

“Dulu ketika Nabi saw memasuki bulan Rajab, beliau berdoa : Allahumma baarik lana fii Rajaba wa Sya’baana Wa Ballighna Ramadhana

Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban. Dan izinkanlah kami menemui bulan Ramadhan”

Hadis ini diriwayatkan Imam Ahmad dalam Musnad-nya no. 2346, Al-Bazzar dalam Musnad no. 6496, At-Thabrani dalam Al-Ausath 3939, dan beliau berkomentar:

“Hadis ini tidaklah diriwayatkan dari Nabi saw selain dari jalur ini. Ada perawi yang sendirian: Zaidah bin Abi Ruqqad”.

Berikut komentar ulama tentang zaidah bin Abi Ruqqad ini:

– Al-Bukhari mengatakan, “Dia Munkarul hadis”

– Abu Daud mengatakan, “Saya tidak mengetahui hadisnya”

– An-Nasai mengatakan, “Saya tidak tahu, siapa orang ini”

– Ad-Dzhabi dalam Diwan Ad-Dhu’afa mengatakan, “Tidak bisa dijadikan hujah”

– Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, “Munkarul hadis”

Disamping itu, juga ada seorang perawi yang bernama Ziyad bin Abdillah An-Numairi al-Bashri. Dia dikomentari miring oleh banyak ulama:

– Yahya bin Main mengatakan, “Hadisnya dhaif”

– Abu Ubaid Al-Ajuri mengatakan, “Saya bertanya kepada Abu Daud tentang Ziyad ini dan beliau mendhaifkannya.”

– Ibnu Hibban dalam Al-Majruhin mengatakan, “Munkarul hadis. Dia meriwayatkan dari Anas beberapa riwayat, yang sama sekali tidak menyamai hadisnya orang yang terpercaya.”

– Ad-Daruquthni, “Dia tidak kuat”

– Ibnu Hajar mengatakan, “Dhaif”

Berdasarkan semua keterangan di atas dapat disimpulkan bahwa doa dalam hadis ini statusnya lemah, Dengan kata lain, doa ini tidak dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Karena itu, tidak bisa dijadikan acuan.

Salam !

copas dari KTQS