SHALAT GERHANA

RINGKASAN TATA CARA SHALAT GERHANA

Pertama: shalat gerhana dilaksanakan di masjid, tidak ada adzan dan iqomah

Kedua: Shalat gerhana dilakukan dua rakaat dengan empat ruku’, yakni setiap rakaat dua ruku’. Setelah ruku kembali berdiri, membaca alfatiha, surat pendek lalu ruku kembali lalu sujud.

Ketiga: Banyak berdoa dan beristigfar.

Keempat: Mendengarkan khutbah

Kelima: Bersedekah

Sahabatku, Sikap yang tepat ketika gerhana ini adalah TAKUT, khawatir akan terjadi hari kiamat. Bukan seperti kebiasaan orang sekarang ini yang hanya ingin menyaksikan peristiwa gerhana dengan membuat album kenangan fenomena tsb, tanpa mau mengikuti tuntunan dan ajakan Nabi saw.

Siapa tahu peristiwa ini adalah tanda datangnya bencana, adzab atau kiamat.

Lihatlah apa yang dilakukan oleh Nabi kita saw:

Abu Musa Al Asy’ari ra menuturkan,

”Pernah terjadi gerhana matahari pada zaman Rasulullah saw (hanya terjadi 1 kali di zaman Rasulullah saw). Nabi lantas BERDIRI TAKUT karena khawatir akan terjadi hari kiamat, sehingga beliau pun mendatangi masjid kemudian beliau mengerjakan shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang lama. Aku belum pernah melihat beliau melakukan shalat sedemikian rupa.”

Maka bersegeralah untuk shalat, berdzikir, bersedekah, berdo’a dan memohon ampun kepada Allah Swt.

TATA CARA SHALAT GERHANA (LENGKAP)

[1] Berniat di dalam hati dan tdk dilafadzkan krn melafadzkan niat termasuk perkara yg tdk ada tuntunannya dari Nabi kita saw dan beliau jg tdk pernah mengajarkannya lafadz niat pd shalat tertentu kpd para sahabatnya.

[2] Takbiratul ihram yaitu bertakbir sebagaimana shalat biasa.

[3] Membaca do’a iftiftah dan berta’awudz, kemudian membaca surat Al Fatihah dan membaca surat sambil dikeraskan suaranya, bukan lirih sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah: ”Nabi saw mengeraskan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

[4]Kemudian ruku’.

[5]Lalu bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[6]Setelah i’tidal ini tdk langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat lain.

[7]Lalu ruku’ kembali (ruku’ kedua)

[8]Lalu bangkit dari ruku’ (i’tidal).

[9]Lalu sujud, lalu duduk di antara dua sujud kemudian sujud kembali.

[10]Lalu bangkit dari sujud dan mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama.

[11]Salam.

[12]Setelah itu imam menyampaikan khutbah yang menganjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar dan sedekah.

(Disarikan dari HR. Bukhari no. 1044)

PESAN KHUTBAH RASULULLAH SAAT GERHANA :
” ‘Wahai umat Muhammad! Demi Allah, seandainya kamu mengetahui apa yg saya ketahui, niscaya kamu akan tertawa sedikit dan banyak menangis’. (Karena tahu ngerinya adzab kubur dan pedihnya siksa neraka)
Kemudian beliau memerintahkan mereka berlindung dari azab kubur.” (HR. Muslim)
TAKUT & MOHON AMPUNLAH pada Allah saat Gerhana, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua.
Dari ‘Aisyah ra, Nabi saw bersabda,

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ
يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ
ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda diantara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana bukanlah terjadi sebab kematian atau kelahiran seseorang. Bila kalian melihat gerhana maka BERDOALAH kepada Allah, BERTAKBIRLAH, kerjakan SHALAT dan BERSEDEKAHLAH”. (HR Bukhari no. 1044)

Jangan lupa  lakukan sesuai tuntunan Rasulullah saw dengan BERDOA kepada Allah, BERTAKBIR, kerjakan SHALAT dan BERSEDEKAH

Dan mohon ampunlah kepada Allah, semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita…

Salam !
————————

copas dari KTQS

Leave a Reply