DOA QUNUT (KUPAS TUNTAS QUNUT)

Nabi Muhammad Saw melakukan qunut dalam berbagai keadaan dan cara (seperti banyak diriwayatkan dalam hadits-hadits tentang qunut ini).

Pernah Nabi berqunut pada saat shalat witir juga di setiap lima waktu, yaitu pada saat ada nazilah (musibah). Saat kaum muslimin mendapat musibah atau malapetaka, misalnya ada golongan muslimin yang teraniaya atau tertindas.

Jadi Hukum membaca Qunut saat shalat tergantung kepada jenis qunutnya.

 

1. Qunut dalam shalat witir.

Qunut ini disyariatkan disetiap sholat witir secara berkala, berdasarkan hadîts al-Hasan bin ‘Ali  ra. Beliau berkata:

Rasulullah saw telah mengajariku do’a-do’a yang aku ucapkan dalam witir yaitu:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي فِيمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِي فِيمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِي فِيمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِي فِيمَا أَعْطَيْتَ وَقِنِي شَرَّ مَا قَضَيْتَ فَإِنَّكَ تَقْضِي وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ

Allahuma dini fiman hadait, waafini fiman afait. Watawalani fiman tawalait,wabarikli fiman athait.Waqini syara ma qadhait. Fa inaka taqdhi wa la yuqdha ‘alaika. Wa inalahu la yadzillu maw walait. Wala  ўª izzu man adait. Tabarakta rabanna wa ta alait.

(HR at-Tirmidzi dalam Shahîh at-Tirmidzî)

Demikian juga, hal ini di amalkan Rasulullah saw sebagaimana dijelaskan Ubai bin Ka’ab ra dalam penuturan beliau:

“Sesungguhnya Rasulullah saw melakukan qunut dalam witir sebelum ruku”.

(HR.Abu Dawud dalam Shahih Abu Dawud)

Keterangan: dibaca setelah ruku di rakaat terakhir.

 

2.  Qunut Nazilah yg dilaksanakan ketika ada musibah atau bencana.

Seperti dulu ketika Rasulullah Saw atas permintaan Ri’l Dzukwan dan ‘Ushiyyah dari kabilah Sulaim, mengirim 70 orang Quraa (semacam guru ngaji) untuk mengajarkan soal agama kepada kaum mereka. Dan ternyata setelah sampai di suatu tempat yg bernama Bi’r al-Ma’uunah orang-orang itu berkhianat dan membunuh ketujuh puluh orang Quraa tsb.

Mendengar itu Rasulullah Saw. berdoa dalam shalat untuk kaum mustadh’afiin, orang-orang yg tertindas, di Mekkah.

“Nabi saw melakukan qunut (Nazilah) selama sebulan, berdo’a untuk kehancuran Ra’i dan Dzakwan”. (HR al-Bukhari)

Demikian juga dalam hadits yg lain: “Rasulullah saw melakukan qunut selama sebulan ketika para penghafal al-Qur’an dibunuh”. (HR al-Bukhari)

Qunut nazilah disunnahkan bisa dilakukan pada setiap shalat lima waktu, setelah rukuk yg terakhir, baik oleh imam atau yg shalat sendirian (munfarid).

Hanya dalam qunut nazilah dapat ditambahkan sesuai kepentingan yg berkaitan dgn musibah yg terjadi.

Misalnya dalam malapetaka Bosnia yg baru lalu, atau tragedi di Ambon dan Aceh ini, kita bisa memohon kepada Allah agar penderitaan saudara-saudara kita di sana segera berakhir dan Allah mengutuk mereka yg lalim.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: Qunut disyari’atkan pada saat adanya bencana dan ini adalah pendapat yg dipegang oleh ulama fikih dan ahli hadits. Ini diambil dari Khulafa’ Rasyidin. (Majmu’ Fatawa 23/108)

Syaikh Abdul Azhim Badawi menjelaskan bahwa Qunut yg disyari’atkan dalam sholat fardhu hanyalah qunut Nazilah. (lihat Al-Wajis Fi Fiqhi as-Sunnah wa al-Kitab al-’Aziz 109).

3.  Qunut khusus dalam shalat Shubuh.

Hal ini dilakukan terus menerus setiap shalat shubuh, seperti yang dilakukan banyak kaum muslimin, adalah perkara yang tidak ada dasar yang kuat dari Rasulullah Saw dan para Sahabatnya.

Hal ini, merupakan perbuatan yang telah dijelaskan secara tegas oleh Sahabat Rasulullah saw.

Abu Malik al-asyja’i Sa’ad bin Thariq berkata:

“Aku bertanya kepada bapakku: Wahai bapakku, sungguhkah engkau pernah SHALAT BERSAMA RASULULLAH saw, Abu Bakar, Umar dan Utsman serta Ali di Kufah ini selama lebih dari lima tahun. Apakah mereka pernah melakukan QUNUT DALAM SHALAT SHUBUH?, Beliau menjawab: TIDAK BENAR Wahai anakku! Itu PERKARA BARU (bid’ah)”. (HR. Ibnu Majah dalam Irwa’ al-Ghalil no. 435)

Jelas sudah bahwa Rasul Saw dan para sahabat tidak pernah melakukan qunut shubuh.

Dan hadits yg beredar tentang Qunut shubuh derajatnya lemah bahkan sangat lemah. Jadi tidak bisa beramal dgn hadits tsb.

Haditsnya yaitu : Dari Anas bin Malik, ia berkata: “Senantiasa Rasulullah Saw berqunut pada shalat Shubuh sehingga beliau berpisah dari dunia (wafat)”. (HR.Imam Ahmad, ath-Thahawi, ad-Daruquthni, al-Hakim, al-Baihaqi)

Imam Ibnu Turkamani : “Bagaimana mungkin sanadnya shahih? Sedang perawi yg meriwayatkan dari Rubaiyyi’, yaitu ABU JA’FAR ‘ISA BIN MAHAN AR-RAZI masih dalam pembicaraan (para Ahli Hadits) tentang keshahihannya.

Al-Hafizh Ibnu Katsir : Riwayat Abu Ja’far ar-Razi itu munkar/lemah..

Dengan demikian membaca qunut disetiap shalat shubuh adalah hal yg tidak disyariatkan, dan qunut dalam shalat hanya ada 2 jenis : Qunut Witir & Qunut Nazilah.

 

Barakallahu fiikum !
Copas dari KTQS -Bandung

Leave a Reply