Doa Setelah Salat Witir

 

KAPAN SHALAT WITIR DILAKUKAN ?

Nabi saw : “Barangsiapa takut tidak bangun di akhir malam, maka shalat witirlah pada awal malam, dan barang siapa berkeinginan untuk bangun di akhir malam, maka shalat witirlah di akhir malam, karena sesungguhnya shalat pada akhir malam masyhudah (disaksikan)“. (HR. Muslim)

Hadits ini jelas menegaskan bahwa waktu pelaksanaan shalat Witir sangat kondisional dan tergantung pada kemampuan seseorang apakah bisa bangun di malam hari ataukah tidak.

Bila dia bisa bangun malam, maka shalat Witir dikerjakan setelah shalat Tahajud. Namun bila dia khawatir tidak bisa bangun malam, maka sebaiknya shalat Witir dilakukan setelah Isya sebelum tidur, jadi setelah terbangun dari tidur tinggal melakukan shalat tahajud saja.

Di bulan Ramadhan apabila sudah mengerjakan shalat Tarawih, tidak perlu  mengerjakan shalat Tahajud lagi atau sebaliknya, karena itu adalah shalat yang sama hanya berbeda nama.

“Pada bulan Ramadhan maupun bulan lainnya Rasulullah shalat malam tidak pernah lebih dari 11 rakaat” (Muttafaq ‘alaihi dari Aisyah ra)

DOA SETELAH SHOLAT WITIR

“Kemudian setelah salam beliau mengucapkan,

سُبْحَانَ الـمَلِكِ القُدُّوْسِ

“Mahasuci Dzat yang Maha Menguasai lagi Mahasuci.”

(H.r. Abu Daud; dinilai sahih oleh Al-Albani)

‘Subhaanal malikil qudduus’, dibaca sebanyak tiga kali dan beliau mengeraskan suara pada bacaan ketiga”

(HR. Abu Daud dan An Nasa-i)

Nabi Saw juga mengucapkan doa di akhir witirnya,

للَّهُمَّ إِني أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ ، وَبِـمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَـتِكَ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ ،لَا 

أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ ، أَنْتَ كَمَا أَثْــــنَــــيْتَ عَلَى نَــــفْسِكَ

“Allahumma inni a’udzu bi ridhooka min sakhotik

wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik,

wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik”

Ya Allah, aku berlindung dengan keridhoan-Mu dari kemarahan-Mu,

dan dengan kesalamatan-Mu dari hukuman-Mu

dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu.

Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu,

Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjungkan kepada diri-Mu sendiri.

(HR. Abu Daud, Tirmidzi, An Nasa-i dan Ibnu Majah)

KEUTAMAAN SHALAT WITIR

“… (Allah) mencintai orang-orang yg melakukan shalat Witir.” (HR. Abu Daud dan Ahmad)

Catatan:

Shalat witir tetap bisa dilakukan ketika kita menjalankan shalat secara jama qoshor saat kita ber”safar” (bertamu / dalam perjalanan)

 (dari KTQS-Bandung)

doa dan kajian islami

Leave a Reply